
"lo aja mau nggak....jadi makmum gue...."ucap Jordan tiba tiba.
"hah????!!!"ucap Hanum setengah teriak.Matanya melotot.Wanita itu kaget dengan ucapan Jordan yang tiba tiba.
Mata hijau itu masih menatap dalam bola mata bulat milik Hanum.Tak bisa dipungkiri,sejak Jordan mulai menunjukkan ketulusan hatinya bersedia menjaga Hanum selama Bryan kritis,sejak itu pula Hanum mulai merasakan kekaguman pada sahabat kakak tirinya itu.Jordan adalah sosok laki laki baik terlepas dari segala sisi gelap kehidupan nya.
Hanum terdiam,ia gugup,jantungnya berdetak lebih cepat dari biasanya.Secepat inikah Jordan mengungkapkan perasaan nya.Mungkinkah perasaan cinta tumbuh sebegitu cepatnya?hanya dalam hitungan hari?mengingat sebelum ini mereka selalu bertengkar jika sedang bertemu.
Lidah gadis itu mendadak kelu.Ia tak bisa mengelak,bahwa ada setitik rasa bahagia disana,didalam hatinya.
Hanum mencoba membuka mulutnya untuk menjawab ucapan Jordan,namun tiba tiba....
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
"hahahahahahahahahaha........"
tawa itu menggema.Jordan terpingkal pingkal di hadapan Hanum yang masih syok,dan kini di buat tambah bingung dengan aksi Jordan yang tertawa terbahak bahak bahkan hingga mengeluarkan air mata nya.
Hanum bingung.
Jordan masih tergelak dengan tangan bertato yang kini mengacak acak rambut berbalut hijab itu.
"astaga....lucu banget muka lo sumpah....!gue bercanda kalik karpet...."ucap Jordan masih dengan tawa yang tak bisa berhenti.
Hanum diam.....
Ooh....cuma bercanda....
Ooh....bercanda doang....
Gadis itu tersenyum getir.Ia sudah deg deg an.Ia sudah bersiap untuk menjawab 'iya' lalu berniat membantu Jordan untuk bangkit dan move on dari Rubi.
Ia kira kekagumannya pada Jordan akan berakhir dengan status pacaran....
ehhh....ternyata bercanda.....
lucu ya.....buat Jordan....
__ADS_1
Tapi bagi Hanum....
Entahlah.....tiba tiba matanya mengembun.Ia mencoba ikut tertawa namun nyatanya justru terdengar kaku dan getir.
Jordan mulai mereda tawanya.Tangannya tergerak merangkul pundak Hanum....
"gue udah nganggep lo kek adek gue sendiri....masak iya gue mau macarin adek gue sendiri...kan nggak lucu..."ucap Jordan sambil terus mencoba menahan tawa.
Hanum menunduk,menjaga sebisa mungkin agar air mata itu tak tumpah.Tawa getir itu terdengar lagi,namun Jordan tak menyadari nya.
"aduh sumpah gue ngakak...muka lo aneh banget kalo kaget..."ucap Jordan.
Hanum menatap wajah pria itu sambil terus mencoba menebar tawa walau dalam hatinya kecewa.
Jordan kembali mengacak acak lembut rambut berbalut hijab itu.
"dah ah....udah selesai kan bikin vidionya...kita pulang yuk..."ucap Jordan
Hanum hanya mengangguk....
"lo mau gue anterin kemana?ke rumah sakit apa pulang?"tanya Jordan lagi.
"pulang aja.."jawab Hanum lagi lagi dengan mencoba tersenyum.
"nggak jadi jenguk Bryan?"
"aku capek mas...mau pulang aja..."jawab Hanum singkat.
Jordan hanya mengangguk....
"ya udah deh....yuk..."ucapnya.
Hanum sekuat tenaga mencoba menetralkan emosinya.Ia mengipasi matanya dengan kedua telapak tangannya agar cairan bening yang sudah berada di pelupuk mata itu tak jatuh berderai.
Keduanya lantas menuju mobil Jordan yang sudah terparkir tam jauh dari tempat mereka duduk tadi.
Mobil pun melesat....
Sepanjang perjalanan,hanya ada suara music yang mengalun.Gadis cerewet yang biasanya banyak bicara itu kini terlihat lebih banyak diam.
Jordan menoleh ke arah sang gadis.
"lo kenapa?pusing?mau muntah?"tanya Jordan.
"nggak apa apa kok mas....kayaknya aku capek deh...pengen cepet pulang..."ucap Hanum berbohong
Jordan kembali menggerakkan tangannya kini mencubit gemas pipi Hanum.Hanya seperti perlakuan seorang kakak pada adiknya,tapi itu sukses membuat Hanum merasakan lebih.Jordan laki laki pertama yang memperlakukan nya dengan begitu manis setelah abi dan kakaknya.
Hanum sekuat tenaga menahan tangis.
Cinta Jordan pada Rubi bertepuk sebelah tangan.Laki laki itu mencintai Rubi namun Rubi mencintai Bryan.
Dan kini Hanum memiliki perasaan yang berbeda pada Jordan.Apakah ia mengalami nasib yang sama dengan Jordan?
Ia mencintai Jordan tapi Jordan tidak?
Entahlah....Hanum tak tau akan perasaan nya.Yang ia tau ia mengagumi laki laki itu.Kebaikan dan ketulusan hati pria itu berhasil membuatnya meleleh.Saat Jordan menyatakan ingin menjadikan nya sebagai makmum Hanum pun tersentak.Kaget,tak percaya,namun juga bahagia.
__ADS_1
Namun sayangnya....semua itu hanya gurauan.Jordan tak serius dengan ucapannya.Hanum merasakan setitik kekecewaan dalam dirinya.
Gadis yang memang cengeng itupun tak bisa menyembunyikan kesedihannya.Moodnya mendadak hancur.Membuat putri Umi Atikah itu hanya bisa membisu di sepanjang perjalanan.
.
.
.
Lima belas menit berselang....
Mobil sport hitam itu sampai di depan sebuah rumah berlantai dua kediaman keluarga ustad Hanif.
"makasih ya mas...udah nganterin..."ucap Hanum.
"iya...lo istirahat gih....lo kayaknya kecapean dari tadi nggak semangat...."ucap Jordan sambil mengusap pucuk kepala Hanum.
Gadis itu hanya tersenyum.
"gue pulang ya..."ucap Jordan.
Hanum hanya mengangguk,lagi lagi dibarengi dengan sebuah senyuman.
Jordan masuk ke dalam mobil.Pria itu lantas melajukan mobilnya menjauh dari tempat itu.
Dan disaat itu juga....
Senyum manis itu hilang.Gadis manis itu meremas baju seragam tepat di bagian dadanya.Air matanya luruh.Ia menangis namun sekuat tenaga gadis itu berusaha agar tak menimbulkan suara.Ia membekap mulutnya sendiri.Setengah membungkuk menahan beban tubuhnya yang seolah tak mampu di topang oleh raga yang kini tengah rapuh tersebut.
Hanum menangis sesenggukan.Sakit,perih,tapi tak bisa ia ungkapkan.
Ada apa dengan dirinya?
Bukankah bercanda itu memang hal yang biasa...
harusnya ia tertawa kan?
tapi kenapa malah sakit...?
Gadis itu berlari masuk kedalam rumah.Ia naik kelantai dua sambil terus membekap mulutnya.Ia tak menggubris sang ART yang terus memanggil manggil namanya saat mereka berpapasan di ruang tamu.
Hanum masuk ke dalam kamarrnya.Mengunci pintu tersebut dari dalam dan menghempaskan tubuhnya ke atas kasur ber sprei doraemon disana.
Hanum menangis dengan wajah yang terbenam di bantal.Sesakit inikah yang dirasakan Jordan saat Rubi mengabaikan perasaannya?
Hanum sedih,sangat sedih.Gadis itu terus menangis namun tetap mencoba tak menimbulkan suara.Ia tak mau ada orang lain yang tau tentang lukanya.Ia belum siap jika orang orang tau bahwa ia mulai menaruh rasa pada laki laki pendosa itu.
...----------------...
***SELAMAT MALAM
UP 19:32
YUKK...KASIH DUKUNGAN YANG BANYAK....
MASIH SEPI SEKALI....NOVELNYA JAUH DARI KATA TEGANG YA...AGAK BEDA DARI NOVEL KEDUA🙈🙈
__ADS_1
SEMOGA NGGAK BOSEN***.