Love In Jiu War

Love In Jiu War
Chapter 53 : Perkembangan Empat Tahun


__ADS_3

Ming Fengying terus menjalani latihan selama empat tahun, sesuai janji yang dia buat bersama Yuan Shi. Keduanya telah melewati empat tahun proses latihan masing - masing, Ming Fengying setiap hari bergantian berlatih bersama Tao Lulu dan Shingen.


Ming Fengying masih tidak menyangka untuk menguasai seluruh langkah maupun teknik katana dewa bulan dan katana aliran harimau ternyata begitu sulit. Malam ini Ming Fengying sedang kembali berlatih melangkah dengan pola langkah gerakan yang diajarkan ayahnya.


"Aku harus menciptakan gaya permainan katanaku sendiri..." batin Ming Fengying yang sedang fokus mengulangi gerakan yang dia latih selama empat tahun belakangan ini.


Malam yang tenang di halaman depan Rumah Harimau Bei membuat Ming Fengying fokus melakukan konsentrasi secara penuh. Gerakan demi gerakan terus dilakukan oleh Ming Fengying demi menguasai jurus katana yang diajarkan ayahnya.


Ming Fengying sedikit kesal karena dari dua puluh dua jurus katana dewa bulan yang diajarkan ayahnya, hanya lima yang bisa dikuasai Ming Fengying. Menurut penjelasan ayahnya, ada dua jurus terakhir yang kekuatannya dapat membunuh naga tetapi butuh waktu panjang untuk menguasainya. Ming Fengying sadar jika dirinya belum cukup kuat untuk mewarisi kekuatan ayahnya.


"Lakukan konsentrasi secara penuh dan buat diriku menyatu dengan alam..." batin Ming Fengying mengolah pernapasan sambil mencoba merasakan angin berhembus yang menerpa tubuhnya.


Ketika Ming Fengying sedang konsentrasi secara penuh, serangan batu dari berbagai arah mengarah padanya. Ming Fengying dapat menghindari lemparan batu yang dilempar Yuan Shi dengan mudah, katana yang merupakan hadiah dari ayahnya dipegang dengan erat oleh Ming Fengying.


Ming Fengying membayangkan dan memprediksi arah lemparan batu yang dilempar Yuan Shi. Tangkisan katana Ming Fengying berhasil menangkis puluhan batu, langkah kakinya begitu cepat dan gesit dalam menghindari lemparan batu Yuan Shi.


"Feng, kau tumbuh kuat empat tahun ini." Yuan Shi berhenti melempar batu dan berjalan untuk menyapa Ming Fengying, "Lihat aku, bagaimana? Apa kegagahanku mulai semakin terlihat?" tanya Yuan Shi sambil memegang rambutnya dengan tangannya.


Ming Fengying membuka matanya pelan - pelan dan menatap Yuan Shi tanpa reaksi apapun, "Kau siapa?" tanya Ming Fengying dengan wajah datarnya dan mencondongkan kepalanya ke kiri kebingungan.


Yuan Shi mengerutkan dahinya dan berdecak kesal, kesan pertamanya bertemu dengan Ming Fengying setelah empat tahun adalah kesan pertama yang sangat buruk baginya.


"Aku seniormu." jawab Yuan Shi tanpa semangat sedikitpun. Yuan Shi berniat untuk pamer dihadapan Ming Fengying, tetapi setelah melihat reaksi Ming Fengying yang biasa saja, semangat yang dimiliki Yuan Shi langsung menurun.


"Oh, aku ingat sekarang. Kau Yuan Shi, bukan?" Ming Fengying kegirangan dan menepuk pundak Yuan Shi pelan, "Lama tidak berjumpa. Sepertinya kau berkembang pesat." tambah Ming Fengying.


"Sepertinya kau terlalu percaya diri karena telah menang dariku sekali," Yuan Shi menangkis tangan Ming Fengying yang sedang menepuk pundaknya, "Bagaimana jika kita berdua bertarung seperti dulu, apa kau takut denganku?" Yuan Shi menatap dingin Ming Fengying dan mengajaknya bertarung.

__ADS_1


"Kita bersantai dulu. Malam masih panjang." ajak Ming Fengying yang berjalan pelan ke teras Rumah Harimau Bei.


Yuan Shi semakin kesal karena Ming Fengying masih bersikap tidak peduli padanya, tanpa membantah perkataan Ming Fengying sedikitpun, dia mengikuti Ming Fengying dari belakang.


Ming Fengying duduk di teras sambil menikmati teh herbal yang dibuat Tao Lulu. Matanya menatap langit malam yang berbintang, sedangkan tangannya memegang cemilan. Yuan Shi ikut duduk dan memakan cemilan yang ada di piring di atas teras Rumah Harimau Bei.


Yuan Shi melihat Ming Fengying mengajaknya untuk bersantai bukan tanpa alasan yang jelas, dia bisa mengetahui tatapan mata Ming Fengying yang sedang menatap bulan dan terlihat begitu serius.


"Aku merasakan firasat buruk..." gumam Ming Fengying pelan setelah memakan cemilan.


"Shi gege. Bolehkah kupanggil seperti itu?" Ming Fengying menatap Yuan Shi yang sedang memakan cemilan.


Yuan Shi tersedak mendengar perkataan Ming Fengying. Perkataan Ming Fengying membuat Yuan Shi begitu senang, tangannya menggaruk kepalanya yang tidak gatal, sedangkan senyuman senang terlihat di wajah Yuan Shi.


"Tuan muda kau membuatku malu. Apa yang ingin tuan muda tanyakan pada seniormu ini." Yuan Shi tertawa kegirangan melihat Ming Fengying.


"Tuan muda umurmu masih belum cukup. Aku saja sampai lupa turnamen itu karena begitu serius berlatih." jawab Yuan Shi yang masih tersenyum senang.


Ming Fengying menghela napas panjang melihat tingkah Yuan Shi. Ming Fengying mencoba mengingat kembali kehidupan sebelumnya, Turnamen Putih Netral adalah sebuah turnamen pendekar muda yang hanya bisa diikuti pendekar muda dari umur dua belas tahun sampai tujuh belas tahun.


Ming Fengying baru sadar jika Yuan Shi telah berumur empat belas tahun, sehingga Yuan Shi tidak bisa mengikuti Turnamen Putih Netral ketika dirinya berumur dua belas tahun.


"Apa ada berita besar akhir - akhir ini?" tanya Ming Fengying pada Yuan Shi sambil memegang dagunya. Tatapan Ming Fengying terlihat sedang berpikir dan itu membuat Yuan Shi kembali tenang.


"Pertemuan Putih Suci yang akan diadakan di Sekte Taman Langit kali ini menjadi perbincangan akhir - akhir ini." jawab Yuan Shi sambil mengambil cemilan dan memakannya kembali.


Ming Fengying merapatkan giginya karena firasatnya merasa semakin tidak enak, entah mengapa kekacauan akan terjadi lebih cepat dari yang ia perkirakan itulah yang sekarang Ming Fengying rasakan.

__ADS_1


"Kapan Pertemuan Putih Suci diadakan?" tanya Ming Fengying kembali sambil menatap tajam Yuan Shi.


"Dua minggu lagi, seluruh ketua aliran putih dan netral akan berkumpul di Pegunungan Tiangan." jawab Yuan Shi menaikan alisnya menatap Ming Fengying penasaran.


Ming Fengying berdiri dan menatap tajam Yuan Shi, "Mari kita lihat kekuatan yang kita tempa selama empat tahun," Ming Fengying berjalan mengambil pedang kayu dan memberikannya pada Yuan Shi, "Aku tidak akan kalah darimu!" tambah Ming Fengying sambil mengayunkan pedang kayunya.


Yuan Shi menangkap pedang kayu yang diberikan Ming Fengying dengan tangan kanannya, senyuman lebar terlihat di wajah Yuan Shi.


"Aku akan mengajarimu dengan tebasanku, junior!" Yuan Shi berdiri dan berjalan ke arah tengah halaman Rumah Harimau Bei.


Ming Fengying mengikuti Yuan Shi dari belakang, kini keduanya sudah saling berhadapan satu sama lain. Angin malam berhembus dengan tenang ketika mata Ming Fengying dan mata Yuan Shi bertemu satu sama lain.


Tepat setelah daun yang terbang di depan mereka berdua menyentuh tanah, Ming Fengying dan Yuan Shi maju menebaskan pedang kayu yang mereka pegang ke tubuh satu sama lain. Benturan suara pedang kayu menggema di Rumah Harimau Bei.


Yuan Shi terlihat lebih unggul dari Ming Fengying setelah beradu tebasan selama beberapa menit, Ming Fengying menangkis tebasan pedang Yuan Shi tanpa kesulitan.


Permainan pedang Yuan Shi terlihat lebih mahir dari Ming Fengying. Tusukan demi tusukan yang dilesatkan Yuan Shi mengenai tubuh Ming Fengying.


Yuan Shi meningkatkan kekuatannya untuk lebih leluasa mengayunkan pedang kayunya, sedangkan Ming Fengying menguatkan pertahanannya yang kian melemah setelah terkena tusukan dan tebasan pedang kayu Yuan Shi.


"Aliran Harimau." batin Yuan Shi dan Ming Fengying secara bersamaan dengan gerakan yang sama, pola langkah yang sama, arah tebasan pedang kayu yang sama dan mereka berdua terlihat bergerak dengan serasi satu sama lain.


Ming Fengying terkejut melihat Yuan Shi yang mahir menggunakan pola langkah katana aliran harimau. Pertarungan keduanya berlangsung selama dua jam, napas Ming Fengying dan Yuan Shi mulai tidak teratur.


Ming Fengying dan Yuan Shi tersenyum lebar ketika mata mereka berdua bertemu, kedatangan Toramasa dan Fujin membuat keduanya terkejut karena mereka berdua tidak menyadari Toramasa dan Fujin.


Raut wajah Toramasa dan Fujin terlihat begitu serius, melihat itu, Ming Fengying dan Yuan Shi berhenti bertarung dan bersalaman sebelum mereka berdua menyapa Toramasa dan Fujin.

__ADS_1


__ADS_2