Love In Jiu War

Love In Jiu War
Chapter 98 : Penyusup Di Pegunungan Tiangan


__ADS_3

“Serang orang yang memakai penutup wajah dan sebar pasukan menjadi dua bagian!” Teriakan Tian Yang memecahkan kebingungan pendekar yang menatap cahaya berwarna merah yang menghiasi langit siang Pegunungan Tiangan.


Ledakan yang keras itu menandakan pertanda buruk bagi Tian Yang. Tak lama beberapa pendekar langsung mengikuti arahan Tian Yang.


Fei Chen dan Jiang Tian meminta para pendekar yang hadir di Pertemuan Putih Suci untuk segera mengusir penyusup yang hadir di Aula Langit Suci.


Semangat bertempur pendekar yang hadir di Pertemuan Putih Suci meluap, sementara itu Fang Baihu dan Ling Han masih terlibat bentrok hingga pertarungan mereka keluar dari Istana Langit.


“Saudara Fang!” Mata Ling Han membulat sepenuhnya karena marah, “Dengar dulu penjelasanku?!”


Fang Baihu mengernyitkan dahinya, “Apa yang perlu di dengarkan? Kau sudah bekerjasama sama dengan salah satu kakak dari Tuan Putri Kelima, aku yakin itu!”


Fang Baihu terus melancarkan serangan pada Ling Han, “Kau harus menanggung akibat dari perbuatanmu!”


Di sisi lain Fei Chen dan Jiang Tian mengejar pendekar yang berlari ke arah permukaan penduduk bersama puluhan pendekar yang lainnya, namun permukiman penduduk yang tinggal di dekat Lembah Pegunungan Tiangan telah menjadi medan pertempuran.


“Mereka membunuh penduduk tak bersalah?!” Fei Chen murka ketika telah sampai di pintu masuk Lembah Pegunungan Tiangan.


“Serang!” Teriakan Fei Chen membuat ribuan pendekar Sekte Cakrawala Hitam langsung menoleh melihat kedatangan Fei Chen dan Jiang Tian bersama puluhan pendekar aliran putih.


Jian Tian menarik pedangnya dan menghabisi puluhan pendekar Sekte Cakrawala Hitam dengan sekali tebasan pedangnya yang sangat rapi.


Sementara itu di Istana Langit terjadi hal yang mengejutkan, Ketua dan Tetua Sekte Cakrawala Hitam mengejar Soo Yun yang dijaga Ming Fengying.


“Dia pemilik tubuh Jelmaan Dewi Air! Tangkap dan jangan biarkan dia terluka!” Terlihat Jia Wu juga ikut dalam pengejaran tersebut.


Shingen langsung berlari mengajar puluhan pendekar namun dia dihadang oleh Ketua Sekte Cakrawala Hitam.


Seluruh pendekar yang tersisa langsung menghadapi Tetua Sekte Cakrawala Hitam, sisanya membantu Fei Chen dan Jiang Tian.


“Yunyun, peluk aku,” ucap Ming Fengying sambil menatap Soo Yun, “Dan jangan lepaskan...”


Ming Fengying menggendong tubuh Soo Yun dan membawanya ke luar Istana Langit, sedangkan di samping kiri dan kanan Ming Fengying terlihat Fujin, Sanada dan Yuan Shi datang menghadang Tetua Sekte Cakrawala Hitam.

__ADS_1


“Jia Wu!” Ketika Ming Fengying dihadang dari berbagai arah, Lin Huo datang menebaskan pedangnya menahan Jia Wu.


“Sama seperti Yan Xiang, jadi kau juga telah menjadi Tetua Sekte Cakrawala Hitam?!” Lin Huo memainkan pedangnya dengan brutal, namun serangannya masih dapat ditahan oleh Jia Wu.


“Bodoh, aku memang menjadi bagian Sekte Taman Langit dan Sekte Cakrawala Hitam disaat yang bersamaan. Tetapi rencana kami hanya satu, mengurangi kekuatan tempur Kekaisaran Kuru sebelum hari yang telah kami nanti tiba!” Jia Wu bertukar serangan dengan Lin Huo. Sementara itu Ming Fengying menurunkan Soo Yun dan membunuh setiap pendekar yang hendak mengincar gadis bermata sayu yang sedang dia jaga.


“Pernapasan Sirih.” Ming Fengying menarik napas dalam-dalam dan menyalurkannya ke seluruh tubuhnya.


“Aliran Harimau.” Salah satu Tetua Sekte Cakrawala Hitam mati dalam sekali tebasan katana Ming Fengying. Kali ini aura tubuh Ming Fengying lebih besar dari yang Soo Yun lihat saat pemuda itu menyelamatkannya di Kota Huaran.


Puluhan pendekar tingkat dua dan pendekar tingkat tiga mengincar Ming Fengying namun mereka tidak berkutik sedikitpun dihadapan pemuda berumur sembilan tahun itu.


Saat ini Ming Fengying telah diizinkan ayahnya untuk melindungi orang yang berharga bagi dirinya. Membunuh tanpa keraguan adalah alasan yang cukup bagi dirinya sekarang.


“Yunyun, maaf, pasti kamu takut denganku...” Ming Fengying terus memegang tangan Soo Yun sambil memainkan pedangnya.


Soo Yun mengikuti irama langkah kaki Ming Fengying dengan napas yang terengah-rengah, mata sayunya memejam karena takut melihat darah yang terus bercipratan dari tebasan katana Ming Fengying.


Ming Fengying memusatkan dirinya menjadi aura intimidasi yang mencekam. Terlihat pendekar yang berada dalam jangkauan Tenkai sulit bergerak, Ming Fengying dan Soo Yun menjadi pusat dari Tenkai.


Lima pendekar mendekat, Ming Fengying memejamkan matanya dan fokus untuk menghabisi kelima pendekar itu dalam sekejap, sedangkan Soo Yun dengan matanya yang sayu masih melihat lima pendekar yang menyeringai pada dirinya.


“Amukan Harimau!”


“Kyaaa! Fengfeng!”


Tebasan katana Ming Fengying memotong kepala lima pendekar dalam sekali tebasan. Napas Ming Fengying terengah-rengah, kemudian dia mengatur napasnya secara perlahan.


“Maaf, Yunyun, aku hanyalah seorang pembunuh. Bagaimanapun juga, suatu saat nanti aku pasti akan mendapatkan balasan dari perbuatanku ini...” Ming Fengying tanpa sadar sudah terlalu dalam mencintai Soo Yun, bahkan dia merasa jika Harumi adalah Soo Yun. Sosok kekasihnya di kehidupan lamanya.


Saat ini Ming Fengying mencoba membawa Soo Yun ke tempat yang aman karena gadis bermata sayu itu menjadi incaran banyak orang.


“Fengfeng, maaf, tetapi aku masih takut melihat darah...” Tangan Soo Yun gemetar, bahkan badannya menggigil seperti orang yang kedinginan.

__ADS_1


Ming Fengying menatap pendekar yang menjaga jarak dengannya, setelah itu dia mengeluarkan aura intimidasi yang mencekam mengarah pada pendekar yang mengelilinginya.


“Yunyun, setelah semua ini selesai, aku akan mengenalkanmu pada Bunda...” Ming Fengying mencium bibir mungil Soo Yun dan tangannya memukul tengkuk leher gadis bermata sayu itu.


“Aku mencintaimu...” Ming Fengying dengan wajah garangnya mengutarakan perasaannya kepada Soo Yun.


“Fengfeng!” Soo Yun membatin dan mata sayunya membulat sepenuhnya. Dirinya sangat terkejut, bagaimana dia tidak terkejut, saat dalam pertempuran, Ming Fengying justru merebut ciuman pertamanya dan mengatakan hal yang membuat jantungnya berdebar kencang.


“Aku juga...”


Namun setelah tengkuk lehernya di pukul Ming Fengying, perlahan tubuh Soo Yun ambruk pada pelukan Ming Fengying sebelumd gadis bermata sayu itu menyelesaikan perkataannya.


”Ada apa? Kalian tidak akan pernah menyentuh Yunyun sedikitpun. Rebut dia dariku, maka nyawa kalian akan melayang!” Ming Fengying menggendong Soo Yun dan menggigit katananya.


Semua pendekar yang melihat tindakan Ming Fengying hanya mengernyitkan dahi. Sedangkan Fujin dan yang lainnya dibuat sibuk oleh Tetua Sekte Cakrawala Hitam.


Bala bantuan yang dikirim aliran putih tidak mampu menahan serangan dari dua sekte aliran hitam terbesar di Kekaisaran Kuru.


Sekte Cakrawala Hitam dan Sekte Lembah Darah datang dengan semua anggotanya, sedangkan semua sekte yang hadir di Pertemuan Putih Suci tidak membawa pendekar hingga ratusan, bahkan kebanyakan pendekar dari sekte aliran putih hanya membawa tiga sampai lima pendekar saja dari sekte mereka.


“Tuan Muda Ming Fengying, dia mampu membunuh lusinan orang dengan pedang yang dia gigit?” Fei Chen justru tidak percaya melihat permainan katana Ming Fengying ketika dirinya bersama pendekar aliran putih yang lain dipukul mundur ke Istana Langit.


“Kita kalah jumlah, banyak penduduk yang telah mati...” Fei Chen membunuh pendekar aliran hitam yang jumlahnya mencapai ribuan. Sekarang Fei Chen diserang dari berbagai arah.


Kini Lembah Pegunungan Tiangan menjadi lembah berdarah karena penduduk tak bersalah telah dibunuh tanpa alasan yang jelas oleh pendekar dari Sekte Cakrawala Hitam dan Sekte Lembah Darah.


“Zehahahaha, bunuh sebanyak yang kalian bisa, teman-temanku!”


Semua orang menatap ke arah sumber suara yang tertawa lantang. Ketika Ming Fengying sedang mencoba menatap ke arah sumber suara tersebut, sebuah ledakan besar terjadi dari arah Istana Langit.


Suara ledakan itu memecah pertempuran yang dihiasi suara benturan senjata. Istana Langit yang megah dan mewah, berdiri kokoh di Lembah Pegunungan Tiangan telah hancur setengahnya, api melahap kayu yang terbuat dari pohon adam dan ratusan pendekar yang ada di Istana Langit keluar sembari bertukar serangan hingga pertarungan mereka membuat Lembah Pegunungan Tiangan sepenuhnya menjadi medan pertempuran.


“Dia...” Ming Fengying menatap orang yang tertawa lantang dengan membawa dua pedang besar ditangannya, “Sial! Sudah tidak ada tempat aman disini!”

__ADS_1


__ADS_2