Makmum Untuk Sang Pendosa

Makmum Untuk Sang Pendosa
Bab 40


__ADS_3

Hari kembali berganti....


Hari ini adalah hari pernikahan Bryan dan Rubi.Rombongan besan dan pengantin pria sudah bersiap menuju rumah sang calon mempelai wanita.Tak terkecuali pria berjambang tipis yang dulu pernah mencoba memikat hati sang calon pengantin wanita, Jordan.


Laki laki itu nampak duduk di lantai teras menatap taman kecil di area halaman ustad Hanif sambil sesekali menyeruput sebuah air mineral gelasan di tangannya.


Mimik wajahnya tak terbaca.Entah apa yang ada di benak Jordan saat ini.Ia sudah benar benar kalah.Rubi akan menjadi milik Bryan beberapa jam lagi.


Adrian yang tengah asyik berbincang dengan beberapa bapak bapak di sana menoleh ke arah laki laki itu,ia kemudian undur diri dari sekumpulan pria berkeluarga yang sedang asyik bercengkrama itu lalu mendekati Jordan dan duduk di samping nya.


"Dan..."ucap Adrian sambil menepuk pundak Jordan


"eh...om...."ucap Jordan tersenyum, namun sepertinya sebuah senyuman yang dipaksakan.


"ngapain ngelamun disini?"tanya Adrian.


"nggak ngelamun kok om..."jawab Jordan.


Adrian tersenyum menatap Jordan tangannya kembali tergerak menepuk pundak Jordan beberapa kali.Ya...ia sudah tau tentang kisah cinta segitiga antara Jordan,Rubi dan Bryan dari Zev.


"saya nggak apa apa kok om..."ucap Jordan.


"kamu akan mendapatkan yang terbaik untuk kamu nak..."ucap Adrian.


"saya pengennya kayak om sama Zev....sama sama punya istri solehah yang bisa bareng bareng sama saya membina keluarga yang harmonis kayak om....tapi kayaknya....saya nggak seberuntung om..."ucap Jordan.


Adrian tersenyum....


"Allah maha tau apa yang terbaik untuk umatnya... Allah sudah menyiapkan jodoh yang tepat untuk kamu..."


Jordan tersenyum getir.


"ada kalanya Allah menjauhkan seseorang dari kehidupan kamu...agar memberi jalan sosok lain yang lebih baik untuk masuk dan mendekat kepadamu....Ia mematahkan hatimu dulu dengan cara yang menyakitkan...tapi yakinlah setelah ini akan ada cinta sejati yang akan menghampirimu..."


"Tuhan tidak pernah salah pilih Dan....jodoh yang Tuhan pilih sudah pasti adalah sosok yang terbaik untuk kamu..."ucap Adrian.

__ADS_1


Jordan menunduk....


"istigfar ...tata kembali hatimu, perbaiki diri,kamu akan menemukan makmum mu setelah ini..."ucap Adrian.Jordan hanya mengangguk.


Keluarga ustad Hanif keluar dari rumah.Semua warga undanganpun mulai bersiap siap menuju kendaraan yang sudah di siapkan oleh pihak keluarga pengantin,ada yang sebagian membawa kendaraan sendiri.


Adrian bangkit,begitu juga Jordan.Pria galau itu kemudian berbalik badan.


deggggghhhhh.....


Seketika itu juga Jordan mematung.Dilihatnya di sana.Gadis manis berkebaya ungu dengan polesan make up natural.Ber heels tak terlalu tinggi,hijab ungu senada dengan kebayanya,sebuah tas selempang berwarna baby pink terselampir di pundak.Senyuman manisnya menggetarkan hati pendosa itu.Sesekali tawa terbentuk dari bibirnya, memperlihatkan barisan gigi giginya yang putih dengan polesan lipstik tipis di bibirnya yang tak tak terlalu mencolok.


Itu Hanum....!


Tidak terlalu cantik,tapi manis,enak di lihat,dan menenangkan.....


Seutas senyum terbentuk dari bibir merah Jordan.


"manis"ucap Jordan tanpa sadar membuat Adrian yang masih berdiri di sampingnya pun menoleh.


"eh....eng....enggak om....nggak ada apa apa...."ucap Jordan.


Adrian hanya menggelengkan kepalanya nya.


Rombongannya pun berangkat.....


Hanum satu mobil dengan keluarganya,sedangkan Jordan satu mobil dengan keluarga Adrian dan Zev.


...****************...


Tak butuh waktu lama para rombongan sampai di rumah sang pengantin wanita.


Jordan duduk di samping Zev dan Adrian di sebuah tikar yang sudah tuan rumah persiapan kan.Tak jauh dari tempatnya duduk, gadis manis yang sedari tadi menjadi pusat perhatian nya itu bersimpuh bersandingan dengan Nabila.Entah mengapa matanya seolah tak mau lepas dari sosok gadis manis yang sedari tadi tak menyadari bahwa ia menjadi objek pandang seorang Keith Jordan Edward.


Acara ijab qobul sebentar lagi di mulai.Wanita cantik berhijab dan kebaya putih nan anggun turun dari tangga rumahnya di dampingi ibu dan keponakan perempuan nya disisi kanan dan kiri.Senyuman merekah terbentuk dari bibirnya.Hari bahagianya telah benar benar tiba.Menikah dengan laki laki yang begitu sangat ia cintai.Aral melintang yang dulu membentang kini berakhir mereka singkirkan.Mereka akan resmi menjadi sepasang suami istri dalam beberapa menit kedepan.

__ADS_1


Zev melirik ke arah Jordan,ia berfikir, bagaimana perasaan laki laki itu sekarang.Ia akan melihat dan menjadi saksi wanita yang ia puja puja dan ia kejar akan melepas masa lajang nya dengan pria yang naasnya,bukanlah dirinya.


Zev menoleh ke arah Jordan.Laki laki itu nampak diam seribu bahasa dengan wajah yang melengos menatap ke arah samping.Zev mengikuti arah pandang mata sahabat nya itu


Zev terdiam...


Jordan menatap lurus ke arah Hanum.Mata hijau nya seolah tak berkedip mengamati pergerakan gadis yang nampak tengah asyik merekam prosesi pernikahan sang kakak dan Rubi yang kini tengah berlangsung menggunakan kamera ponselnya


Zev mengulum senyum...


Apakah hati yang kosong milik Jordan itu kini mulai di jamah oleh adik tirinya sendiri?


Entahlah.....tak ada yang tau......


Prosesi akad nikah berlangsung khidmat.Bryan mengucap kalimat ijab qobul dalam satu tarikan nafas.Kini ia dan Rubi resmi menjadi sepasang suami istri.Ia resmi menikahi wanita yang dulu sempat hampir terlepas dari tangannya.Ia berjanji dalam hatinya.Ia akan menanggalkan semua perasaan terlarangnya pada Nabila.Ia akan menebus kesalahannya pada Rubi.Menjadikan ia satu satunya bidadari yang bertahta dalam hati dan jiwanya.


Hanum menunduk,ia menoleh ke arah Jordan,ia ingin memastikan bagaimana perasaan laki laki yang dulu pernah mengincar Rubi tersebut.Dia pasti sedih.Ia pasti hancur.Cintanya bertepuk sebelah tangan.....


Hanum menoleh...


deeegghhhhh....


pandangan keduanya bertemu.Jordan menatap dirinya dengan tatapan dalam sambil tersenyum tipis.Laki laki itu bahkan tak bergerak saat para tamu undangan mulai menengadahkan tangan mendoakan pasangan pengantin baru itu.


Hanum di buat gugup.Jantungnya berdetak lebih cepat.Senyuman laki laki itu benar benar berhasil membuat Hanum salah tingkah.Gadis itu menunduk sambil menggerakkan tangannya ikut berdoa, sesekali ia melirik ke arah Jordan,laki laki itu masih belum berubah posisinya.Masih tersenyum dengan mata yang lepas dari Hanum.


Hanum diam diam menoleh ke arah Jordan,ia membalas senyuman itu malu malu lalu kembali menunduk.Jordan tersenyum sumringah.Entahlah...ada apa dengan pria itu....


...----------------...


Selamat pagi menjelang siang....


up 09:00


yuk....mana dukungan nya....🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2