Makmum Untuk Sang Pendosa

Makmum Untuk Sang Pendosa
Bab 94


__ADS_3

Di sebuah rumah sakit...


Jordan nampak panik membopong wanita tercintanya yang berdarah di bagian pelipisnya.Laki laki itu berteriak teriak bak orang kesetanan mencari keberadaan dokter agar bisa segera menolong sang istri kini hanya pasrah dalam gendongannya.Padahal sebenarnya lukanya tak sebegitu parah.Namun Hanum sedari tadi terus merintih sambil menangis,hal itu membuat Jordan makin panik.Masih ingat kan bahwa Hanum memang cengeng dan lemah...?


Sementara dibelakang nya,sepasang suami istri yang tengah bersiap menanti kelahiran anak pertama mereka itu nampak tenang sambil sesekali menggelengkan kepalanya menyaksikan sang sahabat yang kalang kabut di rumah sakit.Dengan tangan kekar yang terus menggenggam tangan Nabila,Zev sesekali terkekeh melihat kepanikan Jordan yang bak orang gila teriak teriak di rumah sakit.


"temen ama adik kamu kenapa deh serigala....cuma lecet doang... panik nya udah kek gegar otak ..."ucap Nabila membuat Zev makin terkekeh.


"yang satu nangisan...yang satu heboh sendiri..."ucap Zev sambil terus memantau pergerakan Jordan.


"tinggal aja yuk....laper...."ucap Zev.


"ke kantin aja ya....makan...."ucap Nabila.


"boleh...." jawab Zev


"tapi makannya disuapin ayank...."ucap Nabila manja..


"iyaaa....."jawab laki laki itu.


Nabila menggeliat manja.Zev tersenyum.Manis sekali istrinya ini.Badan makin berisi justru membuat Nabila makin terlihat menarik.Zev menggerakkan tangannya mencubit hidung Nabila dengan gemasnya.Laki laki itupun segera mengajak istri tercintanya tersebut untuk keluar menuju kantin rumah sakit mencari makan.


Sementara Jordan dan Hanum...


Seorang dokter wanita datang mendekat setelah sebelumnya datang seorang dokter pria yang hendak menolong Hanum namun justru dimaki maki oleh Jordan.Laki laki itu seolah tak mengizinkan laki laki manapun menyentuh istrinya selain dirinya sendiri.


Dokter perempuan itu kemudian membawa Hanum ke IGD untuk mendapatkan pertolongan lantaran Hanum memang terlihat sangat pucat.


Sepuluh menit Hanum mendapatkan pertolongan pertama,


Dokter itu keluar dari ruang IGD, meninggalkan sepasang suami istri itu di dalam ruangan tersebut.


Jordan duduk di tepi ranjang,tangannya tergerak membantu wanita itu untuk mengikat rambut panjang Hanum lalu memasangkan hijabnya yang sedikit terkena bercak darah.


"masih pusing?"tanya Jordan.


Hanum menggelengkan kepalanya.


"udah nggak terlalu mas..."jawab Hanum.


"lagian lu ngapain sih pake acara berdiri ngalangin gue segala..."ucap Jordan sambil memasang kan jilbab Hanum.


"iiiihh....kan aku nggak mau kenapa kenapa... makanya aku halangin biar kamu nggak kena lemparan asbak..."ucap Hanum.


Jordan tersenyum.


"tapi ujung ujungnya jadi lo yang kena kan?"


"ya nggak apa apa....yang penting kan kamu nggak luka.."ucap Hanum.


Jordan menghentikan pergerakan tangannya mendengar ucapan Hanum.Ia menatap lekat wajah wanita itu dengan jarak yang cukup dekat.


"gimana?"tanyanya lembut

__ADS_1


"apanya?"tanya Hanum sambil tersenyum.


"tadi lo bilang apa?"


"nggak apa apa....yang penting kamu nggak luka.."ucap Hanum lagi dibarengi dengan senyuman yang begitu manis.


Jordan tersenyum.Ia menggerakkan tangannya mengusap lembut bibir sang istri dengan ibu jarinya.


"kenapa?" tanyanya lagi


"ya karena kamu suami aku lah....aku nggak mau kamu kenapa kenapa mas..."ucap Hanum.


"meskipun itu bahayain diri lo sendiri?"


Hanum tersenyum...


"kalau aku kenapa kenapa....kan ada kamu yang ngerawat aku..."ucapnya.


Jordan tersenyum gemas.


"itu nggak kebalik ya? bukannya harusnya gue yang jagain lo...kalau gue kenapa kenapa,lo yang rawat gue..."ucap Jordan tanpa memindahkan pandangan nya dari wajah Hanum.


Wanita itu tersipu malu.


"yaaa.... kita sama sama saling jaga aja...saling melindungi,nggak harus melulu istri yang harus dilindungi kan?"


Jordan tersenyum manis.Ia meringsut kan tubuhnya membuat posisi keduanya kini makin dekat


"pinter banget sih ..."ucapnya.


"tapi gue nggak mau lo kayak gini lagi...."ucap Jordan.


"tugas gue menjaga lo pet....!gue nggak mau lo luka cuma buat ngelindungin gue...."


Hanum menatap dalam wajah pria itu


"gue nikahin lo bukan semata mata untuk menjadikan lo pasangan gue...gue nikahin lo karena gue pengen lindungin lo....gue akan jadi orang pertama yang siap mempertaruhkan nyawa gue sekalipun buat memastikan keselamatan lo..."


"gue nggak mau kejadian kayak gini terulang lagi..."


"gue nggak akan biarin,ada satu pun luka lecet di badan lo..."


"gue nggak mau lagi liat lo berkorban demi gue kayak gini lagi...gue bisa jaga diri gue sendiri pet..."ucap Jordan begitu tulus.


Hanum tersenyum.Tak bisa dipungkiri ia terharu dengan ucapan laki laki itu.Wanita mana yang tak tersanjung jika diperlakukan bak tuan putri seperti ini.


"mas...."ucap Hanum.


"apa?"tanya Jordan lembut tanpa mengubah posisi nya


"cariin plastik dong..."ucap Hanum


Jordan mengernyitkan dahinya.

__ADS_1


"buat apa?"


"buat bungkus aku biar nggak lecet...."ucap Hanum sambil menggeliat manja membuat Jordan nyegir gemas melihatnya.


"gue karungin aja mau nggak?"


"jangan....karung kan bahannya kasar....kulit aku sensitif...."ucap Hanum lagi begitu manja membuat Jordan makin tak tahan ingin segera menyergap wanita itu.


Jordan menarik tubuh Hanum dan menghempaskan nya ke ranjang IGD.Membuat keduanya kini terbaring di ranjang ber sprei hijau itu dalam posisi miring berhadapan.


"kamu mau ngapain?" tanya Hanum.


"praktek yuk...."ucap Jordan


"ini dirumah sakit mas...! sembarangan aja kamu...!"ucap Hanum sambil memukul lengan Jordan di akhir kalimat nya.


Jordan terkekeh.


"ya abisnya lo gemesin banget....gue kan jadi sa**e..!"ucap Jordan tanpa filter.


"iiiihhh....ngomongnya.....udah ah...ayo pulang..." ucap Hanum sambil hendak bangkit dari ranjang.Namun belum sempat wanita itu berdiri Jordan kembali menariknya hingga kembali tersungkur di ranjang


"mas....!!"pekik Hanum.


"mau kemana sih?"


"pulang...!"rengek Hanum.


"bentar dulu...."ucap Jordan.


"mau ngapain?"


"peluk dong...."


"nggak mau ...ini dirumah sakit..."


"nggak ada yang liat pet...."


"kata siapa? tuh liat..."ucap Hanum sambil menunjuk ke arah Cctv yang terpasang di pojok plafon ruangan tersebut.


Jordan pun mengikuti arah tunjuk Hanum.Alih alih menjauh dari sang istri dan menjaga sikapnya, laki laki itu justru melambaikan tangannya ke arah kamera cctv sambil cengengesan bak tengah menyapa seseorang.Ia kemudian dengan cepat dan sigapnya kembali menyergap tubuh sang istri.Memeluknya erat,menciumi pipi dan bibir Hanum sambil sesekali menggelitik pinggang Hanum dengan usilnya membuat wanita itupun tergelak.


Keduanya tertawa bercanda berdua di ruangan itu,seolah tak peduli dengan kamera pengintai yang merekam aksi mesra keduanya.


...----------------...


***Selamat sore...


up 16:11


yukkk kasih dukungan nya dulu....


jangan lupa mampir di novel ke 4 ya buat yang belum mampir 🥰🥰***

__ADS_1



__ADS_2