Makmum Untuk Sang Pendosa

Makmum Untuk Sang Pendosa
Bab 108


__ADS_3

Jordan mendorong kursi roda itu perlahan mendekati pintu kaca butik dua lantai tersebut.Bimo berjalan mendahului Jordan dan Harlan.Ia kemudian membukakan pintu tersebut untuk memberikan jalan untuk Jordan dan Harlan masuk ke dalam butik.


.


.


.


.


deeeggghhhhh....


Mommy Intan bangkit dari posisi duduknya.Tangannya tergerak menutup mulutnya yang terbuka saat melihat sang putra nampak memasuki butik baru itu bersama seorang laki laki lumpuh yang masih sangat ia kenali meskipun kini wajah dan fisiknya terlihat jauh lebih tua dari usianya.


Dada wanita paruh baya itu naik turun.Wanita anggun itu seolah tak bisa berkata kata.Lidahnya kelu,tubuhnya seolah lemas dengan mata merah mengembun menatap laki laki yang dulu sangat ia junjung tinggi,sayangi dan hormati.


Mommy Intan meremas gaunnya di bagian dada.Sesak sekali rasanya,seolah ia kehilangan pasokan udara secara tiba tiba.


Hanum setengah berlari mendekati sang mommy.Begitu juga Nabila.Sedangkan Zev mendekati Jordan yang diam tak bergerak dengan raut wajah yang begitu sedih.


"mom...."ucap Hanum sambil menyentuh pundak kiri mertuanya,sedangkan Nabila di sisi kanannya.


Mommy Intan mengangkat tangannya menunjuk Jordan dan Harlan bergantian dengan gerakan yang lemah.Seolah ia ingin berkata kenapa mereka bisa bersama?ada apa ini?kenapa begini?tapi nyatanya mengucap sepatah katapun mommy Intan tak sanggup.


"iiinn....taaaa...."ucap Tuan Harlan berat.Mommy kembali lemas.Kenapa dengan laki laki itu?kenapa jadi begini.


Hanum mendekat kan wajahnya ke telinga sang mertua.


"mom....istigfar...istigfar..."bisik Hanum pada mommy Intan saat melihat sang mertua yang mulai menangis.


"dia ..."ucap mommy Intan sangat lirih,bahkan Jordan dan Zev pun tak bisa mendengar nya


Mommy menangis lagi...Hanum mencoba menenangkan wanita itu.


"duduk tante....istigfar ..kita duduk dulu...."ucap Nabila.


Jordan mengembun melihat sang ibu yang nampak sangat syok..!bahkan sepertinya lebih syok dari ia dulu saat pertama melihat kondisi sang ayah.


Hanum setengah berlari menuju pantry butik.Ia kemudian mengambil segelas air putih dan memberikan nya pada mommy Intan.


"minum dulu mom"ucap Hanum.Wanita itupun membantu sang mertua untuk menenggak kembali minumannya.


Mommy Intan kembali meremas dadanya.Ia kembali menangis pilu menyaksikan apa yang ada di hadapan nya saat ini.Entah bagaimana perasaan wanita itu sekarang,seolah tak bisa lagi digambarkan dengan kata kata.


Mommy Intan menatap Jordan yang diam dengan mata merah mengembun.


"Nak....."ucap Mommy lirih.


Mommy Intan mengarahkan tangannya ke arah tuan Harlan.Seolah ia ingin bertanya,ada apa ini? kenapa ini?dia kenapa?bagaimana bisa?dan ribuan pertanyaan lain yang berkecamuk dalam fikirannya.


Jordan melepaskan pegangannya pada kursi roda sang ayah,Zev pun mengambil alih.


Jordan mendekati ibu kandung nya tersebut,ia berjongkok di hadapan sang mommy yang terduduk lemas di sofa itu.Tangan bertato nya tergerak meraih kedua telapak tangan mommy Intan dan meremasnya lembut.


"mom....ada sesuatu yang mau Jordan sampaiin ke mommy..."ucap laki laki itu lembut.


"bukan maksud Jordan untuk membuka luka lama mommy...Jordan cuma mau... mommy ketemu sama daddy... mommy tau kondisi daddy sekarang..dan mommy mau membuka hati mommy untuk memaafkan daddy...."ucap Jordan.

__ADS_1


Mommy Intan masih tak bereaksi.Ia menatap dalam putra tunggalnya itu.


Dan Jordan pun mulai bercerita.Menceritakan semua yang terjadi pada sang ayah selama ini.Tentang hubungannya dengan Sheila, penghianatan wanita ular itu,sakitnya Harlan,dilemparnya pria itu ke panti jompo,usaha Jordan mencari keberadaan ayahnya,usaha Jordan mencari dokter pribadi untuk ayahnya,usaha Jordan untuk merebut kembali aset aset ayahnya, semua Jordan cerita kan tanpa ada yang pria itu tutup tutupi.


Jordan menceritakannya nya dengan gamblang dan terbuka membuat Mommy Intan diam tanpa reaksi apapun.


Jordan kembali meremas lembut telapak tangan itu.


"mom...."


"Jordan minta maaf nggak ngomong ini sama mommy dari awal ..."


"Jordan cuma pengen melihat keluarga kita utuh lagi kayak dulu mom...."


"daddy udah nggak punya apa apa....dia udah kehilangan semuanya...dia udah mendapatkan tegurannya dari Tuhan mom...."


"daddy datang kesini untuk minta maaf..."ucap Jordan dengan mata berkaca kaca.Sang ibunda masih tak bereaksi, pandangan matanya kosong menatap nanar ke arah luar jendela kaca butik itu.


"kasih daddy kesempatan mom..."ucap Jordan.


Mommy menoleh ke arah Jordan,


"kesempatan untuk apa?"tanya mommy Intan lirih.


"mommy bisa kasih kesempatan untuk apa?"tanyanya terdengar perih.


"mommy ini hanya wanita bodoh yang tidak dipilih...."


"kami dipertemukan oleh Tuhan,Tuhan menyatukan kami,tapi pada akhirnya dia yang memilih untuk pergi nak...."


"dia mencari kebahagiaan nya sendiri...!"


"Tuhan yang punya kuasa memberi kesempatan,bukan mommy...!!"ucap Mommy Intan.


Mommy Intan mengusap lelehan air matanya.


"jika dia datang kesini untuk minta maaf....itu seharusnya nggak perlu nak...."ucap mommy sambil mengangkat tangannya mengarah ke arah Harlan


"dia nggak salah...."


"mommy yang harusnya minta maaf..!"


"dia mencari kebahagiaan nya....! kebahagiaan yang nggak bisa mommy kasih selama kami bersama....!dia nggak salah...! mommy yang salah nak...! mommy yang salah karena sebagai wanita...sebagai istri... mommy bodoh...!! mommy nggak berguna...! mommy nggak bisa membuat suami mommy bahagia.... mommy gagal....!!!"ucapnya mulai histeris sambil memukuli tubuhnya sendiri.Jordan bangkit.Ia mencoba menenangkan sang ibu dibantu Hanum dan Nabila.Sedangkan Zev masih setia bersama tuan Harlan yang menangis di atas kursi rodanya.


Mommy Intan terisak.


"mommy yang minta maaf.... mommy yang salah...!andai mommy nggak bodoh mommy pasti bisa mempertahankan keluarga kita dari dulu...!!"ucapnya pilu.


"nggak mom... mommy nggak salah...!"ucap Jordan memeluk sang ibu


Mommy Intan terus menangis.Jordan mendekap erat tubuh sang ibu seolah ingin menenangkan hati wanita yang begitu sangat ia cintai tersebut.


"In....ta.....ma....aa....."ucap Tuan Harlan terbata bata dengan lelehan air mata yang mengalir deras.


Mommy Intan menatap sendu ke arah mantan suami nya itu.Jordan melepaskan pelukannya pada ibundanya.


Mommy Intan bangkit.Ia mendekati laki laki lumpuh itu dengan sorot mata yang begitu pilu dan tetesan air mata yang seolah tak berhenti meluncur dari pelupuk matanya.

__ADS_1


Kedua manusia yang pernah terikat dalam ikatan pernikahan itu saling menatap untuk beberapa saat.Entah apa yang mereka rasakan kini.Semua terasa begitu tak menentu.Perasaannya campur aduk.Batin keduanya berkecamuk.Hanya air mata dan tatapan pilu yang seolah bisa menggambarkan betapa hancurnya hati sepasang orang tua yang kini telah berpisah itu.


"apa kabar?"tanya Mommy Intan.


"selamat datang di usaha kecil kecilan ku..."ucap mommy Intan lagi


"maaf....aku tidak tau kalau ternyata kamu sedang sakit...."


"aku kira kamu sudah bahagia sekarang ..sudah menemukan wanita terbaik....tentunya selain aku..."ucap Mommy Intan pilu menahan tangis dan sesak.


"jika kedatangan mu kesini untuk meminta maaf seperti yang putra kita katakan... jawaban nya adalah....kamu tidak perlu minta maaf mas...karena menurutku kamu nggak salah...aku yang salah..."


"aku tidak bisa kamu banggakan,aku tidak bisa kamu andalkan,aku nyusahin,banyak ngerepotin, seperti yang dulu kamu pernah bilang sebelum mengucap talak untukku..."


Mommy Intan mengatupkan kedua tangannya di depan dada.


"maaf....maaf beribu maaf..."


Harlan menggelengkan kepalanya,tangannya tergerak hendak meraih tangan mommy Intan yang berdiri di depan nya namun wanita itu mundur seolah tak mau disentuh.


"cukup....kita bukan suami istri lagi mas..."ucap Mommy.


"kita hanyalah orang tua dari Jordan.."


Mommy Intan menoleh ke arah sang putra yang diam mematung masih dalam posisi bersimpuh di lantai sambil ditenangkan Hanum.


"nak.... mommy tau maksud kamu baik...."


"mommy paham keinginan kamu untuk bisa melihat keluarga kita utuh lagi...."


"tapi maaf nak.... keluarga ini sudah terlanjur hancur....sudah sangat sulit bagi mommy mengabulkan permintaan kamu ini...."


"tetap jadilah anak yang berbakti pada ayahmu...tetap junjung tinggi ia sebagai laki laki yang turut serta membesarkanmu...."


"tapi maaf....untuk yang satu ini mommy egois...."


"mommy nggak bisa mengabulkannya nak..mommy nggak bisa...maaf..."ucap Mommy Intan lalu berlalu pergi naik ke lantai dua.Menuju ruangannya dan mengunci diri di dalam sana.


Air mata Jordan luruh.Sebenarnya ia tau akan seperti ini jadinya.Ia sudah menyiapkan hati dan mentalnya untuk ini,tapi nyatanya tetap saja sakit.Tetap saja perih.Ia paham kondisi keluarga nya sudah terlanjur porak poranda, namun apakah tidak ada setitik saja kesempatan untuk mereka memperbaiki hubungan?


Sesakit itukah hati mommy nya.Jika dilihat dari caranya berbicara,luka itu sepertinya begitu berat untuk disembuhkan.Wanita itu terlanjur memendam sakit yang terlanjur dalam.


Mungkin memang benar,permintaan maaf mungkin bisa meredakan sakit di antara dua hati yang terluka,namun tak selamanya bisa mengubahnya menjadi utuh seperti sedia kala.


Ya....mungkin Jordan hanya bisa mengabdi sebagai seorang anak dari dua manusia yang sudah tidak bisa lagi untuk dipersatukan....


...----------------...


***Selamat siang....


up 13:25


yukk....


dukungannya dulu...


jangan lupa mampir ke novel lainnya***...

__ADS_1



__ADS_2