Makmum Untuk Sang Pendosa

Makmum Untuk Sang Pendosa
Bab 31


__ADS_3

Hari berganti hari....


Bryan dan umi Atikah kini sudah di ijinkan pulang oleh dokter.Kurang lebih sudah satu minggu ia berada di rumah,kondisinya makin hari kian membaik.Rubi juga hampir tiap hari datang ke rumah ustad Hanif membuat hubungan nya dengan keluarga calon suami pun makin akrab dan makin dekat.


Ya....Bryan dan Rubi akan benar benar segera menikah.Terhitung dua minggu lagi acara ijab qobul akan digelar di kediaman Rubi.Tak seperti rencana awal yang akan digelar meriah,kedua calon mempelai justru hanya ingin pernikahan yang sederhana,mengingat mereka pernah hampir gagal menikah.


Sementara itu...


Zev dan Nabila masih bertahan di kota itu.Entaj kenapa ibu hamil yang mulai ngidam aneh aneh itu seolah mogok tak mau di ajak pulang.Ia justru kini memilih untuk tinggal di kediaman mewah Zev di kota berhawa sejuk itu.


Zev mana bisa menolak.Keinginan kelinci kecilnya adalah mutlak baginya.Tidak bisa di tawar dan tidak bisa di ganggu gugat....!


Sedangkan...


Terhitung satu minggu sejak kejadian prank di tepi danau oleh oleh Jordan.Hubungan Hanum dan Jordan masih berjalan baik dan semestinya.Hanum seolah mengesampingkan perasaannya.Ia lebih memilih untuk memendam rasa kagumnya dan terus menemani sang pria berewokan di sampingnya sebagai sahabat sekaligus adik bagi Jordan.


Ya...mungkin Hanum hanya bisa mencintai Jordan dalam diam.Tak seperti Jordan yang terang terangan mengakui mencintai Rubi walaupun ia calon istri Bryan,Hanum lebih memilih untuk tak mengungkapkan nya.Biarlah rasa itu cukup ia yang rasa.Hidup dan percintaan Jordan sudah cukup rumit.Ia tak mau menambahi pikiran laki laki itu dengan rasa cintanya yang mungkin tak penting.


Hari ini.....


Seperti biasa.....


Hanum berangkat sekolah dengan di antar Jordan.


Gadis itu menuruni tangga kediaman nya yang berlantai dua tersebut.


"naik sepeda lagi?"tanya Bryan yang sudah duduk di meja makan bersama kedua orang tua nya.


Hanum tersenyum,lalu duduk di salah satu kursi di meja makan itu bergabung dengan keluarga nya yang lain.


"iya mas..."jawab Hanum.Ya...Hanum selalu bilang jika ia berangkat sekolah naik sepeda.Padahal sebenarnya,ia naik sepeda hanya sampai depan gang.Setelah itu ia menitipkan sepeda nya di warung lalu berangkat ke sekolah bersama Jordan.


Ia sengaja melakukan itu.Ia tak mau sampai Bryan mengetahui jika selama ini ia selalu diantar jemput oleh Jordan.


Ia tau...kakaknya itu tak terlalu suka pada Jordan dan Zev.Ia tak mau jika ada keributan lagi diantara tiga pria itu.


"Hanum....mas udah sehat kok...mas bisa ngantar kamu..."ucap Bryan.


"nggak apa apa mas....enakan naik sepeda...bisa sambil olah raga...lagian kan sayang juga sepeda nya abi kalo dibiarin nganggur..."ucap Hanum


"ndak apa apa le....biar suka suka adikmu aja..kamu juga biar bisa istirahat....hari pernikahan kamu dan Rubi sudah makin dekat..."ucap Umi Atikah.


"iya....biarkan saja Hanum nyepeda,yang penting...jangan di penyokin lagi..."ucap Ustad Hanif sambil melirik ke arah sang putri di akhir kalimat nya.


"iya abi...."jawab Hanum sambil tersenyum.


Ketiganya pun lantas memulai sarapan pagi mereka bersama sama.


Tak butuh waktu lama,Hanum selesai dengan sarapan nya sesaat setelah ponselnya berbunyi tanda sebuah pesan masuk ke benda pipih miliknya itu.


"abi..umi...mas Bryan...Hanum berangkat ya..."ucapnya sambil bangkit dan mendekat ke arah ayah ibu dan kakaknya.Meraih punggung tangannya lalu menciumnya.


"hati hati ya sayang..."ucap Umi Atikah.


"iya umi..."jawab Hanum.


"assalamualaikum...."


"wa Alaikum salam..."jawab semua yang ada disana.

__ADS_1


Bryan menatap punggung gadis yang mulai melangkah menjauh dari mereka itu.Sejak Bryan sadar dan pulang ke rumah,Hanum banyak berubah.Ia tak pernah lagi minta di antar ke mana mana.Hanum juga tak pernah lagi meminta bantuannya dalam membuat konten vidio seperti dulu yang sering gadis itu lakukan.


Ada apa dengan Hanum?kenapa ia banyak sekali berubahnya.


Sementara itu....


Gadis manis berseragam SMA panjang panjang itu kini tengah mengayuh sepedanya dengan riang menuju ujung gang pemukiman padat penduduk tersebut.Dari kejauhan,samar samar ia melihat laki laki pujaan hatinya itu sudah menunggu,bersandar di bawah tiang listrik dengan kacamata hitam membingkai mata hijaunya.


Hanum makin bersemangat,ia mengayuh sepeda nya mendekati laki laki yang kini nampak tersenyum menyambutnya.


Gadis itu menuju warung di ujung gang.Seperti biasa,ia menitipkan sepeda nya disana,dan memasukkannya ke garasi mobil sang pemilik warung. Warung itu adalah warung milik teman SD Hanum,jadi mereka sudah saling kenal dan Hanum pun tak sungkan untuk meminta tolong sang pemilik warung untuk menyembunyikan sepedanya di garasi mobil,takutnya jika ada keluarga nya yang melihat.


"jemput pacar kok depan gang....suruh ke rumah mu dong Num..."ucap sang pemilik warung.


"kapan kapan bu lek...kalau udah mau lamaran..."jawab Hanum sekenanya membuat sang pemilik warung terkekeh.


Gadis itu selesai dengan sepeda kayuhnya.Ia melangkah menghampiri Jordan yang sudah menunggu nya sedari tadi.


"siap?"tanya pria itu.


"siap..."jawab Hanum.


Keduanya pun lantas masuk ke dalam mobil dengan kaca pintu yang terbuka itu.


Mobil pun melesat menuju ke SMA tempat di mana Hanum menimba ilmu.


...****************...


Siang menjelang......


Kegiatan belajar mengajar di salah satu SMA Swasta itu telah selesai.


Kelas yang selalu pulang terakhir dibandingkan kelas kelas lainnya karena memang pelajaran terakhir adalah pelajaran matematika dimana guru pembimbing nya adalah guru yang dikenal suka seenaknya menambah waktu belajar bagi para murid muridnya.


Para siswa siswi sudah berhamburan keluar kelas.Gadis manis yang masih belum beranjak dari bangkunya itu mengeluarkan ponsel nya,ada beberapa pesan masuk dari grub WhatsApp dan beberapa teman dan sahabat Hanum.


Gadis itu mengabaikan semua pesan pesan itu.Ia langsung fokus pada nomor ponsel yang kini diberi nama "mas Brewok" dengan sebuah foto profil bergambar burung elang.


Hanum membuka room chat nya dengan Jordan


"pet....tungguin bentar ya...gue jemputnya agak telat,mampir bengkel dulu,ada masalah dikit..."tulis Jordan.


Hanum tersenyum manis.


"iya....nggak apa apa..." tulis Hanum.


Gadis itu kembali memasukkan ponselnya ke dalam tas lalu melangkah keluar kelas.


Jordan belum sampai,Hanum memilih untuk menuju ke toilet terlebih dahulu lantaran ada sesuatu cairan yang hendak tumpah di bawah sana.


Gadis itupun masuk ke dalam toilet siswa yang letaknya berada di ujung koridor sekolah dekat dengan gudang.


Dilihatnya di sana ada beberapa siswi yang berada di toilet yang cukup luas dengan beberapa sekat ruangan berisi toilet duduk dan sebuah wastafel dan cermin berukuran besar di samping pintu masuk toilet


Hanum menuju salah satu ruangan toilet,dan memulai aktifitas buang cairan selayaknya manusia pada umumnya.


Tak butuh waktu lama,ia selesai....


teman curhat Keith Jordan Edward itu lantas keluar dari ruangan tersebut.Dilihatnya toilet itu sudah sepi.Kemana perginya para siswi tadi.Ditinggal masuk sebentar saja sudah pada hilang.

__ADS_1


Hanum menuju wastafel untuk mencuci tangannya.Ia juga melepas sejenak hijabnya untuk merapikan ciputnya lalu berniat mengenakannya kembali.


Namun saat ia mulai memasang kembali hijabnya.


Mata bulatnya menatap kaget ke arah pantulan kaca.


Ada tiga siswa berdiri di belakangnya dengan tatapan tajam.


Hanum melotot.Bagaimana bisa ada murid laki laki di dalam toilet murid perempuan.


Hanum reflek berbalik badan.


"kalian ngapain disini?"tanya Hanum pada dua siswa yang tak ia kenal itu lantaran ia memang lebih banyak bergaul dengan murid perempuan daripada laki-laki.


Hanum memasang mode awas.Ia berlari menuju pintu toilet,tiga pria itu tak mengejar,mereka justru tertawa,namun sayang,pintu itu terkunci dari luar dan tak bisa dibuka.


Hanum mulai menangis.Sepertinya ia dikerjai.


Gadis itu menangis meminta tolong sambil menggedor-gedor pintu kusen itu namun tak ada yang merespon.Gadis itu justru sayu sayu mendengar suara gelak tawa dari beberapa gadis di luar sana.


Hanum makin bergetar.Tiga siswa itu mendekat ke arah nya dengan tatapan nakal yang membuat Hanum jijik.


"kalian mau apa?tolong pergi...!!"ucap anak Umi Atikah itu menangis.


Tapi nyatanya tiga siswa itu tak peduli.


Mereka kini sudah berdiri mengepung Hanum yang sudah terpojok di pintu kamar mandi.


Seorang siswa bahkan dengan berani melepas ikat pinggang nya.


Hanum makin panik.Dengan tubuh bergetar dan segala kecepatan yang ia punya,gadis itu mencoba berlari menerobos siswa siswa itu.Namun sayang...ia kalah cepat..!


Dua siswa disana memegangi kedua tangan Hanum yang kini mulai menangis menjerit.


"diaaamm....!!!"bentak seorang siswa dengan ikat pinggang di tangannya.


Ia bahkan kini mulai melepaskan seragam sekolahnya yang anehnya tak ada nama identitas siswa di seragam sekolah itu.


Hanum tak peduli.Ia makin beteriak histeris.Pria itu mulai emosi.Dengan satu gerakan


plaaaaakkkkkk......


tamparan keras mendarat di pipi Hanum.Pria itu menarik hijab Hanum yang terkalunh di leher lantaran memang belum sempat terpasang oleh remaja putri tersebut.Pria yang nampak tak seperti seorang siswa itu lantas menyumpal mulut Hanum dengan hijab putihnya.Ia kemudian meraih paksa kedua lengan Hanum yang mengikatnya ke belakang menggunakan ikat pinggangnya.


Gadis itu makin menangis.Tiga pria itu melempar kasar tubuh mungil sang gadis ke lantai toilet.Bahkan kepala adik tiri Zev itupun sempat terbentur dinding.


Hanum menangis.Ia mencoba berteriak namun tak bisa.Sedangakn para siswa itu melepas pakaian mereka masing masing.Mulai berjongkok dan meraba tubuh mulus itu dengan tidak sopannya.


Tangisan itu terdengar pilu menyayat hati.Gadis itu menangis ketakutan dengan suara tertahan.Tolong...ia butuh bantuan... siapa pun...tolong Hanum....


...----------------...


***Selamat pagi menjelang siang...


up 10:12


yukkk...banyakin hadiahnya...


ramaikan komennya...🥰***

__ADS_1


__ADS_2