
Sebuah mobil sport mewah melaju kencang menembus jalan raya yang mulai lengang lantaran malam makin larut.
Gadis manis itu nampak sesekali meremas jari jari tangannya menyalurkan kegundahan dan kekhawatirannya pada sosok laki laki yang pergi dua jam yang lalu namun tak juga kembali hingga kini hampir tengah malam.Di sampingnya,Zev melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju sebuah bar yang biasanya menjadi tempat nya dan Jordan menghabiskan malam...dulu sebelum ia menikahi putri Adrian Tama.
Ya...Hanum ngotot ingin mencari Jordan.Alhasil Zev pun mengantar sang adik tiri untuk mencari keberadaan sahabat baiknya itu.Sedangkan Nabila berada di rumah sakit untuk menunggu Bryan yang masih belum sadar.
Tak butuh waktu lama,
Lima belas menit berselang mereka sampai di bar langganan Jordan tersebut.Zev menoleh ke arah Hanum.
"kamu disini aja...biar kakak yang masuk..."ucap Zev.
"aku ikut kak .."ucap Hanum.
"jangan....kamu nggak terbiasa ke tempat seperti ini" ucap Zev
"aku mau ikut kak...aku akan berjalan di belakang kakak"ucap Hanum.
Zev menghela nafas panjang.Ngeyel...!batinnya....
Keduanya pun lantas turun.Zev mengajak Hanum yang menggendong ransel kecil di punggung nya itu masuk ke dalam bangunan yang identik dengan suara musik keras,alkohol,bau parfum yang menyengat serta para wanita berbusana minim serta pria pria mabuk disana.
Hanum berjalan menunduk sambil tangannya berpegangan pada kaos belakang Zev.Ini pertama kalinya ia masuk ke tempat seperti ini.Ia pikir tempat semacam ini hanya ada di film film saja,ternyata di dunia nyata juga ada...!
Hanum terus menunduk dan sambil berpegangan pada kaos putih Zev, sedang kan sang kakak tiri kini mengedarkan pandangannya ke segala arah mencari keberadaan sahabatnya.Dua anak manusia itupun kini menjadi pusat perhatian para pengunjung disana.Penampilan Hanum yang tertutup selayaknya muslimah taat nampak berjalan beriringan bersama Zev Smith Arderson sang idola dunia malam yang dikenal garang di atas ranjang, membuat hampir seluruh pengunjung yang berada di tempat itupun menatap sinis ke arah Hanum.
"duhhh.... ukhti nyasar kesini..."
"duuhhh...ustadzah mainnya sama Zev dong...."
"akan ada kejadian langka apa nih Zev gandeng ukhti ukhti kek gini..."
"Zev sekarang seleranya ukhti ukhti ya...."
Dan masih banyak lagi suara suara sumbang yang terdengar dari mulut para pengunjung bar tersebut.Hanum mengembun dalam posisi wajah menunduk.Sungguh....malu sekali rasanya mendengar suara suara sumbang itu.Tapi ia harus menemukan Jordan.Jika laki laki itu benar berada di tempat ini,maka ia bertekad akan menyeretnya pulang.
Zev mendekati Rey......
"Zev....lo kesini?tumben...gue kira udah pensiun lo..."ucap Rey.
Zev hanya tersenyum.
"bisa aja lo" ucap Zev.
Rey melirik ke arah Hanum yang seolah tak berani mengangkat wajahnya dan terus berlindung di balik tubuh kekar Zev.
"siapa?bini?" tanya Rey sambil mengangkat dagunya ke arah Hanum.Laki laki itu memang belum pernah bertemu istri Zev, sehingga ia tak pernah tau seperti apa wajah Nabila Brygita Tama.
"adek.."ucap Zev.
"adek lo?gue baru tau kalau lo punya adek,.."ucap Rey.
Zev hanya tersenyum.
"lo liat Jordan nggak?" tanyanya kemudian.
"Jordan?keknya dia belum kesini deh...."ucap Rey
"masa sih?"tanyanya.
Rey hanya mengangguk.
"kalau semalem dia kesini....teler parah dia..."ucap Rey lagi
"yang nganter pulang?"
"di bungkus ama fans kalian..." ucap Rey.
"siapa?"
Rey hanya mengangkat dagunya menunjuk ke arah gadis yang nampak menari erotis di atas sebuah bangku di kelilingi para pria dan sejumlah pengunjung wanita yang berada dalam kondisi Rebecca bergerak begitu ero*is sambil menebar gelak tawa.
Hanum mengikuti arah pandang Rey...
"Eca??"ucap Hanum kaget yang berhasil membuat Zev menoleh ke arah sang adik.Hanum menutup mulutnya yang terbuka.Ia tau Rebecca itu memang wanita yang suka foya foya dan katanya memang suka dugem.Tapi ia tak menyangka,jika wanita itu ternyata se berani ini.Sungguh...sangat menjijikkan di mata Hanum..!Ia saja sebagai wanita merasa malu melihatnya.
"kamu kenal?"tanya Zev.
Hanum menunduk....
"dia temen sekolah aku kak....dia yang bully aku kemarin..."ucap Hanum.
Zev mengangkat dagunya sambil menghela nafas panjang.
Ternyata wanita yang pernah beberapa kali bermalam dengannya dan Jordan itu teman sekolah Hanum??
Zev menatap sendu ke arah Hanum yang nampak mengusap lelehan air matanya.Gadis itu menangis?kenapa?pikir Zev.
"kamu kenapa?" tanya Zev.
Hanum menggelengkan kepalanya.
"Jordan nggak ada di sini....kita cari di tempat lain ya...."ucap Zev.
Hanum hanya mengangguk.Zev kembali mengajak sang adik berjalan memecah keramaian tempat hiburan malam tersebut.Lagi,Hanum terus menunduk sambil berpegangan pada kaos hitam kakak tirinya tersebut.
Keduanya sampai di parkiran mobil.Mereka pun lantas masuk ke dalam kendaraan mereka dan melesat pergi meninggalkan tempat tersebut.
Zev melirik ke arah Hanum yang nampak sesekali mengusap lelehan air mata nya.
"kamu kenapa? kenapa nangis?"tanya Zev.
__ADS_1
"enggak kak...nggak apa apa"
"kalau nggak apa apa kok nangis?"
Hanum kembali menggelengkan kepalanya.Ia sedih....!ia syok....!ia takut...!
Untuk pertama kalinya ia masuk bar.Tempat yang tak pernah ia duga sebelumnya.Isinya hanya maksiat..!mabuk,mengumbar aurat,*** bebas,semua terpampang nyata di hadapan Hanum.Ucapan ucapan mereka tak ada yang bagus.Kotor..!entah itu laki laki maupun perempuan nya.Hanum yang terbiasa hidup di lingkungan taat agama pun seolah di buat tercengang dengan tempat yang baru saja ia pijak itu...
Astaga...kok ada ya.... tempat seperti itu di dunia ini...begitu pikir Hanum yang masih berotak polos.
Mobil terus melesat menuju tempat kedua yang Zev duga ada Jordan disana....
Kendaraan mewah itu menepi di sebuah taman dengan sebuah danau buatan yang cukup luas di tengahnya.Tempat ini juga merupakan salah satu tempat yang sering dijadikan tempat Zev dan Jordan untuk mabuk dan nge S*x.
Hanum yang masih setiap dengan tas ransel di punggung nya itu turun dari mobil mengikuti langkah sang kakak tiri.Sepi...senyap...sedikit gelap karena pencahayaan lampu yang kurang.
Zev melangkah terlebih dulu.Hanum mengikuti di belakang dengan terus berpegang pada kaos hitam Zev.
Tak terlalu jauh,Zev menghentikan langkahnya beberapa meter dari bibir danau.
Hanum melongok ke depan.Dilihatnya di sana,Jordan duduk di tepi danau menghadap ke hamparan air yang terlihat tenang disana.Tak lupa,tangan kanannya memegang sebotol bir yang menjadi teman menghabiskan waktunya malam ini.
Hanum melepaskan pegangannya pada kaos Zev.Entah ada dorongan apa,wanita itu berjalan menuju ke arah Jordan dengan langkah cepat.
Jordan belum menyadari kehadiran dua saudara tak se ayah dan tak seibu itu.
Dengan hati yang masih kacau, Jordan kembali mengangkat tangan kanannya berniat menenggak bir nya yang masih tersisa setengah.Namun saat bibir botol bari bersentuhan dengan bibir merah Jordan.Tiba tiba...
.
.
.
.
seeeetttt......
Sebuah tangan putih merampas botol itu dan cepat melempar nya ke tengah danau.
Jordan kaget...!ia reflek bangkit dari duduknya.
"lo apa apaan sih?!" tanya Jordan tak suka sambil menatap garang ke arah gadis berhijab yang tiba tiba muncul bak dedemit tersebut.
Itu Hanum...!
Hanum tak menggubris ucapan Jordan.
Ia meraih tiga botol bir yang masih utuh yang tergeletak di rerumputan itu.Jordan mencoba menghalangi nya namun Hanum tak peduli.Ia melempar satu persatu botol miras itu ke dalam danau membuat Jordan murka.
"mau lo apa sih?!!lo ngapain ada disini...?!!!"ucap Jordan membentak.
Hanum yang gampang melow kembali meneteskan air matanya saat suara itu terdengar begitu keras di telinganya.Ia tak suka di bentak bentak...!
.
.
.
.
plaaaaakkkkkkk.......
sebuah tamparan sekuat tenaga mendarat di pipi Jordan membuat pria yang masih dalam kondisi sadar itu pun terdiam.
"harusnya aku yang nanya sama kamu...!!kamu ngapain disini?!dua jam kamu pergi nggak ada kabar...ditelfon nggak bisa...di chat nggak dibales...kamu nggak nyadar kalau kamu udah bikin orang khawatir?!dan kamu ngapain sekarang ada disini?!mabok lagi??!minum minuman itu lagi..?!bisa nggak sehari aja kamu nggak deket deket sama minuman itu...?bisa nggak sekali aja kalau ada masalah jangan lari ke barang barang haram itu..!aku nggak suka....!!!"ucap Hanum histeris sambil menangis meraung raung membuat Jordan kaget sekaligus heran.Dia kenapa??
"kamu itu manusia...!kamu punya Tuhan..!kamu punya orang lain yang siap dengerin semua keluh kesah kamu...!apa gunanya mulut kamu kalau cuma sekedar curhat aja kamu nggak mau?!!malah lari ke bar...ke minuman...!!kamu pikir minuman minuman itu bisa ngasih kami solusi...?!ENGGAK...!!!"
"kalau ada apa apa ngomong..!jangan diem aja...!nggak usah ngerasa jadi manusia paling kuat yang nggak pernah punya beban hidup...!!liat orang orang sekitar kamu...!kamu bisa cerita masalah kamu....kamu punya teman....kamu punya Tuhan...!kamu nggak butuh minuman minuman haram itu....!!"ucap Hanum lepas kontrol.
Jordan terdiam.Hanum menangis sesenggukan di depan pria berjambang tipis itu.Zev melipat kedua lengannya di depan dada sambil tersenyum bersandar di bawah pohon tak jauh dari tempat mereka berdiri.
tontonan gratis nih..
Jordan mendekati Hanum.Tangannya tergerak menyentuh pipi basah yang tertunduk itu.
"lo kenapa?"tanya Jordan lembut.
Hanum menepis tangan itu kasar lalu mendorong Jordan dengan kesalnya.Membayangkan Jordan yang sering menghabiskan waktu di tempat penuh maksiat tadi membuat Hanum kesal sendiri.
"aku nggak suka kamu ke tempat maksiat itu...!"ucap Hanum merengek sambil menghentak hentakkan kakinya ke tanah.
Jordan makin bingung.Ini ada apa sih??
Hanum makin menangis histeris.Zev terkekeh di bawah pohon.Jordan bingung.
"Hanum...gue nggak ngerti lo ngomong apa..."ucap Jordan.
Hanum mencoba menetralkan emosinya.Wanita itu lantas mengangkat kepalanya.Ia menatap mata hijau pupus milik Jordan dengan tatapan yang begitu dalam.
"jawab...."ucap nya.
"apa kamu suka sama kak Rubi?"tanya Hanum.
degggghhhhhh.....
..
..
__ADS_1
..
Jordan diam...
"kalau iya kenapa nggak bilang?"tanya Hanum menangis lagi.
Menangis kenapa lagi?
mungkin menangis kasian....🤔
"lo tau dari mana?"tanya Jordan.
"jawab dulu...!iya atau nggak..!!"ucap Hanum.
Jordan menunduk.Lalu....
"iya....gue suka sama calon istri kakak lo"ucap Jordan lirih
Hanum terdiam....
"tapi gue sedang berusaha untuk melupakan dia"ucap Jordan lagi.
Hanum kembali menatap dalam pria galau itu.
"dengan cara apa?"tanya Hanum.
Kedua mata itu bertemu. Mereka berbicara dengan netra yang tak lepas memandang satu sama lain.
"gue nggak tau"ucap Jordan pilu.
"apa dengan mabuk mabukan dan datang ke club malam salah satunya?"tanya Hanum.
Jordan tak menjawab.Mereka masih saling menatap dengan sorot mata yang sulit di artikan.
"apa minuman minuman yang kamu minum tiap hari ini bisa ngasih kamu solusi?"tanya Hanum lagi.
Jordan tak berkutik.
"kamu punya mulut...kamu punya teman,...kamu punya Tuhan...kamu punya orang orang disekitar kamu yang bisa kamu ajak bicara...!"ucap Hanum
"bisa nggak... kalau ada apa apa....ngomong...!bukan mabok...!!"
"nggak usah ngerasa paling bisa menghadapi masalah kamu sendiri...!!"ucap gadis itu lagi dengan mata banjir.
"Hanum....."ucap Jordan.
"kamu selalu bisa nasehatin orang...tapi kamu sendiri.....??apa apa larinya ke alkohol....ke bar....!KAMU PUNYA TUHAN...!!!"ucap Hanum kesal.
Sungguh....entah kenapa membayangkan Jordan menghabiskan waktu tiap malam di kelilingi wanita wanita berpakaiannya mini dan alkohol membuat Hanum merasa tak terima.
Gadis itu sesenggukan lagi.Entah kenapa Jordan juga merasa perih melihatnya
"Hanum..." ucap Jordan sambil mencoba meraih lengan gadis itu namun ia menolak
"aku nggak suka......hikss..." rengek nya.
Jordan menarik tangan Hanum.Ia mendekap tubuh ramping itu masuk dalam pelukannya.
"maaf..."lirihnya.
Gadis itu menangis sesenggukan di dalam dekapan pria tersebut.Seolah ia ingin menumpahkan segala emosinya.Ia tak suka bar...!ia tak suka alkohol..!dan ia tak mau Jordan dekat dekat dengan dua benda itu..!
Jordan terus memeluk tubuh sang gadis.Mencoba menenangkan hati wanita yang tiba tiba datang membuang semua botol alkohol nya ke tengah danau.
Cukup lama....
Setelah sedikit tenang,Hanum menjauhkan tubuhnya dari tubuh Jordan.Ia melepas ranselnya lalu mengambil sesuatu dari dalamnya.
Sebuah botol minum bening seperti botol air mineral.Berisi sebuah air yang terlihat begitu jernih.
Hanum meletakkan botol itu ke telapak tangan Jordan.
"ini apa?"tanya pria itu.
"itu air Zam zam...!aku dapet dari budhe aku yang baru pulang umroh kemarin...!"
"pakai itu sebagai pengganti alkohol..!aku nggak mau kamu minum minuman haram itu lagi"ucap Hanum dengan mata kembali mengembun.
Jordan menatap botol ditangannya.Sebuah senyuman lucu terbentuk dari bibirnya.
Ada gitu..pengen mabuk bir diganti air zam zam?
Jordan mengacak acak lembut kepala berbalut hijab milik Hanum.
"makasih karpet..."ucap Jordan.
"namaku Hanum...!!"rengek gadis itu.
Jordan terkekeh...
"iya iya...."ucapnya.
Laki laki itu mencubit pipi basah tersebut,membuat sang pemilik diam diam mengulum senyum malu malu.
...----------------...
***Selamat malam.
...
up 20:00
__ADS_1
yuk....klik like komen vote dan hadiahnya 🥰🥰***