
Waktu terus berjalan....
Acara pernikahan yang berjalan dengan sangat sederhana,lancar dan khidmat itu telah usai.Kini Hanum dan Jordan tengah berada di dalam mobil bersama mommy Intan dan sang supir,mereka sedang dalam perjalanan menuju rumah Jordan sekarang.Ya mommy Intan ngotot mengajak Hanum dsn Jordan untuk pulang ke rumah nya,padahal sebenarnya Jordan masih ingin bermalam di rumah Hanum semalam,tapi ibunya tetap ngeyel untuk memboyong anak dan menantunya itu,alhasil,disinilah mereka sekarang, setelah membersihkan diri dan berganti baju,keduanya pun mengikuti mommy Intan untuk pulang ke istana megahnya.
Entahlah....sejak kapan mommy dan Hanum mulai akrabnya,mommy Intan terlihat begitu sangat menyayangi menantu barunya itu.Seperti saat ini, Jordan yang sudah resmi jadi suami Hanum justru harus rela mengalah duduk di kursi samping kemudi,sedangkan gadis manis bergamis ungu itu kini berada dalam penguasaan mommy Intan di jog belakang.Kedua wanita itu nampak begitu bahagia sambil sesekali tertawa,sesuatu yang sebenarnya sudah lama tak pernah ia lihat dari mommy nya.
Dua puluh menit perjalanan,
Mobil itu memasuki halaman luas kediaman Mommy Intan.
"udah ...sekarang kalian masuk... istirahat..."ucap mommy.
"mommy nggak turun?"tanya Hanum
"sorry sweetie.... mommy harus balik ke butik....masih ada kerjaan yang harus mommy selesaikan....nanti kalau udah selesai...mommy pasti pulang..... mommy malam ini pengen makan malam berdua sama kalian di luar .. nggak apa apa ya..... sekalian buat ngerayain pernikahan kalian....ya sayang...."ucap mommy Intan begitu manis pada Hanum.
"ya udah nggak apa apa... mommy hati hati ya ..." ucap Hanum.
"iya sayang...."ucap Mommy Intan.
Jordan hanya diam,toh sedari tadi Mommy Intan lebih banyak bicara dengan istrinya dibandingkan dengannya.
Hanum dan Jordan pun turun dari mobil.Kendaraan roda empat tersebut kembali melaju meninggalkan dua pasangan pengantin baru tersebut di iringi lambaian tangan ceria dari Hanum.
Mobil pun berlalu.
Hanum menoleh ke arah Jordan.Laki laki itu nampak menatap penuh selidik ke arah Hanum membuat gadis yang baru saja melepas masa lajang itupun mengernyitkan dahinya....
"kamu ngapain liatin aku kayak gitu?"tanya Hanum heran.
"gue butuh penjelasan lo..."ucap Jordan.
Tangan kekar bertato itu pun meraih tangan Hanum lalu menariknya dan membawanya masuk ke dalam rumah,naik ke lantai dua dan menuju ke kamar pribadi Jordan.
Hanum mengamati kamar yang cukup luas itu.Seketika itu juga ia merasa risih.Kamar itu dipenuhi gambar gambar,lukisan dan siluet bernuansa fulgar,membuat Hanum merasa tak nyaman melihatnya.
Jordan mengunci pintu kamar nya,lalu duduk di di sebuah sofa panjang di kamar tersebut sambil menatap punggung sang istri yang berdiri membelakangi nya.
"sssstttt..."ucap Jordan membuat Hanum menoleh...
__ADS_1
Jordan menggerakkan jari telunjuknya, mengisyaratkan agar Hanum mendekat.
Wanita bersuami itupun mendekat.Ia duduk di samping Jordan dengan ragu ragu dan sedikit canggung,maklum..ini pertama kalinya ia berduaan di dalam kamar bersama laki laki lain selain Bryan dan ustad Hanif.
Jordan menatap tajam ke arah sang istri membuat Hanum jadi sedikit gugup.
"ngapain sih mas liatinnya kayak gitu?"tanya Hanum.
"lo bohong ya ama gue kemarin?"
"bohong apa?"
"ngobrolin apa aja sama mommy kemarin?"tanya Jordan curiga.Lantaran menurutnya tak ada yang tau tentang pernikahan nya selain keluarga Adrian dan keluarga Ustad Hanif,mengingat pernikahan ini hanya diam diam dan tak di gembar gemborkan karena usia Hanum yang masih sangat belia.
Dan yang terakhir berkomunikasi dengan mommy nya hanya Hanum.Jadi siapa lagi kalau bukan Hanum,tak mungkin Zev atau keluarga Adrian yang lain kan... mommy Intan saja bahkan tak kenal dengan Zev saking acuhnya sang mommy.
Hanum menunduk sambil memainkan ujung hijab syar'i nya...
"jadi sebenarnya.. kemarin aku sama mommy cerita banyak berdua...."ucap Hanum akhirnya.
"dia tanya tanya tentang aku, keluarga aku,huhungan kita...pokoknya semua nya ..."
"mommy bilang,katanya dia sempet denger waktu kita ngaji berdua di balkon setelah tahajjud.Dia sempet nanya ke kamu dan kamu bilang kalau aku calon istri kamu...makanya dia trus ngikutin kamu waktu kamu jemput aku sekolah..."ucap Hanum.
Jordan masih diam mendengarkan.
"dia seneng banget loh mas waktu denger kamu mau nikah....dia sampai nangis bahagia.... mommy itu sebenarnya sayang banget sama kamu..."
Hanum menatap dalam pria di hadapannya,tangannya tergerak meremas lembut telapak tangan sang imam hidupnya
"kamu jangan marah lagi ya sama mommy...."
"mommy itu juga korban...dia cuek dan banyak menghabiskan waktu di luar....mungkin karena dia merasa dia butuh diakui...."
"sekarang....kan udah ada aku disini...kita ambil alih tempat teman temannya mommy di hati mommy...kita bikin dia nyaman di rumah....biar mommy betah dan nggak ngabisin waktu di luar sama temen temen nya lagi...."
"kita mulai kasih perhatian lebih buat mommy kamu ya mas...."ucap Hanum manis.
Jordan menatap mata wanita di hadapannya itu dengan tatapan mata teduh.Tangannya tergerak mengusap pipi mulus gadis manis delapan belas tahun itu
__ADS_1
"gue nggak salah pilih istri...."ucap Jordan lembut membuat Hanum tersipu malu.
Jordan masih diam mengamati wajah sang istri,lalu...
"Hanum Permadani Hanif....."ucap Jordan menyebut nama lengkap sang istri
"apa?"
"bantuin gue yuk...."
"bantuin apa...?"tanya Hanum.
"gue mau nyuci karpet baru...."ucap Jordan tanpa melepaskan pandangannya dari wajah Hanum.
"nyuci?mas.....ini hari pertama kita nikah masa kamu mau nyuci karpet?kek nggak ada hari lain aja...."ucap Hanum protes.
Jordan mengulum senyum.Polos banget nih bocah...pikirnya
"karpetnya baru ....harus dicuci dulu biar bersih....biar bisa dipake...."ucap Jordan masih tak lepas menatap wajah Hanum yang terlihat begitu lucu dimatanya.
Hanum mendengus kesal.Nggak romantis banget nih laki laki....masa hari pertama nikah di ajak nyuci karpet....!!
"mau nggak?"tanya Jordan masih dengan senyuman.
"iya deh iya....."ucap Hanum akhirnya.
Jordan menggerakkan tangannya mengacak acak lembut rambut berbalut hijab itu.
"istri pinter...."ucapnya.
"yookk...."ucap Jordan sambil menarik tangan Hanum dan membawa wanita itu ke dalam kamar mandi.
Gadis itupun menurut.Keduanya masuk ke dalam kamar mandi yang bahkan luasnya melebihi luas kamar Hanum tersebut...
...----------------...
***Next part menyusul....
karena terlalu panjang jadi othor up jadi dua.....tungguin ya ...jangan lupa ini di like komen duluš„°***
__ADS_1