Makmum Untuk Sang Pendosa

Makmum Untuk Sang Pendosa
Bab 93


__ADS_3

"bisa kita putar vidio nya bu?"tanya Bryan pada Sheila.


Wanita itu kemudian mengangguk.Entah apa yang akan dilakukan pria itu,Sheila hanya mencoba percaya saja,toh Bryan adalah asisten pribadi nya..


Bryan pun memasang flashdisk nya pada sebuah laptop yang berada di atas meja lalu menyalakan proyektor guna menampilkan gambar dari laptop ke layar putih yang berada di dinding di belakang Sheila.


Vidio pun di putar.....


dan....


.


.


.


.


.


.


Semua mata tertuju pada layar putih itu.Menampilkan sebuah vidio yang entah bagaimana caranya bisa berada di tangan Bryan.


Sheila terbelalak...!ia bahkan reflek memundurkan tubuhnya sambil menutup mulutnya yang terbuka.Tidak...tidak mungkin....!bagaimana bisa Bryan mendapatkan vidio rekaman itu...!


Sebuah rekaman cctv kediamannya yang dulu juga merupakan tempat tinggalnya dengan Harlan.Sebuah rekaman Cctv yang ternyata berhasil didapatkan oleh Irawan yang menyusup ke rumah Sheila sebagai kekasih.Bukan hal yang sulit bagi pria yang kini dalam genggaman dan ancaman Adrian cs itu untuk mendapatkan nya mengingat Irawan adalah kekasih Sheila dan laki laki itu sangat sering menginap serta menghabiskan waktu berdua dengan Sheila.


Sheila menggelengkan kepalanya.Jordan menatap bengis dengan tangan yang mengepal.Kebenciannya pada wanita itu makin tak terkendali manakala mata hijau nya menyaksikan betapa Sheila dengan sangat teganya memperlakukan Harlan dengan kasar padahal pria itu sudah dalam kondisi sakit dan tak mampu bergerak di atas kursi roda.Dalam vidio itu Sheila juga nampak memaki maki,menghina,memukul dan memperlakukan kasar laki laki itu,mendorongnya saat kesal hingga jatuh tersungkur,dan wanita itu bahkan dengan beraninya bermesraan dengan Irawan di hadapan Harlan yang sudah lumpuh.


Jordan sakit hati...!ada rasa tak terima dalam dirinya melihat sang ayah diperlakukan seperti itu oleh ja*ang yang Harlan angkat dari club malam...!benar benar tidak tau diri...!


Sheila datang ke kehidupan Harlan dengan mulut dan perlakuan manisnya,lalu menggoda ayahnya,perlahan menarik Harlan dan mengajaknya pergi meninggalkan keluarga kecilnya.Namun setelah pria itu tak berdaya,Sheila mencampakannya.Ia menganggap Harlan bak sampah yang secepatnya harus disingkirkan...! benar benar wanita tak punya hati....!


Sheila menatap bengis ke arah Bryan....!


"siapa kau sebenarnya?kenapa kamu bisa mendapatkan vidio rekaman ini?!!"tanya Sheila menggebu gebu pada Bryan.


Bryan tersenyum manis...


"harusnya anda menanyakan itu saat saya pertama kali datang ke sini untuk melamar pekerjaan nyonya...."ucap Bryan


"tapi nyatanya mata anda terlalu buta jika sudah berhadapan dengan pria tampan..."ucap Bryan sambil tersenyum manis namun terlihat sangat menyebalkan di mata Sheila.


"nama saya Bryan Pradana Hanif....tapi saya lahir dengan nama King Bryan Smith Anderson...."ucap Bryan dengan pandangan mata yang perlahan mulai terlihat menajam.


"saya adalah anak kedua...dari James Smith Anderson....seorang king mafia perdagangan narkoba.... beberapa belas tahun lalu...."ucap Bryan lagi.


"saya...adalah adik se ayah....dari Zev Smith Anderson,atau Kyle Edward Jackson..."ucap Bryan sambil mengarahkan tangannya menunjuk Zev yang duduk dengan tenang.


"dan saya ....juga adalah kakak se ibu,dari Hanum Permadani Hanif...istri Keith Jordan Edward..."ucap Bryan dengan senyuman smirk yang mengerikan.


Sheila tersentak....!


Sial....!ia dijebak...!ternyata selama ini ia masuk dalam perangkap manusia manusia gila ini.

__ADS_1


Sheila menoleh,menatap satu persatu manusia yang berada di ruangan itu.Mulai dari Bryan,Zev, Nabila,Hanum,Jordan, Farhan, Angkasa,Adinda,dan berakhir dengan Adrian...!


Semua menatap angkuh penuh intimidasi padanya.Kecuali Hanum yang nampak takut dengan tatapan mata nanar menatap ke arah wanita itu.Sungguh....ia belum terbiasa dengan keadaan yang seperti ini.Bisa dikatakan ini masih pengalaman awalnya bergelut dengan dunia keras ala ala keluarga Adrian dan Zev.Tak seperti Adinda dan Nabila yang sudah sangat terbiasa.


"Semua dokumen perusahaan sudah berada di tangan kami nyonya...surat persetujuan sudah anda tanda tangani,dan vidio perlakuan buruk anda terhadap tuan Harlan juga sudah kami kantongi..."ucap Bryan.


"hanya dengan satu kedipan mata...kami bisa dengan mudah menyeret anda masuk ke jeruji besi...."


"jadi saran saya.... tinggalkan kantor ini dengan suka rela...karena mulai hari ini, perusahaan ini sudah kembali menjadi milik ipar saya...dan anda....sudah tidak diperlukan lagi di sini...."ucap Bryan.


Sheila nampak murka.Ia tak terima diperlakukan seperti ini...!harga dirinya di injak injak oleh pemuda sia*an ini...!


"tidak....!ini perusahaan ku..!ini milikku...! pergi kalian dari tempatku...!pergi.....!!"bentak Sheila mengusir.


"harus nya kau yang pergi pe*acur....!kau sudah tidak punya hak di tempat ini....!!"ucap Jordan murka.


"sudah sepantasnya kau menyingkir dari tempat yang dibesarkan dengan susah payah oleh ayahku...!manusia rendahan sepertimu tidak pantas berada di tempat ini...!" ucap Jordan dengan mata merah menahan emosi.Sungguh...amarahnya sudah benar benar berada di ubun ubun....!ia sangat membenci wanita tak tau malu itu...!


kau anak kecil


"diam kau sia*an....!!!!!”


"maaaassss.....!!!!!”


buuuggghhhhh....


"aaaaaakkkkkkhhhhhh.....!!"


"Hanum....!!!!!!!!”


Hanum seketika itu juga merasa pusing.Ia ambruk dalam kondisi setengah sadar ke tubuh Jordan.Laki laki itupun reflek menangkap tubuh istrinya.


"sayang kamu nggak apa apa?"tanya Jordan khawatir.


Hanum tak menjawab.Pelipis kirinya berdarah yang nampak membasahi jilbab abu abunya.


Nabila bangkit.


"kita bawa keluar aja mas...."ucap Nabila.


Jordan mengangguk.


Pria itu lantas membopong tubuh mungil sang istri dan membawanya keluar ruangan disusul Nabila dan Zev, meninggalkan Sheila dan beberapa orang lain disana yang masih belum selesai dengan urusannya bersama wanita ular itu.


Bryan murka.Adik tersayang nya terluka gara gara ulah wanita ular ini.Darahnya mendidih.Jiwa James merasuk dalam dirinya membuatnya seolah berubah.Bryan yang tenang mendadak hilang, berganti Bryan yang bengis dan terlihat begitu mengerikan.


Suami Rubi itu mendekat.Matanya menajam persis seperti mata Zev ketika pria itu sedang marah.


Sheila yang bisa menangkap gelagat tak mengenakan itupun mundur.Ia jadi takut.Pria itu menjadi sangat mengerikan saat ini.


"kau sudah menyakiti berlian kesayangan ku.."ucap Bryan dengan aura iblis yang mengerikan.


"kau pantas untuk mati!"ucapnya lagi begitu dingin dengan gigi gigi yang mengetat.


"jangan macam macam kau Bryan..!aku atasanmu...!jangan mendekat atau ku laporkan kau ke polisi...!!"ancam Sheila ditengah tengah kepanikan nya.

__ADS_1


Wanita itu terus melangkah mundur,sedangkan Bryan terus mendekat membuatnya makin panik.Hingga....


buuuggghhhhh......


Langkah Sheila terhenti.Ia menabrak sesuatu disana.Wanita itu lantas berbalik badan dengan cepatnya.Dilihatnya disana Adrian sudah berdiri gagah dibelakang nya bak patung beton yang begitu kokoh.Entah sejak kapan pria itu berada disana,Sheila pun tidak menyadarinya...


"Adrian...."ucapnya lirih.


"sudah cukup kau membuat ulah ja*ang...!kau harus secepatnya disingkirkan...!"


buuuugggghhhhh......


Adrian menjambak rambut belakang Sheila, menariknya ke belakang lalu menghempaskan tubuh wanita itu ke lantai hingga jatuh membentur kaki Bryan.


Sheila memekik.Namun tak ada manusia yang peduli.


Angkasa heboh...!ia bangkit dari duduknya lalu mendekati sang papa seolah ingin tau apa yang akan terjadi selanjutnya pada wanita itu.


Tak ada yang bersuara.Hanya rintihan Sheila yang sayuk sayuk terdengar di ruangan itu namun lagi lagi,tak ada yang peduli.


Bryan masih dikuasai emosi.Dengan gerakan kasar dan cepat ia kembali mencengkeram rambut Sheila dan menyeret wanita itu tanpa ampun.Sheila memekik, memberontak,meminta ampun untuk dilepaskan namun Bryan tak peduli.Ia menyeret paksa wanita itu keluar ruang meeting dengan emosi yang masih memuncak.


Suami Rubi itu lantas berjalan menuju tangga darurat.Ia menyeret tubuh Sheila dengan cara menuruni tangga dari lantai lima belas hingga lantai dasar tanpa ampun.Ia seolah ingin membuat wanita itu benar benar tersiksa.Adrian dan Farhan hanya mengikuti nya dari belakang.Sedangkan Adinda lebih memilih turun menggunakan lift bersama sang putra dan menunggu para pria itu di lobby.


....


Sesampainya di lobby...


Bryan melempar tubuh wanita itu keluar kantor.Penampilan Sheila sudah acak acakan terutama rambutnya.


Semua karyawan disana pun dibuat kaget dan heboh.


"dengar kalian semua....!mulai besok wanita ini haram untuk menginjakkan kaki di kantor ini...! perusahaan ini sudah berpindah tangan menjadi milik Keith Jordan Edward....anak tunggal dari Harlan Edward pemilik perusahaan sebelumnya...!"


"jika ada yang berani mengizinkan wanita ini masuk....maka jabatan dan kepala kalian taruhannya...!"ucap Bryan buas.


Semua hanya diam menunduk takut.


Entahlah...apa yang sebenarnya terjadi mereka pun tak tau.Namun melihat Sheila diseret bak sampah sudah berhasil membuat nyali mereka ciut


"security....!!!"ucap Bryan lantang.


Security pun mendekat..


"lempar wanita ini ke jalanan....!"ucap Bryan mengerikan.


Mau tak mau security pun menurut.Pria pria itu benar benar mengerikan.Sheila meronta ronta.Namun tenaganya tak cukup kuat.Ia dipaksa pergi dari kantor hasil rampasannya .


Hilang...


hartanya hilang semuanya.Ia tak punya apa apa....!entahlah....kemana ia akan pergi setelah ini...!


...----------------...


***up 10:00

__ADS_1


yukkk... kasih dukungan dulu....🥰***


__ADS_2