
Wanita itu melangkahkan kakinya cepat keluar dari hotel tempat nya tidur semalam. Mulutnya tak henti mengucap sumpah serapah saat menyadari bahwa ternyata ia ditinggal di hotel sendirian.Bryan sang asisten pribadi sudah tak ada di hotel.Begitu juga Irawan sang kekasih.Kemana mereka?apa mereka berdua pergi setelah menjamah tubuhnya semalam?pikirnya.
Belum usai kekesalan nya,ia justru mendapat kabar bahwa kantornya diduduki sekelompok orang yang mengaku pemilik perusahaan miliknya.
Siapa sebenarnya mereka? bagaimana bisa mereka mengaku pemilik perusahaan padahal jelas jelas perusahaan itu adalah miliknya.
Sheila kembali mengumpat hebat.Mobilnya tidak ada...!itu artinya Bryan sudah membawa mobil itu pergi.Dan pria itu benar benar meninggalkan nya sendirian di hotel ini.
"bang*at.....!awas kau Bryan...kau akan kehilangan pekerjaan mu setelah ini..!!!"umpat Sheila murka.Wanita itu kemudian setengah berlari menuju jalan raya dan menghentikan taxi di sana.
Sepanjang perjalanan di dalam taxi Sheila tak henti mencoba menghubungi Bryan,niat hati ingin meminta nya untuk mengurus sekelompok pengacau yang kini berada di dalam kantornya,namun sayang,Bryan sedari tadi tak bisa dihubungi membuat Sheila makin mengumpat hebat.Benar benar tidak memiliki tanggung jawab...!pikir Sheila.
Perjalanan yang cukup memakan waktu lantaran kini ia tengah berada di luar kota membuat Sheila harus lebih ekstra bersabar lagi.Sekitar dua jam perjalanan wanita itu sampai di perusahaan besar hasil rampasannya saat berpacaran dengan Harlan Edward tersebut.
Sheila melangkahkan kakinya cepat dan lebar memasuki lobby perusahaan,sayuk sayuk dari kejauhan dapat ia lihat sekelompok orang tengah bersitegang dengan security dan beberapa karyawan kantornya.
Sheila mempercepat langkahnya mendekati lima orang pria dan tiga wanita berhijab yang kini berdiri membelakanginya nya sambil terus berdebat dengan dua security dan seorang karyawan senior di kantor itu.
"ada apa ini?!"tanya Sheila tegas.
Ke tujuh orang asing itu pun menoleh.
Sheila terbelalak dan reflek memundurkan tubuhnya sambil menutup mulutnya yang terbuka.
Itu Adrian,Farhan,dan wanita yang dulu merebut Adrian dari tangannya... Adinda...
bagaimana bisa mereka ada disini?pikir Sheila.
"kalian..."ucap Sheila lirih seolah tak percaya dengan apa yang ia lihat
"hai....apa kabar mbaknya...."sapa Adinda manis sambil menggandeng lengan sang suami.
Security yang sedari tadi terlibat percekcokan dengan Adrian cs pun mendekati wanita yang berstatus atasannya itu.
"maaf buk ....orang orang ini memaksa masuk....saya mencoba menghalangi tapi masih ngeyel... mereka bahkan memaksa untuk masuk ke ruangan ibuk..."ucap sang security.
Sheila meradang.Tidak sopan sekali mereka...!
Sheila menatap tajam ke arah wanita itu.Dilihatnya disana Adrian juga tersenyum smirk ke arahnya.Sedangkan di samping mereka ada tiga pria beda usia dan seorang wanita hamil yang juga ikut menatapnya dengan tatapan meremehkan.Seorang remaja tampan dan seorang pemuda gagah dan tampan dengan tubuh tegap atletis berjambang tipis yang nampak begitu berkarisma nampak menggandeng seorang wanita hamil yang sepertinya adalah istrinya.Laki laki itu menyeringai menatapnya.Sedangkan di samping pemuda itu,ada seorang pria berkacamata yang masih sangat ia hafal meskipun wajahnya sudah sedikit berubah mungkin karena faktor usia,Farhan.
Sheila kembali mengarahkan pandangannya,kini fokus matanya tertuju pada sepasang anak muda laki laki dan perempuan yang nampak berdiri bergandengan.Sang pria menatapnya tajam sedangkan sang wanita terus menunduk.
Sheila memicingkan matanya.Ia seperti pernah melihat pemuda berjambang tipis dengan mata hijau pupus itu.Tapi siapa dan di mana?ia lupa....
__ADS_1
"apa kabar tante...."ucap Jordan sambil tersenyum smirk ke arah Sheila.
Wanita itu nampak mengangkat dagunya angkuh.
"mau apa kalian?ngapain kalian bikin onar di kantor saya..?"tanya Sheila geram.
Laki laki bermata serigala itu mendekat.
"selamat siang ibu Sheila...."ucap Zev.
Sheila tak menjawab.
"perkenalkan nama saya Kyle....saya datang kesini karena ada sesuatu yang ingin saya sampaikan pada ibu .."ucap pria tersebut.
"bisa kita bicara sebentar?"tanyanya lagi.
Sheila memasang mode awas.
"jika boleh...izinkan kami masuk ke ruangan ibu...karena akan sangat tidak sopan jika mengajak tamu untuk berbicara di lobby sambil berdiri seperti ini..."ucap Zev.
Sheila nampak kesal.
"apa yang ingin kau bicarakan?"tanya Sheila.
Ada apa ini,kenapa kantornya tiba tiba digeruduk banyak orang,dimana ada Adrian dan istrinya disana.Dan lagi....kenapa mereka bisa mengenal Harlan?
ada apa ini??
"bagaimana?"tanya Zev.
Sheila menghela nafas panjang...
"baik...ikut saya....kita bicara di ruang meeting...."ucap Sheila kemudian melangkah angkuh menuju lift yang akan membawanya menuju ruang meeting yang berada di lantai sepuluh.
Zev cs pun menurut.Mereka berjalan mengikuti Sheila di belakang wanita itu menuju ruang meeting yang di maksud.
di dalam lift menuju ruang meeting...
"ssst...kak..."bisik Angkasa pada Nabila yang berdiri di sampingnya.
"hmm...."
"itu perempuan yang katanya dulu deket sama papa?"tanya Angkasa berbisik.
__ADS_1
"kayaknya iya dek.....gue lupa lupa inget. "ucap Nabila.
Adrian dan Dinda yang berdiri didepan putra putrinya hanya diam tak bereaksi mendengar bisik bisik yang terjadi di antara Angkasa dan Nabila.
"aneh...."ucap Angkasa
"aneh kenapa?"
"kok bapak gue dulu mau ya...?liat deh ....
item,bibir jontor kek dicipok tawon,pantat tepos te*ek kendor sebelah....kok papa doyan?yang di liat apanya?"ucap Angkasa penuh tanya.
Nabila cekikikan.
Adinda sekuat tenaga menyembunyikan tawanya.Adrian dibuat kikuk dengan celotehan putra nya itu.
"mungkin dulu papa khilaf dek...."ucap Nabila.
"ini mah khilafnya kebangetan...jangan jangan papa di guna guna dulu...."ucap Angkasa.
"siapa yang berani guna guna papa....setan aja liat papa kamu ngacir duluan...kan papa rajanya setan..."ucap Adinda tiba tiba menoleh ke arah kedua anaknya tersebut.
"apa sih Din...?!"ucap Adrian malu sendiri.Nabila dan Angkasa pun dibuat terkekeh.
"ciee....papa ketemu mantan....keriput pa...."ucap Angkasa menggoda.
"adek....."ucap Adrian antara malu dan malu..😁
"nggak mau cipika cipiki pa?"tanya Nabila lagi sambil cekikikan.
Sudahlah....bertemu Sheila justru menjadi ajang ledek ledekan bagi Adinda dan kedua anak nya pada Adrian.
...----------------...
***Selamat siang....
up 11:41
yukk kasih dukungan dulu.
jangan lupa mampir di novel ke 4
"Peri Bisu Dan Malaikat Berjubah Iblis"
__ADS_1
🥰🥰***