
Hari berganti hari.....
Semua berjalan dengan semestinya..
Hanum dan Jordan makin menikmati hari hari mereka sebagai sepasang suami istri baru.Disamping kesibukan masing masing,Hanum yang mulai fokus dengan ujian sekolah nya yang saat ini tengah berlangsung serta Jordan yang masih sibuk sebagai montir di bengkel milik sahabat nya,keduanya masih selalu menyempatkan waktu untuk menghabiskan waktu berdua selayak nya sepasang suami istri.
Sementara itu,Nabila dan Zev juga tengah menikmati masa masa kehamilan Nabila.Perut sang hello Kitty makin hari makin membuncit,berbagai keinginan yang tak masuk akal juga masih sering keluar dari mulut Nabila yang mau tak mau suka tak suka harus dituruti oleh Zev.
Sedangkan keluarga Adrian masih berada di kota M.Adrian seolah masih enggan untuk meninggalkan kota itu sebelum urusan dengan Sheila selesai.Ia dan Adinda seolah ingin sekali menyaksikan kehancuran wanita yang dulu bisa dikatakan menjadi aktor utama atas terjeblosnya Adrian ke dalam sel tahanan.
.
.
.
.
Malam ini di sebuah kamar luas milik sepasang suami istri itu...
Di atas ranjang king size mereka,Hanum dengan piyama tang top nya terlihat begitu asyik nemplok di tubuh Jordan yang kini duduk bersandar pada sandaran ranjang dengan bertel*njang dada sambil membawa sebuah buku pelajaran.
Laki laki itu nampak sibuk memberikan pertanyaan pertanyaan yang berada di buku itu untuk sang istri.Sedangkan Hanum yang asyik nemplok di dada berbulu lembut milik Jordan pun menjawab pertanyaan pertanyaan itu dengan mudahnya sambil jari jari tangan kanannya asyik memainkan tombol coklat kemerahan di dada mas brewoknya.
Ya....anggap saja mereka sedang belajar bersama...
Hanum masih fokus dengan pertanyaan pertanyaan yang Jordan lontarkan.Sedari tadi semua pertanyaan yang Jordan lontarkan adalah materi bahasa Indonesia seperti yang besok di ujikan di sekolah.Namun tiba tiba...
"50x4..."ucap Jordan.
Hanum mengernyitkan dahinya.Ia mendongak menatap wajah sang suami.
"kok......"
"jawab aja...!"ucap Jordan memotong ucapan Hanum sambil mengacak acak lembut rambut panjang Hanum yang tak tertutup jilbab.
"emm.....lima ratus lima puluh lima..."jawab Hanum.
"pinter....!"ucap Jordan sambil mengangkat jempolnya dan tersenyum lebar.
"1+2+3+4+5+6+7+8+9-1......" ucap Jordan lagi.
"satu juta sembilan ratus sembilan puluh sembilan lima ratus...." jawab Hanum lagi..
"pinter...."
__ADS_1
"5-10+2-6+4-9+1-1000...…...”
"lima...." ucap Hanum lagi.
Jordan terkekeh.Ia menggulung buku pelajaran di tangan nya lalu memukul ringan kepala Hanum.
"dah....capek....besok lagi...."ucap Jordan sambil meletakkan buku pelajaran milik sang istri ke atas nakas.
Hanum hanya terkekeh.Ia kembali merebahkan kepalanya di atas dada bidang sang suami.Jordan pun menggerakkan tangannya memeluk tubuh sang istri dengan cukup erat.
"mas..."ucap Hanum.
"apa?"
"kamu nggak punya niat jengukin daddy?"tanya Hanum.
Jordan tak menjawab..
"jengukin lagi yuk mas.." ucap wanita itu.
Jordan masih tak bereaksi.
Hanum mengubah posisi tubuhnya.Ia yang masih berada di atas tubuh Jordan kini memeluk tubuh tegap itu dengan kedua lengannya.Ia merebahkan kepalanya di dada sebelah kiri Jordan dengan wajah yang menatap ke arah wajah suami nya.
"dia cuma punya kamu mas....."ucap Hanum.
"buka hati kamu mas.... datangi dia sebagai seorang anak yang ingin menunjukkan baktinya pada orang tua..."
"walau gimanapun juga kamu adalah darah daging dia mas...."ucap Hanum.
Jordan menoleh ke arah sang istri.
"aku tau sweetie...."ucap Jordan.
"aku tau sebagai seorang anak aku nggak seharusnya membiarkan dia berada di panti jompo sedangkan aku dan mommy masih sangat sanggup untuk mengurus dia..."ucap Jordan.
Jordan menatap nanar ke arah Hanum.Tangannya tergerak membelai lembut rambut Hanum.
"tapi luka yang dia buat terlalu sakit sayang....sakiiit banget...."
"bahkan sampai sekarang pun masih belum hilang..."
"itulah kenapa aku belum kasih tau mommy tentang kondisi laki laki itu sekarang...aku takut batin mommy terguncang lagi...."ucap Jordan.
"aku sadar akan kesalahan yang aku lakukan sekarang sweetie...tapi aku juga butuh waktu..."
__ADS_1
"suatu saat...aku harap aku bisa mengalahkan egoku sendiri....agar aku punya keberanian dan kemampuan untuk menemui laki laki itu dan mencoba memaafkan semua yang pernah dia lakukan ke aku dan mommy dulu.."ucap Jordan lagi.
Hanum tersenyum.Ia menggerakkan satu jari telunjuknya menyentuh hidung mancung Jordan.
"aku tau suamiku ini orang baik...aku akan tunggu sampai kamu siap mas...."ucap Hanum.
Jordan tersenyum begitu manis.Ia mengeratkan pelukannya lalu mulai merebahkan tubuhnya yang semula bersandar pada sandaran ranjang kini berbaring di bantal.
"yukk...."ucap Jordan sambil memainkan tangannya mulai meraba pinggang ramping istri kecilnya.
"ngapain?"tanya Hanum pura pura bodoh.
"praktek...kan tadi udah belajar teorinya...sekarang prakteknya..."ucap Jordan sambil menggerakkan tangannya mencari pengait br* milik Hanum.
Hanum terkekeh....
Dan.... malam itu pun berlalu dengan pergulatan panas sepasang suami istri yang seolah tak pernah melewatkan malam panjang mereka tanpa ada adegan panas diantara mereka.
...****************...
Sementara itu ditempat lain...
Sepasang suami istri yang merupakan kakak dan kakak ipar dari Hanum dan Jordan justru baru saja menyelesaikan aktivitas panas mereka.Dengan tubuh yang masih polos berbalut selimut tebal,Rubi merebahkan kepalanya di dada bidang sang suami.Bryan yang juga masih dalam posisi polos pun meraih ponselnya.Menuju aplikasi WhatsApp lalu mencari nama sang kakak tiri,Zev.
tuuuutt.....tuuuutt.....tuuuutt.....
"halo..."jawab seorang pria dari seberang sana yang baru saja ancang ancang hendak memberi topping pada adonan nya yang sebentar lagi jadi.
"halo....besok Sheila ada acara sama temen temennya di luar kantor...mungkin bisa sampai malam... kayaknya lo bisa jalanin rencana lo besok.."ucap Bryan.
"yakin?"tanya Zev
"yakin....!efek dari obat yang di kasih Jordan juga udah mulai berasa kok...dia jadi sering ngeluh capek...dan suka nggak konsen kalau kerja...mending secepatnya deh nih misi di beresin...udah empet gue lama lama kerja sama dia..."ucap Bryan.
Zev terkekeh di seberang sana.
"oke....gue akan hubungi Irawan...lo tenang aja..."
"ya udah ..gue cuma mau ngomong itu aja..."ucap Bryan.
"oke..."jawab Zev singkat.
Sambungan telepon pun terputus.Zev memeluk Nabila dan mengusap perut buncit sang istri lembut.Besok ia akan kembali menjalankan satu dari serentetan misi balas dendamnya dengan Irawan yang masih berada dalam kendali nya sebagai umpan.Entah..apa yang akan ia lakukan besok...tunggu saja..
...----------------...
__ADS_1
***Up 19:30
yuk....mana dukungan nya dulu...🥰***