Makmum Untuk Sang Pendosa

Makmum Untuk Sang Pendosa
Bab 89


__ADS_3

Setelah menemui sang mommy....


Jordan pun bergegas menuju sekolah sang istri untuk menjemput wanita pujaan hati nya itu.Dengan mobil mewah tunggangan nya ia melesat menembus jalan raya dengan kecepatan yang cukup tinggi mengingat kali ini ia sudah terlambat menjemput Hanum lantaran terlalu asyik ngobrol dengan sang mommy.Gadis itu pasti sudah keluar kelas sejak lima belas menit yang lalu.


Jordan terus melajukan mobilnya secepat mungkin.Ia tak mau membuat sang wanita karpet kelamaan menunggu...


sekitar sepuluh menit perjalanan,


Jordan sampai di Sekolah Menengah Atas itu.Dilihatnya disana,Hanum sudah menunggu di depan gerbang dengan muka yang ditekuk.Bibirnya manyun dengan mata yang nampak menatap sinis ke arah Jordan yang terlihat turun dari mobilnya.


"lama ya nunggunya?"tanya Jordan.


"menurut kamu?"tanya Hanum kesal.


"sorry....tadi abis dari butik mama...tadi mama nitip baju tuh...buat kamu..."ucap Jordan lagi


Hanum masih terlihat cemberut.Jordan mengangkat tangannya lalu mencengkeram gemas dagu sang istri hingga membentuk bibir tweety..


"nggak usah ngambek...!udah jelek tambah jelek..!"ucap Jordan.


"iiihh...."rengek Hanum sambil menepis tangan Jordan membuat laki laki itupun terkekeh.


"udah yuk....kamu udah laper belum?"tanya Jordan.Hanum mengangguk manja.


"mancing mau nggak?"tanya Jordan.


"mancing apa?"


"ikan bakar mau?"


"mauukk.... mancingnya dimana?" tanya Hanum sambil menggeliat manja


"rumah makan....sekali mancing dapet ikan mateng..mau....?" ucap Jordan


"mauuukk...tapi ke rumah makannya naik apa?" tanya Hanum lagi.


"naik kuda mau?"


"boleeehh....mana kudanya?"


"tuh...."ucap Jordan sambil menunjuk mobil sport miliknya yang terparkir tak jauh dari tempatnya dan Hanum berdiri.


"kudanya jauh banget...nggak kuat jalan kesana...."rengek Hanum manja.


"trus maunya gimana?"tanya Jordan mengulum senyum.Istrinya memang benar benar menggemaskan di mata Jordan.


"gendong...." ucap Hanum sambil merentangkan kedua tangannya.


Jordan tergelak.Ia lantas berbalik badan


"yok..."ucapnya sambil menepuk pundaknya sendiri.Hanum sumringah,ia lantas naik ke punggung sang suami.Laki laki itupun mengangkat tubuh istri kecilnya itu naik ke gendongan dan membawanya menuju mobil yang letaknya tak jauh dari tempat mereka berdiri.


Mobil pun melesat menuju rumah makan.Keduanya sudah sama sama lapar.Jordan sengaja hanya membeli satu makanan saat mengunjungi mommy Intan di butiknya,ia ingin makan siang bersama istrinya,hal yang selalu mereka lakukan saat Hanum pulang sekolah.


Di dalam perjalanan....


"pet...."ucap Jordan


"apa?"


"abis dari rumah makan kita ke rumah sakit dulu ya...."ucap Jordan.


"ngapain?kamu sakit...?"tanya Hanum khawatir.

__ADS_1


"enggak....aku cuma mau ketemu dokter aja...."


"dokter apa...?"


Jordan diam sejenak sambil terus mengemudi.


"aku mau cari dokter atau ahli kesehatan apapun lah... yang bagus...buat nyembuhin penyakit daddy...."ucap Jordan.


Hanum terdiam.


"aku belum siap ketemu dia pet....tapi aku pengen dia sembuh..."ucap Jordan masih terlihat tenang.


Hanum mengulum senyum haru.


"kamu anak yang baik mas.."ucap Hanum.


"seenggaknya aku nggak nelantarin dia kan?"ucap Jordan


"apa itu artinya kamu udah mau maafin daddy?"tanya Hanum.


Jordan diam sejenak.


"nggak tau...."ucapnya.


"ya seenggaknya aku nggak mau jadi anak durhaka...biarin aja dia tetap di panti,aku akan kirim dokter ke sana buat nyembuhin penyakit dia..nanti aku akan bilang sama pengurus pantinya juga...."


Hanum tersenyum lagi....


"seperti yang kamu bilang sweetie... seperti apapun kesalahan dia dimasa lalu dia tetap orang tuaku...dan aku wajib berbakti sama dia...."


"aku memang belum siap ketemu dia saat ini...mungkin dengan begini bisa menunjukkan bakti ku ke dia.. walaupun tanpa dia tau..."ucap Jordan.


Hanum menatap bangga ke arah sang suami.Laki laki ini benar benar baik di balik sikap cuek dan tampilan brandalannya.Ia memiliki pemikiran yang dewasa.Ia tetap menjalankan baktinya selayaknya seorang anak meskipun ia belum sepenuhnya bisa memaafkan kesalahan ayahnya di masa lalu.


...****************...


Malam hari....


Di tempat terpisah....


Seorang wanita paruh baya nampak berjalan sempoyongan di papah oleh seorang pria tampan.Dengan mulut yang tak henti meracau, penampilan yang acak acakan dengan heels dan tas di tangan sang pria wanita itu terus mengeluarkan kata kata tak jelas yang sesekali di barengi dengan sebuah tawa lebar.Ya....itu Sheila....!


Wanita itu terlihat sangat bahagia malam ini.Itu semua terjadi karena malam ini ia benar benar akan menghabis kan malam panjang nya dengan Bryan.Laki laki asisten pribadi nya itu berkata padanya akan bersedia untuk menemani tidur malam ini setelah pesta ulang tahun sahabat Sheila usai.Bryab juga mengatakan,ia akan memberikan kejutan untuk bosnya itu nanti,sebuah kejutan indah yang tak akan pernah bisa Sheila lupakan seumur hidupnya nanti.


Dan ternyata benar....


Bryan membawanya ke hotel...!mereka akan bersiap mengabiskan malam panjang mereka di hotel mewah ini..!


Sementara disampingnya,


Bryan yang nampak kesal terus merangkul pundak wanita itu,membawanya menuju kamar hotel yang sudah di pesan nya sejak siang tadi.


Dengan susah payah,akhirnya ia sampai dikamar hotel dengan nomor 402 tersebut.


Ceklek....


pintu hotel dibuka....


Bryan masuk kedalam nya,lalu melempar tubuh wanita mabuk itu ke atas ranjang sambil mendengus kesal.Ingin sekali rasanya ia melempar wanita itu dari atas gedung hotel tersebut jika tak mengingat ia masih punya misi untuk menghancurkan wanita itu.


Sheila menggeliat dia atas ranjang.Wanita itu masih setengah sadar namun na*sunya seolah sudah berada di ubun ubun.Ia bahkan masih mengenali Bryan meskipun konsentrasi nya sudah mulai buyar karena pengaruh alkohol.


Sheila membuka belah pahanya dalam posisi tiduran di atas ranjang.Memperlihatkan kain segitiga berwarna merah yang menjadi pembungkus benda yang pernah dijamah banyak pria itu.

__ADS_1


Bryan dibuat makin muak melihatnya ...


"Bryan....come on...."ucapnya.


Bryan sekuat tenaga menahan umpatannya.Ia mendekati wanita itu,sedikit membungkuk dengan dua tangan di atas ranjang yang ia gunakan untuk menopang tubuh tegapnya.


"kau menginginkan ku?"tanya Bryan pada wanita yang kini berada di bawahnya tersebut tanpa menyentuh.


"yess baby....."ucap Sheila.


Bryan menyeringai...


"aku punya sesuatu yang menarik untukmu..."ucapnya.


.


.


tok...tok...tok...


pintu kamar hotel diketuk....


Bryan melangkah mendekati pintu itu lalu membuka nya.


ceklekk....


Seorang pria tampan bermata serigala sudah berdiri di depan pintu sambil membawa sebuah map coklat di tangannya.Senyuman khas penuh misteri tersungging di bibirnya.


Disampingnya,seorang pria paruh baya nampak berdiri takut dengan wajah menunduk.Itu Irawan...!


Bryan menggerakkan kepalanya, Zev paham.Suami Nabila itu menepuk pundak Irawan cukup keras membuat pria paruh baya itu terjingkat


"lakukan tugasmu dengan baik sampah...!!"ucap Zev dingin sambil melempar map coklat ke arah Irawan.Irawan hanya mengangguk takut.


Irawan pun masuk kedalam kamar hotel itu di ikuti Bryan di belakangnya setelah menutup pintu kamar hotel.Sedangkan Zev menunggu di luar.


Sheila masih bisa melihat kehadiran Irawan.Ia masih setengah sadar.Ia berfikir bahwa Irawan datang karena di ajak oleh asisten pribadi nya itu untuk menemaninya malam ini


"selamat malam sayang...."ucap Irawan.


Sheila yang mulai sedikit pusing pun merasa tertangtang.Di dalam kamar hotel bersama dua pria.Wanita bin*l mana yang tak gerah...!Mungkin ini adalah kejutan yang dimaksud Bryan...!ia mengundang kekasih Sheila untuk ikut menghabiskan malam panjang mereka...!


Sheila makin menggeliat hebat.Ia tak tau bahwa jurang kehancurannya sudah berada di depan mata.


Dengan map coklat ditangan Irawan,laki laki paruh baya itupun naik ke atas ranjang lalu mulai membelai wajah si wanita ular.


"kau menginginkan kami sayang?"tanya Irawan.


Sheila mengangguk panas.


"bantu aku dulu sayang....baru aku akan memuaskan mu..."ucap Irawan.


Dan.....


Misi berlanjut.....


Kehancuran Sheila telah tiba.Mungkin malam ini adalah malam terakhir nya untuk bisa tertawa lebar.


Setelah ini...entahlah.....


...----------------...


***Up 12:41

__ADS_1


yuk...mana dukungan nya😍🥰***


__ADS_2