
Mobil itu terus melaju menembus jalan raya yang mulai lengang lantaran malam makin larut.Sepanjang perjalanan Rebecca tak henti menggerakkan tubuhnya mengikuti alunan musik yang Farhan putar di dalam mobilnya meskipun kini mata nya tertutup dan tangannya terikat.
Farhan menggelengkan kepalanya melihat ulah Rebecca.Ia seolah kembali teringat pada kisah Adinda dan Adrian.Dulu,saat Dinda seusia Rebecca ia sibuk berjuang,bertahan hidup melawan gempuran siksaan fisik dan psikis yang diterimanya dari sang suami.Jangankan untuk foya foya seperti Rebecca,untuk melihat air hujan yang turun pun seolah Dinda kesulitan lantaran Adrian hanya mengizinkan wanita itu untuk berkutat di dalam rumah.
Berbeda jauh dengan Rebecca,gadis ini seolah olah menyia nyiakan masa depannya yang masih panjang.Ia memilih untuk merusak dirinya sendiri dengan pergaulan yang kelewat batas.Ia seolah tak peduli pada masa depannya kelak.Miris.......
Tak butuh waktu lama,
Mobil itu berhenti di sebuah rumah lusuh yang dulu pernah menjadi saksi kekhilafan Adrian menghabisi nyawa Dave,paman Zev.
Farhan turun dari mobil,ia kemudian membawa Rebecca masuk ke dalam rumah itu.
cekleeekk.....
pintu kamar terbuka.....
Farhan menaikkan salah satu sudut bibirnya.Dilihatnya di sana,Zev sudah duduk di sebuah sofa single di kelilingi tiga preman berusia dua puluh tahunan di samping kiri dan kanannya.
Ya.....itu adalah preman preman yang di bayar Rebecca untuk melecehkan Hanum.Zev cs berhasil melacak siapa saja pelaku pelecehan Hanum berbekal pengakuan sang gadis yang ia ceritakan pada Nabila beberapa hari lalu.
Zev pun tak tinggal diam.Ia bersama Jordan dan Bryan pun berhasil menemukan alamat rumah sekaligus tongkrongan tiga pria itu.Dengan sedikit ancaman yang cukup membuat bulu kuduk merinding, yaitu nyawa keluarga mereka,tiga preman itu pun berhasil di jinakkan.
Kini mereka bekerja untuk Zev.Zev meminta ketiga pria itu melakukan hal yang sama seperti yang mereka lakukan pada Hanum.Namun Bryan minta yang lebih sadis.Laki laki itu sepertinya sangat tak terima dengan ulah beja* para pembully adiknya itu.
Zev menyeringai.
"om?kita udah sampai?"tanya Rebecca...
buuugggghhh.....
__ADS_1
Farhan mendorong tubuh ramping itu hingga jatuh ke lantai.
"aaawwww.....!"pekiknya
"sabar dong om..."ucap Rebecca yang mengira saat ini hanya ada dia Farhan saja disana.Namun nyatanya kini ia tengah bersimpuh di hadapan Zev yang menatapnya tajam.
"sayang...."ucap Farhan.
"ya om..."jawab Rebecca..
"kau siap?"tanya Farhan.
"siap om..."
"om tidak suka berisik...selama kita melakukan nya jangan pernah berharap kau mendengar suaraku....aku hanya ingin menikmati suara nakalmu sayang..."ucap Farhan lagi.
"baik om...."jawab Rebecca.
Kamera sudah terpasang.Ia mengangkat dagunya mengisyaratkan ketiga pria itu untuk memulai aksinya.Menjamah tubuh Rebecca bergantian....!
Ketiga preman itu pun mengangguk.Mereka menggunakan topeng yang sudah Zev siapkan.
Kamera merekam...!ketiga pria itu melakukan aksinya.Rebecca tertawa menikmati permainan gila yang ia kira adalah dari Farhan.
Sedang Farhan,ia mengajak Zev keluar.Ia merasa jijik melihat wanita yang justru tertawa lepas ketika ia diperlakukan bak budak oleh para preman itu secara bergantian.
Keduanya pun masuk ke dalam mobil sambil menunggu tiga preman itu selesai dengan aktifitas mereka.Mereka akan kembali masuk nantinya untuk mengambil kamera mereka dan memastikan semua berjalan sesuai rencana mereka.
Di dalam mobil.....
__ADS_1
Zev meraih ponselnya.Ia mencari nama seseorang disana lalu mengusap tombol hijau.
tuuuttt......tuuuttt......tuuuttt......
"halo selamat malam pak Kyle...."ucap seorang pria bernama Yuda yang merupakan asisten pribadi nya di perusahaan miliknya di kota itu.
"halo Yud....saya mau kamu cariin data tentang perusahaan Y....kalau nggak salah itu perusahaan milik keluarga Irawan....kamu cari semua data perusahaan itu...besok harus udah ada di kantor saya...."ucap Zev
"baik pak...akan saya laksanakan...."ucap Yuda.
"bagus..."jawab Zev singkat lalu mematikan sambungan telepon nya sepihak.
Zev pin kembali memasukkan ponselnya ke dalam saku celananya.
"keluarga Irawan? perusahaan keluarga Rebecca?"tanya Farhan
Zev hanya menoleh sambil tersenyum smirk.
Farhan menghela nafas panjang.
Pembalasan yang begitu mengerikan.....!!Andai Rebecca tau dari awal sesiapa saja sosok sosok gila di belakang Hanum.Mungkin ia akan memilih untuk bersujud di kaki Hanum daripada harus berurusan dengan para penjaga Hanum ini.
...----------------...
***Selamat malam....
up 20:35
bonus....karena otor juga lagi ngejar jumlah kata...
__ADS_1
yuk bsnyakin like komen vote dan hadiahnya 🥰🥰🥰***