
Rebecca...👇
Hanum 👇
buuuggghhhhh......
sebuah kaki kokoh melayang menghantam tangan Rebecca yang tengah memegang ponsel.Benda pipih itu terlempar jauh melayang dan masuk ke sawah berlumpur milik warga.Wajah Rebecca pun nampak sedikit kotor karena terkena hantaman kaki tersebut.
Semua wanita yang ada di sana mendongak.
"kak Jordan?!"ucap Rebecca kaget setengah mati.
Jordan berdiri menatap tajam ke arah Rebecca yang berjongkok.Di belakang nya ada Lea yang ternyata berlari meminta tolong dengan cara menghentikan laju motor Jordan yang tiba tiba lewat di jalan sepi itu.Meskipun sebenarnya Jordan sudah melihat sekumpulan anak anak SMA itu dari kejauhan.
"ngapain lo?!"tanya Jordan dingin tanpa senyuman.
Rebecca gelagapan.Ia bisa mencium raut yang tak bersahabat dari laki laki yang semalam ia temani itu.
Rebecca buru buru bangkit,ia lantas meraih lengan Jordan dan mulai bergelayut manja.
"eeemmm...enggak kok kak...ini temen aku...kita cuma bercanda aja....iya kan Hanum?"tanya Rebecca pada Hanum yang masih bersimpuh sambil sesenggukan.Tubuhnya bahkan masih di pegangi oleh Vania dan Clara.
Jordan menatap tajam kearah dua sahabat Rebecca itu.
"lepasin dia..!"ucapnya dingin.
Vania dan Clara saling pandang ke arah Rebecca.
"LEPASIN DIA..!!!!!!"bentak Jordan dengan suara lantang menggelegar.Kedua remaja itupun terjingkat kaget dan reflek menjauh dari Hanum.
Jordan menepis rangkulan tangan Rebecca,ia kemudian menarik tangan Hanum yang terus menangis dan mendekapnya dalam pelukan menggunakan satu tangannya.
__ADS_1
Air mata gadis itu tumpah tak terbendung.Ia malu,sakit hati,risih atas pelecehan yang baru saja ia terima dari teman teman sebayanya itu yang mirisnya adalah sesama perempuan.Jordan mendekap erat gadis itu.Dadanya naik turun merasakan tetesan air mata yang mulai membasah kaos putihnya.
Jordan menatap tiga gadis nakal itu dengan tatapan tajam membunuh secara bergantian.
"kak..... sebenarnya tadi tuh............."ucap Rebecca mencoba membela diri namun terhenti dengan ucapan lantang dari Jordan
"gue tau lo murahan...!tapi lo nggak perlu ngajak cewek baik baik seperti Hanum untuk ikut rusak kek lo..!"ucap Jordan mengena yang berhasil membuat Rebecca tersentak hatinya.
"gue ingetin sama lo ya...sekali lagi lo berani ganggu dua cewek ini....gue nggak akan segan segan bikin lo cacat seumur hidup...!"ucap Jordan murka.
Rebecca,Vania,dan Clara menunduk takut.
Hanum terus menangis.
"ming*at kalian semua dari sini...!!”ucap Jordan begitu dingin
Ketiga gadis itu masih tak bergeming.
"PERGI....!!!!!"bentaknya sambil menendang kerikil kerikil jalanan itu hingga sebagian mengenai tubuh Rebecca cs.
Ketiga remaja itupun ciut.Mereka buru buru pergi dari tempat itu masuk ke dalam mobil Rebecca dan melesat pergi meninggalkan tempat tersebut.
Hanum masih belum berhenti menangis.Ia terus menyembunyikan wajahnya di dada bidang Jordan,seolah terlalu malu untuk sekedar bangkit mengangkat kepalanya.
Jordan memeluk wanita itu hangat.Tangan kanannya tergerak mengusap kepala berbalut hijab putih itu.
"lo aman sekarang...dah...jangan nangis...."ucap Jordan lembut.
Hanum belum tenang.Ia terus sesenggukan sambil mere*as kaos Jordan.Air matanya bahkan sudah sangat banjir.
Jordan paham...Hanum begitu menjaga auratnya selayaknya umi Atikah.Diperlakukan seperti itu pasti sangat menyakitkan bagi Hanum.
Jordan mengeratkan pelukannya.
"lo jangan takut...selama ada gue lo akan aman...gue pastiin nggak akan ada yang berani nyakitin lo lagi setelah ini..."ucap Jordan yang tanpa sadar menghirup aroma sampo gadis berbalut hijab itu.Ia bahkan mengecup lembut pucuk kepala Hanum,mencoba memberi ketenangan dalam diri wanita adik tiri sahabatnya tersebut.
__ADS_1
Jordan makin mengeratkan pelukannya.Ia kemudian menoleh ke arah Lea yang masih berdiri di sampingnya
"lo kalau mau pulang, pulang aja dulu...Hanum biar gue antar...lewat jalan raya aja biar nggak bahaya..."ucap Jordan.
Lea nampak berfikir....
"lo tenang aja...gue bukan orang jahat....gue temannya kakaknya Hanum"ucap Jordan.
Lea mengangguk...
"ya udah... kalau gitu aku pulang dulu ya kak...titip Hanum...tolong anterin dia pulang nanti"ucap Lea.
Jordan mengangguk.
Lea menggerakkan tangannya mengusap punggung sang sahabat....
"Hanum....aku pulang duluan ya...."ucapnya.
Hanum masih tak menjawab.Lea paham...
"aku pulang dulu ya kak.... assalamualaikum...."
"wa Alaikum salam...."
Lea pun bergegas mengendarai motornya dan melaju pergi meninggalkan tempat tersebut.
Jordan membimbing tubuh Hanum yang masih dalam dekapan nya itu sedikit mundur menuju ke sebuah pohon yang tak terlalu besar.Laki laki itu lantas menyandarkan tubuhnya disana.Tangannya tak lepas memeluk tubuh Hanum yang belum berhenti menangis.Ia seolah membiarkan gadis itu untuk melepaskan semua emosi dan kesedihan nya.Mungkin dengan menangis Hanum bisa tenang.
"dada gue selalu ada buat sandaran lo...nangis aja nggak apa apa....asal lo bisa tenang.Gue akan selalu ngelindungi lo mulai sekarang..."ucap Jordan.
Entah mengapa ia begitu peduli pada gadis itu sejak kemarin.Padahal Hanum bukan siapa siapa,ia hanya adik tiri sahabatnya.Hanum bahkan juga tak memiliki hubungan yang cukup baik dengan Zev.
...----------------...
***Up 17:14
__ADS_1
udah crazy up nih....nggak dikasih hadiah atau vote nih...kopi kek kopi....bunga kek sekebon kebonnya....🤭😁
yuuukkk klik like kom3n vote dan hadiahnya....🥰🥰***