Makmum Untuk Sang Pendosa

Makmum Untuk Sang Pendosa
Bab 101


__ADS_3

Pagi menjelang....


Adrian dan keluarga sudah bersiap untuk berangkat ke bandara.Pria bermata hijau nampak memasukkan beberapa kopernya ke dalam bagasi mobil Zev yang akan mengantar mereka ke airport dibantu Jordan dan Zev.


Ya....Jordan dan Hanum juga berada disana,mereka ingin ikut mengantar kepulangan Adrian dan keluarga.


Adinda keluar dari dalam rumah bersama sang ibu,sedangkan Angkasa dengan headphone terkalung di leher itu nampak sibuk mengenakan sneakers putihnya di lantai teras.


"nanti kalau udah sampai rumah jangan lupa kabarin ibuk...."ucap Bu Lastri.


Adinda menghela nafas panjang..


"harusnya ibuk ikut Dinda aja buk...daripada ibuk di rumah sendirian terus..."ucap Adinda kembali mencoba mengajak sang ibu ikut bersamanya ke ibu kota.


Bu Lastri tersenyum...


"ndak mau Din...dirumahmu itu sepi ndok,ndak kayak disini..ibuk ndak krasan kalau di rumah kamu..."ucap Bu Lastri.


Dinda hanya bisa menghela nafas panjang.Sebenarnya ia tak tega meninggalkan sang ibu sendirian di rumah ini,tapi mau bagaiman lagi,bu Lastri juga tak pernah mau ikut dengannya dan menetap di ibu kota.


Adinda menoleh ke arah kursi kayu yang berada di teras.Dimana sang putri yang tengah berbadan dua kini nampak sesenggukan di temani Hanum yang nampak bingung,tak tau harus ngapain.Nabila sedari tadi menangis terus.


Dinda mendekati sang putri.


"kaakk....."ucap Adinda sambil menyentuh pundak Nabila.


"mamaaaaaaa....."rengek ibu hamil itu.


"udah dong kak jangan nangis terus..."ucap Adinda.


"Nabil nggak mau ditinggal...."rengeknya lagi.


"kan kamu disini sama suami kamu kak ...mama sama papa harus balik....harus ngurusin sekolah barunya adek juga kan...."ucap Adinda.


"tapi aku nggak mau ditinggaaaalll......."rengek Nabila lagi membuat semua yang ada disana hanya bisa geleng geleng kepala.


"ah elah....burung ababil...burung ababil.....kalo gitu lo ikut aja ama kita...ribet amat idup lo.....biar suami lo stay disini....!"


"apaan sih lo angsa...!gue lagi males debat ama lo...!diem dehh....gue lagi sedih nih.....!!"ucap Nabila.


"muke lo nggak cocok...!lebay banget kek nggak pernah di tinggal jauh aja lo....!biasanya juga kita pergi lu santai santai aja selama ada musang..!"ucap Angkasa tanpa filter


"musang?"tanya Jordan tak paham.


"eehhh....serigala maksudnya...."ucap Angkasa yang sukses membuat Jordan tertawa lebar sambil menepuk pundak Zev yang berdiri di sampingnya


"an*ir...musang...!!"ucap Jordan terpingkal.Zev yang disenggol hanya bisa diam.Untung ipar....


Adrian hanya menggelengkan kepalanya,ia yang sudah selesai dengan kopernya pun mendekati Nabila.


"kaakk....udah dong jangan nangis terus..."ucap Adrian kini duduk di kursi di samping Nabila.


Nabila masih sesenggukan.


"kita bisa vidio call an kok ntar ..." ucap Adrian.


Nabila sesenggukan.


"udah ah....jangan nangis terus....kamu mau nganterin papa kan ke bandara?"tanya Adrian lagi sambil mengusap kepala sang putri.


Nabila mengangguk.


"gitu dong ...yuk....anterin papa yuk....."ucap Adrian.


Laki laki itu kemudian menengok jam tangannya lalu mengarahkan pandangannya ke arah pagar rumah,seolah mencari sesuatu.


"nggak akan datang dia pa...."ucap Angkasa yang kini bangkit setelah selesai memasang sepatunya.Seolah ia tau apa yang ada dalam pikiran sang ayah.


Adrian tak menjawab.

__ADS_1


"drama doang dia mah ...udah yuk pa....keburu siang...kita bisa ketinggalan pesawat kalau nungguin dia...."ucap Angkasa.


Mereka pun bangkit.Adrian Dinda dan Angkasa mendekati bu Lastri,mencium tangan wanita itu untuk berpamitan lalu segera menuju mobil Zev,sedangkan Hanum dan Jordan, mereka menggunakan motor sport Jordan hari ini dan mengikuti rombongan keluarga itu dari belakang.


Keduanya ingin ikut mengantar Adrian,anggap saja sebagai ucapan terima kasih karena sudah banyak membantu masalah mereka selama disini.


Saat Adrian dan keluarga ingin masuk ke dalam mobil,tiba tiba...


"assalamualaikum...."ucap seorang gadis yang nampak ngos ngosan sambil membawa kopernya.


Dengan rambut terurai panjang berbalut kupluk hoodie hitamnya,serta sebuah jeans panjang sobek warna biru,gadis itu nampak kelelahan dengan lelehan keringat yang membasahi dahinya.


"Rebecca...."ucap Hanum lirih


Dilihatnya disana Rebecca datang dengan wajah lusuh tanpa make up.Penampilan yang biasanya selalu cantik kini tak terlihat lagi.Gadis itu terlihat sedikit pucat,mungkin karena kelelahan.Ia baru saja berjalan kaki tiga jam dari rumahnya hingga kerumah Adrian sambil menyeret kopernya, lantaran ia tak punya ongkos untuk sekedar naik kendaraan umum.


Rebecca mengatur nafasnya sambil menelan ludahnya guna membasahi tenggorokan nya yang kering.


Jordan menatap bengis ke arah Rebecca.Ia hendak mendekati wanita itu namun di tahan oleh Hanum.


"mau ngapain lo kesini?!"tanya Jordan murka.


Zev dan Angkasa pun ikut menatap tak suka ke arah Rebecca.Jujur saja, sebenarnya ia belum terlalu percaya pada wanita itu,atau lebih tepatnya mereka belum bisa memaafkan wanita kurang a*ar itu.


Adrian tersenyum...


"wa alaikum salam..."jawab Adrian sambil tersenyum.


"kemarilah nak...kau belum terlambat..."ucap Adrian.


Rebecca pun mengangguk.Ia mendekati Adrian sambil kembali menyeret kopernya.


Adinda mengernyitkan dahinya.Dilihatnya gadis itu berjalan tanpa alas kaki.


"kamu nggak pakai sendal?"tanya Adinda.


Rebecca menunduk.


"dijalan?kamu jalan kaki dari rumah kamu kesini nak?"tanya Adinda lagi.


Rebecca mengangguk.


"saya nggak punya ongkos tante"jawab Rebecca lagi begitu lirih.


"trus kamu berangkat jam berapa dari rumah? kenapa semalam kamu nggak bilang kalau kamu nggak punya ongkos?"tanya Adinda lagi.


Rebecca hanya menunduk.


"saya nggak mau ngerepotin tante...."jawabnya dengan lelehan air mata yang kembali menetes.


Adrian dan Dinda menghela nafas panjang.Miris...!


"dek....ambilin air putih bentar di dapur..."ucap Adrian pada Angkasa.


"ck....ntar telat pa....."


"Angkasa..!!"ucap Adrian tegas.


Remaja itu berdecak kesal.Dengan bibir manyun ia masuk ke dalam rumah itu lalu mengambil segelas air putih untuk Rebecca.


Tak lama,Angkasa datang dengan segelas air putih dan memberikan nya pada Rebecca.


"makasih"jawab gadis itu.


Angkasa tak menjawab.


Rebecca hendak meminum air itu,tiba tiba...


"minum lewat mulut bukan lewat idung...!!"ucap Angkasa,membuat Rebecca mengangguk sejenak,ia kemudian kembali hendak meminum air itu,tapi...

__ADS_1


"minum yang benar.....abisin jangan ditumpain....mahal....!!!"ucap Angkasa lagi dengan kesal.


Rebecca kembali mengangguk lalu kembali hendak meminum air putih tapi...


"minum.................."


"adek...biarin Rebecca minum dulu kamu diem..!"ucap Adrian memotong ucapan Angkasa.


Sepertinya Angkasa benar benar tak suka dengan Rebecca.


Gadis itupun mulai menenggak air putih ditangannya hingga tandas.Bu Lastri mengambil alih gelas tersebut untuk disimpan kembali.


"dah....kita berangkat..."ucap Adrian namun....


"om..."ucap Jordan.


Adrian menoleh ke arah suami Hanum tersebut.


"ini maksudnya apa?"tanya pria itu.


Adrian tersenyum.


"Rebecca akan saya titipkan di salah satu pesantren di kota ini...."ucap Adrian.


Jordan terdiam.


"pesantren?" tanya Jordan tak yakin.


Adrian hanya mengangguk.


"tapi om....dia......."


"dia akan lebih baik jika menghabiskan waktunya di pesantren Dan....dari pada di club malam..."ucap pria itu.


Jordan menggelengkan kepalanya.Ia seolah tak paham dengan jalan pikiran Adrian.Untuk apa dia menitipkan wanita itu di pesantren.Kenapa tidak dibiarkan saja ia lontang lantung jadi gembel di jalanan...


"saya sudah bicara sama pihak pesantren,yang kebetulan masih bersahabat dengan ustad Hanif....saya titip dia pada kalian juga yang ada disini ya ...Zev,Jordan,Hanum..."ucap Adrian.


Zev dan Jordan nampak mengangguk malas.Mereka sepertinya tak sependapat dengan Adrian kali ini.Namun lain hal nya dengan Hanum,ia seolah paham dengan maksud Adrian.Mungkin dengan di titipkan di pesantren, Rebecca bisa menjadi pribadi yang lebih baik


"dah yuk.... berangkat....kita antar Rebecca dulu baru ke bandara..."ucap Adrian.


Rombongan pun masuk mobil.Sebuah mobil keluarga yang bisa memuat cukup banyak orang


Zev berada di depan bersama Adrian,Dinda di kursi tengah sambil dipeluk Nabila yang tiduran dengan paha Adinda sebagai bantalnya,sedangkan di kursi belakang ada Angkasa dan Rebecca yang nampak duduk bersebelahan.


"sono an dikit lu...!! jangan deket deket gue...!"ucap Angkasa kesal.


Rebecca hanya menunduk lalu meringsut menepi di pojokan dan mengarahkan pandangannya ke luar jendela.


"ke pesantren tuh pake gamis,bukan pake celana sobek sobek kek gini...lu kira mau nonton konser?!"ucap Angkasa kesal.


"adek...kok kamu nakal banget sih dari tadi nyalahin orang terus ...udah dong dek...."ucap Adinda mengingatkan.


"nggak apa apa kok tante...saya emang nggak punya gamis..."ucap Rebecca lirih sambil terus menunduk.Angkasa hanya menatap sinis ke arah wanita itu.Entahlah...ia masih merasa tak suka dengan wanita angkuh itu.


Mobil pun segera melaju,membawa mereka menuju pesantran yang akan menjadi tempat Rebecca tinggal dan menuntut ilmu nantinya.


Ia akan dibimbing dan di gembleng mental dan agamanya di sana untuk beberapa tahun kedepan.Jika memang Rebecca bisa menunjukkan perilaku yang lebih baik setelah itu,maka Adrian akan berencana untuk mengembalikan aset aset keluarga nya pada gadis yatim piatu itu.Tentunya rencana pengembalian aset itu tidak diketahui oleh Rebecca.


Ia masih ingin melihat,apakah Rebecca sungguh sungguh ingin bertaubat dan menjadi pribadi yang lebih baik,atau hanya sebatas drama agar dikasihani seperti yang Zev,Jordan dan Angkasa sangkakan??


kalau menurut readers gimana?😁😁


...----------------...


***Selamat siang..


up 11:23

__ADS_1


yukk...ramaikan novel lainnya juga...


kasih dukungan juga yang banyak...😊***


__ADS_2