
Sementara itu di tempat lain...
Di sebuah rumah lusuh yang menjadi saksi permainan gila antara tiga pria dan seorang wanita semalam.
Gadis itu perlahan mulai membuka matanya yang sudah tak tertutup kain.Kesadarannya mulai kembali setelah semalam ia dikoyak tanpa ampun hingga pingsan sebelum permainan selesai.
Rebecca merasakan sakit dan dingin di sekujur tubuhnya lantaran kini ia tengah tergeletak tanpa busana di atas lantai keramik yang dingin dan sedikit kotor.
Rebecca mengedarkan pandangannya ke segala arah.Tempat macam apa ini?tak ada unsur mewah sama sekali??
Rebecca mencoba bangkit namun...
"aaaakkkkhhhh....."pekiknya.
Badannya sakit semua.Rasanya untuk sekedar menggerakkan tubuhnya yang terkapar sajapun ia tak sanggup.
"om....."ucapnya memanggil pria yang semalam membungkusnya dari club malam.
Tak ada sahutan...
"om...om dimana?" ucap Rebecca lagi.
Namun masih tak ada suara.....
Rebecca mencoba menggeser tubuhnya,namun lagi lagi,tak sanggup.Tubuhnya benar benar remuk,perih di beberapa bagian,terutama di bagian bawah tubuhnya yang entah sudah seperti apa kondisinya.
Rebecca menarik tasnya yang tergeletak tak jauh dari tempatnya terkapar.Ia meraih ponsel miliknya lalu menuju aplikasi WhatsApp.Dalam hatinya ia mengumpati dirinya sendiri.Bodohnya ia langsung percaya pada pria semalam yang mengaku bernama Soni.Ia bahkan tak meminta nomor ponsel pria itu.Ia juga rela digagahi hingga tak sadarkan diri saking buasnya pria paruh baya itu bermain.
Dan kini ia sepertinya sendiri di rumah lusuh yang jauh dari kata mewah tersebut.Laki laki itu sepertinya tak ada disini.
Apa jangan jangan ia hanya di bohongi...?
"bang*at...!!!"umpat Rebecca
Gadis itu kemudian mencari nama Vania di kontak WhatsApp nya lalu menyentuh tombol telfon disana.
tuuuttt.......tuuuttt.......tuuuttt.......
Tak di angkat.
Ia coba lagi....
tuuuttt.......tuuuttt.......tuuuttt.......
masih tak diangkat.Mungkin Vania sedang di kelas,ini kan jam pelajaran.
"akkkkkhhhh......!!an*ing...!!" ucap Rebecca memaki maki tak jelas.
Ia kembali meringis kesakitan.Tubuhnya yang serasa remuk,ditambah laki beberapa luka bekas kekerasan yang laki laki itu berikan padanya semalam masih terlihat jelas.Rebecca sekuat tenaga mencoba bangkit.Ia menyeret tubuh polosnya yang kini berada di ruang tamu itu untuk lebih masuk ke dalam rumah lusuh tersebut.Ia berjalan pelan sambil berpegangan pada dinding.
Dan.....
Rebecca terkejut setengah mati....
Di sebuah ruangan yang tak terlalu luas...
Foto foto dirinya dengan berbagai pose tertempel di dinding kumuh itu.Ada yang mengenakan seragam sekolah,di club,dirumah,bahkan dalam kondisi tel*njang pun ada...!
Rebecca dibuat gemetar,saat ia melihat sebuah tulisan berukuran besar di dinding yang lagi lagi ditulis menggunakan darah berbunyi "KAU SALAH PILIH LAWAN"
Rebecca ketakutan.Jadi pria semalam bukan lah benar benar sugar Daddy seperti yang ada di pikirannya?Ia dijebak?
Atau jangan jangan pria itu juga yang selama ini menerornya?
__ADS_1
Tapi di dinding itu tertulis 'ia salah pilih lawan?'
Apa maksudnya??
Rebecca menangis takut.Ia gemetar...! Sepertinya nyawanya benar benar dalam bahaya...!!ada orang yang tak suka padanya tengah mengincar nya..!apa yang harus ia lakukan..!jika di lihat lihat,orang ini pasti bukan orang sembarangan,ia seolah tau kemanapun Rebecca pergi.Ia seolah sudah mengincar semua gerak gerik gadis itu.
Foto foto di dinding itu buktinya,itu foto foto pribadi Rebecca,tapi kenapa bisa orang ini tau??dari mana ia bisa tau??
...****************...
Sementara itu....
Di tempat lain.,.
Seorang pria bermata hijau melangkah memasuki lobby perusahaan milik sahabatnya.Langkahnya sedikit terburu buru lantaran baru saja Zev mengabarinya bahwa ia menemukan fakta baru tentang ayah Rebecca.Sepertinya sangat penting,membuat Jordan pun tak mau tunggu lama lama dan langsung bergegas menemui Zev di kantornya.
Tak butuh waktu lama, Jordan sampai di ruangan CEO anak perusahaan milik Zev alias Kyle itu.
tanpa basa basi dan tanpa mengetuk,karena ia memang sudah sering mengunjungi kantor itu,Jordan pun langsung membuka pintu ruangan Zev tanpa izin,dan.....
"anjr*iiitttt....!!!"umpatnya dan langsung reflek berbalik badan
Dilihatnya di sana,sepasang suami istri yang memang tak tau tempat jika sedang bermesraan itu sedang pangku pangkuan di atas kursi kerja Zev dalam posisi sang wanita sudah membuka semua kancing kemeja panjangnya dan sang pria tengah memangsa dua benda kesayangan para kaum laki laki itu.
Jordan seketika malu sendiri dengan kelakuan dua sahabat nya itu.Kalau emang mau en* en* di kunci kek pintunya.Lah ini kagak...dia yang mau masuk kan jadi kaget dapet pemandangan seperti itu.Mana belum punya istri lagi...kalo pengen mau nyalurin ke siapa?Jordan kan lagi OTW tobat.....
"lu bener bener ya Zev ya....!nga**ng kagak tau tempat lu ye...!!kira kira dong lu...!untung cuma gue yang dateng...kalo yang laen mau taroh mane muka lo...!bang**t emang lu ya....!!"umpat Jordan tanpa sensor.
Zev yang kini bangkit bersama Nabila hanya cekikikan.Sedangkan Nabila mempercepat gerakannya mengenakan baju lalu buru buru masuk ke dalam kamar pribadi Zev yang berada di ruangan CEO itu.Malu....!!!
"udah....balik badan sini....udah aman burung gue udah masuk sangkar..."ucap Zev tanpa filter setelah selesai menaikkan resleting celananya.
"bang*at....punya temen satu aja gini amat...!" ucap Jordan
"lu enak pengen tinggal tarik tuh bini lo...lah gue....pengen mau narik siapa gue?gue lagi nahan nahan elu malah pamer...."ucap Jordan kesal sendiri sambil mendudukkan tubuhnya di kursi depan meja kerja Zev.
"lu ngapain nyuruh gue kesini..ada info apa?"tanya Jordan sambil meraih rokok Zev di atas meja,membakar lalu menghisapnya.
Zev meraih laptopnya,
"bapaknya Rebecca punya ja*ang di luar kota..!"ucapnya
Jordan mengernyitkan dahinya.
Zev hanya mengangguk.
"emaknya doyan judi....!" imbuhnya lagi.
"****....!"ucap Jordan sambil menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi.
"bapak ama emaknya aja kek gitu...pantes aja anaknya liar...!"ucap Jordan.
"kek gue dulu..."ucap Zev enteng sadar diri.
"nyadar lo?" ucap Jordan lalu menghisap rokoknya.Zev hanya terkekeh.
"gue punya ide deh...."ucap Zev sambil mengulum senyum.
"apa?"
"kita rubah strategi....kita batalin rencana awal kita...kita bikin mereka berjalan sendiri menuju kebangkrutan mereka...."ucap Zev.
Jordan menatap penuh selidik ke arah Zev.Zev tersenyum licik.Keduanya seolah sudah saling paham akan pikiran masing masing...!
__ADS_1
Jordan manggut-manggut....
"oke...secepatnya ...gue nggak sabar liat mereka jadi gembel..."ucap Jordan.
Zev tersenyum smirk.
"ada foto ja*angnya nggak?pen liat gue mukanya.."ucap Jordan.
"ada" jawab Zev
Ia lantas meraih laptopnya lalu memutarkan hingga layar laptop berisi sebuah foto seorang laki laki dan perempuan berpose panas terlihat disana.
Deeeegggghhh......
Jordan menegang...
Matanya membola.Dadanya sesak bergemuruh.Tangannya mengepal saat itu juga.Raut wajah santainya berubah garang manakala melihat foto dua manusia di hadapannya.
Zev dapat melihat perubahan mimik wajah sahabat nya itu..
"Dan....lo kenapa?"tanya Zev.
Jordan tak menjawab.Namun raut wajah penuh angkara murka terlihat begitu sangat jelas disana.
"Dan....are you okay?"
Masih tak menjawab.Gertakan antar gigi pun kini terdengar dari mulut Jordan membuat Zev makin bingung.
"hey....lo kenapa bro?!"tanya Zev sambil menyentuh pundak Jordan.
Jordan menatap tajam ke arah Zev.Mata hijaunya memancarkan aura iblis yang begitu sangat kuat membuat Zev tercengang.
.
.
.
.
...
.
..
.
.
...
.
.
.
"Sheila...!"ucap Jordan dingin penuh penekanan.
...----------------...
***Yuhu....ada yang ingat Sheila siapa?
__ADS_1
bisa baca di bab awal kalau lupa....
yukkk....mana dukungannya??kok sepi amat***??