
Hari berganti
malam hari di sebuah kamar yang tak terlalu luas di kediaman bu Lastri.Wanita tiga puluh tahunan itu nampak sibuk merapikan kemeja sang suami yang berdiri di hadapannya.Pria itu sudah terlihat sangat gagah dengan setelan kemeja putih dan celana bahan hitam yang membalut tubuh kekar bertatonya
Adrian melirik wajah sang istri.
Wanita yang sudah dinikahinya selama belasan tahun itu nampak murung.Tak seperti biasanya yang selalu menampilkan senyuman termanis kala berhadapan dengan sang suami,kali ini Adinda terlihat kurang bersemangat membantu sang suami melancarkan sandiwara yang akan Adrian mainkan.
"Din...."ucap Adrian lembut.
"apa?" jawab Dinda tanpa mendongak ke arah sang suami.Ia masih sibuk dengan kancing kancing kemeja putih Adrian.
"kamu kenapa?"tanya Adrian lagi.
"menurut kamu?"
"kamu marah ya...."
Dinda tak menjawab.
"aku butuh doa kamu Din....kalau aku mau pergi aja kamu nggak ikhlas kayak gini gimana aku bisa berhasil...yang ada aku khilaf beneran nanti..."ucap Adrian.
"maaaasss...."rengek Dinda dengan mata mengembun.
Adrian tersenyum,ia meraih tubuh wanita kesayangan nya itu lalu mendekapnya dalam pelukan.
"aku cuma mau memberikan pelajaran yang memang seharusnya mereka dapatkan...aku hanya ingin membantu Jordan,dia juga berhak bahagia sayang....apa yang dimiliki keluarga Irawan,itu sebagian adalah hak milik Jordan...."
"sedangkan untuk Rebecca...gadis kecil itu perlu mendapatkan pembalasan atas apa yang sudah dia lakukan pada gadis sepolos dan selugu Hanum...dia sudah keterlaluan melakukan hal yang sedemikian menjijikkan pada Hanum Din..."
"tapi kenapa harus kamu...."
"terus siapa?"
"Zev...?nggak mungkin... keluarga Irawan pasti mengenal dan curiga pada Zev karena mereka sama sama pengusaha....Farhan?jangan....kasian.....dia sudah terlalu banyak kita repotkan...."
"biar aku aja yang turun tangan ...aku yakin semua akan baik baik aja...."ucap Adrian.
Dinda masih memeluk erat pria bertubuh bugar itu.
"kamu nggak perlu khawatir Din...kamu cukup mendoakan aku...."ucap Adrian.
Adinda melepaskan pelukannya..
"tapi janji ya....kamu nggak akan macem macem di luar sana..."ucapnya.
Adrian tersenyum....
"janji..."jawab Adrian lalu meraih kepala sang istri dan mengecup keningnya lembut.
Dinda tersenyum,ia dan suami pun lantas keluar dari kamar tersebut dan menuju ke ruang tamu dimana Zev dan Nabila sudah menunggu bersama Angkasa
"siap pa?"tanya Zev.
Adrian hanya mengangguk.Zev pun bangkit.
"gue nggak di ajak nih ..."tanya Angkasa.
"lu cuma bakal ngerepotin doang Sa....!udah sih.....dirumah aja....!"ucap Nabila membuat Angkasa bersungut.
__ADS_1
"tempat yang akan kita kunjungi ini bukan untuk remaja seusia kamu dek....kamu dirumah aja jagain mama sama kak Nabil ya...."ucap Adrian.
Angkasa mengehela nafas panjang....
"iya pa..." jawab Angkasa berat.
"ma....Zev titip Nabil dulu...biar nginep disini..."ucap Zev pada Adinda.
Adinda hanya mengangguk sambil tersenyum.
"aku pamit ya..."ucap Adrian pada sang istri..
"kamu hati hati ya mas .."ucap Dinda yang sebenarnya berat melepas kepergian sang suami.
"Iya sayang...."jawab Adrian.Ia kembali mendaratkan kecupan lembutnya di kening sang istri lalu melangkah pergi meninggalkan tempat itu.
Adinda meremas ujung hijabnya.Perasaannya seolah campur aduk.Ia sebenarnya tak begitu setuju dengan rencana yang sudah di buat matang matang oleh Zev cs. ini karena harus melibatkan Adrian untuk mendekati wanita lain yang bukan istrinya.
"udah malem ma....kita tidur yuk...."ucap Nabila.
"iya kak..."jawab Nabila.
Dinda dan Nabila pun lantas masuk ke dalam kamar mereka sedangkan Angkasa memilih untuk tetap berada di ruang tamu sambil memainkan game dari ponselnya.
...****************...
Mobil sport mewah itu terus melaju menuju sebuah tempat hiburan malam dimana menurut informasi,target Zev dan Adrian tengah berada di sana.
Dengan kecepatan yang cukup tinggi,kendaraan roda empat itupun sampai di sebuah tempat hiburan malam yang juga terdapat sebuah casino di dalamnya.
Adrian dan Zev turun dari mobil.Kedua pria berbadan tegap beda generasi itu melangkah masuk ke dalam tempat yang identik dengan alkohol dan lampu lampu gemerlapan itu.
Itu Lusi...!ibu kandung Rebecca...istri sah Irawan,papanya Rebecca yang juga pacar merupakan pacar Sheila...!
"kamu tunggu sini aja.."ucap Adrian pada Zev.
"iya pa..."jawab Zev.
Laki laki itu kemudian duduk di meja bar sambil memainkan ponselnya.Ia mencoba acuh pada tatapan tatapan liar beberapa wanita yang mencuri pada suami Nabila Brygita Tama yang memiliki sejuta pesona itu.
Sementara itu,Adrian melangkah mendekati Lusi yang masih sibuk dengan sepuntung rokok di tangannya.Sepertinya wanita itu masih menunggu teman temannya yang belum datang untuk bermain judi.
Adrian mendekat...
"permisi...." ucap pria itu.Lusi mendongak,menatap wajah pria penuh karisma yang kini berdiri di hadapannya itu.
Itu Adrian Tama...!model terkenal yang dulu sempat menggemparkan jagat hiburan karena kasus penculikan,pemer**saan dan prostitus* yang ia lakukan.Dia ada di disini?di club malam?bukankah banyak yang bilang laki laki itu sudah tobat??
"ya..."jawab Lusi dengan tatapan menyelidik.
"boleh gabung...?"tanya Adrian.
"silahkan..."ucap Lusi sambil mengangguk samar.
Adrian pun duduk di samping Lusi.Pria suami Adinda Zahra itupun mengulurkan tangannya....
"Adrian..."ucapnya.
Lusi tersenyum...
__ADS_1
"aku sudah tau...kamu model terkenal itu kan?"tanya Lusi.
"Lusi..."ucapnya lagi sambil menyambut uluran tangan Adrian.
"aku tidak menyangka akan bertemu denganmu di tempat seperti ini...aku kira...kau sudah tidak tertarik dengan tempat tempat semacam ini"ucapnya.
Adrian mengangkat satu sudut bibirnya....
"tentu saja....karena aku punya seribu wajah yang bisa mengecoh siapapun...."ucapnya.
Lusi tersenyum sinis.Tangan bertato itu tergerak meyentuh beberapa helai rambut Lusi...
"sedang apa sendirian di sini nona?"tanya Adrian memulai.sandiwaranya.Ia seolah kembali menjadi Adrian yang dulu,yang isi otaknya hanya dipenuhi dengan berbagai perbuatan maksiat yang berhubungan dengan perempuan.
Lusi mengangkat dagunya.Pesona laki laki ini memang tak pernah surut.Kesal nakal dan liar tergambar jelas dari dalam diri Adrian meskipun kini usainya sudah tak muda lagi.
"aku sedang menunggu teman temanku...kamu akan berjudi malam ini..." ucapnya.
"oh ya....menarik....apa kau sering judi di tempat ini?"
"tentu...."
Adrian tersenyum sinis.Dalam hatinya ia terus mengucap ribuan kata maaf untuk sang istri yang berada di rumah.Sungguh, sebenarnya ia merasa jijik berdampingan dengan wanita ini.Tapi ia harus totalitas memerankan perannya.Ada bayang bayang Jordan dan Hanum dalam pikirannya.Dua anak manusia yang menderita karena ulah keluarga yang sama sama berhati iblis.Yang berhasil menorehkan luka di batin dua anak manusia yang tak tau apa apa itu.
Adrian menggerakkan tangan bertato nya menyusuri lengan Lusi yang terbuka....
"bolehkah aku menemanimu...?"tanya Adrian.
Lusi tersenyum smirk.
"kau yakin?bagaimana dengan istrimu?bukankah kau sangat mencintai nya?"tanya Lusi.
"aku mencintainya jika dirumah...tapi saat ini....aku menginginkan mu...."ucap Adrian penuh kebohongan.
Lagi lagi,ia tak henti mengucap maaf bagi Adinda di dalam hatinya.
Lusi pun luluh dengan begitu mudahnya.Ia pun mulai termakan rayuan Adrian.Wanita itupun mulai menyandarkan kepalanya di lengan kekar Adrian sambil menunggu teman teman judinya datang....
Ya....
Berjudi adalah hobi wanita empat puluh lima tahunan itu.Ia selalu menghabiskan waktunya tiap malam untuk berjudi di tempat tersebut.
Lusi adalah seorang pengusaha sukses.Sebagian besar harta kekayaan keluarga Irawan adalah atas namanya.Membuatnya begitu angkuh bahkan terhadap suaminya sendiri yang ia anggap tak lebih kaya dari dirinya.
Kesenjangan itu lah yang membuat hubungan antara dirinya dan sang suami tak begitu hangat.Lusi yang merasa lebih tinggi dari sang suami selalu melakukan apapun yang ia mau lantaran merasa ia bisa menghasilkan banyak uang tanpa bantuan sang suami.Ia merasa lebih kaya dibandingkan laki laki yang harus nya ia hormati itu.Keangkuhan Lusi pun memicu reaksi tak baik dari Irawan.
Laki laki itu memang menjabat sebagai CEO di perusahaan keluarga nya,namun hanya jabatan saja,toh nyatanya kekuasaan sepenuhnya di bawah kendali Lusi.Ia tak ubahnya sebuah robot yang digerakkan oleh Lusi.Ia tak punya kewenangan apapun meskipun memegang jabatan tertinggi di perusahaan itu.Ia hanya di wajibkan untuk tunduk dan patuh pada perintah sang istri,Lusi.
Sebagai seorang laki laki,harga diri Irawan serasa diinjak-injak oleh wanita yang gemar menghambur hamburkan uang untuk foya foya itu.Ia merasa tak memiliki wibawa sebagai seorang suami.Hal itulah yang membuatnya merasa tak tahan pada Lusi.Ia pun memilih mencari kesenangan sendiri di luar rumah.Hingga akhirnya ia bertemu dengan Sheila beberapa tahun lalu.Ia lantas menjalin hubungan dengan wanita yang kala itu masih menjalin hubungan dengan seorang pengusaha kaya raya bernama Harlan Edward..ayah kandung Keith Jordan Edward.
Singkatnya,Sheila berpaling dari Harlan.Ia merajut asmara dengan Irawan yang usia nya lebih muda dari Harlan.Dengan segala tipu daya dan keahliannya menggoda pria,Sheila berhasil membuat seluruh aset Harlan berpindah tangan atas namanya.Harlan jatuh tak punya apa apa...!Sheila mencampakannya lalu berpaling pada Irawan yang lebih muda.Mereka menjalin hubungan terlarang di belakang Lusi dan Harlan.
Sheila tak pernah memiliki cinta yang tulus pada seorang laki laki...
Wanita itu lantas menendang Harlan yang mulai sakit sakitan dan miskin itu ke panti jompo.Kini wanita yang sebenarnya tak punya keahlian mengelola perusahaan itupun duduk sebagai CEO di perusahaan milik Harlan.Entah bagaimana nasib perusahaan itu sekarang,tak ada yang tau...mungkin Farhan masih mencoba menyelidikinya agar bisa merebut harta yang seharusnya menjadi milik Jordan.
...----------------...
***up 10:30
__ADS_1
yuk...mana dukungan nya...othornya lagi males up karena kemarin dpt penilaian kurang memuaskan dari editor...🥺🥺yuk banyakin like komen vote dan dukungan nya...biar semangat ini yang nulis...🥺🥺🥺🥺dari kemarin males bgt mau lanjutin🙈🙈***....