
Nabila kini nampak mondar mandir di depan pintu ruang ICU menanti kedatangan Zev.Ia belum berani masuk ke dalam kamar rawat Bryan itu.Sebisa mungkin ia menjaga agar tak berdua saja dengan Bryan.Mengingat Bryan memang pernah memiliki rasa pada Nabila,di lihat dari gerak gerik Bryan meskipun pria itu tak pernah mengucapkan kekaguman nya itu.Nabila juga sempat mendengar dari bu Lastri bahwa Bryan sering menanyakan kabar Nabila saat gadis itu sudah kembali ke Jakarta pasca terenggut nya mahkota Nabila oleh Zev dulu.
Namun Nabila tak merespon,sejak awal ia tak pernah melirik Bryan,laki laki itu terlalu sopan untuk Nabila yang petakilan kala itu.
Namun Nabila tak tau,jika hingga kini perasaan Bryan masih sama.Ia menjaga jarak karena memang merasa canggung saja,karena mereka seumuran,bukan muhrim,dan Bryan pernah menyukainya.Terlebih lagi Bryan tak begitu menyukai Zev.
Cukup lama Nabila mondar mandir di depan pintu ruang ICU,hingga seorang pria bertubuh tegap dan bermata biru nan indah datang mendekat.
"kelinci..."ucap pria itu.
"serigala.." sahut Nabila berbinar.
"kamu ngapain di luar?"tanya Zev.
"aku nungguin kamu,..." ucap Nabila.
"Bryan udah sadar?" tanya Zev lagi
"udah..." jawab putri Adrian
"trus kenapa masih disini?Kenapa nggak masuk...?"tanya Zev lagi
"aku nungguin kamu..."ucap Nabila.
Zev tersenyum,
"ya udah kita masuk yuk...."ucap Zev.
Nabila hanya mengangguk.Sepasang suami istri itupun masuk ke dalam ruang ICU.Dilihatnya disana,Bryan sudah membuka matanya meskipun masih dengan berbagai alat bantu yang menempel ditubuhnya.
"Bryan...."ucap Zev.
Bryan tak menjawab.Fokus matanya hanya tertuju pada Nabila yang kini tampil lebih tertutup.
"lo udah mendingan?"tanya Zev.
Bryan masih tak menjawab.
"lo ada yang dirasain nggak?ada yang sakit?"tanya Zev mencoba berbasa basi lantaran Bryan yang sedari tadi hanya diam.
Bryan menggelengkan kepalanya.
"eeemmm...abi belum aku kasih tau...."ucap Nabila.Ia sadar bahwa ia menjadi objek penglihatan Bryan saat ini.
"serigala....aku kasih tau abi dulu ya...."ucap Nabila pada Zev.
"ya udah...tapi hati hati...jangan lari lari..."ucap Zev sambil mengusap perut Nabila yang masih rata.
"iya..."jawab Nabila.
Wanita itupun bergegas untuk pergi dari tempat itu menuju ke lantai tiga dimana ruang rawat umi Atikah berada.
Seperginya Nabila....
Zev duduk di kursi samping ranjang Bryan.Adik tirinya itu masih tak bersuara.Ia bahkan tak membuang muka,tak mau menoleh ke arah Zev.
"syukurlah....lo udah sadar....semoga lo bisa cepet pulih...biar lo bisa sehat...dan ibu juga bisa cepet sehat.,."ucap Zev.
Bryan tak menjawab.
"ibu masuk rumah sakit di hari yang sama saat lo kecelakaan.Mungkin ibu syok..."ucap Zev.
Hening....
Zev hanya bicara sendiri tanpa ada respon dari Bryan.
"siapa yang bawa gue kesini?"tanya Bryan akhirnya,masih dengan suara yang lemah.
"Jordan...."ucap Zev.
Bryan diam.
"dia bilang sama gue lewat telfon,setelah bapak ngabarin gue....dia bilang katanya kaliam baru pulang dari rumah Rubi....dan lo kecelakaan di jalan yang kebetulan Jordan juga ada disana.."ucap Zev
Ya....Jordan memang memberitahu kan semua pada Zev, kronologi kecelakaan yang bisa dibilang akibat ulah Bryan sendiri.
__ADS_1
Bryan masih tak bereaksi.
"banyak banget yang nungguin lo sadar...Bapak,ibuk, Hanum,Jordan,gue, Nabila....dan Rubi..."ucap Zev.
Bryan menoleh ke arah Zev.
"dia selalu kesini jengukin lo....dia selalu doain lo...dia kayaknya sayang banget sama lo" ucap Zev.
Bryan tak menjawab.
"gue belum sempet kabarin dia...gue baru ngabarin Jordan tadi...ntar gue suruh Nabil buat kabarin Rubi deh...biar dia seneng..."ucap Zev.
Bryan menatap datar ke arah Zev.Lalu....
"thanks...."ucapnya lirih kemudian.
Zev tersenyum....
"lo tetep adik gue....King...."jawab Zev tulus.
Ya....King...Bryan King Smith Anderson....saudara se ayah dari Zev Smith Anderson...
...****************...
Hari berganti,.....
Pagi ini....
06:30
Hanum tengah bersiap ke sekolah.Dengan seragam putih abu abu panjang dan hijab segi empat putih,gadis manis itu melangkah menuruni tangga rumahnya bergegas menuju meja makan.Saat berjalan menuju meja makan....
tingg....
ponsel di saku bajunya berbunyi.
Hanum meraih benda pipih itu dan membukanya
*1pesan masuk
kak Jordan.
Hanum diam diam mengulum senyum.Pria itu benar benar menepati janjinya semalam.
Ya....semalam Jordan berjanji,mulai hari ini ia akan antar jemput Hanum.Ia akan menepati janjinya menjaga adik Zev itu dari gangguan Rebecca.Memang tak bisa dua puluh empat jam ia menemani Hanum, lantaran Jordan juga punya pekerjaan,mengurus bengkel Zev yang akhir akhir ini sedikit terbengkalai karena kesibukan Jordan,tapi setidaknya Hanum sekarang tak perlu berangkat dan pulang sekolah sendiri.
Hanum melangkah menuju ruang makan.Ia mengambil dua piring dan mengisinya dengan nasi goreng buatan ART nya pagi ini.
Dua piring terisi,
gadis manis itupun berjalan menuju pintu rumah utama dan membukanya.
"kak..."ucap Hanum pada laki laki yang duduk di kursi kayu di teras rumah nya itu.
Jordan hanya menatap singkat lalu kembali fokus pada ponselnya.
"kok nggak masuk...?"tanya Hanum sambil meletakkan piring di tangannya itu di atas meja.
Ya... sejak datang Jordan memang langsung duduk di kursi itu.Ia bahkan tak mengetuk pintu,membuat sang ART pun sepertinya tak menyadari kedatangan nya.
"pengen nunggu disini aja..."ucap Jordan.
Hanum duduk di salah satu kursi di samping Jordan.
"makan dulu..."ucap Hanum sambil menggeser satu piring berisi nasi goreng ke arah Jordan.
Jordan menatap nasi goreng di hadapan nya.
"lo yang masak?"tanya nya.
"ya bukan lah....bibik yang masak..."ucap Hanum.
"gue yakin....lo pasti nggak bisa masak kan?"tanya Jordan meledek
"yee....enak aja....."ucap Hanum protes.
__ADS_1
"bisa?" tanya Jordan.
"enggak....hehehe...."jawab Hanum cengengesan.
Jordan terkekeh.
Keduanya pun mulai sarapan berdua....
"oh ya.... semalem Zev ngabarin gue....Bryan udah sadar katanya...."ucap Jordan
"oh ya....? Alhamdulillah....kok kamu baru bilang sekarang?"tanya Hanum.
"sengaja..."ucap Jordan singkat sambil memasukkan sesuap nasi goreng ke mulutnya
"kenapa?"
"biar lo nggak rewel minta di anterin ke rumah sakit...udah malem....lo harus istirahat..."ucap Jordan singkat.
Hanum menghela nafas panjang sambil cemberut.
"udah....nggak usah manyun...ntar siang kita ke rumah sakit"ucap Jordan.
"beneran?"
"iya...."jawab Jordan.
"makasih mas brewok...."ucap Hanum manis membuat Jordan menoleh ke arahnya.
"apaan lo manggil gue...?"
"mas brewok.."ucap Hanum.
"jelek banget...!nggak....nggak....gue nggak suka di panggil kek gitu...jijik gue...."ucap Jordan protes.
"lah...kenapa?kan emang brewokan..kecuali kalo kamu bibirnya jontor aku manggil nya mas simon......nyong.....hahahaha....."ucap Hanum sambil tergelak di akhir kalimat nya.
"bang*e lu ye...."ucap Jordan kesal.
"canda simon..."ucap Hanum lagi sambil kembali mengunyah makanan nya.
Jordan tertawa lucu.Hanum ternyata orangnya menyenangkan sekali.
"dah yuk...makan mulu lo.... ntar telat loh.."ucap Jordan.
"ya udah aku ambil tas dulu.."ucap Hanum sambil membawa dua piring nya ke dalam Jordan pun bangkit.Pria ber hoodie hitam itu lantas menyandarkan tubuhnya di pilar rumah berlantai dua itu sambil menunggu gadis manis itu keluar rumah
Tak butuh waktu lama,tak sampai lima menit,gadis manis berhijab dengan tas ransel hitam dipunggung itu datang dari dalam rumahnya.Wajahnya sawo matang,bersih dan terlihat sangat natural.Hanya sedikit dipoles pelembab dan lipgloss agar bibirnya tak terlihat kering.
Jordan mengulum senyum menyaksikan pemandangan itu.Hanum mendekat.Gadis itu tersenyum manis di hadapan pria berjambang tipis tersebut.
"siap?"
"siap...!"ucap Hanum.
Jordan tersenyum.
"ya udah yuk...."ucap Jordan.
Laki laki itupun meraih tangan Hanum mengajak gadis tersebut menuju motor sport nya yang sudah terparkir di halaman rumah Hanum.
"kenapa pakai motor?"tanya Hanum.
"lo kan norak..naik mobil muntah...gue nggak mau ambil resiko kena muntahan lo lagi.."ucap Jordan.
Hanum terkekeh...
"ayo naik....cengengesan mulu lo"ucap Jordan yang sudah berada di atas motor.
Hanum pun menurut.Ia pun naik ke atas motor sport tersebut dan duduk dengan posisi mengang*ang karena ia menggunakam legging panjang sebagai celana rangkapnya.Motorpun segera melesat menuju ke sekolah Hanum.
...----------------...
__ADS_1
***Up 19:28
mana dukungan nya?sepi bener,🥺***