
Hari terus berganti....
tanggal pernikahan Hanum dan Jordan tinggal sehari lagi.Gadis itu hari ini bahkan sudah mengajukan izin tiga hari untuk tidak masuk sekolah dengan alasan ada urusan keluarga dimulai esok pagi.Ya....pernikahan ini memang dirahasiakan bukan?,mengingat usia Hanum yang masih usia anak sekolah
Tak ada persiapan yang berarti di kediaman masing masing calon mempelai,lantaran memang pernikahan hanya akan di lakukan secara siri tanpa adanya resepsi atau acara lainnya.Bahkan hingga kini Jordan pun belum memberitahukan tentang pernikahan nya pada sang mommy.Ia merasa hanya akan sia sia memberi tahukan hal tersebut pada wanita yang sudah melahirkan nya itu.
Siang ini,
di sekolah menengah atas tempat Hanum menuntut ilmu.Gadis berparas manis itu sudah keluar dari ruang kelasnya.Fokus matanya langsung tertuju pada gerbang sekolahnya.Dimana biasanya Jordan sudah standby di sana dengan mobil atau motornya.Tapi sepertinya hari ini Jordan telat jemput.Belum ada tanda tanda keberadaan Jordan disana.
Ya sudahlah ...paling sebentar lagi,pikir Hanum.
Gadis itu melangkah menuju ke seorang pedagang cilok yang mangkal di samping gerbang sekolah.Ia berniat membeli makanan khas yang sering mangkal di tiap sekolah itu untuk dimakan berdua dengan Jordan nantinya
"berapa dek..?"tanya sang penjual cilok.
"eeemmm....sepuluh ribu deh mas...biar kenyang..."ucap Hanum.
"siap dek....."ucap pedagang cilok tersebut.Dengan sigap ia pun mulai memasukkan sebutir demi sebutir makanan makanan berbentuk bulat tersebut.Hanum merogoh tasnya mencari dompet nya,saat ia tengah sibuk mencari tempat penyimpanan uangnya tersebut,tiba tiba....
"biar saya aja yang bayar..."ucap seorang wanita sambil menyerahkan selembar uang lima puluh ribuan kepada sang penjual cilok.Hanum yang masih sibuk mencari dompet nya pun menoleh ke arah sumber suara.
.
degggghh.....
itu mommy Intan...!sedang apa dia disini.
sang pedagang cilok pun menyerahkan sebungkus cilok itu kepada wanita paruh baya tersebut lalu menerima uang yang mommy Intan sodorkan.
"kembalian nya buat kamu aja"ucap mommy Intan.
"waahh.... kebanyakan buk..."ucap si pedagang.
"nggak apa apa...rejeki kamu..."ucap mommy Intan sambil tersenyum.
"waaahhh ...makasih banyak buk..."
"sama sama"jawab wanita itu.
Mommy menoleh ke arah Hanum yang kini menunduk.Jantung gadis itu tiba tiba berdetak dengan lebih kencang.Sedang apa calon mertuanya itu disini?pikirnya.
"ini punya kamu...."ucap Mommy Intan sambil menyodorkan sebungkus cilok itu.Hanum pun menerima nya.
"ma....makasih tante..."ucap Hanum gugup.Mommy Intan tersenyum.
"nama kamu siapa?"tanya nya lagi.
"saya Hanum tante..."ucap gadis manis itu.
Mommy Intan terdiam.Jadi gadis yang kemarin di jemput Jordan ini adalah Hanum.Namanya sama dengan nama wanita yang Jordan sebut sebagai calon istrinya,apa jangan jangan gadis SMA inilah yang akan menjadi istri Jordan.
Berbagai pertanyaan berkecamuk dalam diri wanita paruh baya itu.Kenapa calon istri Jordan sekecil ini?apa jangan jangan dia hamil duluan?pikir Mommy Intan.
Wanita itu mencoba untuk tetap bersikap tenang.
"eee..Hanum....bisa kita bicara sebentar?"tanya mommy Intan lembut sambil menyentuh pundak gadis yang terus menunduk itu.
Hanum nampak meremas ujung hijabnya.Entahlah...tiba tiba saja ia merasa gugup.Terlebih lagi,tak ada Jordan di sampingnya saat ini...
"bagaimana?kamu mau?"tanya Mommy Intan lagi.
"saya cuma pengen ngobrol santai aja kok sama kamu...mau ya..."ucap Mommy Intan lagi dengan begitu ramah.
Hanum mengangguk pelan.Mommy Intan pun tersenyum hangat.Wanita paruh baya itu lantas mengajak Hanum untuk masuk ke dalam mobil mewahnya.
Sebelum masuk ke dalam mobil,gadis itu mengambil ponsel di sakunya lalu mengetikkan pesan pada sang calon suami yang mungkin masih dalam perjalanan menuju ke sekolahnya.
"mas....aku di ajak pulang bareng sama mommy kamu...katanya dia mau ngajak aku ngobrol...ntar aku share loc ya... "tulisnya
Hanum kemudian memasukkan kembali ponselnya lalu masuk ke dalam mobil mewah tersebut.
__ADS_1
Kendaraan roda empat itupun melaju meninggalkan sekolah menengah pertama tersebut.Sepanjang perjalanan,gadis itu hanya diam menunduk.Tak ada perbincangan di antara mereka.Mommy Intan sibuk dengan earphone di telinganya sambil sesekali menggoyang goyangkan tubuhnya mengikuti alunan musik yang terlantun disana,wanita itu seolah begitu acuh tak memperdulikan Hanum yang sedari tadi merasa tegang.
Hanya butuh waktu sepuluh menit,mobil itu sampai di sebuah pusat perbelanjaan megah.Mommy Intan turun dari mobil yang terparkir di area parkir mall tersebut di susul Hanum.Dengan penampilan yang begitu glamor,wanita itu tersenyum hangat ke arah Hanum yang nampak canggung,ia lantas menghampiri gadis itu lalu meraih pundak Hanum lembut membuat Hanum mematung untuk sesaat.
Dadanya berdebar cukup kencang.Mommy Intan sebenarnya terlihat baik,tapi entah kenapa ia merasa sedikit gugup.
"kita masuk yuk..."ucap wanita itu.
Hanum mengangguk ragu.Jantungnya makin berdebar tak karuan.Keduanya pun melangkah memasuki pusat perbelanjaan yang cukup ramai itu.
................
Di sebuah food court....
Hanum masih terus menunduk.Mommy Intan yang duduk di hadapan gadis itu nampak diam memperhatikan wajah gadis yang sepertinya berhasil mencuri hati putra semata wayangnya tersebut.
"kamu kenapa nunduk aja dari tadi?"tanya mommy.
"jangan takut...saya nggak akan ngapa-ngapain kamu kok...."
Mommy Intan mengulurkan tangannya
"perkenalkan....saya mommy Intan.... mommy kandungnya Jordan..."ucap mommy Intan.
Hanum tersenyum.Ia pun mengangkat tangannya menyambut uluran tangan wanita paruh baya berpenampilan modis itu
"saya Hanum tante...."ucap gadis itu.
"jangan panggil tante....panggil mommy aja....semua orang memanggil saya dengan sebutan itu..."ucapnya.
Hanum menunduk lagi..
"i...iya...mom..."ucapnya.
"kamu manis sekali...suara kamu juga bagus...pantas saja Jordan memilih kamu jadi calon istrinya..."ucap mommy Intan membuat Hanum makin deg degan.
"sudah berapa lama pacaran sama Jordan?"tanya mommy Intan.
"nggak pernah pacaran?tapi mau menikah?"tanya mommy Intan.
Hanum hanya mengangguk.
"gimana ceritanya?"tanya mommy Intan lagi.
"ya.....kita cuma deket aja mom.... nggak pernah pacaran ..."
Mommy Intan diam sejenak,ia menatap Hanum dengan tatapan menyelidik.
Lalu...
"kamu sudah hamil anak Jordan?"tanya Mommy Intan.
Hanum seketika itu mengangkat kepalanya.Ia kaget dengan pertanyaan wanita paruh baya itu..!
"nggak...!saya nggak hamil tante....eh.... mommy.."ucap Hanum buru buru menyangkal.
"lalu?"
"ya....cuma deket aja...kita temenan....kemana mana berdua...tapi kita nggak pernah melakukan yang aneh aneh....kita nikah karena abi saya nggak suka kalau kita kemana mana berdua tapi tanpa status yang jelas ....takutnya jadi fitnah...jadi dosa juga .."ucap Hanum menunduk di akhir kalimat nya.
Mommy Intan masih menatap penuh selidik ke arah gadis itu.
"jadi kalian menikah karena itu....orang tua kamu kerjanya apa?apa mereka yakin akan menikahkan putrinya yang masih sekolah dengan Jordan?"tanya Mommy Intan lagi membuat Hanum makin gugup.Keringat dingin bahkan sudah mulai mengalir,seolah pendingin ruangan di tempat itu sudah tak bisa meredakan rasa gugup yang Hanum rasakan saat ini.
"eeemmm....abi....abi punya toko elektronik kecil kecilan mom....kalau umi saya...ibu rumah tangga..."ucap Hanum.
"kami...cuma akan nikah siri mommy.... setidaknya...kalau pun kami pergi berdua kemana mana,kami akan pergi sebagai pasangan yang halal..jadi tidak menimbulkan dosa..."ucap Hanum
Mommy Intan masih dalam mode yang sama.
"sepertinya keluarga kamu adalah keluarga yang taat agama...kalian ketemu dimana kok bisa saling kenal?"tanya mommy lagi.
__ADS_1
"sa...saya adik tirinya temennya mas Jordan mom..."ucap Hanum apa adanya.
Mommy Intan hanya mengangguk samar.
Suasana hening sejenak.
Hanum meremas ujung jilbabnya.Sungguh...berbagai kekhawatiran muncul dalam benaknya.Ia takut wanita itu tak memberinya restu.Ia takut wanita itu tak suka padanya meskipun dari tadi ia tak sedikitpun melihat gelagat penolakan dari mommy Intan.Wanita itu kelihatan nya baik,hanya saja memang sangat acuh dan cuek.
Mommy Intan meraih gelas di atas meja dengan anggun lalu menyeruput nya kemudian meletakkan nya lagi ketempat semula.
"saya sering denger suara kamu mengaji sama Jordan hampir tiap malam...apa kalian memang sering beribadah bersama sama...?"tanyanya
Hanum tersenyum.
"iya mom...."
"Jordan jilid berapa sekarang?"tanya mommy.
"tiga mom...hampir masuk jilid empat..."ucap Hanum sopan.
Mommy Intan tersenyum...
"harusnya saya yang mengajari Jordan...tapi sebagai ibu saya malah tidak tau kalau Jordan sedang belajar agama...saya jadi malu.."ucapnya sambil tertawa sumbang di akhir kalimatnya
"saya malah nggak pernah tau ..apa saja dan dengan siapa saja anak saya bergaul selama ini....hahaha....ibu macam apa saya ini..."ucap Mommy Intan sambil sesekali tertawa membuat Hanum justru merasa sedih melihatnya.Entahlah...wanita itu malah terlihat menyedihkan sekarang.Seolah ada beban tersendiri dalam hidupnya.
Mommy Intan menatap Hanum,ia tersenyum manis lalu menyangga wajahnya dengan kedua tangan yang ia letakkan di atas meja.
"saya titip anak saya ya ..."ucapnya.
"saya nggak bisa jadi ibu yang baik untuk Jordan ..hehehe....saya terlalu sibuk...."
"tolong jaga dia...sayangi dia...jangan sakiti hatinya ...karena dia sudah cukup menderita selama ini...berikan dia bahagia dan kasih sayang yang tidak bisa saya berikan selama ini....hihihi..."ucapnya sambil tertawa,namun air mata menetes dari pelupuk matanya.
Hanum merasa iba.Terlihat jelas sosok wanita depresi yang rapuh namun mencoba untuk terlihat kuat.
"mom...."ucapnya.
"saya sangaaaaaaaaatt menyayangi dia....tapi saya nggak bisa ngomong....saya sibuk ....dia nggak pernah pulang....." ucap mommy Intan sedikit terdengar ngalor ngidul,tak jelas ujung pangkalnya
"tolong bilangin ya ...bilang sama anak saya....saya sayang dia...."ucap mommy Intan.
"terima kasih sudah mau memilih dia menjadi suami kamu...."ucap mommy Intan..
Hanum tersenyum.
"mom....mas Jordan juga sayang banget sama mommy....dia selalu berusaha untuk deket sama mommy...."
"dia marah sama saya ..dia kecewa sama saya...."ucapnya mommy.
"nggak kok mom....dia tetap sayang sama mommy.." ucap Hanum.
Mommy Intan menatap pilu ke arah Hanum...
"kamu baik sekali...."ucap Mommy Intan.
"mommy juga baik...."ucap Hanum.
mommy Intan tersenyum,ia kemudian merentangkan kedua tangannya.
"boleh saya peluk kamu manis?"tanyanya.
Hanum tersenyum lembut.
"boleh mom..."ucapnya
Gadis itu pun mendekat, mommy Intan bangkit.Ia memeluk Hanum dengan erat,seolah menemukan putri baru dalam hidupnya.
...----------------...
up 12:31
__ADS_1
yukk....kasih dukungan yukk...