Makmum Untuk Sang Pendosa

Makmum Untuk Sang Pendosa
Bab 71


__ADS_3

Di sebuah mobil sport milik Jordan,


Sepasang suami istri itu tengah dalam perjalanan menuju panti jompo yang katanya menjadi tempat tinggal ayah kandung Jordan,Harlan Edward.


Sepanjang perjalanan,Jordan lebih banyak diam.Batinnya seolah berperang.Ada rasa sakit hati yang masih ia rasakan hingga kini,tapi disisi lain,pria yang kini meringkuk sendiri di panti jompo itu adalah ayahnya.Pria yang ikut andil membawanya terlahir ke dunia.Sejahat apapun ia dimasa lalu,darah Harlan tetaplah mengalir di dalam diri Jordan.Hubungan darah tak bisa diputuskan bahkan hingga mati,sebesar apapun kesalahan Harlan di masa lalu.


Hanum menatap lembut ke arah sang suami.


"mas...."ucap Hanum.


Jordan menoleh


"kamu nggak apa apa...?"tanya Hanum.


"nggak ....aku nggak apa apa..."jawab Jordan.


Hanum hanya diam mengamati wajah pria itu.Entah apa yang ia rasakan saat ini.Namun dari mimik wajahnya tergambar jelas raut wajah kesedihan yang begitu mendalam.


Hanum merebahkan tubuhnya di sandaran jog,ia mengusap pipi Jordan dengan jari telunjuknya sambil menatap dalam ke arah sang suami.


"kita datang sebagai seorang anak yang ingin melihat kondisi orang tuanya...."ucap Hanum.


"itu kewajiban kita kan mas...." ucapnya lagi


Jordan menghela nafas panjang


"ya....gue cuma berharap gue bisa nahan emosi gue nantinya kalau ketemu bokap gue...."


"kamuuu....."ucap Hanum mengingatkan tentang panggilan sayang mereka.


"iya....aku....."sahut Jordan.


Hanum kembali mengusap pipi berjambang tipis itu dengan lembut.


"kamu nantinya juga akan menjadi seorang ayah mas....kamu cukup menjadikan kesalahan daddy kamu di masa lalu sebagai pelajaran.Ada hukum tabur tuai di dunia ini.Selalu ada balasan atas semua yang kita lakukan di dunia ini...dan mungkin..sekarang daddy kamu sedang mendapat balasan dari dosanya di masa lalu...."


"Allah masih baik mas sama kalian...Allah masih mengizinkan kamu melihat karma untuk daddy kamu....mungkin Allah bermaksud untuk menguji bakti kamu kepada daddy kamu...sejauh apa kamu menyayangi orang tua kamu....setelah apa yang dulu dia lakuin ke kamu,dan apa yang sekarang dia dapat.... Allah ingin melihat cara kamu menyikapi semua masalah hidup kamu mas..."ucap Hanum


Jordan masih tak berucap.Entahlah...bagaimana perasaan nya saat ini.


Mobil terus melaju menuju bangunan yang menjadi rumah untuk para lansia dan orang tua itu.Jordan memarkirkan kendaraan nya di halaman panti lalu bergegas masuk ke dalam bangunan tersebut untuk menemui petugas yang berjaga disana.


Tak butuh waktu lama dan tanpa bertele tele,Jordan dan Hanum diantar oleh seorang perawat untuk menuju taman panti,dimana Harlan selalu menghabiskan waktu siangnya disana.

__ADS_1


Sepanjang perjalanan,perawat berseragam biru biru itu terus berceloteh mengisahkan tentang tuan Harlan yang sejak pertama kali datang ke tempat ini tak pernah ada seorangpun yang menjenguknya.


"pak Harlan pasti senang sekali dikunjungi keluarga untuk pertama kalinya .."ucap Sang perawat.


"pertama kali?emang sebelum kami nggak ada yang kesini sus?"tanya Hanum.


"nggak ada mbak...sejak di antar kesini oleh seorang wanita yang mengaku adiknya,pak Harlan nggak pernah di jenguk siapapun...saya suka kasian sama beliau,tiap ada penghuni lain yang dijenguk beliau selalu ngeliatin,mukanya jadi sedih,kadang diem diem nangis...."ucap Sang perawat yang sepertinya usianya masih dua puluh tahunan itu


"yang ngantar kesini siapa mbak?"tanya Hanum lagi.


"perempuan mbak...atas nama Sheila,beliau mengaku sebagai adik pak Harlan...tapi setelah itu mbak Sheila nggak ada kabar....nggak pernah jenguk juga,pihak yayasan mencoba menghubungi tapi sepertinya nomornya udah ganti..udah nggak aktif


.."ucap perawat itu.


Hanum menoleh ke arah Jordan. Bukankah itu adalah nama wanita yang dulu merebut daddy Jordan dari tangan sang mommy?


Mereka pun terus melangkah menuju taman.Sedangkan Jordan sedari tadi tak bereaksi.Ia memilih untuk diam dan hanya mendengarkan obrolan dua wanita yang mungkin usianya tak jauh beda itu.


"kondisi nya sekarang gimana mbak...pak Harlan masih sehat kan?"tanya Hanum.


"kalau sehatnya sih sehat mbak...cuma ya gitu..cuma bisa duduk dan berbaring...tiap hari kalau capek tidur ya duduk di kursi roda...cuma menghabiskan waktunya di taman aja....kasian mbak...dia dulu pernah minta boneka bola....cuma itu aja temannya...kemana mana selalu dipangku....kayaknya emang beliau punya kenangan khusus sama boneka bola...."ucap sang suster.


Dada Jordan bergetar hebat.Dalam diam ia meneteskan setitik air mata.Ingatannya kembali melayang mengingat kala ia kecil sebelum keluarganya hancur,ia dan sang ayah sering menghabiskan waktu mereka di halaman rumah dan taman belakang dengan bermain bola.Jordan dulu bahkan pernah bercita cita ingin menjadi pemain sepak bola di kota berhawa sejuk itu.


Mimpinya hancur,harapan dan cita cita sirna.Hanya ada kepedihan,duka,dan sakit hati yang terus membayangi kehidupannya hingga bertahun tahun lamanya.


Langkah tiga manusia itu terhenti,saat sudah memasuki taman panti jompo tersebut.


"itu bapak mbak....mas...."ucap sang perawat sambil menunjuk ke arah seorang pria yang nampak duduk di atas sebuah kursi roda,memangku boneka bola berwarna hitam putih sambil menatap lurus ke depan tanpa pergerakan.


Jordan sesak...!


Laki laki yang bertahun tahun lalu menalak sang mommy tepat di depan matanya.Laki laki yang dulu terlihat gagah dan tampan dengan balutan jas serta kemeja membungkus tubuh tegapnya.Penampilan yang selalu rapi dan berwibawa kini seolah semua sirna.Berganti menjadi sosok pria tua lumpuh dengan rambut yang mulai memutih.Tubuhnya kurus kering,kaki dan tangan terlihat lemah tak bertenaga dengan bibir yang nampak menceng ke sebelah kiri.


Hanum menoleh ke arah sang suami.Tangannya tergerak mengusap lembut tangan Jordan.Laki laki itu bergetar,matanya merah menahan sakit,dendam dan amarah.Namun tak bisa dipungkiri ada duka di dalam hatinya.Selayaknya seorang anak yang merindukan sosok ayah,ingin rasanya ia berlari dan menghamburkan pelukannya pada Harlan, menumpahkan segala kerinduan nya pada pria itu.Namun lagi lagi....ego dan emosi mengalahkan segalanya.


"kita deketin mas....?"tanya Hanum.


Jordan menggelengkan kepalanya samar.


"kita pulang pet...gue nggak sanggup.."ucapnya perih dengan mata mengembun menatap nanar ke arah sang ayah.


"kita udah sampai sini mas..."ucap Hanum.

__ADS_1


"gue nggak sanggup pet.....gue nggak kuat....."ucap Jordan sesak.


"bawa gue pergi....gue nggak siap..."ucap Jordan begitu pilu.


Hanum ikut mengembun.Tangannya tergerak mengusap dada bidang Jordan guna menenangkan suaminya itu.


"ya udah....kita pulang dulu ya...kapan kapan kita kesini lagi...."ucap Hanum


Jordan hanya mengangguk.


Hanum membimbing suaminya untuk pergi meninggalkan tempat itu.Namun baru beberapa langkah mereka hendak meninggalkan tempat itu, tiba tiba...


bruuuukkkkkk.....


"aaaaa......"


Suara benda jatuh.Hanum dan Jordan reflek menoleh ke arah sumber suara.....


.


.


.


.


.


"astaghfirullah haladzim...!!!!”


.


.


.


.


@bersambung..🤭🤗


...----------------...


***Up 16:47

__ADS_1


yukkk....mana dukungan nya***....


__ADS_2