Makmum Untuk Sang Pendosa

Makmum Untuk Sang Pendosa
Bab 36


__ADS_3

Deeeggghhhhh......


.


.


.


.


Bryan,Zev,dan Nabila mematung.Dilihatnya di dalam kamar,di lantai samping ranjang,dua anak manusia itu tengah khusyuk menjalankan solatnya.Pria berewokan yang selalu menyebut dirinya pendosa itu duduk di baris depan sebagai imamnya,sedangkan di belakangnya Hanum bersimpuh selayaknya seorang makmum.


Ketiga anak manusia itu melongo,apalagi Zev.Untuk pertama kali ia melihat Jordan sholat.Karena meskipun Jordan bisa,tapi ia selalu malas malasan dan terkesan ogaj untuk melakukan hal itu.


Dan Hanum..


Sejak siang ia dan Nabila mati matian membujuk Hanum dan menghibur nya.Berharap gadis itu mau sekedar turun dari ranjang,namun tak berhasil.Dan kini....ia melihat gadis itu bersimpuh di atas sajadah bersama Jordan.


Ya....Laki laki itu berhasil membujuk Hanum.Meskipun Hanum sholat pun masih sesenggukan,tapi setidaknya ia sudah mau bangkit dari ranjangnya.


"assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh...."


Dua kalimat salam terlantun.Pertanda kini keduanya sudah selesai dengan ibadah wajib mereka.Jordan mengusap wajahnya.Ia lantas berbalik badan menatap sang gadis yang terus sesenggukan dengan air mata yang seolah tak henti menetes.


Jordan tersenyum lembut.....


Tangan bertato nya tergerak hendak mengusap lelehan air mata di pipi Hanum,namun tiba tiba....


"assalamualaikum..."


Suara itu berhasil membuat kedua anak manusia tersebut menoleh ke arah sumber suara.Dilihatnya disana,Bryan,Zev,dan Nabila berdiri di depan pintu menatap ke arah mereka dengan tatapan mata yang sulit diartikan.


"Bryan.,.."ucap Jordan


Hanum bergetar.Gadis itu nampak menunduk takut melihat kedatangan kakak laki lakinya itu.Hanum meringsut mendekat ke arah Jordan.Tangan putihnya tergerak meraih lengan kokoh Jordan dan mendekapnya erat seolah meminta perlindungan.


Bryan mendekat,ia berjongkok di samping Hanum yang terus menyembunyikan wajahnya.Terlihat jelas disana,ia takut.Ia takut Bryan salah paham lalu memarahi dirinya.


Bryan terdiam dalam posisi berjongkok di samping Hanum.Tangan kekar berkulit putih itu tergerak menyentuh pucuk kepala sang adik tersayang.


"Hanum...kamu kenapa?"tanya Bryan lembut.Ia seolah ikut merasa perih melihat sang adik yang nampak begitu hancur.


Hanum tak menjawab.Ia masih menyembunyikan wajahnya di balik Jordan.


"mas kangen sama kamu dek....mas boleh peluk kamu nggak ..." ucap Bryan lagi.


Hanum makin sesenggukan.Gadis itu perlahan menunjukkan wajahnya.Ia menatap sendu ke arah Bryan dan disambut dengan sebuah senyuman getir dari putra kedua James itu.


Hanum menangis sesenggukan.Dengan gerakan cepat ia menabrakkan tubuhnya pada tubuh Bryan.Ia menangis sejadi jadinya disana.Tangisan pilu itu kembali pecah di dalam dekapan laki laki yang ia tau sangat menyayangi nya itu.


Bryan mendekap erat gadis polosnya tersebut.Ia menghirup aroma sang adik yang terlihat begitu menyedihkan.Bryan sangat menyayangi Hanum...!hatinya ikut perih melihat sang adik yang biasnya ceria itu nampak terpuruk.


"kamu kuat dek...kamu sendiri...banyak orang yang sayang sama kamu...mereka semua akan dapat balasan yang setimpal...."ucap Bryan.

__ADS_1


Hanum makin menangis sejadi jadinya.Ia masih beruntung.Ada banyak sekali orang yang menyayanginya.Banyak sekali orang yang seolah ikut merasa pilu saat ia tengah rapuh rapuhnya.


...****************...


Setelah drama di kamar tamu....


Kini para anak manusia itu tengah berkumpul di ruang keluarga yang berada di lantai dua.


Hanum masih dalam dekapan Bryan.Namun kini ia sudah mulai sedikit tenang.Dengan sebuah snack di tangannya,dan tangan kekar berkulit putih milik Bryan yang tak lepas memeluknya,Hanum kini bersedia untuk keluar kamar meskipun matanya masih saja basah.


"dek....mas boleh nanya sama kamu nggak?"tanya Bryan.


Hanum mengangguk di sela tangisnya.


"mas boleh tau....siapa yang udah ngerjain kamu di toilet....dan kamu diapain aja sama dia"ucap Bryan.


Sungguh.....mereka semua tau....menghadapi orang yang sedang trauma tak semudah membalikkan telapak tangan.Harus ada waktu dan kata kata yang tepat agar dapat gadis itu mau buka suara dengan tenang tanpa histeris.


Hanum menangis lagi.


"kami boleh nangis dek.... kalau memang itu bisa bikin kamu lega....nangis aja nggak apa apa....nanti....kalau kamu udah mendingan...kamu bisa cerita sama mas....apa yang sebenarnya terjadi...karena orang orang jahat itu harus dapat balasan nya...."ucap Bryan.


Hanum makin menangis.


"kamu lihat disini...banyak sekali orang orang yang sayang sama kamu...orang orang yang sudah bersiap membalaskan sakit hati kamu...."ucap Bryan


"aku takut mas..."lirih Hanum


"apa yang kamu takutin?nggak ada yang perlu kamu takutin selama ada kita disini..."ucap Bryan


"Hanum...." ucap Zev yang kini berbicara


"kalau boleh kakak tau.....apa ini ulah Rebecca?"tanya Zev.


Hanum bergetar.Bayang bayang kejadian tadi siang kembali menari nari dalam pikirannya.


"kamu nggak perlu takut....kamu bicara aja sama kakak....pembully itu nggak sekuat yang mereka pikir...mereka nggak tau kalau kamu punya kita....punya orang orang yang siap membela kamu..."ucap Zev.


"sekarang kamu jawab kakak....apa bener....ini ulah Rebecca?"tanya Zev lagi.


.


.


.


.


hening sesaat......


.


.

__ADS_1


lalu.....


Hanum mengangguk.Zev mengangkat dagunya.Mata Jordan menajam.Bryan mengeratkan pelukannya pada sang adik yang kini kembali menangis.


Zev menoleh ke arah Jordan .


Kedua mata itu bertemu.


Tepat ....!


Sesuai dengan prediksi mereka...!pelakunya Rebecca..!ja*ang kecil yang mencoba bermain main dengan serigala dan sang pendosa.Gadis itu belum tau dengan siapa ia berurusan...!


Jordan menoleh ke arah Hanum...


"Hanum...aku boleh nanya..."tanya Jordan lembut.


"ada lagi nggak selain Rebecca...?kamu di apain disana?"tanya Jordan.


Hanum menangis lagi.


"aku......aku....aku disuruh ....hikss......"


Hanum kembali hiateris.


"udah ..udah ..kalau belum siap cerita nggak apa apa...."ucap Bryan lagi.


Hanum sesenggukan.....


"aku disuruh itu mas...."rengek Hanum.


"disuruh apa?"


Gadis itu menangis lagi.Begiti sulit untuk mengucapkan nya.Ia sangat malu...saaangat malu...!


Nabila mendekat.Ia bersimpuh di lantai, dihadapan Hanum yang duduk di sofa..


"kamu bisa cerita sama kak Nabil kalau kamu malu...."ucap Nabila seolah paham


Lagi lagi gadis itu sesenggukan....


Hanum membungkuk,ia memeluk sang kakak ipar lalu berbisik di telinganya.


Nabila memejamkan matanya.Sedih....sakit hati...apalagi Hanum menceritakan detail kejadiannya dengan berbisik sambil berderai air mata.Bryan yang tak bisa mendengar dengan jelas hanya bisa mengusap punggung sang adik yang nampak tertekan.


Cukup lama aksi bercerita itu.Nabila mengangkat kepalanya Hanum,ia mengusap lelehan air mata itu dengan sebuah senyuman manis.


"dah...Hanum kuat....kamu jangan sedih lagi ya....mending sekarang kak Nabila antar kamu ke dalam kamar....kamu istirahat...ya....."ucap Nabila


Hanum mengangguk.Ia pun bangkit bersama wanita hamil itu lalu menuju kamarnya untuk istirahat.


...----------------...


***Selamat pagi.

__ADS_1


up 06:11


yuk...like komen vote dan hadiahnya....🥰🥰🥰***


__ADS_2