Makmum Untuk Sang Pendosa

Makmum Untuk Sang Pendosa
Bab 55


__ADS_3

Sore menjelang...


Saat ini waktu sudah menunjukkan pukul empat sore.Setelah menyatakan ketersediaan nya meminang Hanum secara siri sebagai istri dan sedikit perbincangan ringan,kini Jordan bersiap untuk pulang.Hanum pun mengantar laki laki yang sebentar lagi akan menjadi suaminya itu ke depan gerbang.....


Kini....di samping mobil sport tunggangan Jordan...


Hanum menunduk, menyembunyikan wajahnya yang nampak merona saat Jordan menatapnya dengan tatapan menggoda..


"mas......"


"apa?"


"buruan masuk mobil... liatin mulu...."ucap Hanum.


"napa?salting ya....?"tanya Jordan menggoda.


"ntar kamu kepikiran aku terus loh kalau liatin mulu..."


"tiap hari juga udah kepikiran pet...."ucap Jordan membuat Hanum makin tersipu.


Jordan tersenyum gemas melihat sang gadis yang nampak malu malu.Pria itu menggerakkan tangannya mengusap lembut pucuk kepala berbalut hijab putih itu.Saa t keduanya tengah asyik dengan aktifitas mereka,tiba tiba....


"Jordan...."ucap seorang pria berkacamata mendekat ke arah mereka.


"om Farhan..."ucap Jordan.


Farhan tersenyum ke arah Jordan dan Hanum bergantian.


"dari rumah om Adrian om?"tanya Jordan


"iya .."ucap Farhan.


Pria empat puluh tahunan itu membuka tas yang sedari tadi di bawanya.Ia kemudian mengeluarkan sebuah amplop coklat berisi data data tentang Sheila yang berhasil ia kumpulkan,sesuai permintaan Jordan dua hari lalu.


"ini...semua tentang Sheila..."ucap Farhan sambil menyerahkan amplop itu pada Jordan.


"semua lengkap ada disini... termasuk tentang keberadaan papa kamu..."ucap Farhan membuat Jordan menoleh.

__ADS_1


"dari mana om tau tentang papa saya?"


"Zev yang cerita...."ucap Farhan.


Jordan terdiam.


"ya udah....saya permisi dulu ya..."


"iya om"


"assalamualaikum Alaikum"


"waalaikum salam..." jawab Hanum dan Jordan bersamaan


Seperginya Farhan....


"mas brewok..."ucap Hanum.


Jordan pun menoleh ke arah gadis karpet nya.


"itu apa?Sheila itu siapa?"tanya Hanum.


Hanum juga tak tahu tentang detail pembalasan dendam yang kakak kakaknya dan Jordan lakukan.Yang ia tau,para pria itu memang ingin memberikan efek jera pada Rebecca,tapi dengan cara apa ia tak begitu tahu.


Jordan di terdiam.Raut wajah sedih seketika itu terbentuk dalam dirinya sambil menatap nanar amplop coklat yang belum ia buka itu.Siapkah ia membuka benda tersebut? siapkah ia kembali mengingat tentang wanita ular itu dan sang papa yang sudah merusak kebahagiaan nya dulu?


Hanum mendekat...


"kita balik ke teras mas...kita bicara di sana...."ucap Hanum lembut.Jordan pun mengangguk.Ya....sepertinya ia butuh teman untuk membuka amplop itu.


Sepasang muda mudi itupun memilih kembali ke rumah berlantai dua tersebut dan duduk di terasnya.


"mas..."


"ya..."


"kamu belum jawab pertanyaan aku... Sheila itu siapa?"tanya Hanum lagi

__ADS_1


Jordan menoleh ke arah calon istri nya tersebut.


"dia wanita yang membawa daddy pergi"ucap Jordan.


Hanum terdiam...


"gue minta tolong om Farhan buat cari tau tentang wanita itu...karena menurut informasi dari om Farhan, wanita itu sekarang jadi simpanannya Irawan, papanya Rebecca...."


"gue jadi penasaran aja....kalau perempuan ini sekarang jadi simpanannya Irawan,trus bokap gue dimana sekarang?"ucap Jordan dengan sorot mata pilu.


Hanum menghela nafas panjang....


"kamu coba buka aja mas amplopnya..."ucap Hanum lembut.


Jordan mengangguk,ia kemudian membuka amplop coklat ditangannya.Terdapat beberapa lembar kertas yang berisi semua data lengkap dan pribadi tentang Sheila yang begitu detail.Bukan perkara sulit bagi Farhan mencari informasi tentang wanita itu mengingat ia dan Adrian pernah mengenal Sheila dalam kurun waktu yang cukup lama.


Jordan sesak.Matanya merah mengembun.Tubuhnya bergetar saat membaca sebuah tulisan yang menyebut nama sang ayah di sana... Keith Harlan Edward.T


Hanum mengusap punggung sang calon suami mencoba menenangkan.Laki laki itu terlihat hancur manakala ia melihat sebuah foto,seorang pria lima puluh tahunan yang terlihat lebih tua dari usianya,tengah terduduk di atas kursi roda.Dari data yang Farhan berikan,tertulis bahwa pria itu mengalami stroke dan lumpuh,kini ia berada di sebuah panti jompo di kota itu.Perusahaannya bangkrut dan kini di ambil alih perusahaan milik keluarga Irawan,ayah Rebecca.


Ya...Harlan,ayah Jordan.Kini pria itu sudah tak punya apa apa.Hartanya dikuras habis oleh Sheila,ia bahkan mengkhianati pria yang ia rebut dari mommy Intan dan menjebaknya dengan sebuah jebakan licik yang berujung kebangkrutan dan berpindahnya seluruh aset kekayaan dan perusahaan Harlan ke tangannya dan Irawan.


Pria itu kini sudah menerima karmanya karena pergi meninggalkan anak istrinya.Sheila melemparnya ke panti jompo,ia lumpuh,dan tak punya apa apa.


Jordan meremas kertas dan foto foto di tangannya.Sakit....pilu....perih....!


Se kecewa apapun ia pada ayahnya,laki laki itu tetaplah laki laki yang turut andil membawanya melihat dunia.Darah Harlan mengalir dalam diri Jordan.Laki laki itu tetaplah ayahnya terlepas dari apapun kesalahan yang dulu pernah pria itu lakukan.


Jordan meneteskan air matanya.Entah bagaimana perasaan nya saat ini.Ia benar benar kalut.Baru saja ia menelan kekecewaan atas perilaku acuh ibundanya,kini ia kembali harus menerima kenyataan tentang kondisi sang ayah yang begitu memprihatinkan.Sehancur dan serusak ini kah keluarga nya??


Jordan menangis.Menangis sesenggukan.Tangisan seorang anak yang tumbuh dewasa tanpa kasih sayang.Tangisan anak yang rindu indahnya kebersamaan dengan keluarga yang lengkap dan utuh.


Hanum meraih kepala sang pria.Laki laki itu menangis menumpahkan segala kesedihannya di pundak sang gadis karpet.Satu satunya sosok yang bisa menjadi sandarannya saat ini.Wanita yang bisa membuatnya tenang dalam titik terendahnya.


...----------------...


***Selamat pagi....

__ADS_1


up 07:23


yuk...mana dukungan nya yang banyak biar yang nulis cemungut😁😁***


__ADS_2