
Malam menjelang di rumah milik Ustad Hanif...
Di ruang tamu rumah kediaman bu Lastri.Ada Zev,Bryan,Jordan, Angkasa,dan Adrian yang sedang berkumpul dengan Farhan yang nampak fokus mengotak atik sebuah laptop di hadapannya.Sedangkan di ruang televisi.Ada Adinda,Nabila,Putri istri Farhan bersama dengan dua putra putri mereka Alexa dan Bara.Alexa masih menginjak usia enam tahun,sedangkan Bara masih enam bulan.Mereka begitu asyik bermain di ruang televisi bersama Dinda,bu Lastri dan Nabila
Mereka semua tengah berkumpul di rumah bu Lastri.Para pria pria diruang tamu itu tengah sibuk menyusun siasat untuk menjalankan misi balas dendam selanjutnya,dan mungkin ini adalah puncaknya.
Farhan memutar laptop nya mengarahkan layar benda canggih itu ke arah Bryan dan Zev yang kini duduk bersebelahan itu selaku kakak dari Hanum .
"tempat biasa Lusi main judi..."ucap Farhan.
"Susi?"tanya Angkasa.
"LUSI...!bude* lo masih kecil....!!gue aja denger lu kagak denger...!"ucap Nabila yang hendak masuk kamar dengan ngegas dan tiba tiba.
"kaakk......"ucap Adrian mengingatkan.
"diem lo...!nyamber aja lo kek petasan banting..!"ucap Angkasa sang kakak namun Nabila tak peduli.
"dasar lampir...!"ucap Angkasa kesal.
"lo grandong!" sahut Nabila dari dalam kamar.
"sudah...!!"ucap Adrian tegas.Angkasa pun diam sambil bersungut.Yang lain hanya terkekeh melihat perdebatan dua saudara itu.
Sudahlah...dua anak Adrian itu memang tak pernah bisa akur...selalu saja bertengkar.
.
.
.
Zev dan Bryan menatap ke arah laptop milik Farhan itu.Berisi semua data tentang tempat yang menjadi lokasi perjudian Lusi, ibu kandung dari Rebecca Violetta yang terletak di beberapa tempat,bahkan di luar negeri pun ada.Semua datanya lengkap,termasuk pemilik tempat dan orang orang yang biasanya menjadi lawan judi wanita yang kini menginjak usia empat puluh lima tahun itu.
"gimana?kapan kita mulai?"tanya Bryan pada Zev.
"secepatnya....!gue nggak sabar liat mereka jadi gembel...!"ucap Zev dengan seringai mengerikan.
Bryan mengangguk...
Suasana hening sejenak...
Tiba tiba....
"om Farhan...."ucap Jordan.
Pria berkacamata itu pun mendongak menatap Jordan
"ya...."jawab Farhan.
"apa ada informasi detail tentang papanya Rebecca dan wanita simpanan nya...?"tanya Jordan yang sedari tadi diam.Ia tak seperti biasanya yang nampak paling semangat dalam melaksanakan misi balas dendam ini.Pria itu sedari tadi hanya diam dan kadang kadang melamun sambil memainkan ponselnya.
Zev menatap nanar ke arah sang sahabat.Ia tau betul,laki laki itu tengah dirundung kesedihan.Ia pasti kaget dengan fakta temuan yang tadi siang Zev tunjukkan.Ternyata wanita yang dulu membawa pergi sang ayah kini sudah berpindah hati pada ayah Rebecca.Itu artinya,kini Sheila sudah tak bersama dengan papa nya Jordan dong?Kalau begitu, bagaimana kabar papanya sekarang?kalau sudah tak bersama Sheila,lalu dimana pria itu kini?
Farhan menatap iba pemuda itu.Ia juga sudah mendengar tentang kisah keluarga Jordan dari Zev tadi siang.Bukan apa apa,Zev ingin Farhan,Adrian Angkasa dan Bryan tau agar mereka bisa menjaga ucapannya jika sedang bersama Jordan nantinya.Ia benar benar ingin menjaga perasaan sahabat dekatnya itu.
"bisa.... mungkin lusa ada hasilnya ..."ucap Farhan.
"apa yang ingin kamu tau?"tanya Farhan.
"semua tentang wanita itu,hubungan mereka,dan siapa siapa saja laki laki yang pernah berhubungan dengan wanita itu sebelum dia menjadi simpanan ayah Rebecca...."ucap Jordan.
Farhan tersenyum,
"lusa kamu sudah akan dapat semua informasi nya..."ucap Farhan.
Jordan mencoba tersenyum meskipun tak bisa menutupi kepedihan hatinya
"makasih om...."jawabnya.
...****************...
Malam makin larut....
Pria malang dengan sejuta permasalahan hidupnya itu kini tengah berada di dalam sebuah kamar yang tak terlalu luas bersama seorang remaja yang kini sudah terlelap dalam buaian mimpi mimpi panjangnya.
Ya....malam ini Jordan menginap di rumah Bu Lastri.Awalnya sebenarnya ia menolak,karena tidan enak,namun karena Adrian dan Zev sedikit memaksa,akhirnya ia pun memutuskan untuk menginap di rumah itu.
Setitik kebahagiaan tercipta di hati Jordan.Ia tak sendirian malam ini.Keluarga Adrian baik semua.Semia ramah dan begitu akrab satu sama lain.Mereka juga memperlakukan Jordan bak keluarga sendiri.Sungguh....Zev benar benar beruntung bisa masuk ke dalam keluarga itu.
tingg.....
Ponsel di atas nakas berbunyi.Jordan melirik ke arah jam dinding.Jam satu malam...!
Ada pesan masuk jam satu malam?dari siapa?
Pria itu kemudian menggerakkan tangannya meraih benda pipih miliknya tersebut dan membukanya.
__ADS_1
*1pesan masuk...
mommy*....
Jordan reflek bangkit dan mendudukkan tubuhnya.Akhirnya ibu kandungnya itu membalas pesan yang sejak siang ia kirimkan.Jordan pun membuka pesan tersebut.
"besok mommy pulang" tulisnya.
Jordan tersenyum sumringah.Meskipun sebenarnya jawaban nya nggak nyambung.Lantaran tadi siang ia bertanya dimana posisi sang ibu sekarang,namun sang ibu justru menjawab besok ia pulang..
Tapi tak apa. .....
Yang penting pesan nya dibalas, meskipun harus menunggu hampir dua belas jam lamanya.
Jordan sumringah.Baiklah...besok ia akan pulang....ia akan menemui ibu kandungnya itu
Jordan kembali mengotak atik ponselnya,kini ia mencari nama "karpet" di kontak WhatsApp miliknya lalu mengetikkan sesuatu disana.
"pet....besok mommy pulang...." tulisnya.
Jordan mengulum senyum.Gadis itu pasti sudah tidur, tengah malam begini, pikirnya.
Namun tiba tiba....
drrrrttt.....drrrrttt.....drrrrttt.....
ponsel Jordan bergetar...
karpet ...
memanggil.....
Jordan terbelalak.Jam segini Hanum belum tidur? sedang apa gadis itu jam segini masih melek?.
Jordan mengusap tombol hijau di layar ponselnya
"halo..." ucap Jordan
"assalamualaikum" sahut Hanum dari seberang sana.
"wa Alaikum salam...."jawab Jordan manis.
"jam segini kenapa nggak tidur mas?kamu dimana?"tanya Hanum.
Jordan mengulum senyum,ia bangkit dari duduknya lalu berjalan keluar kamar menuju ke pintu utama dan membuka pintu yang kuncinya tergantung itu.
"nggak bisa tidur pet...."
"enggak kok....emang belum bisa tidur aja...."ucap Jordan.
Hanum menghela nafas panjang.
"lo sendiri ngapain jam segini masih melek?anak kecil nggak boleh begadang sering sering...."ucap Jordan.
Hanum tersenyum di seberang sana....
"aku baru aja bangun....mau tahajjud...."ucap Hanum.
"tahajjud?"
"iya...solat malam...."ucap Hanum.
Jordan manggut manggut.
"pet...."
"ya...."
"buka jendela kamar lo dong..." ucap Jordan.
"kenapa?"
"buka aja....keluar...."ucap Jordan.
Hanum pun berfikir sejenak.Untuj apa Jordan menyuruhnya keluar ke balkon kamar jam segini.
Hanum pun akhirnya menurut.Ia membuka pintu kamarnya dan keluar lalu berdiri di balkon kamar tersebut.Mata bulatnya memicing.Ia menangkap sosok seorang pria yang duduk berjongkok di luar pagar salah satu tetangga nya.Lampu senter ponsel nya menyala,laki laki itu nampak melambaikan tangannya ke arah Hanum.Itu Jordan....!ia duduk jongkok di depan pagar rumah bu Lastri..!
"kamu ngapain di situ?"tanya Hanum dari sambungan telefon,namun matanya tak lepas dari Jordan yang kini juga menatapnya.
"gue nginep di sini semalem..."ucap Jordan sambil tak lepas menatap gadis manis berwajah polos dengan balutan mukenah ungu yang menutup rapat aurat nya
Entah mengapa,ia suka melihat Hanum bermukena seperti itu.Kecantikannya seolah terpancar dengan sendirinya.Kecantikan natural yang tanpa perlu polesan apapun,namun tetap terlihat manis dan tak membosankan.
"trus ngapain jam segini di luar....?masuk gih...tidur.."ucap Hanum.
"gue pengen liat muka lo aja..."ucap Jordan membuat Hanum tersipu malu.
__ADS_1
"udah malem mas...ntar kamu dikira maling loh jam segini nongkrong di depan rumah orang..."ucap Hanum.
Jordan hanya tersenyum....
"iya bentar lagi gue masuk...dada dada dulu dong kesini"ucap Jordan sambil terus menatap wajah ayu diseberang sana.
"buat apa?"
"biar gue bisa tenang tidurnya...."ucap Jordan.
Hanum tersipu malu.
"jangan senyum senyum....gue jadi pen gigit...."ucap Jordan menggoda
"apaan sih nggak jelas banget..."ucap Hanum
"kapan ya...pas gue tidur trus ada cewek di samping gue yang bangunin gue jam segini buat tahajjud "ucap Jordan.
Hanum tersenyum manis...
"suatu saat mas..kalau kamu udah nikah..."jawab Hanum.
"pengennya sekarang...gue pengen jadi imam tahajjud lo boleh nggak?"tanya Jordan sambil cengengesan menatap ke arah Hanum.
Gadis itu makin tak karuan di balkon kamarnya.
"jangan senyum senyum mulu...gue nggak kuat liatnya....dari sini aja keliatan manis banget ...apalagi kalau dari deket...."ucap Jordan.
Hanum makin tak bisa menyembunyikan senyuman nya
"apaan sih...gombal mulu pagi pagi buta.."ucap Jordan.
Jordan terkekeh sambil sesekali meraih kerikil kerikil kecil di hadapannya dan melemparnya ke jalan.
"udah ah ...aku mau solat..."ucap Hanum.
"ya udah...solat gih ..jangan lupa doain gue..."
"doain apa?"
"doain semoga gue bisa secepatnya hafal surat Ar Rahman ayat satu sampai tujuh puluh delapan...biar gue bisa secepatnya meminang lo dengan bismillah..."ucap Jordan sukses Hanum jingkrak jingkrak di atas sana.
"lu napa jadi loncat loncat kek pocong....?" ucap Jordan melihat reaksi lucu dari Hanum di atas sana.
"kamu bercandanya lucu.."ucap Hanum.
"kalau serius boleh nggak?"tanya Jordan.
"apaan sih...udah ah ..aku mau solat..." ucap Hanum yang makin tak karuan...kalau terus terusan di gombalin bisa pingsan beneran dia...
Jordan cekikikan....
"ya udah...tidur ya...."
"iya...."
"jangan lupa....ntar kalau mau tidur lagi berdoa dulu...biar malaikat jagain tidur lo... karena untuk saat ini...gue belum bisa berbaring di samping lo dan meluk lo buat jagain tidur lo..."
Hanum makin salting di atas sana.
"apa sih mas....udah ah ...pagi pagi ada ada aja kamu..."ucap Hanum
Jordan terkekeh....
"ya udah solat ya ...gue mau masuk..."
"iya..."
"ntar kalau kangen WA aja....ntar gue keluar lagi..."ucap Jordan
Hanum terkekeh lagi..
"iya...."
"ya udah .. assalamualaikum.."
"wa Alaikum salam.,.."jawab Hanum dari atas sana.
Sambungan telepon pun terputus.Jordan melambaikan tangannya dari tempatnya berjongkok.Dissmbut dengan lambaian tangan pula oleh Hanum dari atas balkon kamarnya.Hanum pun masuk ke dalam kamarnya.Di dalam kamar ia loncat loncat kegirangan lalu menghempaskan tubuhnya ke ranjang birunya.Astaga....di gombalin gitu aja dia seneng banget...apa lagi kalau benar Jordan jadi miliknya?betapa bahagianya dia....
Sementara itu Jordan melangkah masuk ke dalam rumah itu sambil bersiul siul ria.Entahlah,hatinya terasa berbunga bunga.Kesedihannya mengingat kisah hidupnya yang perih mendadak hilang setelah ngobrol kesana kemari dengan Hanum.Wanita itu memang selalu menjadi obat atas kesedihan Jordan.
...----------------...
***Selamat pagi.....
up 05:30
__ADS_1
yukkkk....mana dukungan nya...🥰🥰🥰***
.