Makmum Untuk Sang Pendosa

Makmum Untuk Sang Pendosa
Bab 56


__ADS_3

Malam menjelang....


Pria berjambang tipis itu turun dari mobilnya yang kini terparkir di halaman luas istana megahnya.Rumah milik sang ibu, peninggalan sang nenek yang kemudian di renovasi menggunakan hasil jerih payah mommy Intan pasca di talak cerai oleh laki laki yang kini lumpuh di panti jompo.


Jordan melangkah dengan tatapan mata sendu menuju pintu utama rumah mewah itu dengan amplop coklat di tangannya.Perasaannya masih tak karuan.Batin dan jiwanya seolah dikoyak paksa oleh keadaan dan berbagai kenyataan tentang keluarga tercintanya yang makin hari makin tak tentu arahnya.


Jordan menghentikan langkah nya di depan pintu masuk.Sayuk sayuk telinganya menangkap suara dentuman music yang terdengar cukup jelas dari dalam rumah megah kediaman nya.Dada Jordan bergemuruh.Ia pun mempercepat langkah nya masuk kedalam rumah itu.


ceklek....


pintu rumah utama terbuka.Lampu ruang tamu sudah padam,begitupun lantai dua yang sebagian lampunya pun juga padam.Namun di sana,di lantai tiga,lampu masih terang benderang dengan suara bunyi bunyian khas music diskotik menggema cukup jelas di iringi sorak sorai wanita yang sepertinya lebih dari satu.Sepertinya sang mommy membawa teman temannya lagi ke rumah ini untuk berpesta.


Ya...hal semacam ini bukanlah hal baru bagi Jordan.Mommy Intan memang sering membawa teman temannya untuk berpesta di istana mereka.


Jordan mengusap wajahnya kasar.Lagi lagi dadanya bergemuruh.Ia marah...!Ia tak suka dengan sikap ibunya yang makin hari makin tersesat.Ia tak suka wanita itu bergaul dengan teman temannya yang hanya membawa pengaruh buruk bagi sang mommy.Pergi ke club,mabuk mabukan,foya foya,liburan kesana kemari, belanja ini itu...dan hampir semuanya mommy Intan yang membiayai..!Jordan tau teman teman mommy nya itu tak sepenuhnya menyayangi mommy nya.Tapi wanita paruh baya itu seolah tak peduli.Ia haus pengakuan..!ia haus perhatian yang kini bisa ia dapatkan dari para teman temannya itu, meskipun semua hanya palsu.Wanita wanita yang mengaku sahabat itu hanya menginginkan harta Mommy Intan yang loyal.Mereka tak setulus hati menyayangi wanita itu.Andai suatu saat mommy Intan bangkrut....apa mungkin teman temannya itu masih bersedia berada di sisi ibunda Jordan tersebut?


Jordan melangkah cepat dan lebar menuju lantai tiga.Dadanya naik turun...!emosi menguasai jiwa pria yang rindu kehangatan keluarga itu.Dengan cepat ia menuju ruangan di mana para wanita paruh baya itu begitu asyik menggoyangkan tubuh mereka,meliuk liuk mengikuti irama musik yang mereka putar begitu kencang.Sesekali mereka menghisap rokok dan menenggak alkohol dalam gelas yang berada di tangan mereka.


Jordan murka.Matanya sudah merah penuh amarah melihat wanita yang sudah melahirkan dirinya ke dunia itu nampak begitu asyik hanyut dalam kegembiraan semu yang tak nyata.Ia kembali melangkahkan kakinya penuh amarah....dan......


teeggg........


Musik mati..!Jordan mematikannya.Empat orang wanita paruh baya yang berada di sana pun menoleh ke arah Jordan.


"Jordan....!apa yang kamu lakukan?!"tanya mommy Intan tak suka.


Jordan menatap tiga sahabat sang mama dengan sorot mata tajam yang mengerikan.Menggambarkan betapa ia tak suka pada tiga wanita paruh baya yang kini berdiri di samping mommy nya itu.


"keluar kalian...!!"ucap nya dingin penuh penekanan.


"Jordan...kamu apa apaan sih..?mereka temen temen mommy...."ucap mommy Ia Intan.Namun sepertinya Jordan tak peduli.


"GUE BILANG KELUAR.... !!!!!!!”bentak Jordan sekuat tenaga, urat urat lehernya bahkan terlihat dengan jelas.


"Jordan....!!!"bentak mommy Intan.


"Gue bilang keluar an**ng......!!!!!aaaaakkkkhhh......!!"bentak Jordan murka.Pria itu frustasi.Ia menendang kursi,meraih botol minuman beralkohol di atas meja lalu melemparnya ke arah televisi membuat benda pipih berukuran besar itu pecah, hancur tak berbentuk.Ke empat wanita itu takut.Pemuda itu bak orang kesetanan menghancurkan semua barang barang yang ada disana.


"keluar......!!!!!!!!!!!!!!!” bentaknya sekuat tenaga.


pyaaaarrrrr......

__ADS_1


meja kaca terbalik,hancur....!!


Darah menetes dari telapak tangan Jordan lantaran terkena serpihan kaca.


Laki laki itu frustasi.Keadaan yang tak berpihak padanya berhasil menggoncang jiwanya yang seolah mulai lelah.


Salahkah ia meminta keluarga yang utuh.Atau setidaknya...beri satu saja...hanya satu...satu orang tua yang mau peduli padanya.Mau melihat wajahnya,mau mendengarkan keluh kesahnya,agar ia tak merasa sendiri,agar ia tak merasa terbuang padahal ia masih memiliki orang tua yang lengkap.


Sahabat sahabat mommy Intan memilih kabur.Kini hanya ada Jordan dan sang ibu yang kini mendekat.Wanita paruh baya itu meraih tangan sang putra dan dengan satu gerakan.


.


.


.


.


.


.


.


.


plaaaaakkkk.....!


Jordan mematung.Dada mommy Intan naik turun dengan sorot mata menatap tajam ke arah sang putra.


"apa maksud kamu?!kamu udah gila?!kamu udah bikin mommy malu di depan teman teman mommy....!!!"ucap mommy Intan murka.


Jordan menatap nanar ke arah sang ibu.Ia pikir,ibunya ini akan memeluk nya saat melihat dirinya murka karena batin yang begitu hancur.Ia pikir wanita itu akan datang mendekapnya lalu menenangkan nya kemudian berbisik 'istigfar nak' selayaknya seorang ibu pada umumnya...


Tapi nyatanya....


tidak.....


Ia di tampar..!mommy tersayang nya lebih membela para sahabat palsunya di bandingkan dia anak kandungnya...


sakit...... perih......setidak penting itukah ia?

__ADS_1


Jordan menatap pilu ke arah mommy Intan


"kalau memang kalian nggak pernah mengharapkan keberadaan gue.... kenapa kalian nggak bunuh gue pas gue baru lahir?"tanya Jordan dengan suara bergetar memilukan.Tatapan matanya nanar menatap ke arah sang ibu yang kini diam mematung.


"kenapa kalian nggak buang gue..!kenapa kalian nggak lempar gue biar jadi makanan an*ing...!kenapa kalian membiarkan gue untuk hidup kalau akhirnya cuma kalian abaikan dan nggak kalian pedulikan.....????!!!!!!!!” Ucap Jordan dengan suara makin meninggi.


"sebegitu nggak pentingnya gue dimata kalian sampai sampai kalian lebih memilih membela orang lain dibanding gue yang katanya anak kalian sendiri...?????!!!!!!!!”


Mommy Intan tersentak.Ia reflek menjauhkan tubuhnya,menatap penuh sesal pada telapak tangan yang baru saja ia gunakan untuk menampar putra semata wayangnya.


Jordan tak terkendali.Air matanya jatuh tak tertahan.Keringat bercucuran menggambarkan emosi yang sudah sangat membuncah.


"bokap gue lebih memilih ja*ang dan sekarang... lo lebih memilih teman teman dan ambisi lo...!"


"gue cuma pengen punya keluarga....gue cuma pengen punya orang tua...gue nggak minta yang lengkap kalau memang itu nggak pantes buat gue..."


"gue cuma minta satu aja....satu orang....yang bisa menjadi tempat gue untuk pulang...tempat gue untuk bersandar...." ucapnya lirih nan pilu membuat sang ibu bergetar.Air matanya pun kini ikut menetes melihat sang putra yang nampak begitu hancur.


"gue capek jadi yatim piatu..."ucap Jordan pilu


Tangan putih mommy Intan tergerak ingin menyentuh pipi sang putra namun Jordan mengelak mundur.


"gue udah ditinggal pergi bokap gue.....gue cuma pengen ngerasain punya orang tua...gue cuma pengen disayang selayak nya anak lo...."


"Jordan...."ucap wanita itu lirih.


Jordan mengangkat tangannya, mengisyaratkan agar wanita itu jangan mendekat.


"Jangan sentuh gue...! tangan lo terlalu berharga buat bersentuhan dengan gue.." ucap Jordan perih.


Laki laki itu mundur.Ia melangkah menuju kamarnya yang cukup luas di lantai dua lalu mengunci pintu dari dalam.Ia kembali menyalurkan emosinya di dalam kamar itu.Membanting semua benda yang ada di dalamnya hingga pecah tak berbentuk.Ia bahkan meninju cermin kaca di sana hingga darah menetes deras dari buku buku tangannya.


Jordan frustasi.Ia lelah.Sangat lelah.......


***Selamat malam


up 20:08


yang nungguin pembalasan dendam sabar dulu ya...


yang nungguin Jordan Hanum sah...sabar dulu juga ya......

__ADS_1


🥰🥰🥰😁masih on proses soalnya🤭😁😁😁


yuk....like komen dukungan nya dulu biar yang nulis mangat...biar cepet sampai ke pembalasan dan sah'nya***.........


__ADS_2