Makmum Untuk Sang Pendosa

Makmum Untuk Sang Pendosa
Bab 100


__ADS_3

"Rebecca...??!!"ucap Adinda dan Adrian bersamaan.Sepasang suami istri itu saling pandang untuk sesaat.Dilihatnya disana Rebecca nampak basah kuyup lantaran hari ini memang turun hujan,meskipun tak terlalu lebat,cukuplah untuk membuat seseorang basah kuyup jika berlama lama di bawah guyurannya


Adinda bangkit.Ia mendekati gadis yang terlihat kacau itu.Penampilannya tak seperti biasanya yang selalu cantik dan anggun.Gadis ini kini terlihat lusuh dengan wajah yang nampak polos tanpa polesan make up.


"kamu ngapain jam segini ada disini nak?"tanya Adinda sambil membuka gerbang rumahnya


Wanita itu kemudian membimbing Rebecca yang terlihat menggigil itu untuk berteduh di rumahnya.


"bawa masuk aja Din...."ucap Adrian.


"iya mas..."jawab Adinda.


Adinda pun membimbing Rebecca untuk masuk kedalam rumahnya di ikuti Adrian di belakangnya.


Adinda mengajak Rebecca untuk duduk di sofa ruang tamu.Ia kemudian meraih selimut yang kebetulan berada di atas sofa bekas digunakan Angkasa.Ibu dua anak itu kemudian menuju dapur untuk membuatkan minuman hangat untuk Rebecca.Sedangkan Rebecca kini berada di ruang tamu bersama Adrian.


"ada tamu ma?"tanya Angkasa yang kini sedang berada di meja makan,menyantap semangkuk mie rebus kesukaan nya.


"iya sayang...."jawab Adinda.Angkasa hanya mengangguk lalu melanjutkan makannya


Adinda selesai dengan teh hangatnya.Ia kemudian kembali ke ruang tamu sambil membawa nampak berisi secangkir teh hangat untuk Rebecca.


Adinda meletakkan nampan di atas meja.


"minum dulu nak...."ucap Adinda lembut.Rebecca terus menunduk.Ia seolah tak berani menunjukkan wajahnya.


Adrian masih duduk dengan tenang di sofa tunggal sambil menghisap rokoknya.


"baju kamu basah....ganti pakai baju tante mau?"tanya Adinda.


Rebecca hanya menggelengkan kepalanya.Sedangkan matanya terus menitikkan setetes demi setetes cairan bening


"kenapa malam malam kesini?"tanya Adinda lagi dengan sangat lembut


Rebecca sesenggukan.


Adrian masih dalam posisi yang sama.


Angkasa muncul dari dapur sambil mengelus elus perutnya yang kenyang. Mata teduhnya seketika itu juga melotot saat melihat sosok gadis yang beberapa waktu lalu pernah menjadi target nya dan beberapa kakaknya serta ayahnya untuk dihancurkan.Kenapa wanita itu ada sini sekarang?


"eehhh....ente ngafain di rumah ana?"tanya Angkasa dengan sorot mata penuh selidik.


Rebecca makin menunduk.Antara takut dan malu.


"adek...."ucap Adinda seolah mengingatkan untuk menjaga sikap


"ma.....dia........."


"Angkasa..."ucap Adrian memotong ucapan Angkasa.


Angkasa menatap tak suka ke arah Rebecca yang terus menunduk.


Remaja itu lantas mendekati pintu kamar sang kakak yang bersebelahan dengan ruang tamu.


tok....tok....tok....


Angkasa mengetuk pintu kusen itu.Tak ada yang membuka dari dalam.


tok....tok....tok....


Diketuk lagi....

__ADS_1


ceklek....


Zev muncul dari balik pintu kamar sambil merapikan kaosnya.Sedangkan Nabila sudah tidur di kamarnya.


"apa sih Sa?"tanya Zev.


Angkasa tak menjawab.Ia hanya mengangkat dagunya ke arah Rebecca,seolah ingin menunjukkan keberadaan gadis itu pada sang kakak ipar.


Zev mengikuti arah pandang Angkasa.Mata serigala itu seketika menajam.


Rebecca?!!


Ngapain dia di sini?


Zev mendekat.


"ngapain lo disini?"tanya Zev dingin pada Rebecca.


"Zev ...Angkasa...duduk...."ucap Adrian.


Zev masih menatap buas ke arah Rebecca.Wanita itu makin menciut dibuatnya


Zev dan Angkasa duduk di sofa yang sama dengan Rebecca.


Rebecca meringsut mendekat kan tubuhnya pada tubuh Adinda,seolah meminta perlindungan pada wanita itu.


"Rebecca....ada perlu apa kamu malam malam kesini?"tanya Adrian.


Gadis itu masih terus diam.


"ditanya tuh jawab whoe...!bi*u lo..?!"tanya Angkasa kesal.Ia masih ingat betul betapa angkuh nya wanita itu dulu sebelum keluarganya bangkrut.


"Angkasa...!nggak sopan...!"ucap Adrian tegas.


Adrian kembali menatap ke arah Rebecca


"jawab pertanyaan ku nak...."ucap Adrian


Rebecca nampak meremas selimut yang membalut tubuhnya.Ia kembali sesenggukan.


Gadis itu mulai membuka mulutnya,menceritakan kisah hidupnya pasca ditinggal pergi kedua orang tuanya......


Tiga hari ia lontang lantung di jalan mencari alamat Adrian.Semenjak pertemuan mereka di makam Lusi dan Irawan,wanita itu seolah terus kepikiran dengan ucapan ucapan laki laki itu.


Tentang karma,tentang hidupnya yang kian hari kian terpuruk..


Perlu diketahui...


Dua hari pasca meninggalnya sang ibu dan ayah, Rebecca memutuskan untuk menjajakan dirinya di club malam demi bisa bertahan hidup.Sekali dua kali ia beruntung,ia mendapatkan uang dari hasilnya jual diri.


Namun di hari ketiga,nasib sial menghampiri nya.Ia kepergok oleh istri sah pelanggannya.Ia diseret dan dipermalukan di depan umum di sebuah lobby hotel


Hal itu sukses menoreh luka batin yang makin dalam pada diri Rebecca.


Menjadi yatim piatu,bangkrut,dan kini saat ia baru mulai merintis karir haramnya ia sudah dipermalukan di muka umum.


Sakit.... sangat sakittt.....


Ujian hidup seolah tak henti menerpanya.Ia yang dulu bak seorang putri,kini seolah jatuh menjadi seorang rakyat jelata yang kemanapun hidupnya selalu menderita


Hal itulah yang kemudian mengingatkannya pada pertemuan nya dengan Adrian beberapa waktu lalu.Mengingatkannya pada ucapan laki laki itu tentang karma hidup.

__ADS_1


Rebecca seolah tertampar oleh kenyataan.Benarkah ini bagian dari karma hidup itu?


Sejak saat itu, Rebecca mulai mencoba mencari alamat rumah Adrian, namun ternyata cukup sulit.Ia tak tau dimana pria itu tinggal


Hingga akhirnya tak sengaja ia bertemu dengan Angkasa,saat itu remaja tersebut sedang berada di sebuah toko bersama sang mama.Alhasil, Rebecca pun mengikutinya,dan tahulah ia,..dimana alamat pria itu.


Adrian mengehela nafa panjang mendengar semua cerita yang keluar dari gadis itu.


Rebecca sesenggukan....


"tolong saya ..."ucap Rebecca.


"saya nggak punya siapa siapa....hiks....."tangis Rebecca.


"saya tau....saya banyak dosa...saya tau saya kotor...saya masih pengen hidup untuk bisa memperbaiki dosa dosa saya ..."


"saya takut....saya nggak tau harus kemana..,.saya nggak punya siapa siapa....."ucap Rebecca menangis sejadi jadinya ..


Adinda bergetar.Ada rasa iba dalam dirinya melihat kondisi gadis itu.


"apa yang kamu takutkan...bukannya kamu cantik?kamu jual diri kan?seperti yang sudah kamu lakukan...kamu bisa dapat uang dari situ...."ucap Adrian.


Rebecca menangis lagi.


"saya....saya takut karma...saya takut hidup saya makin hancur ......saya takuuuuutttt......saya mau berubah......"ucap Rebecca menangis lagi.Dadanya naik turun.Ia menangkup wajahnya sendiri.Sungguh....ia benar benar rapuh saat ini.Ia butuh sandaran,ia butuh teman,ia butuh pegangan.


Adrian menghela nafas panjang.


"kamu ingin berubah?lalu kenapa kamu datang kesini?saya bukan dewa yang bisa mensucikan manusia yang berlumur dosa...."


"kamu salah datang kesini nak....datanglah pada yang menciptamu...mohon ampun karena kamu sudah terlalu lama meninggalkan nya...."ucap Adrian.


Rebecca menangis sejadi jadinya.Adinda meraih tubuh gadis malang itu.Mencoba menenangkan sang gadis yang kini terlihat begitu rapuh.


Cukup lama Rebecca menangis,wanita itu kemudian mencoba menetralkan emosinya,ia mengusap cairan bening yang membasahi pipinya lalu menatap dalam ke arah Adrian.


"bimbing saya mencari Tuhan saya om...."ucap Rebecca.


"saya kotor....seumur hidup saya...saya tidak pernah menjadi manfaat untuk orang orang disekitar saya...."


"tolong bantu saya om....saya ingin menyelamatkan ayah dan ibu saya di akhirat sana...."ucap Rebecca penuh linangan air mata.


"saya masih ingin tetap hidup,setidaknya untuk sekedar mendoakan orang tua saya....saya ingin berguna sekali saja om....."ucap Rebecca.


"saya butuh bimbingan om....hikkss...hikks....."


Adinda kembali memeluk gadis itu.Air matanya ikut menetes mendengar ucapan gadis itu.Begitupun Adrian.


Sepertinya gadis ini benar benar menyesal.Kenyataan hidup yang pahit berhasil menamparnya,mengingatkannya bahwa tak selamanya kita berada di atas.Harta dan jabatan hanya lah titipan, yang suatu saat bisa saja diambil tanpa permisi oleh Sang Pemilik yang Maha Berkuasa.


Kini Tuhan sudah memutar rodanya.Rebecca jatuh ke posisi terendah dalam hidupnya.Kemana ia bisa meminta bantuan ?


Orang tua meninggal,sahabat menjauh,harta lenyap...


Tak ada yang bisa ia mintai pertolongan selain Tuhan sang Pemilik Kehidupan.


...----------------...


***up 19:5o


yookk ...dukungannya dulu...

__ADS_1


jangan lupa mampir ke novel lainnya***....


__ADS_2