
Mobil sport itu sampai di sebuah rumah berlantai dua tempat kediaman ustad Hanif.Hanum menoleh ke arah Jordan,laki laki itu sedari tadi tak mengeluarkan suara sedikitpun.Sepertinya ia benar benar kecewa dengan sikap sang ibu yang nampak begitu acuh.
"mas ....."ucap Hanum lembut.
Jordan menoleh...
"kamu yang sabar ya...."ucap Hanum.
Jordan menatap dalam wanita itu.
"andai nyokap gue se perhatian lo pet...gue pasti akan seneng banget.."ucap Jordan.
Hanum menatap dalam pria itu...
"gue udah lama nggak pernah ngerasain kasih sayang orang tua pet.."
"gue punya ibu tapi rasanya kayak yatim piatu...lo liat kan...nyokap gue pulang ke rumah cuma buat mandi lalu pergi lagi sama teman temannya,jangankan makan makanan yang udah capek capek kita bikin,nanya kabar anaknya aja nggak..seolah olah dia nggak pernah nganggap gue ada...dia lebih sibuk sama teman temannya...pergi kesana sini...party...apalah nggak jelas...ngabisin duit..."ucap Jordan kesal.
"nyokap gue berubah semenjak bokap gue pergi dari rumah...padahal...dulu hidup gue kek lo pet...nyokap gue baik banget...mirip mirip sama umi...tapi dulu...sekarang ya gitu.....lo bisa liat sendiri kan .."ucap Jordan dengan mata mengembun.
"sabar mas ...jangan nyerah ya....nanti kita coba lagi deketin mommy kamu...."ucap Hanum.
Jordan menatap dalam wanita itu.Ia menyandarkan kepalanya di sandaran jog mobil dalam posisi tubuh miring menatap Hanum dengan senyuman manis.
"andai gue suami lo....gue pasti akan dengan senang hati tidur dirumah lo malem ini...gue nggak akan kesepian karena semalaman kita nggak akan kehabisan topik buat diobrolin.."ucap Jordan.
Hanum tersenyum.Ia sebenarnya selalu merasa bahagia mendengar ucapan ucapan Jordan yang semacam ini.Namun lagi lagi ia sadar,itu hanya sebuah candaan dari seorang Keith Jordan Edward.
Saat Jordan tengah asyik mengamati wajah manis Hanum,tiba tiba....
dookk....dookk....dookk....dookk....
kaca mobil di samping Hanum diketuk dari luar membuat keduanya pun sedikit terjingkat dan menoleh ke arah sumber suara.
"mas Bryan..."ucap Hanum.
Gadis itupun segera membuka pintu mobil sedangkan Jordan masih belum beranjak dari posisinya.
"kalian ngapain berduaan di dalem mobil?!"tanya Bryan tak suka.
"eemm....kita nggak ngapa-ngapain kok mas...."ucap Hanum mulai was was.
"turun"ucap Bryan dingin dengan tatapan mata tajam ke arah sang adik.
Hanum menunduk.Ia pun turun dari mobil itu dengan langkah takut lalu berdiri di samping sang kakak.Bryan lantas membungkuk menatap ke arah Jordan yang masih dalam posisi yang sama dengan raut wajah datar.
"lo boleh pulang" ucap Bryan lalu menutup pintu mobil itu dengan sedikit kasar.
Suami Rubi itu lantas kembali menatap tajam ke arah Hanum yang menunduk.
"masuk!"ucapnya.
Hanum makin menunduk.Gadis cengeng itupun hanya mengangguk lalu berbalik badan hendak masuk ke dalam rumahnya namun....
"tunggu....!!"
Suara itu sukses membuat kedua saudara itu menoleh ke arah sumber suara.Jordan keluar dari mobilnya dengan tatapan datar ke arah Bryan dan Hanum.
"gue yang bawa Hanum pergi...kalau lo mau nyari orang buat disalahin...itu salah gue...tolong jangan marahin adek lo...kasian...!"
"maaf gue nganterin nya telat...lain kali gue akan minta izin lo kalau mau bawa Hanum pergi..." ucap Jordan kemudian kembali masuk ke dalam mobil dan pergi meninggalkan tempat tersebut.
...****************...
__ADS_1
Di ruang keluarga rumah berlantai dua itu...
Hanum duduk dengan kepala tertunduk di tengah tengah antara Umi Atikah dan Rubi.Sedangkan Bryan dan berada di sofa lain menatap tajam ke arah sang adik, sementara ustad Hanif ia duduk dengan tenang di sofa single disana.
"dek....udah berapa kali mas bilang...kamu itu perempuan,kamu membawa nama baik abi sama umi...nggak pantes seorang perempuan kemana mana berduaan sama laki laki yang bukan muhrimnya begitu...! ngapain kalian di dalam mobil nggak keluar keluar..?!"
"aku nggak ngapa ngapain mas...."ucap Hanum menunduk.Gadis itu mulai takut kena marah lagi oleh sang kakak.
Ustad Hanif menatap lembut ke arah sang putri
"ndok..."ucapnya.
"iya abi..."
"abi ndak melarang kamu berteman dengan Jordan...karena menurut abi dia anak yang baik...tapi...kalau boleh jujur...abi juga kurang senang jika kalian kemana mana berdua padahal kalian belum punya ikatan apa apa...."ucap Ustad Hanif
"ndak baik ndok....kalian bukan muhrim..."
"tapi kami nggak ngapa ngapain abi...kita juga selalu ketempat yang rame kok nggak berduaan....kita cuma temen...."ucap Hanum.
Ustad Hanif menghela nafas panjang...
"besok kamu ada janji sama Jordan lagi?"tanya ustad Hanif
"ngantar sama jemput sekolah seperti biasanya abi..."ucap Hanum.
"ya sudah...kamu masuk ke dalam...nanti bilang sama Jordan jemputnya agak pagi....abi mau bicara sama dia..."
"mau bicara apa abi?"tanya Hanum mulai was was.Jangan jangan abi nya akan meminta Jordan untuk menjauhinya...
"kamu cukup bilang sama Jordan.Untuk masalah apa yang akan abi bicarakan pada Jordan...itu biar jadi urusan abi..."ucap ustad Hanif.
"baik abi..."jawab Hanum akhirnya.
...****************...
Laki laki itu kembali mendongak menatap jam dinding yang tertempel di ruang tengah rumah mewah itu.
00:30
Setengah satu dini hari,namun ibunya belum pulang juga.Jordan kembali meraih remote tv nya,mengganti Chanel demi chanel televisi yang menampilkan acara acara yang terkesan begitu membosankan bagi pria malang itu.
Ceklek....
Pintu rumah utama terbuka,seorang wanita paruh baya berpenampilan glamor namun masih terlihat sopan datang sambil memegangi kepalanya dan berjalan sedikit sempoyongan.
Jordan mendekat.Sepertinya mommy nya baru saja minum minum lagi.
"mom..."ucap Jordan menghentikan langkah sang ibu yang hendak naik ke lantai atas
"hai...belum tidur..?"tanya mommy Intan.
"mommy mabuk lagi?"tanya Jordan.
Wanita itu hanya tersenyum....
"biasa lah....nyenengin temen..."ucap mommy Intan kemudian melangkah menaiki anak tangga.Jordan mengikuti langkah sang ibu...
"mom....sampai kapan mommy kayak gini?"
"apa sih kamu.."ucap sang mommy sambil terus melangkah.
"mommy nggak perlu terus terusan nurutin kemauan temen temen mommy....!mereka cuma bawa pengaruh buruk buat mommy...!ngajakin dugem lah...party...pergi kesana kemari...!ujung ujung nya mommy yang diporotin..!mereka cuma manfaatin mommy....!"
__ADS_1
"STOP..!!!"bentak mommy Intan sambil berbalik badan dan menunjuk wajah Jordan.
"jangan ikut campur urusan mommy Jordan..!"ucap mommy Intan tegas.
"gimana aku nggak ikut campur...!mereka cuma manfaatin uang mommy mom...!mereka nggak tulus berteman sama mommy....!"
"memangnya ada manusia di dunia ini yang tulus?hah??!ada....??!!!!!!”tanya mommy Intan keras.
"nggak ada Jordan...! mommy pernah menjadi orang yang tulus...tapi mommy di sia siakan...!"
"dunia itu nggak sebaik yang kamu pikir...!kamu harus bisa memberi kalau kamu ingin mendapatkan sesuatu..!"
"mommy memberikan mereka fasilitas,memberi mereka kesenangan....dan mommy mendapatkan perhatian dari mereka...!"
"mommy punya teman...! mommy di hargai karena mommy punya uang...!!"
Jordan menatap sendu ke arah sang ibu...
"uang bukan segalanya mom..."
"BULSHIT...!!" ucap Mommy Intan setengah teriak.
"uang itu segalanya...!kamu bisa melakukan apapun dengan uang...!membeli apapun dengan uang...!bahkan membeli tubuh wanita pun kami bisa melakukan nya dengan uang...!!"
"kamu bisa berbuat apapun dengan uang....!!memilih apapun yang kamu mau...!kamu bisa Jordan...!!!!"
"kamu liat mommy dulu...! mommy terlalu polos...!menjadi ibu rumah tangga yang begitu mudah di bodohi sampai sampai daddy kamu pergi dengan perempuan ular itu...karena apa??karena dia punya banyak uang...!!!!!" ucap mommy Intan histeris membuat Jordan sesak.
"mom...cukup..!bangkit...!lupain daddy...!mommy masih punya aku...!aku anak mommy...!kita bisa hidup berdua...mommy nggak perlu menghambur hambur kan uang mommy cuma demi mendapatkan pengakuan dari teman teman mommy..!cuma demi mendapatkan perhatian palsu dari temen temen mommy...!!mereka nggak tulus sayang sama mommy....!!"ucap Jordan pilu.
Mommy Intan mendekat.
"jangan ikut campur....!"ucap mommy Intan penuh penekanan dengan raut wajah dingin dan sorot mata tajam.
Jordan mematung.Sakit sekali rasanya.Ia tau ibunya begini karena memendam kekecewaan yang mendalam pada sang ayah.Membuat wanita itu seolah kehilangan jati dirinya.Ia sibuk mencari pengakuan 'hebat' dan mencari kebahagiaan semu di luar sana.Rela membeli sebuah pertemanan hanya agar merasa di hargai.
Sesuatu yang dulu pernah ia dapatkan dari sang suami namun sirna setelah laki laki yang ia sayangi itu menemukan Sheila si wanita ular.Sang suami selalu memandang sebelah mata pada dirinya.Di anggap tak cantik,tak bisa menyenangkan suami,merepotkan,tidak mandiri,bisnis butiknya tak laku,dan sebagainya.
Wanita itu kini seolah hidup dalam kepalsuan.Ia seolah haus akan pengakuan,sanjungan serta pernghargaan atas dirinya.
Jordan menatap nanar ke arah sang ibu.
"mom.."
"tidurlah... beberapa minggu kedepan mommy akan stay disini untuk menyiapkan pembukaan cabang butik mommy yang baru di kota ini..."ucap Mommy Intan kemudian berbalik badan hendak masuk kedalam kamarnya.Namun saat wanita itu hendak membuka pintu...
"saya sudah kehilangan ayah saya beberapa tahun lalu....dan sekarang...saya merasa sudah kehilangan ibu saya meskipun dia berada di hadapan saya..."
"pela*ur itu sudah mengambil paksa ayah saya...dan sekarang...ambisi dan uang perlahan mulai menarik ibu saya menjauh dari saya...."ucap Jordan perih.Matanya merah dengan cairan bening yang sudah bersiap untuk tumpah.
Mommy Intan menoleh ke arah sang putra
"maaf....maaf sudah ikut campur urusan anda...saya akan sadar diri mulai sekarang...saya akan sadar diri...saya akan mulai menerima kenyataan...bahwa keluarga saya sudah mati...!sekarang hanya ada saya dan anda...yang terikat darah...tapi tidak tidak terikat hati dan batinnya..."
"maaf...maafkan anak bodoh yang ingin mendapatkan perhatian dari ibunya ini...permisi..."ucap Jordan kemudian pergi menuruni tangga meninggalkan istana megah dan sang ibu yang kini hanya diam mematung tersebut.
...----------------...
***Up 18:14
mana dukungan nya?
yuk..klik like komen vote dan hadiahnya***...
__ADS_1