Makmum Untuk Sang Pendosa

Makmum Untuk Sang Pendosa
Bab 98


__ADS_3

Hari terus berganti...


Tak terasa sebentar lagi pengumuman kelulusan sekolah akan segera tiba.


Kini para siswa siswi SMA hanya tinggal menunggu waktu untuk melepas seragam putih abu abu mereka,bersiap menghadapi dunia yang sebenarnya.


Hari ini....


Di sebuah panti jompo....


Seorang laki laki yang nampak mulai membaik itu kini tengah berada di taman panti.Seperti biasa,pria lumpuh itu lebih memilih menyendiri di atas kursi rodanya sambil memangku sebuah boneka bola yang selalu menjadi satu satunya teman baginya.


Kondisinya kini lebih baik.Ia sudah mulai bicara lebih jelas setelah beberapa hari yang lalu ada seorang dokter yang datang padanya dan mengatakan akan menjadi dokter pribadinya hingga sembuh total.Dokter itu mengatakan ia diutus oleh sepasang suami istri baik hati yang menginginkan ia untuk sembuh.


Entah siapa pasangan suami istri itu.Tuan Harlan tidak tau.Yang pasti ia benar benar sangat berterima kasih pada mereka.Karena kiriman dokter dari mereka,kondisinya kini berangsur mulai membaik.Ia sudah menggerakkan kepalanya sekarang.Bahkan pelan pelan ia pun mulai bisa mengangkat lengannya rendah.Bicaranya juga sedikit lebih jelas.Hal yang dulu sangat sulit ia lakukan.


Siang ini,


Di taman panti....


Seorang pria bermasker dan berseragam perawat nampak mendekati tuan Harlan yang duduk di bawah pohon.


"selamat siang tuan...waktunya makan siang..."ucap pria tersebut menunduk


Tuan Harlan tersenyum lalu mengangguk.


"aaaauu.....iii....."ucap pria itu tak jelas.Seolah ia ingin mengatakan "aku ingin makan disini"


"tuan mau makan disini?"tanya pria berseragam perawat itu lagi.


Tuan Harlan mengangguk.


"baik....tuan tunggu sebentar,biar saya ambil makanan untuk tuan..."ucap pria itu.Ia kemudian pergi meninggalkan tempat itu untuk mengambil makan siang tuan Harlan.


Tak butuh waktu lama pria itu datang dengan nampan berisi makanan,air putih,buah, tissue serta obat.


Pria itu meletakkan nampan di atas kursi taman yang terletak di samping kursi roda Harlan.Pria lumpuh itu terus menatap lekat pemuda yang kini berdiri berjongkok di hadapannya ini.Pemuda itu terus menunduk, menyembunyikan wajahnya di balik masker hitam yang menutupi area dagu hingga hidung sang pemuda.

__ADS_1


"aaa,..."ucap Harlan seolah ingin bertanya "namamu siapa nak?"


Namun sepertinya pemuda itu kurang paham.


"tuan makan dulu ya ..."ucap pemuda itu.Ia kemudian menyendok makanan tersebut lalu mengarahkan nya ke mulut Harlan.Harlan pun menerima nya dengan susah payah.Pergerakan mulut yang belum bisa sempurna lantaran penyakit stroke yang diderita nya membuat sebagian makanan itupun tercecer ke ujung bibir hingga dagunya.Sang perawat pun mengambil tissue,dan dengan telatennya ia mengusap dan membersihkan makanan yang tercecer itu dengan sangat sabarnya.Tanpa ia sadari dadanya bergerak naik turun seolah menahan sesak yang teramat sangat.


Harlan menatap lekat netra hijau dihadapannya.Posisi keduanya cukup dekat.Harlan sepertinya mengenal mata indah itu.Pria tua itu pun juga bisa merasakan deru nafas sang perawat yang terdengar tak beraturan.


"aaaann......"ucap Harlan


Lagi lagi pemuda itu tak paham apa yang Harlan ucapkan.


Pria bermata hijau itu terus mengusap lembut bibir hingga dagu sang pria lumpuh.Tanpa ia sadari,mata hijau pupus nya kini mengembun.Air matanya menetes tanpa permisi yang dapat di saksikan oleh Harlan yang sedari tadi menatap lekat netra indah itu.


Tangan keriput yang mulai bisa terangkat itu pun tergerak perlahan.Dengan gerakan yang sangat pelan,Harlan menyentuh wajah pemuda berseragam perawat itu.Dengan gerakan lembut ia mengusap lelehan cairan bening itu


"aaaann.....aaauuuu......"ucap pria itu begitu berat.


Pemuda itu menghentikan pergerakan nya.Ia menatap sendu pria tua dihadapan nya.


"aaaaaannnn....."ucap pria itu lagi.Kini ia nampak menangis, mengeluarkan air mata dari pelupuk mata nya yang keriput.


Itu Jordan....!putra semata wayangnya....!!


Ya...ia hafal...!ia hafal sorot mata itu.


"aaaaaannn.....aaaaaauuuuu......"ucap Harlan lagi seolah ingin mengatakan "Jordan...anakku..."


Laki laki itu menangis sejadi jadinya.Ia susah payah mengangkat kedua tangannya ingin menangkup wajah tampan berbalut masker itu.


"aaaaaannn....."ucap pria itu lagi sambil menangis.


Jordan yang bersimpuh di hadapan nya pun dibuat makin sesak.Perih...sakit....!!


Anak kandung yang mana yang akan tega jika melihat ayah kandungnya yang dulu gagah perkasa kini terlihat begitu lemah bahkan hanya untuk mengunyah makanan pun sangat kesulitan.


Ya....pria itu memang pernah berdosa meninggalkan anak istrinya demi seorang wanita malam,namun sebesar apapun kebencian Jordan terhadap sang ayah,nyatanya hatinya teriris juga saat melihat kondisi pria itu yang begitu sangat memprihatinkan.

__ADS_1


Jordan juga lah seorang anak.Ia juga seorang putra yang merindukan kasih sayang ayahnya.


Rasa sakit hatinya karena ulah sang ayah mendadak sirna saat itu juga,berganti rasa sakit karena pilu menyaksikan kondisi sang ayah yang kini tak berdaya.


"aaaaaauuuu......"ucap Harlan lagi kini makin terisak isak.


Jordan tidak kuat.Batinnya bergejolak,antara rindu dan benci,semua bercampur jadi satu..


"aaaaaaannn...."ucap Harlan lagi.


Sudah....cukup...!!


Jordan melepas kasar masker hitamnya lalu melempar nya asal.Dengan gerakan cepat ia mendekatkan tubuhnya ke arah sang daddy lalu memeluk pria itu erat.


Jordan menangis sejadi jadinya meskipun tanpa suara.


Kedua dada pria itu saling bersentuhan.Ada kehangatan yang mereka rasakan.Kehangatan sebuah dekapan yang sudah lama tak mereka rasakan.Dekapan anak dan ayah yang terikat darah.Jordan dan tuan Harlan menangis sejadi jadinya


Jordan menumpahkan semua air matanya yang tertahan selama bertahun tahun.Ia tumpahkan semua kerinduan yang ia pendam selama ini.Kerinduannya akan sosok seorang ayah.Kerinduannya akan sosok orang tua yang lengkap dan keluarga yang utuh.Semua ia curahkan dalam pelukan sang ayah.


Tanpa mereka sadari....


Di ujung lorong rumah sakit,wanita bergamis abu abu itu menatap hari ke arah sepasang ayah dan anak itu.


Akhirnya hati suaminya luluh juga.Ia bersedia menemui daddy nya,bahkan kini mereka saling berpelukan.Sungguh....hal yang sangat membahagiakan bagi Hanum.


Kini tinggal selangkah lagi jalan menuju kembalinya keluarga bahagia sang suami,yaitu dengan mempertemukan daddy nya dengan mommy Intan....


...----------------...


***Selamat malam


.


up 19:29


yukkk banyakin dukungannya....

__ADS_1


jangan lupa mampir ke novel author yang lainnya....🤗🥰***


__ADS_2