Makmum Untuk Sang Pendosa

Makmum Untuk Sang Pendosa
Bab 23


__ADS_3

Malam menjelang.....


20:00


Sebuah mobil sport yang dikemudikan oleh seorang pria berjambang tipis itu nampak berhenti di depan gerbang besi terbuka sebuah rumah berlantai dua kediaman keluarga ustad Hanif.


Pria ber hoodie hitam itu membuka kaca mobilnya,mengamati pintu rumah utama yang masih nampak tertutup rapat.Pandangan matanya kemudian tertuju pada sebuah jendela kamar di lantai dua yang nampak menyala lampunya .Itu sepertinya kamar tidur Hanum.Apakah dia sedang berada di kamar sekarang?Bagaimana kondisi Hanun saat ini?.Apa gadis itu masih bersedih seperti tadi siang? sepertinya gadis itu mengalami luka batin yang mendalam akibat ulah Rebecca.


Tadi ia hanya mengantar Hanum pulang sebelum maghrib lalu berpamitan untuk pulang terlebih dahulu.Ia cukup paham bahwa keluarga Hanum adalah keluarga yang menjunjung tinggi etika dan sopan santun,membuat Jordan merasa canggung jika harus menemani gadis itu di rumahnya,sedangkan kedua orang tua dan kakaknya tidak berada di rumah.


Jordan masih fokus pada jendela kamar yang terbuka itu.Matanya seketika membola manakala netra hijau pupus miliknya menangkap sebuah obyek indah yang tak pernah ia lihat sebelumnya.


Jordan tak berkedip.Sesosok gadis manis berambut hitam panjang se pinggul nampak berjalan mendekati jendela lalu kemudian berbalik badan berdiri membelakangi jendela kamar yang terbuka sambil mengikat rambut panjang nya yang sepertinya baru selesai disisir.


Itu Hanum? pikirnya....


Jordan terpana,matanya menyipit menyaksikan detail tubuh ramping berbalut kaos lengan pendek dan sebuah celana baggy cream itu.


cantik,manis..makin terlihat imut dengan rambut panjang nya yang hitam,lehernya jenjang berwarna putih natural dengan sebuah tahi lalat di tengkuk sebelah kirinya.


Jordan tak berkedip.Sepertinya gadis itu tak menyadari jika ada sepasang mata yang mengamati pergerakan nya tanpa hijab tersebut.


Jordan diam diam mengulum senyum.Tangannya tergerak menutup kaca mobilnya yang terbuka saat gadis manis itu mulai berbalik badan untuk menutup jendela kamarnya.Matanya masih fokus pada jendela kamar Hanum yang kini menampilkan bayangan sang gadis yang terkena pantulan lampu kamar.


Jordan meraih ponsel di sakunya.Ia lantas menuju ke aplikasi WhatsApp dan mencari nomor Hanum di sana.


Ya....mereka sudah bertukar nomor ponsel tadi sore sebelum Jordan pulang.


Sahabat Zev itu lantas memencet tombol hijau disana ...


tuuuutt....tuuuutt....tuuuutt......


"assalamualaikum..."ucap seorang gadis dari seberang sana.


"wa Alaikum salam....buruan keluar....jadi ke rumah sakit nggak?gue udah ada di depan gerbang..."ucap Jordan.


Gadis yang kini masih berada di dalam kamar pribadinya itu melongok menatap ke arah gerbang.Jordan pun dapat melihatnya.Pria itu hanya mengulum senyum dari dalam mobil di balik kaca hitam kendaraan roda empatnya.


"oh...iya.. tungguin bentar..aku keluar..."ucap Hanum.


Sambungan telepon pun terputus.Gadis itu segera menyambar blazer panjang serta hijab bergo nya yang sudah ia siapkan di atas ranjang.Hanum pun segera turun dan keluar dari rumah berlantai dua tersebut dan mendekati Jordan yang sudah menunggu di dalam mobil.


"hai.."ucap Jordan sambil tersenyum saat sang gadis manis dengan mata sembab itu masuk ke dalam mobilnya.


Hanum tak menjawab.Ia hanya menunduk sambil memeluk tak selempang di pangkuan nya.Pandangan matanya diam diam menyapu ke seluruh penjuru mobil.Lagi lagi,....botol miras dimana mana.


"kita ke rumah sakit?"tanya Jordan.


Hanum mengangguk.


"lo udah makan?"


"belum"ucap Hanum masih dalam posisi menunduk.


"ya udah...kalau gitu kita makan dulu..."


"aku nggak laper.."ucap Hanum


"tapi gue laper..."jawab Jordan.


Hanum menunduk lagi.


Jordan tersenyum,ia mengacak acak rambut Hanum yang berbalut hijab itu dengan lembut.


"kok lo jadi pendiem sih sekarang?nggak cocok lo...!"ucap Jordan sedikit menggoda membuat Hanum makin menunduk.


"senyum....!biasanya juga cerewet..!senyum dulu dong..."ucap pria itu lagi sambil mencolek pipi Hanum.


"apa sih?!"ucap gadis itu malu malu.


"senyum dulu...! ketawa..."ucap Jordan tanpa menghentikan pergerakan tangannya membuat Hanum kini meringsut mencoba menyembunyikan pipinya.


"senyumnya mana..." ucapnya lagi masih dengan gerakan tangan yang sama,mencoba mencolek pipi Hanum yang terus mengelak malu malu

__ADS_1


"ih.. apa sih...."


"senyum dulu.."


"nggak mau..."


"nggak usah sok cantik"


"emang aku cantik..."


"hilliiiihh..." ucap Jordan kini sambil mencubit hidung Hanum.


"aduuh...sakit..."ucap Hanum.


"sok cantik lo"


"emang aku cantik"


"kata siapa?"


"kata umi...weeeekkkk"ucap Hanum sambil menjulurkan lidahnya.


Jordan tergelak.Hanum pun ikut terkekeh.Pria berjambang tipis itupun segera melajukan mobilnya menuju ke sebuah restoran untuk makan malam sebelum akhirnya akan menuju ke rumah sakit menjenguk Bryan dan umi Atikah.


...****************...


Sementara itu di rumah sakit.....


Seorang wanita muslimah tengah memasukkan sebuah kitab suci yang baru saja selesai ia baca di dalam sebuah kamar ICU tempat pria yang sebenarnya sangat ia cintai itu di rawat.


Rubi menatap dalam wajah Bryan yang masih dipenuhi perban...


"kapan kamu bangun mas...?"ucap Rubi.


"saya minta maaf mas....saya sudah membuat mas Bryan seperti ini"ucap Rubi merasa bersalah.


Gadis itu mengusap air matanya.Ia kemudian bergegas pergi meninggalkan tempat itu karena waktu besuk yang terbatas.


"Rubi..."ucap sang wanita berjilbab segiempat,Nabila.


"Nabil.."ucap Rubi.Muslimah itu melirik sejenak ke arah wanita idola Bryan tersebut.Penampilan Nabila yang sekarang jauh berbeda dari penampilan Nabila yang dulu.Kini wanita itu nampak lebih cantik dengan busana yang lebih tertutup.


Nabila bangkit.Wanita yang tak tau tentang perasaan Bryan padanya itupun mendekat dan memeluk teman masa kecilnya itu.


"lo apa kabar?"tanya Nabila.


"baik Bil...kamu sendiri?"


"aku baik juga kook..."ucap Rubi.


Nabila melepaskan pelukannya.Tangannya tergerak mengusap pundak Rubi.


"kamu yang sabar ya....Bryan pasti akan segera sadar..."ucap Nabila.


"amin.... makasih Bil..."ucap Rubi.


Nabila hanya tersenyum.


"kamu mau kemana sekarang?"tanya Nabila lagi.


"aku mau ke ruangan umi dulu...abis itu aku mau langsung pulang...udah malem juga soalnya..."ucap Rubi.


Nabila hanya mengangguk.


Saat kedua wanita itu tengah asyik berbincang,tiba tiba....


"assalamualaikum...."ucap dua pria wanita beda usia yang kini melangkah nampak mendekat ke arah Zev, Nabila dan Rubi.


Itu Hanum dan Jordan...!


"wa Alaikum salam...."jawab ketiganya.


Rubi menunduk saat menyadari sepasanb mata hijau Jordan mencuri pandang ke arahnya.

__ADS_1


Zev langsung menatap penuh selidik ke arah dua anak manusia itu dan Rubi secara bergantian....


"dari mana lo berdua?jam segini baru nongol..."ucap Zev.


"makan..."jawab Jordan singkat lalu mendudukkan tubuhnya di kursi samping Zev.


Hanum mendekati Nabila dan Rubi.


"kak Rubi udah mau pulang?"tanya Hanum.


"iya...udah malem Hanum...."ucap Rubi.


Hanum mengangguk.


"ya udah....tapi besok kakak kesini lagi ya ...kak Bryan pasti langsung nyariin kakak deh kalau udah sadar nanti"ucap Hanum.


Rubi melirik sekilas ke arah Jordan.Ia sungguh merasa tak enak jika membicarakan Bryan di depan laki laki itu.


"Kakaka ke ruangan umi dulu ya....mau pamitan.."ucap Rubi pada Hanum.


"kakak pulang sama siapa?"tanya Hanum.


"nanti kakak pesen ojol aja.."ucap Hanum.


"ini udah malem kak...bahaya kalau perempuan pulang sendiri"ucap Hanum


Gadis itu lantas menoleh ke arah Jordan.Sepertinya laki laki itu tak akan keberatan jika mengantar Rubi pulang.Jordan kan baik....


"biar di antar kak Jordan aja gimana?"ucap Hanum polos dan tanpa beban.


degggghhhh.....


Zev,Nabila,Rubi dan Jordan tersentak.Zev dan Nabila seketika langsung saling pandang.Jordan dan Rubi lantas menunduk lagi.Bagaimana ini?pikir keduanya.


"kak Jordan baik kok....dia pasti mau...."ucap Hanum.


"iya kan kak?"tanya Hanum lagi pada Jordan yang menunduk.


"emmm...nggak usah Hanum...kakak pulag sendiri aja...."ucap Rubi


"nggak apa apa kak....nggak aman kalau cewek pulang sendiri jam segini..."ucap Hanum.


"mau kan kak?"tanya Hanum lagi pada Jordan yang kini terus menunduk.


"kak??"tanya Hanum lagi.


Nabila dan Zev masih saling pandang.Ia paham betul bagaimana perasaan Jordan saat ini.


Jordan mengangguk ragu,..


"iya...gue mau...gue anterin lo...."ucap Jordan sambil mengangkat kepalanya dan menatap sendu ke arah Rubi.


Muslimah itu bergetar.Lagi lagi ia merasa bersalah.Namun kini bukan pada Bryan,melainkan pada Jordan.


Ia sudah mematahkan hati pria itu.Ia tau,Jordan pasti kecewa padanya.


Sungguh....gadis itu bingung harus berbuat apa.....


"lo kalau mau ketemu umi,temuin aja dulu....gue tunggu di parkiran...."ucap Jordan kemudian bangkit dan meninggalkan tempat itu dengan raut wajah datar.


Zev menghela nafas panjang.Ia seolah ikut merasa sesak melihat sahabatnya itu.


Apa mungkin akan lebih baik jika Hanum mengetahui perasaan Jordan pada Rubi?agar setidaknya,gadis itu bisa menjaga ucapan saat sedang bersama dua anak manusia itu.Siapa tau ia juga bisa meminta bantuan Hanum untuk sedikit menghibur Jordan yang sedang dalam fase patah hati.Toh jika dilihat lihat, Jordan dan Hanum kian hari kian dekat....pikir Zev.


...----------------...


***Selamat pagi....


up 07:57


yukkk....kliik like komen vote dan hadiahnya


...🥰🥰***

__ADS_1


__ADS_2