Makmum Untuk Sang Pendosa

Makmum Untuk Sang Pendosa
Bab 54


__ADS_3

Di teras rumah berlantai dua itu.


Hanum dan Jordan duduk di dilantai teras sambil menatap taman kecil di area halaman rumah sang ustad.Keduanya masih diam,seolah sibuk dengan pemikiran mereka masing masing.


Jordan menoleh ke arah Hanum yang menunduk...


"pet..." ucap Jordan.


"maaf mas..."cicit Hanum lirih dengan mata mengembun.


"maaf?maaf untuk apa?" tanya Jordan tak mengerti.


"karena aku mas brewok jadi kayak gini...dikasih pilihan yang nggak masuk akal sama abi....maaf mas...."


"apa nya yang masuk akal?maksud abi lo kan baik..."


"tapi kan kamu harus milih....jaga jarak atau nikah...itu artinya kita akan jarang ketemu dong kalau jaga jarak...kita nggak bisa saling curhat lagi..."ucap Hanum dengan tetesan air mata yang mulai jatuh.Gadis itu nampak mengusap pipinya sambil sesenggukan.


"napa lo jadi nangis pet? cengeng banget...."


"kita nggak bisa berangkat bareng lagi....hiks,..."ucap Hanum menangis membuat Jordan justru mengulum senyum


"lo keknya takut banget nggak bisa ketemu gue lagi,.." ucap Jordan dengan seutas senyum di bibirnya.


Hanum tak menjawab,gadis itu nampak membenamkan wajahnya di antara lutut dan dadanya.Suara sesenggukan terdengar jelas di telinga Jordan.Kenapa gadis itu terlihat sedih sekali..?


"karpet.....jangan nangis dong....menjauh itu kan pilihan pertama...kan masih ada pilihan kedua..."ucap Jordan.


Hanum menghentikan tangisnya.Gadis itu perlahan mendongak dan menoleh ke arah pria yang kini nampak tersenyum lucu menatapnya.


"maksudnya?"tanya Hanum.


Jordan terkekeh tanpa mengalihkan pandangannya pada gadis di sampingnya.


"maksudnya apa..jangan ketawa...."rengek Hanum lagi.


"lo mau nggak?"tanya Jordan


"apa?"


"ya nikah lah masak sunat..."ucap Jordan.


"kita?"tanya Hanum polos.


"kagak...emak lu ama pak lurah....!ya kita lah....!"ucap Jordan.


Hanum terdiam dengan tatapan penuh tanya ke arah Jordan.

__ADS_1


"kamu mau nikahin aku mas?"tanya Hanum pelan.Seolah tak percaya dengan apa yang laki laki itu ucapkan.Menikah?ia dan laki laki pujaan hatinya?


"lo mau nggak?"tanya Jordan lagi masih dengan senyuman.


"kamu yakin?"


"emang kenapa?"


"bukannya kamu sukanya sama kak Rubi...?"


"trus maksud lo...lo dukung gue ngrebut ipar lo dari kakak lo sendiri?" tanya Jordan tak habis pikir.


"bu.... bukannya gitu....cuma....kan kamu sendiri yang bilang...kamu cuma nganggep aku adik kamu aja....apa kamu yakin mau nikahin aku...?aku nggak mau kamu nikahin aku cuma karena desakan dari abi..."ucap Hanum.


"nggak ada yang mendesak gue..."ucap Jordan kini dengan tatapan mata yang begitu dalam ke arah Hanum.


"gue emang pernah nganggap lo adek gue...karena lo lucu..gemesin... bikin gue selalu bisa ketawa kalau sama lo...."


"seiring berjalannya waktu....perasaan sayang sebagai adik perlahan berganti....menjadi perasaan nyaman...bahagia...."


"gue nyaman deket sama lo...gue seolah selalu bisa lupain apapun masalah gue kalau gue lagi sama lo..."


"gue awalnya nggak sadar tentang perasaan gue....tapi lama lama gue mulai ngerti....kalau ternyata gue butuh lo....gue butuh lo sebagai orang yang paling bisa ngertiin gue...orang yang paling bisa memahami gue dalam kondisi apapun..."


"mungkin gue mulai jatuh cinta sama lo....gue nggak mau jauh dari lo....gue pengen selama nya ada di samping lo...Hanum...."ucap Jordan.


Gadis itu mematung.Matanya lagi lagi mengembun.Dan sepersekian detik kemudian,air mata itu tumpah...


"gue nggak nyari malaikat yang sempurna...gue nggak nyari putri yang cantik tanpa cela....gue cuma nyari wanita solehah yang bisa memberi gue kenyamanan,membimbing gue jadi pribadi yang lebih baik... keluar dari dunia gelap yang penuh kemaksiatan, bersedia menjadi makmum sholat lima waktu dan sunnah gue..."


"gue sayang sama lo dengan segala kekurangan lo...pelecehan bukan kemauan lo.. pelecehan bukan penyakit buat lo... pelecehan bukan sesuatu yang bisa mengurangi kadar keimanan dan keistimewaan dalam diri lo...!"


"gue nggak peduli akan hal itu...karena yang gue suka dari lo adalah diri lo...luar dan dalamnya lo...semua yang ada pada diri lo...itu semua lebih dari sempurna di mata gue..."ucap Jordan.


Hanum sesenggukan lagi.Ternyata masih ada pria yang begitu tulus di dunia ini.Ia tak salah mengidolakan pria ini.Pria tak hanya memandang fisik semata.Pria yang tak peduli pada kisah kelamnya yang pernah di paksa melakukan hal menjijikkan oleh sesama wanita.


Hanum bahagia .....sangat bahagia.....ia tak menyangka bahwa cinta yang semula ia kira bertepuk sebelah tangan ternyata kini berbuah manis.Gayung bersambut,Jordan memintanya sebagai calon pendamping hidup nya.


Benar benar skenario Tuhan yang sangat luar biasa..


"Hanum....will you marry me?" tanya Jordan tulus.


"mungkin gue belum bisa memenuhi keinginan lo buat melafalkan surat Ar Rahman ayat satu sampai tujuh puluh delapan sebagai mahar pernikahan kita nantinya....tapi seiring berjalannya waktu....gue janji...gue akan berusaha untuk memenuhi kemauan lo itu.Meskipun bukan sebagai mahar...tapi gue akan membacakannya,setiap malam, sebagai pengantar tidur calon anak anak kita nantinya....gue janji...dan gue pasti akan menepati itu...."ucap Jordan.


Hanum makin sesenggukan...


"jawab....gue ngomong panjang lebar lo nangis mulu.."ucap Jordan tak sesuai sikon.

__ADS_1


"terharuuuu...."rengek Hanum.


"ya di jawab dulu sayang....nanti abis itu nangis lagi...."


Hanum bersusah payah mengusap lelehan air matanya....


"gimana?mau?"tanya Jordan lagi.


"tapi nanti kalau udah nikah jangan galak galak jadi suami...aku orang nya nangisan..."ucap Hanum sesenggukan membuat Jordan terkekeh.


"enggak..."


"jangan suka marah marah.."


"enggak..."


"jangan ke bar lagi.."


"enggak


"jangan mabok lagi..."


"kan udah ada air zam zam..."


Hanum tertawa di sela tangisannya.


"jadi gimana?" tanya Jordan lagi.Entah sudah yang keberapa.


"apanya?"


"nikah nya...mau nggak?"


"ya mau lah..."ucap gadis itu kemudian.


Jordan terkekeh Menggemaskan sekali calon istrinya ini.Laki laki itupun mencubit pipi Hanum gemas membuat sang gadis karpet pun terkekeh lagi di sela sela tangisannya.


Tanpa mereka sadari....


Lagi lagi ustad Hanif memergoki kemesraan kedua anak manusia itu.Ia tersenyum melihat sang putri dan Jordan yang nampak begitu bahagia.Sepertinya keputusan nya menikahkan putrinya dengan Jordan memanglah keputusan yang tepat.


...----------------...


***Selamat malam....


up 18:38


udah crazy up nih....kasih lah like komen vote dan hadiah yang banyak

__ADS_1


.


yuk...mana dukungan nya***??


__ADS_2