Makmum Untuk Sang Pendosa

Makmum Untuk Sang Pendosa
Bab 92


__ADS_3

Adrian cs mengikuti langkah Sheila menuju ruang meeting.Dengan gaya angkuhnya wanita itu masuk ke dalam ruangan luas tersebut lalu duduk di sebuah kursi yang biasa ia gunakan untuk memimpin rapat.


Jordan mengedarkan pandangannya.Dulu sebelum keluarganya hancur ia pernah diajak ke ruangan ini bersama mommy nya.


Sheila mengangkat tangannya mempersilahkan Adrian cs untuk duduk.Wanita itu kemudiannya mengambil rokok dari dalam tasnya,menyalakan lalu menghisap nya.


Angkasa si remaja tampan itu mengernyitkan dahinya.


"pantes keriput,item....cewek ngrokok an...sekinker an kek biar putih...ini segala asep dihirup...hiiiiiihhhh....."ucap Angkasa pelan yang dapat didengar oleh Adrian.Laki laki itu hanya terkekeh mendengar ucapan sang putra.


Adrian Dinda Angkasa dan Farhan duduk di barisan kursi sebelah kanan,sedangkan Zev Nabila Hanum dan Jordan duduk di barisan kursi sebelah kiri bangku dan Sheila berada di tengah tengahnya,di kursi CEO.


"katakan....ada perlu kalian datang ke kantorku...?"tanya Sheila angkuh.Ia melirik sekilas ke arah Adinda dan Adrian yang nampak duduk dengan tenang dalam posisi bersebelahan.Sepertinya mereka hidup bahagia sekarang.Dan Adrian...laki laki itu tambah umur bukannya tambah tua tapi malah makin terlihat tampan dan gagah,membuat Sheila jadi panas sendiri.Andai dulu tak ada Dinda,mungkin Adrian selamanya masih berkutat dengan dunia gelapnya dan pastinya laki laki itu masih akan selalu membutuhkan Sheila sebagai teman ranjangnya tiap malam.


Zev membenarkan posisi duduknya...


"sebelum nya...selamat siang ibu Sheila... perkenalkan saya Kyle Edward Jackson...saya adalah menantu dari tuan Adrian dan ibu Dinda.Dan sekaligus suami dari wanita di sebelah saya..Nabila Brygita Tama...saya yakin anda pasti sudah sangat mengenal mereka bukan?"tanya Zev


Sheila mengangkat dagunya sambil kembali menghisap rokoknya.


"di sebelah ayah mertua saya,itu adalah adik ipar saya,anak kedua papa,Angkasa Wildan Tama...."ucap Zev.


"sedangkan sepasang suami istri ini......."ucap Zev sambil mengarahkan tangannya menunjuk Hanum dan Jordan.


"ini adalah Hanum Permadani Hanif dan Keith Jordan Edward.."ucap Zev kini dengan mata menatap tajam ke arah Sheila.


Wanita itu mulai tersentak.Jordan Edward??Permadani Hanif??


Kenapa nama mereka hampir mirip dengan nama.........


Sheila mulai menegakkan posisi duduknya.Raut wajah angkuhnya perlahan sirna.Dilihatnya di sana Jordan menyeringai menatapnya sambil membawa sebuah map coklat yang digulung.


"kenapa nyonya?anda mengenali saya?"tanya Jordan.


Sheila tak berkutik.


"saya adalah anak dari Harlan Edward.Laki laki yang anda goda beberapa tahun lalu...anda tarik dia menjauh dari keluarga nya...lalu anda lempar ke panti jompo setelah anda berhasil menguras semua harta hartanya...termasuk perusahaan ini...!"ucap Jordan menahan emosi dengan dada naik turun.


Bayang bayang kejahatan Sheila atas keluarga nya kembali menari nari di pikirannya.Tangisan ibunya, perjuangannya menemani sang ibu di masa masa sulit saat wanita itu mengalami gangguan jiwa karena ulah sang suami dan si wanita ular.Kondisi sang ayah yang kini begitu memperihatinkan,lumpuh dan terdampar di panti jompo tanpa ada satu keluarga pun yang menemani....sungguh...semua itu berhasil membakar amarah Jordan.Ia sakit melihat kondisi keluarga nya saat ini,sedangkan si wanita ular itu,bisa bisanya ia duduk angkuh di kursi CEO bak bos besar sedangkan pada kenyataannya ia hanya pel*cur sekaligus pencuri yang tau diri..!


Jordan murka.Wajah dan matanya merah.Dadanya naik turun pertanda emosi yang menggebu gebu dalam dirinya.


Hanum meraih telapak tangan Jordan, meremas nya lembut seolah ingin memberikan kekuatan pada laki laki tersayangnya itu.


Sheila mulai was was.


"mau apa kau kesini?"tanya Sheila pada Jordan.


Jordan menyeringai...

__ADS_1


"aku akan melempar mu ke tempatmu yang semestinya....!dan aku datang untuk mengambil apa yang harusnya menjadi hak ku....!"ucap Jordan.


Sheila tersenyum sinis...


"apa maksudmu?ayahmu sudah memberikan semua aset kekayaan nya untukku....!jadi kau tidak bisa mengambil nya seenak jidatmu...!"ucap Sheila lantang.


Jordan tersenyum smirk.


"oh ya....lalu bagaimana dengan ini...?"ucapnya sambil membuka map coklat yang sedari tadi dibawanya.


Jordan bangkit,mengangkat map itu dan menunjukkannya pada Sheila dari tempatnya berdiri.


"ini adalah sebuah surat persetujuan,dimana di sini sudah setuju untuk mengembalikan semua aset aset ayahku menjadi milikku seutuhnya..."ucap Jordan.


"dan kau sudah menandatangani nya...."ucap Jordan.


Sheila terbelalak.Menandatangani?kapan?


Ia tak pernah merasa menandatangani surat apapun...!


"aku tidak pernah menandatangani surat apapun...!ini pasti akal akalanmu....!aku tidak akan menyerahkan semua harta milikku pada mu....!!" ucap Sheila menggebu di akhiri dengan sebuah gebrakan meja di akhir kalimatnya.


Wanita itu bangkit.Ia murka..!ia yakin ia dijebak sampai sampai ia bisa menandatangani surat semacam itu...tapi kapan dan dimana ia menandatangani nya?ia lupa....!!


Sheila dan Jordan beradu pandang dengan tatapan penuh kebencian.Dada keduanya naik turun.Saat mereka tengah hanyut dalam pandangan masing masing,tiba tiba....


pintu diketuk dari luar.


Semua mata pun tertuju ke arah pintu.


Ceklek..


pintu terbuka...


Seorang pria tampan berpakaian rapi masuk kedalam ruangan itu sambil tersenyum.


itu Bryan....!


"selamat siang buk.,"ucap laki laki itu.


Sheila makin murka...!


"kemana saja kau...!kamu meninggalkan ku di hotel....!dan kau sekarang datang seolah tak punya salah....! kenapa kau tidak menghalau dan mengusir perusuh perusuh ini Bryan....?!!"tanya Sheila murka.


Bryan tersenyum tenang.


"mohon maaf buk....saya meninggalkan ibu di hotel sendiri...saya sengaja karena saya buru buru saat mendapat kabar bahwa ada beberapa orang yang datang ke kantor ibu dan berniat menduduki kantor ini..."ucap Bryan tenang.


"makanya saya sekarang datang kesini...karena saya membawa sesuatu yang mungkin bisa menjadi solusi atas permasalahan ini...."ucap Bryan.

__ADS_1


Laki laki itu kemudian mengeluarkan sebuah flashdisk dari kantongnya.


"di dalam flashdisk ini ada sebuah rekaman vidio...mungkin rekaman ini bisa menjadi bahan pertimbangan...untuk langkah apa yang akan kita lakukan setelah ini..."ucap Bryan.


Sheila masih tak bergeming.Mungkin Bryan punya solusi untuknya.


"bisa kita putar vidio nya bu?"tanya Bryan pada Sheila.


Wanita itu kemudian mengangguk.


Bryan pun memasang flashdisk nya pada sebuah laptop yang berada di atas meja lalu menyalakan proyektor guna menampilkan gambar dari laptop ke layar putih yang berada di dinding di belakang Sheila.


Vidio pun di putar.....


dan....


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


.


dan apa hayoooooooo😁😁😁✌️


bersambung....


...----------------...


up 18:47


yukk... dukungan nya dulu 🥰🥰🥰


y

__ADS_1


__ADS_2