Makmum Untuk Sang Pendosa

Makmum Untuk Sang Pendosa
Bab 53


__ADS_3

"eeehhhmmm......"


suara deheman itu sukses membuat Hanum dan Jordan menoleh.Keduanya pun reflek menjauhkan tubuh masing masing saat menyadari siapa sosok yang datang mendekat ke arah mereka.


"abi.."ucap Hanum menunduk.


Ustad Hanif menatap Jordan dan Hanum bergantian.


"katanya Hanum tadi Jordan sibuk...nggak bisa jemput...?" tanya Ustad Hanif.


Jordan nampak mengernyitkan dahinya.Kapan ia bilang sibuk?sesibuk apapun ia pasti akan menyempatkan diri untuk menjemput gadis karpetnya.Ia pagi ini bahkan uring uringan karena Hanum bilang tak usah dijemput.


"siapa yang sibuk?"tanya Jordan polos membuat Ustad Hanif pun langsung mengarahkan pandangannya ke arah sang putri,sedangkan Hanum kini nampak menunduk takut.


"Hanum...."ucap Ustad Hanif.


"maaf bi..."cicit Hanum.


Ustad Hanif menghela nafas panjang.


"seperti nya memang ada yang perlu abi bicarakan sama kamu dan Jordan..."ucap Ustad Hanif.


"Nak Jordan...kamu ada waktu sekarang?saya ingin bicara sama kamu...ada beberapa hal yang ingin saya tanyakan sama kamu..."ucap ustad Hanif.


Jordan tersenyum kemudian mengangguk sopan..


"saya nggak sibuk kok ustad...."ucap Jordan.


"Alhamdulillah....ya sudah kalau begitu....Hanum kamu semobil sama abi...kita pulang...ketemu di rumah ya..."ucap Ustad Hanif.


"iya bi..."


"iya ustad..."


Mereka pun berpisah.Jordan masuk ke dalam mobilnya lalu melajukan kendaraan mewah milik Zev itu mengikuti mobil ustad Hanif yang melaju dengan kecepatan sedang.


...****************...


Lima belas menit berselang....


Dua mobil sampai di kediaman ustad Hanif.Ustad Hanif,Hanum dan Jordan masuk ke dalam rumah berlantai dua itu.


"abi...Hanum..." ucap Rubi yang berada di ruang tamu.Wanita muslimah itu melirik singkat ke arah Jordan lalu tersenyum kemudian menunduk.Jordan cuek.Ia hanya membalas senyuman itu seperlunya.Entahlah....perasaannya pada Rubi sudah tak seperti dulu lagi.


"Rubi...boleh minta tolong ke dapur buatkan minum untuk abi dan nak Jordan?"tanya Ustad Hanif.


"baik abi.."ucap Rubi sopan.


Wanita bersuami itu lantas masuk ke dalam dapur untuk membuatkan minum.Sedangkan di ruang tamu...


Ustad Hanif duduk di sebuah sofa single di sana,sedangkan Jordan dan Hanum duduk di sofa panjang dengan jarak yang cukup berjauhan.


"ehhmmmm.....baik...kita mulai ngobrolnya ya..."ucap ustad Hanif.

__ADS_1


"iya ustad..."ucap Jordan sopan,namun masih terlihat tenang.Berbeda dengan Hanum yang nampak gelisah.Gadis itu terus menunduk sambil meremas ujung jilbab putihnya.Perasaannya tak karuan.Entah apa yang akan abi nya bicarakan.Mungkinkah ia akan menegur Jordan dan melarang pria itu untuk dekat dekat dengan Hanum? kalau iya...siapkah ia berjauhan dengan mas brewok idamannya?


"jadi begini nak....saya sebagai orang tua Hanum ingin bertanya sama kamu...sejauh apa hubungan kamu sama putri saya?"tanya Ustad Hanif terdengar begitu ramah.Jordan tersenyum,baru saja hendak menjawab,Hanum sudah menyerobot antrian...


"abi.....aku sama mas Jordan cuma temenan....udah dong bi..."ucap Hanum mulai khawatir.Ia takut sang ayah akan memarahi Jordan.Ia tau betul bahwa pria itu tengah berada dalam fase sulit sekarang.Ia tak mau menambahi beban pikiran Jordan dengan kemurkaan sang ayah.


"Hanum...abi tanya sama Jordan...kamu diam dulu..."ucap Ustad Hanif lembut namun terdengar tegas.


Hanum pun kembali menunduk.Sungguh....ia benar benar takut sekarang.


Rubi datang dengan nampan berisi dua cangkir teh.


"silahkan abi..mas Jordan..."ucap Rubi setelah meletakkan minuman tersebut di atas meja.


"makasih nak..."ucap ustad Hanif.


"sama sama bi.."ucap Rubi.Wanita bersuami itu kembali melirik ke arah Jordan.Namun laki laki itu tak peduli.Ia bahkan tak menoleh sedikitpun ke arah Rubi,justru pandangan matanya fokus pada gadis karpetnya yang terus menunduk.


Rubi undur diri.Ia memilih kembali ke dapur dan tak ikut dalam pembicaraan yang sepertinya cukup serius itu.


.


.


.


Kembali ke ruang tamu....


Ustad Hanif menatap datar ke arah Jordan.


Jordan tersenyum lagi...


"saya dan Hanum hanya berteman ustad...tidak lebih..."ucap Jordan


"bagaimana perasaan kamu pada putri saya...?saya lihat kalian sudah sangat dekat....bahkan saya lihat tadi kalian berpelukan di muka umum?"tanya ustad Hanif sopan namun berhasil membuat Jordan merasa tak enak.


"nak...bukan maksud saya ikut campur urusan anak muda...tapi Hanum ini putri saya,dia adalah seorang perempuan yang wajib hukumnya untuk menjaga marwah nya...."


"tidak baik jika seorang laki laki dan perempuan yang bukan muhrimnya sering sering pergi berdua bahkan sampai peluk pelukan seperti tadi..."


"maaf....tapi saya tidak suka...."ucap Ustad Hanif.


Jordan menunduk.Itu baru pelukan yang ustad Hanif lihat.Jordan bahkan pernah mencium kening dan pucuk kepala Hanum.Untung bapaknya nggak tau...🤭😁


"nak Jordan.....saya tidak pernah melarang kalian untuk berteman....saya tidak pernah melarang kalian untuk dekat...tapi pertemanan dan kedekatan seorang laki laki dan perempuan itu ada batasan nya...."


"sekarang saya tanya sama kamu....sejauh mana perasaan kamu pada putri saya....?jika memang kamu menganggap Hanum hanya sebatas teman....saya mohon....tolong..untuk sedikit menjaga jarak dengan anak saya.....tapi jika memang ada perasaan lain yang lebih dari sekedar perasaan sebagai sahabat atau teman....saya minta...halalkan dulu putri saya....."


degggghhhh


..


.

__ADS_1


.


.


.


.


.


.


.


"abi..."ucap Hanum tak percaya..


"itu akan lebih baik ..daripada kalian kemana mana berdua tapi tanpa status yang jelas....itu hanya akan mengundang fitnah...!"ucap ustad Hanif.


Jordan masih menunduk.


"saya tidak melarang kalian untuk dekat...tapi sebagai seorang ayah....saya minta kejelasan.... saya tidak mau berdosa karena lalai menjaga putri saya...."


Jordan masih tak bergerak.Hanum merasa tak enak.Ia tau hati Jordan untuk Rubi.Jordan hanya menganggapnya sebagai adik,tidak lebih.


Gadis itu mulai mengembun.Setelah ini Jordan pasti akan menjauh darinya.Karena memang itukan pilihan yang ditawarkan oleh ustad Hanif.Menjauh atau menikah...!


"bagaimana?"tanya Ustad Hanif.


Jordan menoleh ke arah sang ustad.


"bagaimana dengan usia Hanum yang masih sangat muda ustad?dan status Hanum yang masih tercatat sebagai pelajar?apa ustad ikhlas melepas putri ustad untuk menikah di usianya yang masih sangat dini?" tanya Jordan.


"itu lebih baik dari pada kemana mana berdua tapi haram nak...! pernikahan bisa di lakukan secara siri dulu...!yang penting kalian sudah ada ikatan yang sah... sehingga tidak menimbulkan dosa di kemudian hari...!"ucap ustad Hanif.


Hanum makin menunduk.Jordan menghela nafas panjang....


"boleh saya minta izin...untuk bicara berdua dulu dengan Hanum ustad?"tanya Jordan.


Ustad Hanif menghela nafas panjang...


"silahkan...kalian bicarakan dulu....sebagai seorang ayah...saya hanya ingin menjaga putri saya...saya harap kamu tidak salah paham dengan maksud dan tujuan saya nak..."


Jordan mengangguk....


"ya sudah...saya tinggal dulu...kalian silahkan bicara dulu berdua..."ucap ustad Hanif.


"iya ustad"jawab Jordan sopan.


Pria berkopiah putih itu pun lantas pergi meninggalkan tempat tersebut.


...----------------...


up 15:33

__ADS_1


yuk...kasih dukungannya....🥰


__ADS_2