Love My Dokter Husband

Love My Dokter Husband
NASI GORENG BUATAN KIRAN


__ADS_3

Rangga mengayunkan dua kaki-nya melewati satu-persatu anak tangga, saat dua kakinya menuruni anak tangga-menuju lantai bawa. Dua kaki yang sudah memijak pada lantai dasar, segera Rangga ayunkan yang membawa tubuh-nya, menuju ruang makan.


"Selamat pagi Tuan," sapa Doni sang Sekretaris, saat mendapati keberadaan Rangga Wijaya di ruang makan itu.


"Selamat pagi." jawab Rangga, dengan menarik sebuah kursi, dan mendaratkan tubuhnya di sana.


Rangga mengedarkan pandangannya kesegalah arah, setelah tiba di sana lelaki tampan itu sama sekali tidak mendapati wanita, yang baru saja menjadi Istri-nya.


"Di mana dia, Doni?" tanya Rangga tiba-tiba, yang membela keheningan setelah beberapa menit tak ada yang bersuara.


"Apakah maksud anda Nona Kiran?" tanya Doni memastikan apa yang ditanyakan sang Majikan.


Rangga melukis senyuman palsu, mendapati ketidakpahaman Sekretarisnya dengan pertanyaannya.


"Tentu saja dia! Memang siapa lagi."


"Maafkan saya Tuan, yang tidak mengerti dengan maksud anda. Nona Kiran sudah berangkat bekerja."


Dua Rangga bertaut, dengan lebih memfokuskan tatapan matanya, pada Doni saat mendengar apa yang dia katakan.


"Sudah berangkat bekerja?" tanya Rangga memastikan, jawaban Sekretarisnya.


"Iya, Tuan! Nona Kiran sudah berangkat bekerja, dan baru saja pergi, beberapa menit yang lalu."


Hening melanda, setelah jawaban terlontar dari bibir Sekretarisnya, barusan. Ingatan itu kembali menghantarkan dia pada peristiwa malam tadi. Di mana Kiran begitu kaget, dan juga kecewa saat dia melontarkan pernikahan kontrak pada wanita itu.

__ADS_1


Dia tahu Kiran begitu mencintainya, tapi sayang-nya cinta itu hanya untuk mendiang Istri-nya, dan dia memanfaatkan kepolosan gadis itu, untuk menghindari perjodohan ini. Ada rasa bersalah, tapi dengan cepat dia melawan kata hati itu, agar akan tetap menceraikan Kiran setelah satu tahun, pernikahan ini.


"Tidak! Kenapa aku jadi memikirkan dia? Bukankah ini lebih bagus? Agar hubungan kami, tidak begitu dekat. Karena satu tahun kemudian, aku akan menceraikannya, ya tetap berakhir dengan perceraian," bathin Rangga berusaha meyakinkan diri sendiri.


Harum wangi menyebar hingga mencapai ruang makan. Rangga mengela napas panjangnya, menghirup wangi yang berasal dari aroma khas makanan.


Wajah itu berpaling, dan di sana dia mendapati pelayan rumah-nya Ijah, memegang sebuah nampan di mana berada satu piring nasi goreng.


"Selamat pagi, Tuan.." sapa Ijah tersenyum, dengan meletakkan nasi goreng itu tepat di depan sang Majikan.


Dua mata Rangga nampak begitu fokus, pada sajian di depan mata-nya. Tanpa dia sadari, luda itu tertelan, melihat tampilan cantik nasi goreng di depannya, yang sangat menggugah selerah.


Tanpa berkata lagi, Rangga segera menjangkau garpu, dan juga sendok yang berada di depannya, dan memasukkan nasi goreng itu, ke dalam mulut-nya.


"Kau semakin pintar, memasak Ijah! Aku ingin besok kau membuatkan nasi goreng yang sama lagi untukku, seperti ini," seru Rangga dengan terus memasukkan nasi goreng itu, ke dalam mulutnya.


"Kalau Tuan menginginkan lagi, Tuan bisa meminta saja langsung padanya,"


Rangga menghentikan kegiatan makannya, dengan intesnya tatapan pada pelayan rumahnya itu.


"Apakah ada Pelayan baru lagi, yang bekerja di rumah ini?" tanya Rangga yang mencoba untuk menebak.


"Tidak Tuan! Tidak ada sama sekali Pelayan baru di rumah ini."


"Terus siapa yang membuatnya? Kalau bukan kau."

__ADS_1


"Nona, Tuan"


"Kiran??"


"Iya, Nona Kiran yang membuatkan nasi goreng itu untuk anda. Sebelum berangkat bekerja, Nona masih sempat meluangkan waktunya, untuk membuat anda sarapan pagi."


Rangga mendesahkan napasnya yang panjang, sesak menghantam dada itu, mendengar apa yang baru saja Pelayan rumah-nya katakan.


"Aku sudah begitu menyakiti hati-nya, tapi dia masih saja baik padaku, bahkan masih sempat membuatkan ku nasi goreng," gumam Rangga dalam hati.


"Tuan...Anda baik-baik saja," ucap Ijah tiba-tiba membela lamunan pria itu seketika.


"Aku baik-baik saja."


.


Info:


Maaf, aku baru lanjutin ceritanya.


Jujur aku merasa alur cerita yang aku buat salah, hingga membuat aku bingung bagaimana menamatkan Novel ini.


Tapi aku akan berusaha, menyelesaikan ceritanya, dan maaf kalau membut kalian kecewa.


Dan aku harus mempelajari ceritanya kembali, sebab alurnya sudah aku lupa, jadi up nya sedikit.

__ADS_1


SEKALI LAGI MAAF.


__ADS_2