
Rombongan pengantin pria sudah sampai di kediaman ustad Hanif yang akan menjadi tempat berlangsung nya prosesi ijab qobul antara Jordan dan Hanum.Setelah masuk dan bersalaman dengan pemilik rumah,Jordan pun dibimbing untuk menempatkan diri di tempat yang akan menjadi saksi untuk dirinya menghalalkan wanita manis yang sudah berhasil menghiasi hari harinya yang suram.
Selayaknya acara pernikahan,sedikit obrolan dan candaan antar para tamu guna mencairkan suasana pun tercipta.Suasana jadi sedikit riuh lantaran perbincangan antara masing masing mulut.
Di tengah riuhnya suasana itu,sang pengantin laki laki nampak menunduk.Dari sekian banyaknya mulut yang berucap,dari sekian banyaknya orang yang akan menjadi saksi atas pernikahan nya,tak ada satupun keluarga kandungnya yang datang mendampinginya melepas masa lajang.
Terbayang kan...bagaimana perasaan hati pria itu?
Sakit sekali...sesak....!
Sebegitu tak berartinya kah dirinya?
Ketika ia sedang sibuk dengan pemikiran nya...
tak....tak....tak....
langkah dua wanita dari lantai dua yang tengah menuruni tangga terdengar jelas di telinga Jordan.
Pria itu menoleh ke arah sumber suara,begitu juga para tamu yang lain.Dilihatnya disana seorang gadis manis berhijab dan kebaya putih nampak menuruni tangga bersama dengan sang kakak ipar yang terlihat cantik dengan balutan hijab dan gamis abu abu.
Jordan terpukau.Manis sekali calon istrinya itu.Begitu anggun dengan balutan kebaya yang............
tunggu....!!
ini bukan kebaya yang Jordan belikan beberapa hari yang lalu...!
Ya... beberapa hari lalu Ku Jordan membelikan sebuah kebaya pengantin untuk Hanum.Tapi sepertinya bukan yang Hanum kenakan saat ini?
Kebaya yang sekarang Hanum pakai terlihat lebih anggun dan cantik dengan bagian belakang yang menjuntai.
Jordan mengamati penampilan sang calon istri yang kini mendekat.
"kok kebayanya beda?"tanya Jordan.
Hanum tak menjawab,hanya mengulum senyum membuat Jordan sedikit kesal,kenapa ia malah memakai kebaya yang lain bukan pemberian nya.
__ADS_1
Ustad Hanif yang sudah bersiap di tempat nya nampak menatap bergantian kedua mempelai..
"sudah siap?"tanya nya.
Jordan pun menoleh ke arah sang calon mertua.
"siap ustad..."jawab Jordan yakin.
Ustad Hanif mengulurkan tangannya,Jordan pun mengangkat tangan kanannya berniat menyambut uluran tangan sang calon mertua,namun tiba tiba....
tok..... tok.....tok.....
"assalamualaikum...."
pintu di ketuk dibarengi suara lembut seorang wanita paruh baya berambut sebahu yang nampak begitu anggun dengan kebaya ungu nya
"wa alaikum salam...."sahut semua yang ada di sana sambil menoleh ke arah pintu.
Jordan terbelalak.Itu ibunya... mommy Intan....!
Wanita itu datang ke acara pernikahan nya..??!apa ini nyata?
Jordan masih kaget,tak percaya dengan apa yang dilihatnya.
"belum telat kok buk... silahkan masuk..."ucap Ustad Hanif.
Mommy Intan pun tersenyum sambil mengangguk,wanita itu pun masuk ke dalam rumah lalu duduk di samping Umi Atikah yang berada di belakang mempelai
Mommy Intan melambaikan tangannya menyapa Hanum tanpa suara dengan senyuman sumringah,gadis itupun menyambutnya dengan senyuman dan lambaian tangan yang sama.Kedua wanita ini terlihat sudah sangat akrab.
Jordan menoleh ke arah sang calon istri seolah meminta penjelasan.
"nikahin aku dulu...ntar aku jelasin..."bisik Hanum lirih pada pria yang kini masih nampak syok itu.
Sebuah kejutan untuk Jordan karena mommy Intan datang ke acara pernikahan nya,padahal ia tak pernah memberitahukan tentang acara penting ini pada sang mommy.Jadi darimana ia tau?apa jangan jangan Hanum yang memberitahukannya kemarin?pikir Jordan.
__ADS_1
Jordan masih sibuk dengan pikirannya,lalu....
"bisa kita mulai nak Jordan?"tanya ustad Hanif membuyarkan lamunan Jordan.
"oh ..maaf....bisa ustad ..."ucap Jordan kemudian.
Ustad Hanif tersenyum.Laki laki itu lantas mengulurkan tangannya dan disambut dengan dengan mantap oleh tangan Jordan.
Suasana seketika itu juga hening.Hanya ada suara lantang dari Ustad Hanif yang disambut dengan yakin oleh Jordan.
Suasana yang terasa begitu sakral meskipun hanya sebuah pernikahan siri.
Ya ...ini adalah titik balik dari sang pendosa memulai kehidupan barunya.Pencariannya berakhir.Ia menemukannya makmum hidupnya.Wanita manis yang sama sekali tak pernah terbersit dalam pikirannya untuk ia jadikan pendamping hidup,nyatanya ia lah wanita terpilih yang Tuhan siapkan untuk memperbaiki kehidupan sang pendosa yang kelam penuh liku.
Jika dulu sang pendosa selalu berucap Allah Maha Mendengar tapi tidak mengabulkan...maka mulai hari ini ia bersaksi bahwa Allah Maha Mendengar dan Maha Memberi apa yang terbaik untuk umatNya.
Ia memberi apa yang umatNya butuhkan... bukan apa yang umatNya inginkan.
Dulu,mati matian ia mengejar jodoh orang,ia yakin wanita itu adalah milik nya yang sudah Allah tetapkan untuk mendampingi nya.Namun nyatanya ia salah.Allah sudah menyiapkan yang lebih.Menyiapkan makmum yang bisa menjadi cermin untuk dirinya.Yang bisa menjadi penghibur dan penyemangat dalam dirinya.
Hidupnya berwarna setelah bertemu dengan sang gadis manis.Hidupnya tak lagi hampa seperti yang dulu.Sungguh...Allah tak pernah gagal, Allah tak pernah salah pilih....!
Maha Suci Allah dengan segala kekuasaanNya.....
❤️❤️❤️
...----------------...
***Selamat pagiii,...
up 06:18
udah sah niiihh....
pengen tau..kira kira ada 😭 yang sedang menunggu malam pertama Jordan Hanum nggak nih....🤭🤭🤭🤭
__ADS_1
soalnya dari awal sampai bab enam puluh sekian isinya lempeng" aja nggak ada yang begonoan🤣🤣
yuuukkk... banyakin dukungan dulu....😁😁***