
Hari berganti....
Pagi ini...Bryan berangkat kerja seperti biasa.Dengan tunggangan motor sport merahnya pria itu melesat menuju perusahaan milik Sheila yang harusnya menjadi hak milik Jordan dan keluarga nya.
Tak butuh waktu lama,Bryan sampai di perusahaan tersebut.Dengan tampilannya yang begitu rapi,celana dan kemeja serba hitam serta sebuah kacamata hitam bertengger di wajahnya,pria itu segera melangkah menuju lantai lima belas dimana ruangan Sheila berada.
tokk.....tokk.....tokk.....
Bryan mengetuk pintu...
"masuk..."jawab seorang wanita dari dalam sana.
Bryan pun membuka pintu ruangan itu,ia masuk ke dalam ruangan tersebut dimana sudah ada Sheila dengan dress mini nya nampak sudah siap untuk pergi pagi ini.
Ya...hari ini ia akan menghadiri sebuah pesta ulang tahun yang digelar oleh salah satu sahabatnya.Di sebuah villa mewah di luar kota.Ia pun mengajak Bryan sebagai asistennya untuk menemani nya.
"selamat pagi.....Sheila..."ucap Bryan.
"pagi sayang...."jawab wanita itu berani membuat Bryan seolah ingin sekali menendang mulut wanita itu.
"sudah siap....?"tanya Bryan lagi.
"tentu..."jawab Sheila.Ia pun dengan berani menggandeng tangan Bryan.
Lagi lagi....Bryan mengumpat hebat dalam hatinya ..
Keduanya pun lantas pergi dari tempat tersebut meninggalkan kantor itu menuju ke tempat dimana pesta ulang tahun akan digelar.Keduanya berjalan beriringan dengan Sheila yang terus menggandeng lengan Bryan.Ia seolah tak peduli dengan tatapan risih para karyawan.Sedangkan Bryan,kini laki laki itu sudah bisa bersikap tenang.Ia seolah sudah bisa mengontrol emosi dan batinnya agar tetap terlihat cool saat bersama wanita itu.
Keduanya lantas menuju parkiran mobil.Sekilas mata Bryan melirik ke seberang jalan, dimana sebuah mobil nampak terparkir di seberang jalan.Itu Zev...!dia tengah bersama Irawan sekarang...!
Bryan kembali fokus pada Sheila.Ia masuk ke dalam mobil mewah Sheila setelah ia membukakan pintu untuk wanita itu.Putra kedua James Smith Anderson itupun segera tancap gas,pergi meninggalkan tempat tersebut menuju ke lokasi pesta ulang tahun yang akan dituju Sheila.
...****************...
Sementara itu....
saat siang menjelang,di tempat terpisah....
Seorang pria nampak memasuki sebuah bangunan tiga lantai yang menjadi tempat penjualan pakaian pakaian anggun hasil rancangan mommy Intan.
Ya.....itu butik ibunda Jordan.Siang ini,sebelum menjemput Hanum,Jordan berinisiatif mampir ke butik sang mommy sambil membawakan makan siang untuk wanita karir tersebut.Ini adalah butik pertama sang mommy sebelum ia membuka cabang di berbagai kota.Bisa dikatakan ini adalah cikal bakal terbentuknya kerajaan bisnis mommy Intan hingga bisa menjadi besar dengan beberapa cabang baru seperti sekarang.
Jordan melangkah kakinya masuk ke dalam bangunan tersebut.
"selamat siang...mas...ada yang bisa dibantu..?mau cari apa?"tanya salah satu pegawai disana.Ya..mereka bahkan tak tau siapa Jordan.Mengingat pria itu memang sangat jarang bahkan hampir tak pernah menginjakkan kaki di butik tempat sang mommy mencari pundi pundi rupiah tersebut.
Yang mereka tau, mommy Intan sang atasan adalah seorang janda beranak satu,namun siapa suami dan anaknya,tak ada satu pegawai pun yang tau.
Jordan mengedarkan pandangannya ke segala arah.Sang karyawan wanita itu diam diam mencuri pandang pada laki laki tampan berjambang tipis tersebut.Wajah putih bersih dengan bulu bulu halus menghiasi rahang tegasnya,sorot mata tajam dengan alis tebal serta hidung yang mancung.Perfect..! sangat tampan sebagai seorang pria dewasa ..!
"eemm....saya mau cari mommy Intan ada?bilangin aja Jordan mau ketemu.."ucap Jordan.
Sang pelayan tersenyum ramah..
"oh....baik... silahkan mas Jordan tunggu di sana sebentar,biar saya panggilin mommy dulu..."ucap sang karyawan.
Jordan hanya mengangguk.Ia pun lantas duduk di sebuah sofa panjang yang biasa menjadi ruang tunggu pengunjung.
Tak berselang lama karyawan wanita itu kembali sambil membawa secangkir kopi.
"mohon tunggu sebentar ya mas...... mommy nya lagi ada tamu... silahkan diminum dulu kopinya.."ucap karyawan tersebut,Jordan hanya mengangguk.
Pria dua puluh lima tahun yang merasa cukup lelah dengan serentetan aktifitasnya sebagai montir,suami sekaligus sopir bagi Hanum itu memilih merebahkan tubuhnya di atas sofa panjang tersebut sambil menunggu sang mommy menyelesaikan urusannya dengan tamu butiknya.Jordan perlahan mulai memejamkan matanya,tanpa terasa ia pun tertidur di sofa itu.
Sekitar lima belas menit, mommy Intan datang menemui anak nya tersebut.
__ADS_1
Mommy Intan mengernyitkan dahinya, dilihatnya sang putra nampak terlelap dengan satu lengan menutupi kedua matanya dan satu kaki di tekuk di atas kakinya yang lain.
Mommy Intan tersenyum,ia mendekati laki laki itu lalu berjongkok di hadapan wajah Jordan.Ia tak peduli dengan dress mahalnya yang bersentuh langsung dengan lantai marmer.
Dilihatnya wajah tampan itu,seutas senyuman terbentuk dari bibir mommy.Entah kapan putranya itu beranjak dewasa.Jordan yang dulu masih begitu manja dalam gendongannya kini sudah menjelma menjadi laki laki dewasa yang tampan dan gagah,suami dari wanita manis yang kehadirannya seolah memberi warna baru dalam keluarga nya.
Tanpa menyentuh, Hanum berhasil menyatukan hubungan ibu dan anak yang semula sempat renggang.Ia masuk dan dengan cepat bisa merangkul sang mommy yang haus akan kasih sayang dan pengakuan.Wanita manis itu bisa menjelma menjadi teman, sahabat,anak dan menantu yang baik dengan segala keluguan dan kepolosan nya
Mommy Intan mengangkat tangannya, membelai pipi berjambang tipis tersebut dengan penuh kasih sayang.
"nak...."ucap sang mommy
"bangun...."ucapnya lagi.
Jordan nampak mengerjab ngerjabkan matanya.Dilihatanya sang mommy sudah tersenyum di sampingnya.Entah sejak kapan wanita itu berada di sana
"eh..mom...."ucapnya.
Jordan pun segera bangkit lalu mengubah posisinya menjadi duduk.
Mommy Intan pun bangkit,ia mendudukkan tubuhnya di samping sang putra
"tumben kamu kesini sayang?ada apa?"tanya mommy Intan.
Jordan tersenyum,..
"pengen ketemu mommy aja..."ucapnya.
Jordan lantas meraih sebuah kresek putih berisi makanan kesukaan sang mommy yang sengaja ia beli dalam perjalanan menuju ke butik tadi.
"oh ya...tadi aku beliin makanan buat mommy..."ucapnya sambil membuka box makanan tersebut.
"ini makanan kesukaan mommy kan?"
"aku suapin ya..."ucap Jordan.
"masa iya kamu suapin mommy...? harusnya mommy dong yang suapin kamu.."ucap wanita itu.
"nggak apa apa mom....sekali sekali...."sahut Jordan.
Suami Hanum itupun mulai menyendok makanan dalam box itu dan mengarahkan nya ke mulut sang ibunda.Mommy Intan pun menurut.
Jordan begitu telaten memasukkan sesuap demi sesuap makanan itu.
"mom...."ucap Jordan.
"ya....."
"kalau misalkan suatu saat mommy ketemu sama daddy.....apa yang mau mommy lakuin?"tanya Jordan dengan tatapan mata sendu menatap ke arah sang mommy.
Wanita itu terdiam sesaat.Ia menatap lekat wajah sang putra dengan raut wajah yang sulit diartikan.
"kenapa kamu tiba tiba tanya seperti itu?"tanya mommy Intan.
Jordan hendak menjawab, namun belum sempat berucap...
"kamu merindukan daddy mu?"tanya mommy Intan.
Jordan mengembun.Ia dapat melihat dengan jelas raut kesedihan dalam diri sang mommy.
"mom....."
"dia sudah bahagia dengan pilihannya nak....jangan ungkit ungkit dia lagi..."ucap Mommy Intan.
"dari mana mommy tau?"tanya Jordan tanpa melepaskan pandangannya dari mata sang mommy yang mulai menitikkan bulir bulir air mata.
__ADS_1
"tentu saja mommy tau....dia memilih wanita itu....itu artinya wanita itu bisa membuat daddy kamu bahagia kan? tidak seperti mommy...makanya mommy ditinggal..."ucap wanita itu terlihat merasa rendah diri.
"kalau Daddy nggak bahagia?apa mommy mau memaafkan dia jika suatu saat dia datang menemui kita?"tanya Jordan lagi.
Mommy Intan menatap dalam wajah sang putra.
"apa maksudmu?"
"kita nggak pernah tau kabar Daddy setelah dia pergi meninggalkan kita mom...kita nggak tau... bagaimana kehidupan dia dengan wanita pilihan nya itu...."
"bukankah wanita itu bukan wanita baik baik?apa mungkin dia bisa bertahan dengan Daddy hingga hari ini?"
Mommy Intan diam lagi...
"untuk apa membahas itu nak...?untuk apa membahas sesuatu yang hanya akan membuka lagi luka lama kita...?"tanya Mommy Intan.
"biarkan dia dengan kehidupan nya yang sekarang...dan kita ..dengan kehidupan kita yang sekarang...jika memang dia masih mengingat kita,terutama kamu sebagai putranya,maka dia pasti akan datang kepada kita tanpa perlu kita mencarinya..." ucap mommy Intan.
Jordan terdiam sambil menatap sendu ke arah sang ibu.Andai wanita itu tau bagaimana kondisi Harlan saat ini?apakah mungkin kata kata itu masih sanggup terucap dari bibirnya?
Mommy Intan mencoba tersenyum.Ia mengusap lelehan air mata di pipinya dan mencoba menetralkan kembali ekspresi nya
"dah...nggak usah bahas itu....bahas yang lain aja.."ucap wanita paruh baya tersebut.
Jordan tersenyum.Ia kembali mengangkat tangannya menyuapi sang ibu.
"kamu jemput Hanum jam berapa?"tanya Mommy.
"abis dari sini aku langsung ke sekolah Hanum mom...."ucap Jordan
mommy Intan mengangguk.
Saat ia tengah fokus berbincang dengan sang ibu,tiba tiba...
Drrrrttt......drtttt....
ponsel dalam saku celananya bergetar.
Jordan meraih benda pipihnya,ada satu pesan dari sang sahabat,Zev.
Ia menyentuh layar ponsel tersebut dan membuka pesan itu.
"dokumen aman..."tulis Zev.
Jordan mengangkat satu sudut bibirnya.Selangkah lagi,semua yang harusnya jadi miliknya akan segera kembali ke tangannya.
Jordan kembali memasukkan ponselnya ke dalam saku.
"siapa?"tanya sang mommy.
"Zev mom...."ucap Jordan sambil terus menyuapi sang ibu.
"ada apa?"
"biasa... masalah kerjaan...."jawab Jordan bohong.
mommy Intan hanya mengangguk.Mereka pun melanjutkan obrolan mereka hingga makanan dalam box itu habis.
...----------------...
Selamat soreee,...
up 17:21
yukkk.... kasih dukungan nya....😍🥰
__ADS_1