
Gadis itu nampak melangkah sambil mengedarkan pandangannya ke segala arah menyusuri setiap lorong rumah sakit besar tersebut dengan sebuah ponsel di tangannya.
Kemana perginya pria yang sejak pagi menemaninya itu? kenapa ia pergi tanpa pamit dan tiba tiba menghilang?
Hanum menuju ke lantai dua...dimana ibundanya di rawat di salah satu ruang rawat inap disana.Dengan langkah yang sedikit terburu buru,
ceklekk
"assalamualaikum...."ucap gadis manis itu sambil membuka pintu kamar rawat inap.
"wa Alaikum salam,.."jawab semua yang ada di sana.
Hanum mengamati satu per satu orang orang yang ada di sana.Ada pak Rustam dan bu Riana,orang tua Rubi,ada ustad Hanif,abinya.Dan,...ada Zev dan...Nabila??
Hanum terdiam sesaat....
Beda sekali penampilan Nabila sekarang.Ia terlihat lebih cantik dengan baju tertutup dan rambut yang tertutup hijab segiempat.
"ada apa ndok?"tanya Umi Atikah lemah dari atas ranjang sukses membuyarkan lamunan Hanum.
"eh...maaf umi..Hanum kesini nyari kak Jordan.Apa dia ada disini?"tanya Hanum.
Zev mengernyitkan dahinya.
"emang ada apa kamu nyariin Jordan?"tanya Zev lembut.
"eeemmm....i...itu k..kak...kak Jordan tiba tiba ngilang nggak pamit..."ucap Hanum.
"kamu udah coba telfon?"tanya Ustad Hanif.
"Hanum mana punya nomor hp nya abi.."ucap Hanum menunduk.
"dari pagi kemana mana berdua..belum tukeran nomor hp?"tanya Ustad Hanif sukses membuat Hanum merona merah.
"buat apa abi.,..."ucap Hanum malu.
Pak Rustam menoleh ke arah Ustad Hanif.
"calon mantu?"tanya Pak Rustam.
Ustad Hanif terkekeh...
"bukan...hanya temannya Zev...tapi suatu saat kalau Allah menghendaki jadi mantu ya ndak tau..."jawab Ustad Hanif di iringi tawa ringan di akhir kalimat nya.
"dia tadi pergi...nggak tau mau kemana..."ucap Zev.
Hanum melirik sebentar ke arah Zev yang tak terlalu ia sukai itu.
"dia nggak bilang mau kemana kak?" tanya Hanum.Entah kenapa tiba tiba ia merasa khawatir pada Jordan karena pergi tak memberi kabar.
__ADS_1
"enggak..."ucap Zev santai sambil terus menatap wajah Hanum yang terlihat khawatir meskipun menunduk itu dengan tatapan penuh selidik.
Hanum menghela nafas panjang..
"ya udah deh kalau gitu...."ucap Hanum.
"Hanum permisi dulu semuanya... assalamualaikum..."ucap Hanum.
"Wa Alaikum salam..."jawab semua yang ada di tempat itu.
Hanum pun keluar dari ruangan tersebut sambil menghela nafas panjang.
Namun saat baru beberapa langkah ia keluar dari ruangan itu tiba tiba....
"Hanum tunggu...!!"ucap Zev yang tiba tiba ikut keluar dari ruangan tersebut menyusul Hanum.
Gadis manis itupun menghentikan langkahnya dan berbalik badan menoleh ke arah sang kakak tiri.
Zev mendekati adiknya tersebut.
"ada apa kak?"tanya Hanum menunduk lagi.
"mau aku kasih nomor hp nya Jordan aja?"tanya Zev menawarkan.
Hanum makin menunduk.
"buat apa?"tanya Hanum.
Hanum mendongak.
"emang kenapa? perasaan tadi dia biasa aja..."ucap Hanum.
Zev tersenyum.
"dia akan selalu terlihat biasa aja di depan banyak orang..sesedih apapun kondisi hatinya yang sebenarnya"ucap Zev.
Hanum diam.
Zev meraih ponsel Hanum yang ada di tangan gadis itu membuat Hanum sedikit kaget
Zev lantas menuliskan nomor hp Jordan di ponsel Hanum yang tak terkunci tersebut.Gadis itu pun hanya pasrah.Setelah selesai menulis,Zev pun mengembalikan ponsel tersebut pada pemiliknya.
Zev tersenyum.Tangannya tergerak mengacak acak ringan kepala Hanum yang berbalut hiiab tersebut.
...****************...
00.00.
Alunan musik DJ menggema memekakan telinga.Asap rokok, parfum yang menyengat serta bau bau alkohol berbaur menjadi satu dengan pemandangan para wanita wanita berbaju seksi dan pria pria mabuk yang nampak menggoyang goyangkan tubuh mereka mengikuti alunan musik yang disuguhkan sang DJ.
__ADS_1
Di meja bartender...
Pria galau itu mulai sempoyongan.Dua botol miras ditangannya sesekali ia tenggak.Matanya sudah merah.Kesadarannya perlahan mulai pudar.Sepertinya pria itu akan pulang dalam kondisi mabuk berat malam ini.
Rey sang bartender menatap iba ke arah Jordan.
Jordan menggebrak meja.Satu botol ditangannya sudah kosong.Ia mengangkat satu tangannya seolah meminta lagi pada Rey.
"Dan...lu udah mabok berat...!"ucap Rey.
Ya... pasalnya sejak ia datang ke bar ini dua jam lalu.Jordan seolah tak henti menenggak air haram itu.
"gue mau lagi...!!!"ucap Jordan teriak.
"Dan...."
"kasih gue lagi buruan an*ing......!!"umpatnya pada Rey.
Pria itu hanya menghela nafas panjang.Ya sudahlah...kasih aja...namanya juga orang mabok.Dari pada ngamuk ngamuk disini ya kan?
Rey pun kembali memberikan satu botol minuman beralkohol itu untuk Jordan.Dan dengan sigap pria patah hati itu kembali menenggak nya.
Jordan sesekali ikut menggerakkan tubuhnya mengikuti alunan musik.Ada tawa disana,namun bagi Rey yang sudah hafal dengan tabiat Jordan pun bisa melihat,ada kesedihan di dalam tawa itu.Entah...apa yang terjadi pada Jordan.Ia biasanya seperti ini jika ada masalah dengan keluarganya.Apakah hal demikian pula yang terjadi sekarang?pikirnya.
Saat Jordan tengah asyik dengan minumannya....
"kak Jordan..."sapa seorang gadis manis yang begitu cantik.Rebecca....
Jordan menoleh.Ia tersenyum.Ia merentangkan tangannya seolah meminta Rebecca untuk masuk dalam pelukannya.
Rebecca pun dengan senang hati mendekati pria itu.Dalam posisi berdiri,gadis itu mengangkat tangannya merengkuh pundak Jordan yang duduk di bangku bar.Jordan mendusel ke area dada Rebecca yang tepat berada di hadapannya.
Alih alih risih,gadis yang akan menginjak usia sembilan belas tahun itu justru tertawa bahagia manakala Jordan dengan tidak sabarnya memberikan gigitan gigitan kecil di area sekitar dadanya.Tangan pria itu bahkan sudah bergerak kemana mana seolah tak peduli pada Rey yang menatap risih ke arah keduanya.
"kak jangan disini..."ucap Rebecca.
Jordan tak peduli.Rebecca lantas meraih wajah Jordan dan menangkupnya.
"kita cari tempat ya..."ucapnya.
Gadis itu lantas meraih tubuh Jordan.Ia kemudian membawa pria sempoyongan itu menuju tempat yang aman untuk mereka saling memuaskan hasrat masing masing.
...----------------...
***Selamat pagi....
up p
05:30
__ADS_1
yukkk...klik like komen vote dan hadiah nya...🥰***