Makmum Untuk Sang Pendosa

Makmum Untuk Sang Pendosa
Bab 72


__ADS_3

buuuggghhhhh,.......


suara benda terjatuh terdengar dari taman.Hanum dan Jordan pun menoleh ke arah sumber suara.


"astagfirullah haladzim....!!"pekik Hanum.


Dilihatnya di sana pak Harlan jatuh dari kursi rodanya.Laki laki lumpuh itu sepertinya hendak mengambil boneka bola yang sedari tadi dipangkunya yang jatuh tergelinding ke rerumputan taman.


"mas.... daddy jatuh...!"ucap Hanum.


Jordan masih tak bergerak.Matanya menatap nanar ke arah pria tua yang kini nampak tersungkur tanpa pergerakan tersebut.Dadanya terasa sakit melihatnya.


Taman itu memang sepi,hanya ada pak Harlan disana,tak ada perawat yang berjaga lantaran pria lumpuh itu sedang di kunjungi keluarga,maka para perawat pun memilih pergi agar sang penghuni panti jompo tersebut bisa leluasa menghabiskan waktunya bersama keluarga tercinta


"mas ayo tolongin....!"ucap Hanum sambil menarik lengan Jordan namun pria itu masih tak bergerak.


"maaasss.....!!!"ucap Hanum mulai kesal.Namun lagi lagi,Jordan masih diam bak patung beton yang keras.


Hanum berdecak kesal.Ia berlari seorang diri meninggalkan suaminya yang masih diam membisu lalu mendekati mertuanya itu dan membantunya untuk bangkit.Tubuh pria itu sama sekali tak bisa digerakkan.Tubuh Hanum yang mungil dan tenaganya yang tak seberapa dengan susah payah mencoba mengangkat tubuh Harlan.


"heeeee...."suara itu terdengar dari mulut Harlan.Seolah ia ingin berucap sesuatu tapi tak sanggup.Hanum bersusah payah mencoba mengangkat tubuh itu namun tak sanggup.Air mata menetes membasahi tangan Hanum.Wanita itu menoleh ke arah pria lumpuh tersebut.


Harlan menangis pilu meratapi nasibnya kini.Kegagahan,wibawa dan tubuh sempurnanya dulu hilang sirna.Ia yang dahulu begitu jumawa dan angkuh atas apa yang ia miliki,kini hidupnya berbanding terbalik dengan yang dulu.Kekuatan nya hilang, keperkasaan nya sirna,bahkan untuk bangkit berdiri saja tak sanggup.


"jangan nangis dad....saya bantu naik ke kursi lagi ya...."ucap Hanum menyemangati.


Dalam hati Harlan berucap, siapa gadis manis ini?kenapa ia memanggilku 'dad'?


Hanum masih berusaha untuk mengangkat tubuh itu..

__ADS_1


"haaaeee..."suara itu kembali terdengar dari mulut Harlan.Entah apa maksud ucapannya Hanum tak tahu.


Hanum kesusahan,tak ada suster yang lewat,saat Hanum terus berusaha mengangkat tubuh pak Harlan yang terkulai,tiba tiba .......


seeeetttt..........


Tangan besar meraih tubuh keriput kurus kering itu.Hanum mendongak.Itu Jordan


Dengan mata merah berair mengisyaratkan duka yang mendalam,pria itu mengangkat tubuh sang ayah dan membopongnya.Jordan membuang muka,ia seolah tak mau melihat wajah sang ayah yang kini berada dalam gendongannya tersebut.


Pak Harlan mengembun.Sepertinya ia mengenal pria yang mengangkat tubuhnya ini.Wajahnya hampir mirip dengan dirinya semasa muda.Apakah itu Jordan?


Ya sepertinya itu Jordan...!wajahnya tak banyak berubah karena memang ia meninggalkan Jordan pada saat sang putra masih duduk di bangku SMA kelas tiga bukan?


Tetesan air mata kembali mengalir dari pelupuk mata sang pria lumpuh.Tangannya seolah ingin sekali tergerak mengusap pipi putra semata wayangnya itu.Namun apalah daya,Tuhan sudah mengambil seluruh kekuatan nya.Ia bahkan hanya bisa menggerakkan jari jarinya tanpa sanggup mengangkat tangannya.


Hanum bangkit menata kursi roda sang ayah mertua.Jordan pun meletakkan tubuh ringkih itu di atasnya tanpa sudi menoleh.Matanya makin merah,dadanya bergetar mana kala sang ayah kembali berucap namun tak bisa dipahami oleh ia maupun Hanum.


Dilihatnya wajah pria lumpuh tersebut.Mata pria itu tak henti menatap laki laki yang berdiri tegak di samping Hanum namun terus membuang muka tak mau menoleh ke arah pak Harlan.


"kita ke kamar aja ya dad....disini nggak ada temennya..."ucap Hanum.


Pak Harlan mengarahkan bola matanya menatap Hanum.Laki laki itu kembali bersuara tak jelas,lalu kembali menatap Jordan.


Ia seolah ingin bertanya 'siapa kalian,siapa pria itu?'


Hanum meraih lengan Jordan yang kaku..


"mas....daddy kamu dari liatin kamu terus..."ucap Hanum.

__ADS_1


Jordan masih tak bereaksi.Dadanya makin bergetar hebat.Air matanya meluncur setitik demi setitik kala mendengar suara suara tak jelas dari bibir Harlan yang terus keluar sambil tak lepas menatap wajah tampan Jordan.


"mas....liat daddy kamu dong mas....dia pengen liat wajah kamu..."ucap Hanum lembut.


Jordan menunduk.Dengan ragu ragu ia pun menoleh.


Kedua pasang mata ayah dan anak itu pun saling bertemu.Jordan makin sesak.Harlan menangis.Jari jarinya terangkat namun tidak dengan tangannya.Andai ia memiliki kuasa untuk berjalan,ingin rasanya ia bangkit berlari dan memeluk putra di hadapannya itu.Harlan menangis sambil mengucap suara suara yang tak jelas.


Jordan makin rapuh.Mulutnya terbuka dengan dada naik turun dan mata merah menahan segala perasaan yang sudah tak bisa lagi dijelaskan dengan kata kata....


Harlan terus berucap tak jelas,air matanya mengalir deras, jari-jari tangan nya terangkat seolah ingin memeluk pria berbadan tegap di hadapannya itu.


"mas...."ucap Hanum lagi,tangannya tergerak meraih punggung tangan sang suami dan punggung tangan ayah mertuanya,ia berniat menyatukan kedua punggung tangan yang sudah lama tak saling bersentuhan tersebut.


Jordan tak bereaksi,tak ada penolakan.Saat kedua telapak tangan itu makin mendekat dan hampir menyentuh,tiba tiba....


sseeeetttt.......


Jordan menarik tangannya.Tubuhnya yang mulai lemah melangkah mundur dengan ayunan kaki yang terlihat gontai.


"gue ke mobil duluan pet..."ucap Jordan lirih dengan tatapan mata nanar.Pria itupun berbalik badan.Ia berjalan dengan langkah cepat dan lebar sambil menundukkan kepalanya membuat air mata yang terus menetes itu pun jatuh tumpah membasahi lantai sepanjang langkahnya.


Ia belum siap untuk ini.Ini terlalu menyakitkan.Ia bak kembali di hadapkan pada kisah masa lalunya yang begitu menyakitkan hati dan membekas hingga saat ini.


...----------------...


***Selamat pagi....


up 07:55

__ADS_1


yukkk...kasih dukungannya dulu....🥰🥰***


__ADS_2