Makmum Untuk Sang Pendosa

Makmum Untuk Sang Pendosa
Bab 83


__ADS_3

Hari berganti....


Jam makan siang....


Seorang pria berpenampilan serba hitam lengkap dengan kacamata hitam nampak berjalan keluar kantor menuju sebuah restoran cepat saji yang berada berseberangan jalan dengan gedung tinggi tempatnya bekerja.


Laki laki itu melangkah dengan tenang memasuki cafe yang cukup ramai pengunjung itu lantaran bertepatan dengan jam makan siang.


Pria berkulit putih tersebut,Bryan.Ia mengedarkan pandangannya ke seluruh sudut cafe yang ramai.Mata teduhnya langsung tertuju pada seorang pria berkaos hitam yang nampak duduk santai di sebuah meja di pojok ruangan.Itu Jordan...!


Bryan mengamati sekeliling nya,memastikan tidak ada orang kantornya yang membuntuti ataupun mencurigainya.Ia kemudian mendekati adik iparnya itu lalu duduk di salah satu kursi di meja yang sama dengan Jordan.


Jordan mengeluarkan sebuah botol kecil seukuran ibu jari dan menyerahkan nya pada Bryan.Laki laki itupun dengan cepat menerima dan memasukkan nya ke dalam saku celana bahannya.


"setetes aja....ke minuman atau makanan nya..."ucap Jordan cukup pelan.


Bryan hanya mengangguk.


"gue udah pesenin makanan...menurut om Adrian ini adalah makanan favorit si ja*ang itu....lo kasih aja....udah gue tetesin tadi...."ucap Jordan tenang.


"dia nggak akan curiga?"tanya Bryan.


"itu nggak ada rasa dan nggak ada baunya ..jadi pasti aman..."ucap Jordan


"oke...." ucap Bryan lalu meraih kantong kresek berisi makanan yang sudah Jordan pesankan.


"dan satu lagi.... sebisa mungkin...jangan terima makanan atau minuman apapun dari dia....gue takutnya lo di kasih obat atau sejenisnya yang bisa bikin lo khilaf....tetep bikin dia penasaran dan nempel ama lo....kalau dia udah bisa lo kendaliin...baru kita seret Irawan dan Lusi masuk ke permainan kita..."ucap Jordan


Bryan hanya mengangguk paham.


"lo mau kemana abis ini?"tanya Bryan.


"jemput adek lo lah...."jawab Jordan


"oke...titip adek gue ya....gue pergi.."ucap Bryan seperlunya kemudian pergi meninggalkan tempat itu.Bryan memang orang yang jarang bicara...!


Suami Rubi itu lantas keluar dari cafe, menyebrangi jalan raya lalu kembali ke kantornya untuk menemui sang wanita ular..Sheila.


Bryan memang meminta Zev dan Jordan untuk membantunya.Lantaran ia merasa sangat tidak nyaman dengan ulah Sheila yang seolah terus mencoba menggoda nya.Alhasil...Jordan pun segera menghubungi seseorang yang ia kenal.Seseorang yang dulu pernah ia mintai obat peran*sang saat Zev hendak menjamah tubuh Nabila tanpa izin.


Bryan melangkahkan kakinya tenang masuk ke dalam perusahaan itu.Ia pun langsung menuju ke lantai lima belas tempat dimana ruangan Sheila berada.


tok....tok....tok....


Pintu ruangan diketuk....


"masuk..."ucap seorang wanita dari dalam ruangan itu.


Bryan pun masuk kedalam ruangan tersebut.

__ADS_1


"selamat siang buk...."ucap Bryan sopan.Namun lagi lagi,dalam hatinya ia tak henti mengumpat hebat manakala ia melihat wanita itu tengah memoles bibir sensual nya dengan lipstik merah merona dengan gayanya yang sen*ual.


Sepertinya wanita itu memang benar benar ingin menggoda Bryan.


Bryan benar benar harus terbiasa dengan situasi seperti ini.


Laki laki itu kemudian mendekati sang atasan.


"saya bawakan makan siang untuk ibu..."ucap Bryan sambil menyodorkan sebuah kresek putih berisi makanan kesukaan Sheila.


Wanita itu mengulum senyum.Ia meletakkan cermin dan lipstik merahnya.Ia berjalan mendekati Bryan,lalu tangan kanannya tergerak bergelayut pada pundak kokoh Bryan, sedang kan jari jari tangan kirinya yang lentik nampak asyik bermain di dada bidang Bryan membuat laki laki itu sekuat tenaga menahan diri sekaligus emosinya.


"kamu baik sekali.."ucap Sheila pada Bryan dalam jarak yang sangat dekat..


Bryan menatap Sheila sambil tersenyum.Ia harus bisa memainkan perannya dengan baik kalau mau misinya berhasil...!


"saya hanya menjalankan pekerjaan saya,memastikan kesehatan dan keselamatan ibu terjaga...."ucap Bryan.


Sheila makin bi*al..!


"kau baik sekali sayang.... terima kasih...tapi ada satu hal yang aku mau darimu...."ucap Sheila masih dalam mode menggoda.


Bryan menyipitkan matanya..


"apa itu..?"tanyanya.


"jangan panggil aku ibu...panggil aku Sheila saja..."ucap wanita itu.


"itu tidak sopan bu....ibu atasan saya..."ucap Bryan.


"tapi aku lebih suka jika kau memanggilku Sheila..."ucap wanita itu lagi.


Bryan nampak diam sejenak.


"apa ibu tidak masalah jika saya memanggil anda dengan nama saja?"


"tentu saja tidak...aku malah senang....lagi pula usia kita juga nggak jauh jauh amat kok..."ucap Sheila manja yang sukses membuat Bryan memaki hebat dalam hatinya.


Bryan memasang senyuman termanisnya.


"baiklah...Sheila...."ucap Bryan.


Sheila tersenyum.


"silahkan....makanlah makanan mu..."ucap Bryan.


"kita makan berdua...."ucap Sheila yang berhasil membuat Bryan terdiam sejenak.


Namun sepersekian detik kemudian ia pun bisa kembali menetralkan ekspresi wajah nya.

__ADS_1


"aku sudah makan tadi...kau makan sendiri saja....atau......kau mau aku suapi?"tanya Bryan mulai bisa memainkan perannya.


Sheila nampak tergoda.


"oke...baiklah kalau begitu...suapi aku sayang..."ucap Sheila


Lagi lagi....Bryan mengumpat hebat.Seenaknya wanita itu memanggil nya sayang...!ingin sekali rasanya ia muntah saat itu juga..!


Sheila menuju ke kursi kerjanya.Bryan duduk di tepi meja menghadap wanita itu lalu membuka makanan tersebut dan mulai menyuapi wanita ular tersebut.


Sheila tak tinggal diam.Jari jari tangannya mulai bergerak bermain di paha Bryan.


"Bryan..."ucap Sheila.


"ya Sheila...."jawabnya masih dalam mode tenang.


"apa kau sudah punya pacar?"tanyanya.


Ya....Sheila bahkan tak tau latar belakang Bryan lantaran surat lamaran kerja dan data diri Bryan langsung di lempar ke tempat sampah kemarin oleh wanita itu.


"aku sudah menikah....baru satu bulan.."ucap Bryan.


Sheila mengangkat dagunya.


"oohh...."jawabnya singkat.


Sheila nampak berubah posisi duduknya.Entah kenapa ia jadi merasa lelah dan mengantuk.


"kenapa?"tanya Bryan.


"entahlah....aku merasa lelah...."ucap Sheila


"lebih baik kau istirahat... sepertinya kau kurang istirahat...."ucap Bryan menyarankan.


"ya... seperti nya begitu...padahal tadi aku merasa baik baik saja..."ucap Sheila.


Bryan menyeringai.


"habiskan dulu makanan mu...setelah itu istirahat...."ucap Bryan.


Sheila hanya mengangguk.Ia pun mulai melahap kembali sesuap demi sesuap makanan yang Bryan sodorkan.Setelah selesai wanita itu pun bergegas untuk beristirahat di sebuah ruangan khusus di ruang kerja miliknya tersebut sesuai anjuran dari Bryan.


Sepertinya obat dari Jordan benar benar ampuh.Satu tetes yang dicampur ke dalam makanan,sukses membuat Sheila merasa lelah dan mengantuk.Setidaknya dengan begitu Bryan jadi ada waktu untuk sedikit beristirahat dari godaan Sheila.Dan lagi menurut Jordan...obat tersebut juga dapat menurunkan daya konsentrasi seseorang secara bertahap.Ini akan dapat memudahkan misi mereka selanjutnya.


...----------------...


***Selamat malam,..


up 18:40...

__ADS_1


yuk... dukungannya dulu yukkk***...


__ADS_2