
Di pinggir danau buatan tempat semalam Hanum menemukan Jordan.
Di sebuah taman kecil yang dipenuhi rerumputan,Jordan tengah mengarahkan handycam milik Hanum ke arah gadis manis yang kini tengah asyik berceloteh di tepi danau.Gadis itu memang pandai bercerita.Pembawaannya yang riang,senyumnya yang manis,tutur katanya yang lembut namun menggemaskan,membuat hati pria itu ikut senang mendengarkan kisah para sahabat Nabi yang kini tengah Hanum tuturkan untuk para subscribers nya yang kebanyakan kaum anak anak.
Jordan tersenyum.
Mata hijaunya tak lepas menatap gemas ke arah layar handycam yang kini menampilkan wajah manis Hanum.Untuk pertama kali ia mengenal remaja selucu,polos dan seimut ini.Biasanya wanita wanita yang ia kenal adalah wanita wanita nakal yang sudah tak gadis meskipun usianya masih belia,seperti Rebecca
Tapi gadis ini....ia beda....
Ia memang tak se kalem dan dan se tenang Rubi.Hanum adalah gadis polos yang periang,kadang galak,kadang cengeng,kadang crewet.Tapi entah mengapa tanpa Jordan sadari,ia selalu bisa tertawa di samping Hanum.Seolah untuk sesaat ia bisa melupakan masalah kehidupan dan percintaannya yang begitu rumit.
Seperti saat ini,
Berangkat dari sini,ia masih jadi pria galau karena melihat kedekatan Rubi dan Bryan,tapi sekarang.....
Lihatlah......
Laki laki tak henti mengulum senyum hanya dengan melihat si karpet bercerita.
Lima belas menit berceloteh.....
Hanum selesai dengan konten vidionya.Gadis yang masih mengenakan seragam sekolah itupun mendekati Hanum
"bagus nggak?"tanya Hanum.
"bagus........"ucap Jordan menggantung.
"danaunya...."ucap nya kemudian membuat Hanum cemberut.
Jordan terkekeh.Ia mengacak acak lembut rambut berbalut hijab itu.
"canda...!gitu aja cemberut lo..!"ucap Jordan.
Hanum tersipu malu...
"subscribers lo banyak juga ya?"tanya Jordan sambil memainkan ponselnya menuju kanal youtube dimana Hanum sering memposting semua kontennya.
"mayan...."ucap Hanum.
"banyak dong duit lo...."
"mayan..."jawabnya lagi.
Jordan tersenyum.Matanya kini tertuju menatap hamparan air danau yang cukup luas itu.
__ADS_1
"soal kisah yang lo ceritain tadi...."ucap Jordan.
"soal pendosa taubat di zaman Nabi....emang ada?"tanya Jordan.
"banyak..."jawab Hanum.
"tau dari mana?"
"dari abi,dari buku,dari guru,dan maaasih banyak lagi...."jawab Hanum sambil kini ikut memfokuskan pandangannya ke arah air danau.
"jaman sekarang....apa mungkin masih ada kisah pendosa taubat..."
"ada"
"bisa gitu..Tuhan mengampuni dosa orang yang udah terlalu banyak..."ucap Jordan.
"semua manusia itu sama di mata Allah...dan Allah mencintai orang yang mau bertaubat...siapapun dia.."
"aku juga pernah dengar dari umi....papanya kak Nabila itu dulu juga penjahat,dia pernah dipenjara...tapi lihat sekarang...dia bisa berubah kan?dia jadi sosok yang religius sekarang..."ucap Hanum.
"dia berubah karena ada tante Dinda di sampingnya...dia beruntung karena menemukan wanita yang tepat yang bisa membimbing dia..."
"lo tau nggak pet....gue tuh iri sama om Adrian....dia yang dulunya kek gitu aja bisa dapetin istri solehah....baik,dan sabaaarr banget....gue tuh dulu yakin....gue bisa dapetin cewek yang kayak tante Dinda....yang bisa ngebimbing gue ke jalan yang lebih baik...tapi nyatanya enggak...."ucap Jordan.
Hanum menoleh ke arah pria itu.
"padahal gue juga pengen jadi orang yang lebih baik.."sambung Jordan lagi.
Hanum tersenyum....
"kalau mau berubah ya berubah aja...ngapain nunggu dirubah cewek....ya kalau jodoh kamu perempuan solehah...lah kalau perempuan nakal?nggak jadi berubah?di cancel tobatnya?"tanya Hanum sukses membuat Jordan menoleh.
"berusaha menjadi orang yang lebih baik itu di mulai dari diri sendiri...."ucap Hanum.
"hidayah itu bukan di tunggu...tapi di cari,dikejar,lalu diraih...."ucap Hanum.
"kalau emang punya niatan pengen tobat...ya mulailah dengan langkah langkah kecil...stop mabuknya,stop ke bar nya...di per rajin lagi sholatnya,di banyakin doa,banyakin mohon ampun,banyakin dzikir, sholawat,istigfar...nggak harus full langsung semua di amalin...pelan pelan aja perbaiki diri..."ucap Hanum.
Jordan menatap dalam gadis itu.
"jangan nunggu ketemu perempuan solehah baru tobat mas....kamu mulai aja dulu....perbaiki diri kamu... biar kamu siap jika suatu saat bertemu dengan wanita yang bersedia menjadi makmum kamu..."ucap Hanum.
"jodoh kita cuma Allah yang tau.... walaupun kamu sekuat tenaga mengejar wanita yang kamu sukai...tapi kalau takdir Allah tidak menuliskan kamu dan dia bersama...kamu sebagai manusia bisa apa mas?" ucap Hanum sambil menatap dalam ke arah Jordan.
"Bukan Allah Maha Mendengar tapi tidak mengabulkan....Allah itu Maha Mendengar....Maha Mengetahui...dan Maha Memberi..Ia akan memberikan apa yang umatNya butuhkan...bukan apa yang umatNya inginkan..."ucap Hanum lembut dan tulus.
__ADS_1
Dua pasang mata itu saling pandang.Entah mengapa kini Jordan seolah merasakan setitik kekaguman pada gadis di hadapannya itu.Di balik sosok nya yang polos dan begitu lugu,Hanum memiliki pemikiran yang cukup dewasa.Bukti betapa Ustad Hanif dan Umi Atikah memang berhasil mendidik putrinya ini.
Kata kata Hanum berhasil menyentil pemikirannya.Tak semua yang ia kehendaki akan terwujud.Manusia hanya bisa berusaha,Tuhanlah yang menentukan....
Hanum menatap dalam mata hijau itu.Kini ia menyandarkan kepalanya di atas lengan yang ia tumpuk di atas lututnya yang tertekuk.Dapat ia lihat dengan jelas,betapa laki laki itu begitu rapuh sebenarnya.Sepertinya ia lelah,baik hati maupun fikirannya.Keluarganya hancur,nasib percintaannya tak beruntung,jauh dari Tuhan,hanya memiliki segelintir teman yang tak semua bisa ia jadikan sandaran.
"laki laki yang suatu saat akan jadi pasangan lo....dia pasti beruntung banget dapetin lo"ucap Jordan tanpa lepas menatap wajah polos adik Bryan itu.
Hanum hanya tersenyum....
"mas brewok suatu saat juga pasti akan dapet wanita yang tepat...yang bisa menerima kamu apa adanya kamu....dan dia juga akan beruntung banget....punya pasangan yang berhati tulus seperti kamu.... nggak semua laki laki mau berjuang dan berkorban banyak seperti kamu mas...bahkan untuk keluarga rival kamu sendiri..."ucap Hanum.
"kamu orang baik mas....mungkin kalau orang lain diposisi kamu,melihat laki laki yang menjadi lawan kamu dalam merebut hati seorang wanita sedang kecelakaan...dia pasti akan membiarkan laki laki itu mati di tengah jalan...."
"tapi nyatanya kamu nggak....kamu memilih untuk membawa dia ke rumah sakit,kamu ikut nungguin dia,kamu bahkan jagain adiknya...kamu hebat mas...."ucap Hanum...
"gue pengen nyari perempuan...yang bisa sama sama gue ajak menuju kebaikan...gue pengen merubah hidup gue...gue nggak mau... keturunan gue kelak punya sifat yang sama breng*ek nya kek gue sekarang"ucap Jordan.
Hanum tersenyum lagi.
"kamu pasti bisa mas..."ucap gadis itu.
Mata itu masih saling terkunci satu sama lain.Sedangkan kini Jordan memposisikan tubuhnya sama seperti Hanum.Menekuk kakinya,meletakkan lengannya di atas lutut dan menyandarkan kepalanya di sana.
Mereka saling diam,saling pandang,lalu.......
"lo aja mau nggak....jadi makmum gue...."ucap Jordan.
"hah????"
.
.
.
.
...----------------...
***Selamat sore.....
up 15:19
yuk like komen vote dan hadiahnya.....🥰🥰🥰🥰🤔***
__ADS_1