Makmum Untuk Sang Pendosa

Makmum Untuk Sang Pendosa
Bab 78


__ADS_3

"cium kaki adikku..." ucap Zev dingin dengan raut wajah yang begitu mengerikan.


Rebecca,Lusi dan Irawan sontak mendongak menatap ke arah suami Nabila itu.Begitupun Hanum dan Rubi..ini pengalamannya pertama mereka berada dalam situasi seperti ini...!membuat keduanya cukup terperangah dengan apa yang mereka lihat.


Zev,Bryan dan Jordan masih dalam mode garang.


"kaakk....."rengek Rebecca.


"lakukan ja*ang....!atau kau mau kau dan keluarga ku ku buat cacat...?!!"ucap Zev dengan gigi yang mengetat.


Rebecca bergetar hebat.Sungguh....mencium kaki Hanum benar benar akan membuat harga dirinya jatuh sejatuh jatuhnya.Ia tak sudi melakukan nya.Ia tak mau...!tapi bagaimana?Zev si mantan pembunuh yang memintanya..ia dan keluarganya sedang berada di kandang iblis sekarang...!nasib nya serta ayah dan ibunya berada di tangan nya...!ia tak mau mati konyol di sarang manusia manusia gila ini...!


"cepat.....!!!"ucap Bryan membentak.


"aku nggak mau..!!" ucap Rebecca menangis


"aku akan ngelakuin apa aja ....tapi jangan nyuruh aku nyium kaki dia....aku nggak mau...!!"ucap Rebecca histeris.


"memangnya apa yang ingin kau lakukan....kau bisa apa?kau hanya bisa memamerkan tubuhmu di atas ranjang pel*cur kecil...dan aku tidak butuh itu..."ucap Zev menghina membuat Rebecca makin menangis.


Jordan tak bereaksi.Tatapan mata tajamnya sedari tadi hanya terfokus pada Irawan.Ia seolah masih belum puas menghajar laki laki yang ikut andil dalam hancurnya kondisi sang daddy saat ini.


Sedangkan Bryan,ia hanya tersenyum sinis,laki laki itu kemudian melangkahkan kakinya tenang,ia berjalan mendekati Farhan dan mengadahkan tangannya meminta sesuatu.Farhan paham,ia lantas mengeluarkan sebuah pisau yang berukuran kecil namun terlihat sangat tajam kemudian memberikannya pada Bryan.Itu adalah pisau yang dulu digunakan Adrian untuk membunuh Dave...!


Anak kedua James itu kembali berjalan mendekati tiga sandera nya dengan tatapan tajam membuat ketiga manusia itu makin ketakutan


Bryan memainkan pisau di tangannya,dengan satu gerakan ia menarik rambut Lusi kasar membuat wanita itupun meringis kesakitan.


"aaaaakkkkkhhhh..."pekik Lusi.


"maaaaa....."rengek Rebecca.


Bryan mengarahkan pisaunya ke arah mata Lusi.


"cium kaki adikku....atau ku congkel mata ibumu tepat di hadapan mu...."ucap Bryan mengancam.


Rubi dan Hanum makin di buat terperangah.Ternyata Bryan bisa berbuat demikian?


"mama......"ucap Hanum menangis.


"aku tidak butuh tangisanmu ja*ang kecil,..!cium kaki adikku sekarang....!!!"ucap Bryan murka.


"cium kakinya Rebecca....!cepat....!!"ucap Lusi ketakutan.Pisau sudah berada di depan matanya.Dengan sekali gerakan saja yang dilakukan oleh Bryan,maka sudah bisa dipastikan Lusi akan kehilangan satu indera penglihatan nya


Rebecca bingung.Sungguh....ia benar benar tak sudi jika harus menurunkan harga dirinya di hadapan Hanum.


"cepat..!!"perintah Bryan.


Rebecca menangis sesenggukan.Ia kemudian mengambil nafas panjang lalu mengangguk.


Baiklah...sekali ini saja....toh nyawa lebih penting di bandingkan harga diri...! pikir Rebecca.


Jordan mendekati sang istri.Ia duduk di samping Hanum dan mengambil alih tubuh wanita berparas manis itu dari dekapan Rubi.


"mas..."lirih nya.


"apa sweetie?"tanya Jordan lembut.


"ini berlebihan..."ucap Hanum lirih.


Jordan menatap lembut wajah istri tercinta nya itu.


"kasian mas..."ucap Hanum.

__ADS_1


Jordan tersenyum...


"itu akibat dari keangkuhan mereka...tidak semua hal bisa mereka lakukan mentang mentang mereka punya kuasa.."ucap Jordan.


"harus ada efek jera buat Rebecca atas apa yang udah dia lakukan ke kamu dulu"


"tapi mas......"


"ssstttt....."Jordan menyentuh lembut bibir merah muda itu.


"kamu cuma perlu menikmati pertunjukan ini...kamu ratunya....kamu yang paling spesial disini..."ucap Jordan.Laki laki itu kemudian tersenyum manis.Ia meraih kepala sang istri lalu mengecup pucuknya lembut.


Rebecca berjalan sambil bersimpuh selayaknya budak.Dua pria itu bahkan tak mengizinkan gadis manis itu untuk bangkit.


Rebecca sudah berada di hadapan Hanum.


Istri Jordan itu nampak bergetar.Antara kasihan,tapi juga sakit hati atas perlakuan Rebecca dulu.


Jordan mendekap erat pundak Hanum seolah memberi kekuatan.Wanita itu masih menatap nanar ke arah Rebecca yang menunduk.


"lakukan"ucap Zev dingin.


Rebecca masih menangis.


"kak...."ucap Hanum.


Zev menempelkan jari telunjuknya di bibirnya sendiri, seolah meminta Hanum untuk diam dan jangan menangis.


"cepat...!!" bentak Bryan.


Rubi bahkan dibuat kaget.Sungguh..ia tak menyangka bahwa pria yang dikenal pendiam dan tak banyak bicara seperti Bryan bisa jadi se mengerikan ini saat sedang dikuasai emosi.


Rebecca mulai menunduk,mendekatkan wajahnya pada kaki Hanum.


Hanum bergetar hebat.Ia bahkan menyembunyikan wajahnya di dada bidang sang suami sambil sesenggukan.


Entah bagaimana perasaan nya.Ia kasihan,tapi rasa sakitnya tak bisa di pungkiri.Betapa wanita itu dulu dengan tega dan kejamnya menelanjangi nya,memaksanya memakan sesuatu milik tiga preman yang begitu menjijikkan di mata Hanum.Memaki,mengatai,meludahi,dan mengancam Hanum dengan kata kata kasar yang begitu menyakitkan.


Semua masih terekam jelas dalam ingatan wanita itu.


Bryan,Jordan dan Zev mengangkat dagu mereka.


Puas..!


Air mata Hanum terbayar tuntas...!


Rasa sakit hati tiga pria itu atas hancurnya batin Hanum kala itu kini seolah terobati.


Si gadis angkuh itu bertekuk lutut.Ia mencium kaki wanita yang di anggap lemah tersebut bak seorang budak yang memohon belas kasihan ratunya.


Rebecca menangis sejadi jadinya tanpa suara sambil terus mencium kaki Hanum.Keangkuhannya yang dulu sirna seketika.Ia kalah..!gadis polos yang ia anggap lemah ternyata seorang putri istana yang dilindungi banyak sekali pria pria tangguh nan kejam dibelakang nya.


Rebecca salah pilih lawan..!


Ia harus menerima konsekuensi atas kesombongannya di masa lalu pada Hanum.


Cukup lama adegan itu berlangsung.Zev kembali menjambak rambut Rebecca dan melemparkan tubuhnya bergabung kembali dengan orang tuanya.


Kini Zev dan Bryan duduk kembali di samping istri masing masing.


Capek...!


Diam sejenak...!

__ADS_1


Zev Cs hanya duduk sambil menatap tajam ke arah tiga sandera mereka yang seolah sudah tak berani melawan sama sekali padahal ketiganya tak terikat tali apapun.


Mungkin sudah takut duluan...!


Hening sejenak.....


Lalu......


Pria yang sedari tadi terlihat tenang itu bangkit.Pria bertato dengan mata hijaunya yang tajam itu mematikan rokok yang sedari tadi ia apit dengan kedua belah bibirnya.Laki laki itu kemudian meminta pisau kecil yang berada di tangan Bryan.


Adrian Tama....!


Pria itu berjalan dengan tenang sambil menyingsingkan lengan kemeja putihnya mendekati tiga manusia yang kini terlihat kembali bergetar ketakutan.


Adrian berjongkok di hadapan Irawan.Ia tersenyum lembut ke arah Irawan,namun senyuman itu terkesan mengerikan bagi yang melihatnya.Rubi dan Hanum pun bahkan dibuat merinding.Tatapan mata dan gestur tubuh Adrian begitu mengerikan.


"Irawan...."ucap Adrian tenang.


"i....i....i...iyaa tu...tu...tuan..."ucap Irawan ketakutan setengah mati.


"kau masih ingat siapa aku?"tanya Adrian.Irawan, Lusi dan Rebecca makin dibuat panas dingin.


Adrian menggerakkan pisau di tangannya menari nari di kaki Irawan yang selonjor.


Irawan makin panik


"orang orang mengenalku sebagai penjahat kelas atas ..!"


"membunuh,menjual,dan bahkan mencincang manusia adalah pekerjaan ku dulu...."ucap Adrian sangat tenang...namun lagi lagi sukses membuat jantung ketiga sandera itu berdetak kencang.


"pisau ini adalah pisau kesayangan ku....walaupun kecil..tapi sangat tajam...."ucap Adrian.


"dia bahkan bisa memutus jari kaki dan tangan dalam satu tebasan...."ucap Adrian santai sambil terus memainkan pisaunya kini naik ke paha Irawan.


"a....ampun tuan...ja...jangan sakiti saya...."ucap Irawan.


"oh tidak....aku tidak akan menyakiti mu....aku justru ingin mengajakmu bekerja sama...."ucap Adrian sambil tersenyum menatap Irawan


"kerja sama?"


"ya...."ucap Adrian.


"kerja sama dengan mata mu dan keluarga mu sebagai taruhannya...."ucap Adrian mengerikan.Senyuman lembutnya hilang dalam hitungan detik,berganti seringai mengerikan khas suami Adinda.


Irawan,Lusi dan Rebecca makin ketakutan.


"kau hanya perlu mengikuti perintahku....maka kau dan keluarga mu akan aman...." ucap Adrian.


"pe...perintah apa tuan?"tanya Irawan.


Adrian mengeluarkan senyuman Psycopath nya.


Dengan satu gerakan ia menarik kerah kemeja Irawan dan mendekatkan wajahnya ke wajah Irawan.


Dan........


Adrian pun mengekuarkan titahnya.Rencana kedua yang sudah ia susun dengan rapi bersama gank nya untuk memberikan pelajaran pada satu lagi manusia ular yang perlu mendapat kan pelajaran atas ulah ulahnya selama ini.


...----------------...


***Selamat pagi...


up 06:05

__ADS_1


yuk....mana dukungannya....🥰🥰🥰***


__ADS_2