
Semua telah usai...
Zev dan Nabila serta Bimo mengantar tuan Harlan ke rumah baru yang sudah Jordan siapkan untuk sang ayah.
Ya....Jordan sudah menyiapkan rumah baru untuk tuan Harlan,yang jaraknya juga tidak terlalu jauh dari rumah utamanya bersama mommy Intan.Ia tak mau ayahnya terus terusan berada di panti jompo,laki laki itu masih punya anak dan ia sanggup merawat ayahnya meskipun pastinya tidak akan dua puluh empat jam full.
Jordan juga sudah menyiapkan pelayan dan security dirumah itu, serta dokter yang akan datang memeriksa keadaan ayahnya setiap hari.Rencananya ia akan tinggal dirumah kedua orang tuanya bergantian, seminggu bersama mommy,seminggu bersama daddy.
Ia ingin tetap bisa membersamai kedua orang tuanya meskipun mereka sudah terpisah.
Saat ini...
Jordan terdiam di sofa butik itu sambil sesekali menyesap rokok di tangannya.Pandangan matanya menatap lurus ke luar jendela kaca besar butik baru tersebut.
Hanum datang dari toilet,ia mendekati suami tersayangnya itu lalu duduk di sampingnya.
Jordan menoleh,ia tersenyum manis pada wanita karpet nya itu.Hanum menatap dalam wajah berjambang tipis tersebut.Laki laki itu masih bisa tersenyum meskipun ia tahu,pasti hatinya tengah hancur.Usahanya mendekat kan kedua orang tuanya gagal.Ibunya hingga kini masih mengurung diri di ruangan pribadi nya.Jordan pasti sangat remuk,semua itu bisa terlihat dari sorot matanya.Angan angannya tak tergapai,kini ibunya mungkin kembali hancur..! Jordan merasa bersalah pada wanita itu...!egoiskah ia??
"mas...."ucap Hanum lembut.
"ya...."
"kamu punya aku buat melepas semua kesedihan kamu..."ucap Hanum tulus sambil menatap dalam wajah berjambang milik sang suami.
Jordan diam sejenak.Ia kemudian mematikan rokoknya yang masih panjang.Ia mengubah posisinya,mengangkat satu kakinya ke atas sofa lalu memeluk Hanum.Ia membenamkan wajahnya di ceruk leher wanitanya itu seolah mencari tempat yang nyaman untuk menyembunyikan wajah sedihnya.Jordan mengeratkan pelukannya pada tubuh mungil istri kecilnya.Hanum membalas memeluk tubuh tegap itu dengan hangat.Ia mengusap punggung kokoh berbalut kemeja putih itu seolah mencoba memberikan kekuatan pada laki laki tampan pujaan hatinya itu.
"seenggaknya kamu udah berusaha mas...kita juga harus bisa menghargai keputusan mommy..."ucap Hanum.
Jordan tak menjawab.Ia hanya diam membenamkan wajahnya di ceruk leher sang istri.Namun Hanum dapat merasakan tetesan air yang setitik demi setitik menetes membasahi pundak nya menembus gaunnya yang indah.Ya...Jordan menangis di pelukan istri kecilnya..!
"kamu boleh nangis kalau itu bisa bikin kamu tenang"ucap Hanum.
Hanum tak lagi bersuara.Ia hanya mengusap punggung kokoh itu memberikan ketenangan untuk Jordan.Mungkin saat ini ia hanya butuh tempat untuk bersandar dan menumpahkan segala kesedihan nya.Dan Hanum akan memberikannya sebagai seorang istri yang begitu menyayangi suaminya.
Ia paham betul bagaimana perasaan Jordan saat ini.Pria itu begitu berharap bisa menyatukan kembali ayah dan ibunya.Namun harapan tinggallah harapan.Ia sebagai seorang putra bisa memaafkan ayahnya,namun nyatanya sang mommy,si istri yang terbuang tak bisa semudah itu memaafkan mantan laki laki yang dulu pernah ia cintai setulus hati tersebut.Wanita itu terlalu sakit hati.Dan sepertinya tak semudah itu untuk menyembuhkan hati seorang manusia yang kadung tertoreh luka dalam hatinya.
Sepasang suami istri itu masih saling berpelukan, hingga.....
.
__ADS_1
.
.
.
pyaaaaaaaaarrrrrrrr.......
Suara benda pecah terdengar dari lantai dua membuat sepasang suami istri itu pun terjingkat kaget.
"mommy....!!!"ucap Jordan.
Pria bernetra hijau pupus itu bangkit.Ia berlari dengan cepat menaiki tangga menuju lantai dua di susul Hanum di belakangnya.
Keduanya sampai di depan ruang pribadi mommy Intan.Jordan meraih handle pintu dan mencoba membukanya,namun....
dikunci....!!!!
Mommy mengunci pintu itu dari dalam.Jordan mulai panik.Ia mencoba membuka pintu tersebut dan menggedor nya berkali kali sambil memanggil manggil nama sang mommy namun tidak berhasil.
"mom....!!!! mommy buka mom...!!!!”pekik Jordan khawatir.
Jordan yang panik pun mengangguk.Ia mengambil ancang ancang dan dengan satu gerakan.
braaaakkkkkk......
pintu kamar terbuka...!Jordan berhasil membukanya..!
Sepasang suami istri itu pun masuk ke dalam ruangan tersebut.Dilihatnya sang ibu nampak duduk di lantai dipojok ruangan sambil memeluk kakinya,sebuah guci besar pecah disamping sang mommy.Wanita paruh baya itu menangis sesenggukan dengan pundak yang naik turun.Rambutnya acak acakan.Sepertinya ia kembali menyakiti dirinya sendiri
Jordan berlari kerah sang ibu.Ia menyingkirkan pecahan guci guci itu dari hadapan mommy nya,berjaga jaga agar ibunya yang tengah hancur itu tak menggunakan benda benda tersebut untuk melukai tubuhnya.
Jordan kembali memeluk sang ibu.
Mommy Intan kembali menangis di pelukan Jordan.Mommy terus berontak.Lagi lagi ia mencoba menyakiti dirinya sendiri sambil terus berucap betapa tak bergunanya ia sebagai seorang wanita.
"mom....udah...!!stop,...!!"ucap Jordan sambil menahan pergerakan tangan ibunya.
"mommy bodoh...!semua ini kesalahan mommy...! mommy nggak berguna..!"ucap Mommy Intan sambil terus mencoba memukuli dirinya sendiri tapi Jordan menghalangi nya.
__ADS_1
"enggak...! mommy nggak salah...! mommy wanita hebat...!! mommy wanita kuat mom...!"ucap Jordan mencoba menenangkan sang ibu.
"mom.... istighfar...!nggak ada yang perlu disalahkan mom....! mommy nggak salah..."ucap Hanum mengimbuhi.
"mommy bodooohhh....!!"
"MOMMY STOP....!!!UDAH CUKUP...!!!AKU YANG SALAH...!AKU YANG EGOIS....!! HARUSNYA AKU NGGAK BAWA DADDY KESINI....!AKU YANG EGOIS...!!!"ucap Jordan keras karena frustasi.Matanya merah dengan air mata yang menetes.Dadanya naik turun,urat urat lehernya bahkan terlihat jelas saat ia berucap penuh emosi sambil mencengkram pundak sang ibu.
"mas....! istighfar....!!kami juga jangan kayak gini...!!!!”ucap Hanum mengingatkan.Ibu dan anak ini sama sama hancur...!
Mommy Intan kembali menjambak rambutnya.Hanum menyentuh kedua lengan wanita itu dengan sangat lembut.
"mom...jangan ..dilepas ya...."ucap Hanum sangat lembut.Jordan hanya diam sambil mengatur nafasnya
"dilepas mom....nanti sakit....."ucapnya lagi sambil membimbing tangan sang mertua melepas kan cengkeraman nya dari rambut sebahunya.Perlahan mommy Intan menurut.Ia menangis menatap wajah menantu nya.
"Hanum boleh peluk mommy?"tanya Hanum lagi.
Mommy sesenggukan.Wanita itu lalu mengangguk sambil terus menangis.Hanum meraih tubuh wanita paruh baya tersebut.Ia memeluk hangat sang mertua sambil mengusap punggung nya.
"istighfar mom...."bisik Hanum lirih.
Wanita manis itu terus mengusap punggung sang mertua dengan satu tangannya,sedang tangan lainnya kini bergerak menyentuh punggung tangan sang suami yang juga terlihat rapuh.Ia mengusap punggung tangan tersebut dan menatap sendu ke arah pria berjambang tipis itu.
Jordan meremas lembut tangan Hanum.Satu tangannya tergerak mengusap wajahnya kasar sambil mengucap istigfar.
Jordan meringsut.Ia ikut memeluk dua wanita tersayangnya itu.Mereka saling berpelukan seolah saling memberi kekuatan satu sama lain.
Tak ada hal yang lebih baik,selain menguatkan satu sama lain ketika sebuah keluarga tengah diterpa badai yang cukup dahsyat.
...----------------...
***up 18:52
yukkk kasih dukungan dulu....
jangan lupa mampir di novel author yang lain....
sudah mulai up rutin tiap hari....👇👇***
__ADS_1