Makmum Untuk Sang Pendosa

Makmum Untuk Sang Pendosa
Bab 57


__ADS_3

Malam makin larut....


Tiga jam setelah kemurkaan nya.Pria itu kini duduk di atas lantai balkon kamarnya.Tatapan matanya kosong menatap ke depan,buku buku tangannya masih dipenuhi luka bekas sayatan kaca dengan darah yang mulai mengering.


Kondisi kamarnya sudah tak berbentuk.Semua barang barang di dalam kamar itu sudah tak berbentuk.Semua hancur karena amukan Jordan yang membabi buta.


Kini pria itu terduduk di balkon dengan tubuh yang ia sandarkan di pagar balkon.Sesekali air matanya menetes.Tangannya masih memegang amplop coklat yang tadi Jordan berikan.Padahal niatnya datang ke rumah ini tadi ingin memberitahukan pada ibunya tentang rencananya menikahi Hanum.Namun nyatanya belum sempat ia mengucap itu,ia dan ibunya sudah terlibat cek cok.Ia jadi berfikir ulang..apa perlu ibunya tau tentang pernikahan nya yang akan segera di langsungkan dalam waktu dekat ini?toh sepertinya sang ibu tidak akan peduli.Saat ia sedang asyik dengan pemikiran nya sendiri.


drrrrttt...drrrrttt...drrrrttt...


ponselnya bergetar....


Jordan meraih benda pipih di sakunya,.....


Jordan tersenyum di sela sela tangisannya yang tanpa suara.Hanum melakukan panggilan vidio.


Jordan pun mengusap wajahnya,mencoba menetralkan ekspresi nya agar tak terlihat sedih lalu mengusap tombol hijau disana.


"assalamualaikum sayang..."ucap Jordan manis pada sang gadis yang kini terlihat bermukena di layar ponselnya.


"wa Alaikum salam....iiihhhh...sayang..."ucap Hanum geli


"loh....kan calon istri....ya harus dipanggil sayang dong..."


Hanum hanya tersipu malu di seberang sana.Jordan tersenyum,lagi lagi gadis ini bisa mengalihkan kesedihannya.


"mas...."


"apa?"


"udah wudhu?"tanya Hanum.


"hah?" ucap Jordan bingung


"iiih....kan tadi janjian mau tahajjud bareng.... katanya minta di bangunin..."rengek Hanum.


"oh iya lupa...maaf..." jawab Jordan sambil tersenyum


"jadi kamu belum wudhu..."


"belum..."


"trus ngapain jam segini di situ?itu kamu lagi di balkon kan bukan di kasur?"


Jordan tersenyum...


"nggak bisa tidur pet...."ucap Jordan.


"kenapa?"


"nggak apa apa....ya udah....kamu tunggu in bentar ya ..aku ambil wudhu dulu..."


"ya udah cepetan...."


"iya sayang...."jawab Jordan.Laki laki itu kemudian meletakkan ponselnya di atas meja kecil yang berada di balkon lalu masuk ke dalam kamarnya yang sudah tak berbentuk untuk mengambil wudhu dan mengambil peralatan sholatnya.

__ADS_1


Tak butuh waktu lama,Jordan kembali ke balkon dengan sarung,peci,sajadah,iqro' dan stand holder di tangannya.Tak lupa kain putih menbungkus tangannya yang terluka.Ia memasangkan ponselnya yang masih dalam mode vidio call tersebut di penyangga gadget itu,lalu kembali meletakkan nya di atas meja.Membuat Hanum kini bisa menyaksikan aktifitas Jordan yang tengah menata sajadahnya di samping meja bersiap untuk melakukan ibadah sunahnya.


Hanum pun melakukan hal yang sama di seberang sana.


Jordan menatap layar ponselnya...


"sekarang kita solat barengnya virtual dulu....dua minggu lagi....kita solat barengnya berjamaah sebagai suami istri...."ucap Jordan.


Hanum tersenyum di seberang sana.


"iya ..."jawabnya.


Keduanya pun mulai mengambil posisi masing masing untuk beribadah.Kini dua anak manusia itu mulai menjalankan ibadah sepertiga malam mereka,yang nantinya akan mereka lanjutkan dengan mengaji,bersama sama di tempat yang berbeda,namun terhubung melalui panggilan vidio


...****************...


Sementara itu....


Di tempat lain....


Di sebuah kamar yang tak terlalu luas...


Sepasang suami istri yang sudah menikah belasan tahun itu baru saja selesai dengan tahajjud nya.


Adrian berbalik badan.Adinda mencium punggung tangan sang suami sebagai tanda bakti nya pada laki laki yang berkuasa di dalam hatinya itu.


Adrian menatap lembut wanita cantik berkulit putih tersebut.


"kamu kenapa?"tanya Adrian lembut pada sang istri.


Adrian tersenyum...


"kamu cemburu?"


"wanita mana yang nggak cemburu kalau melihat suaminya deket deket sama perempuan lain..." jawab Dinda sekidit kesal


"ya kalau gitu nggak usah liat..." jawab Adrian enteng.


"maaaassss...."rengeknya.


Adrian terkekeh.


"ini kan cuma sandiwara Din...nggak lama kok...nggak sampai sebulan aku pasti udah bisa mencapai target kita...."


"tapi kan selama itu kamu sama dia terus....ntar kalau kamu di ajakin macem macem ama dia gimana mas?kalau kamu di ajakin tidur ama dia gimana..." ucap Dinda kesal.


"kan aku bisa nolak..."


"kalau kamu nya khilaf trus mau..."


"ya resiko....."


"maaaaasssss......." rengek wanita itu lagi.


Adrian terkekeh.Ia lantas meraih tubuh sang istri lalu memeluk nya,

__ADS_1


"ini cuma sandiwara Din...kamu nggak usah khawatir...aku pasti bisa ngatasin ini....kamu cukup doain aja suami kamu...semoga aku berhasil...dan aku bisa memberi pelajaran untuk keluarga itu,juga untuk wanita ular itu..."


"mereka nggak berhak atas harta yang saat ini mereka nikmati...mereka harus mendapatkan balasannya atas itu...."


"aku cuma mau menggiring mereka ke jurang mereka aja ..setelah itu...biarkan tangan Allah yang bekerja..."ucap Adrian.


"Adinda memeluk tubuh pria yang makin berumur justru makin bugar itu.


"aku takut terjadi sesuatu lagi sama keluarga kita mas..."


"nggak akan sayang....semua akan baik baik aja..."ucap Adrian.


Laki laki itu kemudian mengecup kening wanita yang sudah menuntunnya keluar dari dunia gelapnya tersebut.Mencoba memberikan ketenangan pada wanita cantik yang selalu menjadi prioritas utama dalam dirinya ini.Ia sangat mencintai Adinda,rasa cinta nya sudah tak perlu diragukan meskipun kini usia mereka sudah tak terlalu muda lagi.


...****************...


Kembali ke balkon kamar Jordan.....


Menjelang subuh.Laki laki itu kini tangah asyik manatap ke arah layar ponselnya yang masih dalam mode panggilan vidio.Lantunan ayat ayat suci Alquran mengalun merdu dari bibir Hanum diseberang sana.Jordan tersenyum mendengar suara itu.Hatinya serasa begitu tenang.Gadis ini selalu bisa memberikan kenyamanan untuk nya dalam kondisi apapun.Lagi lagi....Jordan seolah seketika lupa dengan segala permasalahan hidupnya.Wanita itu berhasil menghipnotis nya.Wanita yang tak pernah ia bayangkan akan bisa meluluhkan hatinya.Namun nyatanya kini wanita itu seolah menjelma menjadi obat dari segala sedih dan sakitnya.


"sadaqallahul adzim....." ucap Hanum dari seberang sana menandakan selesainya ritual baca qur an nya.


"giliran kamu mas...."ucap Hanum.


Jordan tersenyum.


Laki laki itu mulai mengambil iqro' jilid tiga nya.Selama ini ia memang berguru pada Hanum.Ia benar benar ingin bisa membaca Alquran dan mempersembahkan Ar Rahman untuk wanita itu nantinya saat Hanum sudah sah sebagai istrinya.


Dan ngaji pun dimulai.Jordan mengucap kata per kata bertuliskan tulisan arab itu dengan lancar.Hanum hanya memperhatikan nya dari sambungan vidio sambil sesekali mengoreksi yang salah.


Tanpa Jordan sadari....


Seorang wanita paruh baya menangis dari balik jendela kamarnya yang letaknya bersebelahan dengan kamar Jordan.


Wanita itu meremas piyama di bagian dadanya.Ada rasa pilu yang tak bisa ia jelaskan.Harusnya ia yang membimbing putranya,harusnya ia yang mengajari putranya mengenal agama,bukan orang lain.


Sudah lama ia tak mendengar lantunan ayat suci Alquran di rumah megahnya.Entah kapan terakhir ia mendengarnya,ia bahkan sudah lupa.


Hatinya bergetar sebagai seorang ibu dan hamba Allah....


Ia seolah di sentil oleh suara merdu gadis yang menjadi teman vidio call Jordan,ia seolah di ingatkan....betapa ia sudah sangat jauh dari sang maha segalanya.


Dalam diam,di saksikan angin malam yang berhembus menerpa tirai kamar mewah miliknya,wanita itu beristigfar.. Astaghfirullah hal adzim......


❤️❤️❤️


...----------------...


***Selamat pagi....


up 06:40


mana dukungannya??


yuk banyakin like komen vote dan hadiah nya...🥰***

__ADS_1


__ADS_2