
Malam menjelang,
Di kediaman bu Lastri....
Wanita hamil itu nampak menekuk wajahnya sambil menangis terisak isak di dalam kamarnya yang tak terlalu luas.Hari ini ia ngotot mengajak sang suami pergi ke rumah sang nenek,namun sampai sini ia justru hanya menangis sedari tadi tak mau berhenti.
Semua terjadi lataran saat mereka sampai di rumah ini, Adrian mengabarkan bahwa besok ia akan kembali ke ibu kota bersama Dinda Angkasa.Semua urusan disini sudah selesai.Mereka juga sudah terlalu lama tinggal di kota berhawa sejuk itu.Sedangkan pekerjaan Adrian di ibukota juga sudah lama ditinggal kan.Modeling,cafe dan toko kue nya.Mau tak mau mereka pun harus pulang.
Namun nyatanya hal itu membuat hati si ibu hamil bersedih.Ia tak mau ditinggal orang tuanya,tapi ia juga tak mau ikut kembali ke ibukota.Lantaran kini perutnya makin hari makin membuncit,maka semua urusan perkuliahan pun mau tak mau harus ia hentikan dulu.
Masih menunggu waktu sekitar dua bulan lagi bagi Nabila menjalani persalinan nya.Ia maunya di temani papa dan mamanya.Ia tak mau ditinggal.
Tapi mau bagaimana lagi,semua pekerjaan dan mata pencaharian Adrian dan Dinda berada di kota lain,sedangkan Nabila masih ingin tinggal disini.Entahlah....bagaimana maunya si ibu hamil ini.
ceklek....
pintu kamar terbuka,..
Zev masuk ke dalam kamar itu lalu mendekati sang istri yang terus menangis sambil memeluk gulingnya.Emosi Nabila memang jadi sering naik turun selama hamil.Kemauannya juga aneh aneh,membuat Zev harus ekstra sabar menghadapi wanita tersayangnya itu.
Pria bermata serigala itu naik ke atas kasur busa.Ia meringsutkan tubuhnya mendekati sang istri yang nampak sesenggukan lalu membaringkan tubuhnya di depan sang kelinci kecil,membuat posisi tubuh mereka kini saling berhadapan.
"ayang...."ucap Zev..
Nabila masih sesenggukan.
"kenapa?"tanya Zev begitu sabar sambil membelai rambut panjang sang istri.
"aku nggak mau ditinggal,serigalaaaa......" rengek Nabila sambil menangis.
Zev tersenyum gemas.Berbagai permintaan nyleneh Nabila justru membuat wanita hamil itu terlihat sangat lucu dimata Zev.
"papa kan juga punya kerjaan di sana kelinci....dia nggak mungkin nungguin kita disini terus..."
"tapi kan bentar lagi aku mau lahiran serigala.... ntar kalau anak ini nyariin kakek sama neneknya gimana..."rengek Nabila.
__ADS_1
"ya bilang aja lagi otewe...."ucap Zev santai.
"ayaaaaannnkkkk........"rengek Nabila lagi makin menangis
Zev terkekeh.Ia meringsut kan tubuhnya kembali.Kini posisinya begitu dekat dengan sang kelinci.Zev memeluk tubuh yang makin hari makin terlihat berisi itu.
"kan masih ada aku ...ntar kalau HPL udah mendekati,papa sama mama pasti kesini lagi kelinci...."ucap Zev menenangkan.
Nabila kembali terisak.Zev terus memeluk sang istri mencoba menenangkan wanita tersayang nya itu.
Sedangkan di teras rumah,
Adinda mendekati sang suami yang tengah duduk di kursi teras.Wanita cantik yang kini mulai menginjak usia tiga puluh empat tahun itu duduk di samping suami yang nampak fokus mendengar kan tangisan putri nya yang sayuk sayuk terdengar dari dalam kamar itu .
"mas..."ucap Dinda.
"hmm...."
"apa kita tunda aja pulangnya .."ucap Adinda
"trus sekolah nya Angkasa gimana..dia harus mulai cari sekolah SMA Din...."ucap Adrian.
"dia maunya satu SMA sama Bintang mas...."ucap Dinda.
"ya tapi kan harus daftar juga sayang..."ucap Adrian.
Laki laki itu kembali menghisap rokok di tangannya.Adinda nampak berfikir...
"atau aku disini dulu aja gimana mas?kamu sama Angkasa balik duluan..."ucap Adinda mengusulkan.Adrian reflek menoleh ke arah sang istri dengan cepat dan menatap tak suka ke arah wanita itu.
"kenapa?"tanya Adinda.
"nggak....!aku pulang kamu juga harus pulang..!"ucap Adrian.
Adinda mengernyitkan dahinya.
__ADS_1
"emang kenapa?"
"ya masak aku pulang sendiri trus kamu aku tinggal....aku tidur ama siapa?"tanya Adrian.
Adinda terkekeh..
"iih...apaan sih mas...udah tua juga...kayak pengantin baru aja...."ucap Adinda.
"ya justru karena kita udah tua Din....udah terbiasa tidur berdua...kalau tiba tiba tidur sendiri aku jadi nggak bisa tidur.Dadaku nganggur...."ucap Adrian lalu kembali menghisap rokoknya.
Ya.... kebiasaan pasangan suami istri itu tak pernah merubah sejak dulu.Dinda selalu tidur memeluk tubuh Adrian dengan dada bidang Adrian sebagai bantalnya lalu satu kakinya naik mengapit paha Adrian.
Adinda terkekeh.
"dari luar doang garang....nggak ada aku kamu kicep mas...."ucap Adinda.
Adrian hanya terkekeh.Ya....se garang dan se tegas tegasnya Adrian,masih tetap ada Adinda di atasnya.Ia seolah bukan siapa siapa jika tak ada wanita berkulit putih bersih itu.
Saat mereka tengah asyik berbincang...
Tiba tiba....
"Assalamualaikum...."
Suara lirih itu berhasil menyita perhatian sepasang suami istri itu.
Dilihatnya disana di balik pagar,seorang gadis berparas cantik namun terlihat tak terawat tengah berdiri dengan mata sembab dan penampilan yang nampak kumel.
"Rebecca...??"ucap Dinda dan Adrian bersamaan.
...----------------...
***Up 14:23
yukkk...mana dukungan nya dulu***....
__ADS_1