
Hari berganti.....
Sepasang suami istri yang kini sudah menjadi kakek dan nenek itu melangkah keluar gerbang rumah sederhana mereka diikuti sang putra yang nampak berjalan lesu di belakangnya.
"kamu kenapa sih dek?kok manyun terus dari tadi?"tanya Adinda.
"mama sama papa ngapain sih pakai ke pesantren segala ....biarin aja dia di sana....ngapain ditengokin....anak bukan...saudara bukan...!"ucap Angkasa kesal.
"dek...nggak boleh kayak gitu..."ucap Adinda.
"walau gimanapun...dia tetep harus kita tengokin...kasian dia nggak punya siapa siapa....."imbuh Adrian.
"tapi kita kan bukan siapa siapa nya dia pa...temen bukan.... keluarga juga bukan...ngapain repot repot nengokin...." jawab Angkasa.
"emang kalau mau nengokin Rebecca harus jadi keluarga dulu?kalau gitu entar kamu nikahin aja dia kalau kamu udah lulus sekolah....biar dia jadi keluarga kita..."ucap Adrian santai.
"astaghfirullah haladzim papaaaaa....!!!!!nyebut papaaaaa.....masak iya Angkasa Wildan Tama yang gantengnya tiada tara disuruh nikah ama ondel ondel perempatan...!ogah....!!!"ucap Angkasa kesal.
"adekk....nggak boleh ngomong gitu ah....nggak sopan...dia juga manusia loh...."ucap Adinda.
"emang manusia ma....yang ngomong tokek juga siapa....?"ucap Angkasa masih bisa menjawab ucapan sang ibu.
"udah....udah....udah.....kita berangkat sekarang....keburu sore nanti...."ucap Adrian.
"kamu jadi ikut nggak?kalau nggak ikut tungguin di rumah aja sama nenek....."ucap Adrian lagi
"nggak mau ahh....aku ikut aja...dirumah cuma ama nenek....tiap duduk yang di omongin harga cabe mulu....Angkasa mana ngerti urusan cabe...."ucap Angkasa.
"ya udah ayok kalo gitu...nggak usah banyak protes ..."ucap Adrian.
"iya....iya...."
Angkasa pun akhirnya naik juga ke mobil keluarga itu.Adrian memposisikan dirinya sebagai sopir,lalu Adinda di sampingnya dan Angkasa di belakang tiduran sambil mulutnya tak henti menyanyikan sebuah lagu yang ia dengarkan dari headphone yang kini seolah tak pernah lepas dari kepalanya.
__ADS_1
Remaja itu memang memiliki segudang bakat.Bernyanyi,modeling dan kini bela diri pun mulai ia tekuni,tentunya masih dibawah bimbingan Adrian.
Kini mobil milik Zev yang dikendarai Adrian itu melesat menuju pesantren dimana Rebecca dititipkan disana.Selama Adrian tidak ada di kota ini, Rebecca sangat jarang dikunjungi,bahkan nyaris tidak pernah,hanya Farhan yang pernah satu kali kesana untuk memastikan Rebecca baik baik saja dan bersedia belajar ilmu agama dengan baik.
Sekitar satu jam perjalanan,
Mobil itu sampai di pesantren yang dimaksud.Keluarga itu lantas masuk ke area pesantren dan menemui sang kyai pemilik pesantren itu.
Mereka lantas diajak untuk masuk ke rumah sang kyai yang letaknya masih di area pondok pesantren tersebut.
"Mas Adrian kok ndak bilang bilang kalau mau kesini..."ucap Sang Kyai yang bernama Jafar tersebut.
"kebetulan saya dan istri memang sedang berada di kota ini pak Kyai...nengokin cucu...."ucap Adrian.
"lho...?sudah punya cucu?"tanya Kyai Jafar.
"Alhamdulillah sudah pak Kyai...."ucap Adrian sambil tersenyum.
"wahh....ini sih...kakek paling ganteng yang pernah saya temui...."ucap Kyai Jafar sambil tertawa mencairkan suasana.
"oh iya pak Kyai.....bagaimana keadam Rebecca sekarang?"tanya Adrian.
"Rebecca?"tanya Kyai Jafar.
"iya pak Kyai..."
"Pelangi?"tanya Kyai Jafar lagi justru membuat Adrian dan Dinda mengernyitkan dahinya.
"iya ..... Rebecca mengganti namanya menjadi Pelangi setelah pengumuman kelulusan yang dia terima beberapa waktu yang lalu...."ucap Kyai Jafar.
Adrian Dinda dan Angkasa hanya mendengar kan.
"katanya...ia ingin mengubur masa lalunya,ia ingin menjadi pribadi baru yang lebih baik dan memulai kehidupan baru..."
__ADS_1
"sama seperti namanya...ia ingin kehidupan barunya nanti menjadi lebih berwarna selayaknya pelangi..."ucap Kyai Jafar.
Adrian dan Dinda terdiam.Entahlah...ada rasa haru dalam diri mereka.Sepertinya gadis itu benar benar terketuk hatinya di pesantren ini.Mereka tak pernah menyangka bahwa Rebecca memiliki pemikiran demikian.Mengganti nama dan mengubur masa lalu kelamnya yang penuh dosa.
"lalu bagaimana dengan perkembangan dia saat ini pak Kyai...?"tanya Adrian lagi.
"Masya Allah....sangat baik mas Adrian....dia benar benar sangat menunjukkan niatan untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik....dia benar-benar mau belajar...tapi....." ucapan Kyai Jafar terhenti.Ia nampak membuang nafas seolah merasakan sedih.
"tapi apa pak Kyai...?"tanya Adrian.
"dia tidak pernah mau bergaul dengan santri dan santriwati lain.Dia banyak diam dan menyendiri....dan lagi....saat awal awal dia disini....dia tidak mau pakai jilbab...dia tidak mau menyentuh sajadah dan mukenah...ia tidak mau mendekati mushola ..."
"dia selalu berkata...dia kotor...dia hina...dia penuh dosa....dia datang hanya untuk mengabdi dan memperbaiki diri saja dari pada di luaran sana ia tak punya siapa siapa katanya....dia tidak mau beribadah karena dia merasa dia tidak pantas mas...."ucap Kyai Jafar.
"sepertinya masa lalu berhasil menampar hatinya mas....dia benar benar merasa rendah....saya sampai sedih mendengar tangisannya setiap malam...untungnya ada uminya anak anak yang bisa merangkul Pelangi....dia menjadi lebih baik sekarang...."ucap Kyai Jafar
Adrian dan Dinda menghela nafas.Angkasa yang mendengar nya pun ikut menganga mendengarkan penuturan dari sang Kyai.
Apa benar wanita itu sudah berubah?
Adrian mengangguk paham
"boleh saya ketemu Pelangi pak Kyai?"tanya Adrian.
Kyai Jafar mengangguk.
"tentu saja....mari saya antar mas....."ucap Kyai Jafar.Laki laki berjenggot putih itupun bergegas untuk mengantar Adrian Dinda dan Angkasa untuk menemui Pelangi alias Rebecca.
...----------------...
***Selamat siang....
up 13:00
__ADS_1
yukkk...mana dukungan nya....🥰🥰🥰🥰***