Makmum Untuk Sang Pendosa

Makmum Untuk Sang Pendosa
Bab 35


__ADS_3

Di kediaman umi Atikah.....


17:30


Bryan yang kini tengah bersama Rubi di ruang tengah rumah dua lantai itu nampak mondar mandir sambil tak henti mencoba menghubungi adik perempuan nya.Ini sudah maghrib tapi Hanum tak pulang juga membuat Bryan makin khawatir.


Sebenarnya Nabila sudah mengirim pesan tadi pada umi Atikah,ia mengatakan bahwa Hanum akan menginap di rumahnya malam ini.Tapi Bryan merasa ragu,lantaran sedari tadi ia mencoba menghubungi Hanum tapi tidak ada respon dari gadis itu meskipun ponselnya dalam kondisi aktif.


Lagi lagi.... berbagai prasangka buruk terbersit dalam pikiran Bryan.Apa yang Hanum lakukan di rumah zev?Jangan jangan laki laki itu mengajari macam macam pada adiknya yang polos itu,mengingat akhir akhir ini Hanum banyak berubah.


"mas...udahlah...kamu duduk aja....Hanum kan udah besar...."ucap Rubi.


"tapi mas khawatir Bi....Hanum udah berani bohong sekarang...!"ucap Bryan.


"dia bilang mau berangkat sekolah pakai sepeda...nyatanya sepeda abi di tinggal di warung...!trus dia ke sekolah pakai apa?!"ucap Bryan kesal.


"aku khawatir dia dapat pengaruh pengaruh buruk di rumah si br**gsek itu...!"ucap Bryan


Ya....siang tadi ia menemukan sepeda Hanum di warung ujung gang saat ia mengantarkan umi ke sana untuk membeli sesuatu.Laki laki itupun mulai naik darah saat melihat sepeda kayuh itu teronggok di garasi mobil sang pemilik warung.


"mas...jangan su udzon....mungkin tadi Hanum nggak sengaja ketemu sama mas Zev di jalan,makanya dia bareng dan mampir ke rumahnya pulang sekolah..."ucap Rubi mencoba berfikir positif.


Bryan diam.Entah mengapa ia merasa gundah.Ia begitu khawatir pada adiknya itu.Ia takut terjadi apa apa pada Hanum.Karena selama ini Hanum tak pernah pulang telat.Ia selalu langsung menuju rumah tiap pulang sekolah dan tak pernah mampir mampir jika bukan karena ada urusan penting.


Rubi bangkit....


"kamu mau kemana?"tanya Bryan


"aku mau pulang mas....udah mau malam....aku pamitan dulu ya sama umi sama abi...."ucap Rubi.


"ya udah....aku anterin..." ucap Bryan.


Rubi hanya tersenyum.Ia pun bergegas menemui umi Atikah dan ustad Hanif yang berada di ruang televisi.


Bryan....👇



...****************...


Sementara itu.....


Di sebuah rumah mewah kediaman Zev....


Dua orang pria muda berjambang dan seorang pria paruh baya berkacamata kini tengah berada di ruang tengah lantai dua rumah tersebut.


Itu Zev, Jordan,dan pria genius ahli ITE mantan asisten pribadi Adrian Tama....Farhan....!!


Pria yang kini mengenakan kacamata karena pengaruh mata minusnya itu terlihat begitu serius memainkan jari jarinya di atas keyboard laptop pribadinya.Bola matanya bergerak kesana-kemari menatap layar benda pipih tersebut.Bahkan Jordan yang memperhatikannya seolah tak melihat laki laki itu berkedip sedari tadi.


Farhan mengangkat dagunya.Ia menggeser laptopnya ke hadapan Zev


"nama orang tua, keluarga,bisnis,rekam jejak,perusahaan dan cabang cabang nya,alamat rumah di dalam dan luar negeri,riwayat pendidikan keluarga,riwayat penyakit,tempat tempat favorit yang sering mereka kunjungi,dan info info pribadi keluarga..semua ada di sini..."ucap Farhan.


Jordan menggelengkan kepalanya.Gila....guru SMP ini benar benar gila..!dari mana ia bisa dapat semua informasi sedetail ini hanya berbekal foto dan nama...!!


Hebat....!!


"ada lagi yang mau kalian tau?"tanya Farhan.


"ukuran BH emaknya nggak ada nih?"tanya Jordan asal.


"ukuran pe*is bapaknya sekalian gimana?"tanya Farhan mengimbuhi.


Ketiganya hanya tertawa ringan.


Zev menoleh ke arah Jordan.


"gimana?mau diapain dulu?"tanya Zev pada sahabatnya itu, karena memang Jordan yang punya ide untuk memberikan sedikit hadiah pada Rebecca.


Jordan hanya mengangkat satu sudut bibirnya.


"mending kalian tanya Hanum dulu deh....ini kan belum jelas..apa bener ini ulah Rebecca....kita juga perlu tau..kalau emang ini ulah Rebecca...lalu siapa aja yang diajak kerja sama oleh Rebecca..."ucap Farhan.


"ini kejadian di area sekolah lo...kalau sampai terbukti ada orang dalam sekolah yang terlibat...kita bisa tuntut...."ucap Farhan.


"nggak ada buktinya om..."ucap Zev


"cctv..!" ucap Farhan.


"kita nggak punya bukti rekaman nya..."ucap Zev


"serahin sama om..."ucap Farhan.


Zev dan Jordan hanya mengangguk.


.


.


.


Allahu Akbar..... Allahu Akbar......


.


.


.


Gema adzan Maghrib mengalun merdu dari toa masjid tak jauh dari rumah Zev.


"Alhamdulillah...."ucap tiga pria itu.


"sholat disini aja om..."ucap Zev.


Farhan mengangguk.


Jordan bangkit...


"gue ke kamar Hanum dulu ya...siapa tau dia mau keluar kamar buat sholat"ucap Jordan.


Zev dan Farhan mengangguk.


Laki laki yang kini hanya mengenakan celana pendek dan kaos singlet putih itu pun naik ke lantai dua dan menuju ke kamar tamu,dimana ada Nabila dan Hanum di sana.


ceklek....


pintu terbuka....

__ADS_1


Dilihatnya disana Nabila tengah duduk di samping ranjang sambil mengusap usap lembut pucuk kepala berbalut hijab yang kini menangis sambil berbaring memeluk guling di atas ranjang.


Jordan menghela nafas panjang,ia lantas mendekati dua wanita beda usia itu


"mau makan?"tanya Jordan.


"masih utuh mas.."ucap Nabila sambil menatap piring berisi makanan di atas nakas yang tak tersentuh oleh tangan Hanum.


"aku boleh ngomong sama Hanum bentar..."ucap Jordan.


Nabila mengangguk....


"kalau gitu aku ke kamar mandi dulu ya mas..."ucapnya.


Jordan hanya mengangguk.


Nabila pun bangkit dan menuju kamar mandi.Sedangkan Jordan kini duduk di sisi ranjang yang semula Nabila tempati.


Jordan menatap dalam ke wajah sembab itu....


"sayang....makan dulu yuk..."ucap Jordan lembut.


Hanum tak bereaksi.


"dari siang kamu belum makan...."ucap Jordan.


masih tak ada sahutan.Mata itu masih terus mengeluarkan butiran butiran air mata yang seolah tak ada habisnya.


Jordan menghela nafas panjang....


"Hanum....kalau kamu nggak mau makan...kita sholat dulu yuk...udah Maghrib...."ucap Jordan.


Hanum sesenggukan....


"kita sholat bareng bareng...sama kak Nabila sama kak Zev juga yuk...."ucapnya lagi begitu sabar.


"Allah jahat...!!"ucap Hanum menangis sambil menyembunyikan wajahnya.


"aku selalu berusaha menjadi umat yang taat...!aku selalu berusaha menjalankan apa yang Allah perintahkan....tapi kenapa kenapa aku dibikin kayak gini...?!Allah nggak adil....!!!"ucap Hanum histeris di balik bantalnya.


Jordan menghela nafas panjang.Ia meringsut mendekat kan tubuhnya pads gadis malang itu.


"Hanum...aku tau kamu sedih....aku tau kamu kecewa...tapi jangan pernah menyalahkan Tuhan atas musibah yang kamu alami..."ucap Jordan lembut.


"aku bukan ahli agama...aku cuma pendosa..tapi yang aku tau....kita semua ciptaan Tuhan kan,kita bergerak atas izin Tuhan....semua yang terjadi di dunia ini juga atas izin Tuhan...."


"kamu sendiri yang pernah bilang...Tuhan itu Maha Memberi,Tuhan itu maha segalanya...kita hanya perlu mengikuti alurnya dan berserah diri padaNya...itu kan yang pernah kamu bilang dalam salah satu vidio kamu.."


"sayang....mungkin sekarang Allah ingin mengangkat derajat kamu...mungkin sekarang.... Allah ingin melihat kamu datang ke Dia...dan minta pertolongan padaNya...."ucap Jordan.


Hanum masih menangis....


"kamu anak yang kuat....bangkit sayang....kamu bisa hadapin ini....banyak orang yang sayang sama kamu...banyak orang yang siap mendukung kamu di belakang kamu...."ucap Jordan lagi


"bangun yuk...sholat Maghrib....kita solat bareng bareng...."ucap Jordan.


Hanum tak menjawab,ia menoleh ke arah laki laki itu.Wajahnya sudah sangat sembab dengan kedua mata yang begitu bengkak..


Jordan tersenyum...


"tidak ada yang bisa menjanjikan bahwa hidup kita akan selalu bahagia...tapi yakinlah....bahwa kamu punya Tuhan yang Maha Memberi Jalan keluar....pasti akan selalu ada pelangi setelah hujan,tawa setelah air mata,dan berkah setelah cobaan....kamu hanya perlu percaya sama Tuhanmu sayang...."ucap Jordan.


Jordan mengusap punggung Hanum.Seolah ingin memberi kekuatan pada gadis manis yang kini benar benar terpuruk itu.


...****************...


Beberapa jam kemudian....


Di ruang televisi rumah mewah itu.Farhan sudah pulang,kini sepasang suami istri itu tengah duduk berdua di depan tivi yang menyala, menghabiskan waktu mereka dengan menonton acara televisi yang sebenarnya tak begitu menarik itu.


"kelinci...."ucap Zev pada sang istri yang tiduran dengan kepala di pahanya.


"apa..."


"mama sama papa kapan kesini...?"tanya Zev.


"mungkin semingguan lagi...kan sekalian dateng ke acara nikahannya Bryan..."ucap Nabila.


"Angkasa ikut?"tanyanya lagi


"dia mah ngintil mulu kemana mana...man bisa jauh dia dari keteknya mama..."ucap Nabila.


Zev hanya terkekeh.


Saat mereka tengah asyik berduaan....


Tiba tiba....


tokk......tokk....tokk......tokk....tokk......tokk....


Pintu utama diketuk dengan tidak sabarnya.Nabila bangkit dari rebahan nya


"siapa sih?"ucap Nabila.


Sepasang suami istri itu bangkit.Mereka melangkah menuju pintu itu dan membukanya.....


ceklek......


Pintu terbuka.....


"King..."ucap Zev.


Ya....itu Bryan...!ia memutuskan untuk datang ke rumah Zev guna menjemput Hanum.


"mana Hanum?"tanya Bryan.


Zev dan Nabila saling menatap.


"ada di kamar..."ucap Zev


"gue mau ketemu sama dia...gue mau bawa dia pulang sama gue sekarang..."ucap Bryan.


Zev dan Nabila kembali saling pandang.


"kalian kenapa?Hanum mana?"tanya Bryan dengan suara yang mulai tegas.


"eemmm....Hanum..." ucap Zev ragu untuk mengatakannya


"ada apa ini?Hanum mana?kalian nyembunyiin sesuatu dari gue?"tanya Bryan curiga.

__ADS_1


Sepasang suami istri itu bingung.Bagaimana menjelaskannya,mengingat Bryan kadang suka mengambil kesimpulan sepihak.


"King...tenang dulu...Hanum ada di kamar....kita masuk dulu ya.....kita ngobrol dulu di dalam...ada yang pengen gue omongin sama lo..."ucap Zev


Bryan menatap penuh selidik ke arah sang kakak tiri.


"masuk dulu..."ucap Nabila sukses membuat Bryan menoleh.


Laki laki itupun mengangguk.Ia kemudian masuk ke dalam rumah itu dan duduk bersama di ruang tamu bersama sepasang suami istri tersebut.


"gimana keadaan lo sekarang...sejak keluar dari rumah sakit gue belum pernah ketemu lo lagi..."ucap Zev basa basi.


"nggak usah basa basi...lo mau ngomong apa dan mana adik gue..?gue nggak punya banyak waktu.."ucap Bryan membuat Nabila sedikit kesal dengan gaya bicara adik iparnya itu.


Zev menghela nafas panjang....


"oke....jadi gini............."


Zev mulai menceritakan semua yang terjadi pada Hanum siang tadi.


Bryan mengepalkan tangannya.Dadanya naik turun.Kebencian menguasai dirinya.Adik tersayangnya di ganggu hingga kini berujung trauma?


tidak....Bryan tidak akan tinggal diam...!


"siapa pelakunya...?"tanya Bryan dingin.


"perkiraan gue...temen sekolah Hanum...dia pernah bully Hanum juga sebelum ini...tapi untung ada Jordan yang nyelametin dia waktu itu...." ucap Zev


"Jordan?"tanya Bryan.


"iya....tadi juga dia yang nemuin Hanum di toilet sekolah waktu Jordan mau jemput Hanum"


Bryan mengernyitkan dahinya....


"apa ini bukan yang pertama Jordan jemput Hanum?"tanya Bryan lagi.


Zev menggelengkan kepalanya..


"sajak kejadian bullying yang pertama,saat lo masih kritis....sejak saat itu Jordan selalu antar jemput Hanum...dia bahkan selalu nemenin Hanum hampir dua puluh empat jam...dia juga yang selalu nyemangatin Hanum...."ucap Zev.


Bryan terdiam......


"sorry gue nggak langsung ngasih tau lo soal ini....Hanum yang minta...dia takut lo salah paham...sejak kejadian lo bentak dia...dia agak sedikit takut sama lo..."ucap Zev.


Bryan mengembun....


"dia emang perasa....dia gampang banget ke sentil hatinya...."ucap Bryan merasa bersalah


"gue mau ketemu Hanum..."ucap Bryan.


Zev hanya mengangguk.Ia dan Nabila kemudian mengajak Bryan naik lantai dua lalu menuju ke kamar tamu yang ternyata tak tertutup pintunya.


Zev lupa jika sedari tadi Jordan belum keluar dari kamar itu.Ia jadi sedikit was was...apa yang dilakukan Jordan di dalam sana...jangan sampai Bryan salah paham lantaran Jordan dan Hanum berduaan di dalam kamar.


Ketiga anak manusia itu sampai di depan pintu.Ketiganya pun masuk ke dalam kamar itu dan.....


.


.


.


.


.


Ketiganya mematung...


Dilihatnya disana.Dua anak manusia itu tengah khusyuk menjalankan ibadah solat.Jordan yang nampak gagah dengan kopiah putih nya berada di baris depan,memimpin gadis manis bermukena ungu itu menjalankan salah satu rukun iman yang wajib.


Ketiga anak manusia itu tertegun


Jordan mengimami Hanum.Laki laki pendosa itu berhasil mengajak Hanum beranjak dari ranjangnya.


"assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh..."


Dua kali kalimat salam dari mulut Jordan yang diikuti oleh Hanum menjadi akhir dari ritual solat mereka.


Jordan berbalik badan.Dilihatnya Hanum menunduk dengan lelehan air mata sang sesekali masih menetes.


Tangannya tergerak hendak mengusap pipi basah itu,namun.....


"assalamualaikum...."


suara itu berhasil membuat Jordan dan Hanum menoleh ke arah sumber suara....


"mas Bryan......"ucap Hanum....


.


.


.


.


bersambung.....🥰🥰🥰🥰


.


.


.


Bonus visual..


Zev👇



Nabila



...----------------...


***Up 18:10


yukk.. dukungan nya dong.....😍😍😍***

__ADS_1


__ADS_2