
Pukul enam pagi di kawasan padat penduduk pinggiran kota....
Seorang gadis berseragam SMA nampak sudah bersiap dengan ransel di punggung.Ini hari pertamanya masuk sekolah setelah dua minggu lebih ia tak masuk sekolah.Bryan sudah menyiapkan sekolah baru untuk Hanum.Dan hari ini gadis itu akan mulai bersekolah di sebenarnya nanggung sih...karena Hanum tinggal dua bulan lagi ujian kelulusan.Namun mengingat di sekolah lama ia selalu jadi bahan bullying,akhirnya Bryan pun memutuskan untuk tetap memindahkan Hanum ke sekolah lain.
Hanum bergegas menuju ruang tamu dimana sang kakak sudah menunggu disana itu dengan langkah yang malas malasan.Ya....Bryan sang pengantar baru pun rela datang pagi pagi bersama sang istri ke rumah Ustad Hanif agar bisa mengantarkan Hanum ke sekolah dan memastikan bahwa sekolah itu memang layak untuk sang adik.
Sedangkan Hanum,hari ini ia kurang bersemangat.Pagi ini Jordan tidak mengabarinya LAGI.Biasanya laki laki itu selalu mengirim pesan untuknya tiap pagi.Mengatakan sudah berada di jalan untuk mengantarnya sekolah.Tapi hari ini Jordan lagi lagi tak mengirim pesan,membuat gadis itu jadi sedikit malas untuk pergi ke sekolah.
Sepertinya dari kemarin Jordan sibuk terus.
Hanum mendekati Bryan yang sudah menunggu di ruang tamu bersama Rubi.
"siap?"tanya Bryan
"siap mas...."jawab Hanum tak bersemangat.
"kamu kenapa?kok lemes gitu?senyum dong...ini kan hari pertama masuk sekolah baru dek....dua bulan lagi kamu ujian loh....semangat...!!"ucap Bryan sambil mencubit pipi Hanum memberi semangat.Hanum hanya tersenyum sedikit terpaksa.
Dua saudara itu pun melangkah keluar rumah di ikuti Rubi setelah sebelumnya Hanum meraih punggung tangan sang kakak ipar lalu menciumnya.
"umi...abi....Hanum berangkat dulu ya ..."ucap gadis manis itu pada kedua orang tuanya yang duduk di teras.
Ia meraih punggung tangan abi dan umi nya lalu menciumnya sebagai tanda bakti.
Saat Hanum hendak melangkah menuju motor bersama Bryan tiba tiba....
"assalamualaikum....."ucap seorang pria yang tiba tiba datang.
Itu Jordan....!
Hanum sumringah...!wajah malas malasan nya seketika itu juga hilang saat melihat mas brewok nya datang dengan sedikit terburu buru.
"wa Alaikum salam...."jawab semua yang ada di sana.
Rubi menunduk,tapi entah kenapa, Jordan tak peduli.Ia melirik singkat seolah tak pernah terjadi apa apa antara ia,Rubi dan Bryan.
"lo ngapain pagi pagi kesini?"tanya Bryan.
"emmm......."ucap Jordan menggantung.
Hanum mendekati sang kakak.....
"mas....Hanum boleh nggak...hari ini Hanum berangkat nya di anter mas bre ....eh maksudnya mas Jordan..."ucap Hanum.
__ADS_1
Bryan mengernyitkan dahinya....
"kenapa?"tanya Bryan.
"eeemmmm.....nggak.apa apa....mas Bryan kan pengantin baru....mas Bryan di rumah aja sama kak Rubi....biar aku bareng mas bre....eh mas Jordan aja..kasian dia udah jauh jauh dateng ke sini...."ucap Hanum
Bryan melirik Hanum dan Jordan bergantian.Hanum memasang wajah melas,sedangkan Jordan hanya diam.Ia ingin tau respon Bryan setelah hubungan mereka serta Zev akhir akhir ini mulai membaik.Meskipun Bryan lebih sering banyak diamnya saat sedang bersama Zev dan Jordan.
"ya udah...kamu boleh pergi sama dia...tapi nanti kalau kamu pulang dijemput lagi kalian harus langsung pulang...mas nggak suka kamu kelayapan pulang sekolah..."ucap Bryan.
Hanum girang.Ia meloncat lalu memeluk tubuh tegap Bryan dengan eratnya.Entahlah....
"makasih mas....iihh....kakak ku ini baik banget...jadi makin sayang...."ucapnya sambil mengeratkan pelukannya.Bryan tersenyum Ia memeluk tubuh ramping itu lalu mengusap lembut pucuk kepala sang adik.
"udah sana..... berangkat....keburu siang...ntar telat loh...."ucap Bryan.
Hanum melepaskan pelukannya.Raut wajah malas malasannya lenyap tak bersisa.Ia meraih punggung tangan Bryan kemudian menciumnya.
"Hanum berangkat mas... Assalamualaikum...."
"wa Alaikum salam...." jawab semua yang ada di sana.
Hanum dan Jordan pun melangkah menuju mobil yang Jordan bawa.
"kek nya lo seneng banget gue jemput....ampe jingkrak jingkrak gitu .."ucap Jordan sambil memasang sit belt nya.
"dih....pamer gusi lagi lo..."ucap Jordan.
Hanum meraih sit belt dan bergegas mengenakannya Namun....
Macet....!
Hanum berkali kali mencoba menarik sabuk pengaman itu,namun susah...
Jordan menoleh ke arah gadis tersebut.
"napa?"tanya Jordan.
"macet mas...."ucap Hanum sambil mencoba menarik sabuk pengaman itu.
"masa sih?"
"iya...rusak nih kayaknya....mobilnya udah waktu nya ganti udah tua...."ucap Hanum sekenanya.
__ADS_1
"mata lo...!ini mobil masih bagus... perawatan nya kagak main main bego'..!"ucap Jordan yang memang tak pernah pakai filter kalau ngomong sama siapapun.
Hanum diam.Jordan menggerakkan tubuhnya meraih sit belt di sisi Hanum dan mencoba menariknya.Memang sedikit susah.
Hanum seketika itu juga mematung.Tubuhnya seolah kaku.Jantungnya berdetak lebih cepat.Jordan berada di hadapannya dalam posisi yang sangat sangat dekat dengan kedua tangan sibuk memperbaiki safety belt itu
Hanum memiringkan kepalanya, dilihatnya wajah pria idamannya itu dari dekat.Tampan,senyum dan tawanya manis,cuek kadang menyebalkan,tapi kebaikan dan ketulusan hatinya tak diragukan lagi.Laki laki tangguh dengan sejuta masalah hidup namun tak pernah sekalipun ia tunjukkan pada siapapun.Hanum mengagumi laki laki ini.Andai laki laki ini tau yang Hanum rasakan....
Mata bulat itu tak lepas mengamati wajah pria di hadapannya,tanpa sadar kini keduanya saling menatap dengan posisi yang cukup dekat.Entah sejak kapan Jordan selesai dengan sit belt nya.Ia kini memposisikan lengannya bersandar di sandaran jog Hanum,sedangkan matanya kini menatap dalam wajah manis milik sang gadis karpet.
"ngapain liatin gue kek gitu?"tanya Jordan lembut sambil tersenyum membuat Hanum seketika terperanjat lalu memejamkan matanya mencoba menetralkan jantungnya yang kini berdegup tak karuan.
"gue ganteng ya?"tanya Jordan menggoda.Hanum makin deg degan, apalagi kini pria itu tersenyum manis dengan tatapan menggoda tepat di hadapannya.
Hanum memejamkan matanya.Dalam hatinya mengucap istigfar,laki laki yang bukan muhrimnya ini berhasil mengaduk aduk perasaan Hanum.Hanya dengan ditatap Jordan saja sudah berhasil membuat jantung gadis itu berdebar tak karuan.
Ia memuja makhluk ciptaan Allah yang satu ini.Ingin sekali rasanya ia berkata saat itu juga...
"iya...kamu ganteng...dan aku menyukaimu..."
tapi rasanya begitu berat.Ia sebagai perempuan begitu malu jika harus mengungkapkan perasaan nya terlebih dulu pada seorang pria.
Mungkin memang takdirnya hanya cukup untuk mengagumi Jordan dalam diam.Ia tak berani untuk jujur tentang perasaan nya pada laki laki itu.
Sedangkan Jordan,
laki laki itu menatap dalam wajah ayu yang terpejam matanya tersebut.Entah mengapa makin hari ia merasa makin nyaman dengan wanita ini.Gadis ini begitu manis dengan segala keunikannya.Ia bahkan kini seolah seketika lupa dengan Rubi yang dulu pernah menjadi wanita pujaan hatinya.Hanum mengalihkan seluruh perhatiannya.
Tangan bertato itu tergerak hendak membelai wajah manis itu,namun...
"mas...ayo berangkat banyak setan di sini...."ucap Hanum masih dengan mata tertutup yang sukses menghentikan pergerakan tangan Jordan
Bibir mungil itu nampak komat kamit mengucap istighfar.Dadanya naik turun.Ia tak berani membuka matanya manakala hembusan nafas Jordan terasa jelas mengenai wajahnya.Ia takut jika membuka mata akan membuatnya khilaf mengingat kini mereka hanya berdua di dalam mobil sekarang.
Jordan mengulum senyum.Wanita di hadapannya ini terlihat sangat menggemaskan di matanya.Jordan meraih pucuk kepala Hanum,lalu dengan reflek ia mengecup pucuk kepala berbalut hijab tersebut kemudian menarik tubuhnya menjauh dari Hanum.
Gadis itu kembali mematung.Jordan selalu berbuat semaunya.Membuat Hanum makin tak karuan jika bersama laki laki itu.
Pria bermata hijau itupun menyalakan mesin mobilnya.Kendaraan roda empat itupun melaju melesat meninggalkan tempat tersebut.
...----------------...
***Selamat pagi menjelang siang
__ADS_1
up 11:00
yuk... dukungan nya🥰***