Makmum Untuk Sang Pendosa

Makmum Untuk Sang Pendosa
Bab 90


__ADS_3

03:00 dini hari..


Wanita berambut panjang itu menggeliat di atas kasur empuknya.Suara nyaring alarm ponsel berhasil menyadarkan nya dari mimpi mimpi indah yang baru saja di rajutnya.


Hanum mengerjab ngerjabkan matanya..


Hanum mendudukkan tubuhnya.Ia meraih ponselnya yang masih berdering lalu mematikan alarm nya.Wanita yang kemarin baru saja menjalani hari terakhir ujian sekolahnya itu kemudian meraih ikat rambut di atas nakas lalu mulai mengikat rambut panjangnya asal.


Wanita itupun lantas turun dari ranjangnya lalu menuju ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Tak butuh waktu lama,Hanum pun keluar dari kamar mandi dengan handuk kimono membalut tubuh rampingnya serta sebuah handuk kecil membungkus rambut panjangnya yang basah.


Dilihatnya di atas ranjang, sang suami masih terlelap di sampingnya dengan posisi tidur tengkurap sambil bertelanjang dada.Hanum tersenyum,ia mengganti pakaiannya lalu mengenakan mukenanya kemudian kembali mendekati ranjang untuk membangun kan Jordan


"mas....mas bangun mas.....udah jam tiga....."ucap Hanum sambil menggoyang goyangkan tubuh Jordan yang tertutup selimut dari pinggang sampai kakinya.


Laki laki itu menggeliat.Ia mengubah posisi tubuhnya menjadi terlentang sambil mengerjab ngerjabkan matanya,mengumpulkan kembali serpihan serpihan ingatan yang masih jalan jalan entah kemana.


"bangun.... tahajjud dulu dong..."ucap Hanum lembut membuat pria itu menoleh ke arah sumber suara yang terdengar merdu itu.


Jordan tersenyum.


"morning sweetie..."ucap Jordan sambil tersenyum tanpa mengubah posisinya


"wa Alaikum salam mas brewokku...."ucap Hanum manis.


"mandi dulu gih....aku siapin sajadah buat kamu..."ucap Hanum.Jordan hanya mengangguk.Pria itupun lantas bangkit setelah mengacak acak singkat kepala berbalut mukena milik sang istri.


Jordan segera melangkah menuju kamar mandi untuk membersihkan diri, sedangkan Hanum kini mulai menata sajadah serta pakaian yang akan Jordan kenakan untuk melaksanakan ibadah sepertiga malam nya.


Tak butuh waktu lama,Jordan keluar dari kamar mandi.Ia pun segera mengenakan pakaian yang sudah sang istri siapkan lalu memposisikan dirinya berdiri di baris depan sebagai makmum solat sang istri.


"siap?"tanya Jordan.


Hanum hanya mengangguk sambil tersenyum.


"Allahu Akbar...."


Lantunan takbir terucap dari bibir Jordan.Sepasang suami istri yang sudah resmi menikah secara agama itu kini kembali melaksanakan ibadah solat tahajjud yang selalu mereka lakukan tiap malam.


Bibir merah itu terus bergerak mengalunkan lantunan surat surat pendek yang kian hari kian fasih ia perdengarkan.Hanum mendengarkan secara seksama sebagai seorang makmum.Ada rasa bangga dalam dirinya.Laki laki pendosa itu benar benar menunjukkan keseriusan nya untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik.Pria itu bahkan sudah mulai bisa membaca kitab suci Alquran.


Ya....Jordan baru saja menyelesaikan Juz Amma nya setelah rampung membaca iqro hingga jilid enam di bawah bimbingan sang istri.


Kini...laki laki itu perlahan mulai belajar membaca Al Qur'an.Niatnya benar benar kuat,ia selalu mengatakan mumpung Hanum belum hamil dan punya anak.Karena ia sudah berjanji akan membacakan surah Ar Rahman untuk sang istri dan buah hatinya nanti saat Tuhan sudah berkenan menitipkan malaikat mungil di rahim Hanum.


Itulah sebabnya Jordan begitu sungguh sungguh.Ia ingin menepati janjinya.Ia ingin membuat sang wanita karpet bangga menjadi makmum hidupnya.


"assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh...."


dua kalimat salam menjadi pertanda rampungnya ibadah sepertiga malam yang mereka jalankan.Jordan berbalik badan.Hanum mendekat lalu meraih punggung tangan sang suami dan menciumnya sebagai tanda bakti


Jordan tersenyum...


"gimana bacaan aku?"tanya Jordan meminta pendapat.


"udah makin baik kok mas ..."ucap Hanum.


"maaf ya...udah hampir dua bulan nikah...tapi masih belum terlalu lancar .."ucap Jordan.


"namanya juga sama sama belajar mas....ya wajarlah...."ucap Hanum.


Jordan yang tersenyum manis menatap sang istri.


"lanjut ngaji?"tanya Hanum


"iya dong..."jawab Jordan.

__ADS_1


Hanum tersenyum lembut.Ia kemudian bangkit mengambil dua buah La Quran yang berada di sebuah rak kayu di kamar mewah itu.Wanita itu kemudian kembali mendudukkan tubuhnya di atas sajadahnya


"pet...."ucap Jordan


"ya...."jawab Hanum.


"ini kan minggu...hari ini gue ingin ngajak lo ke suatu tempat...."ucap Jordan.


Hanum mengernyitkan dahinya.


"holiday?"tanya Hanum berbinar.


Jordan terkekeh.


"bukaaaannn..."ucap Jordan.


"terus...?"tanya Hanum.


"ada deh....pokoknya lo harus ikut...akan ada pertunjukan season dua hari ini..."ucap Jordan membuat Hanum makin bingung


"pertunjukan season dua?"tanya Hanum penasaran.


Jordan hanya tersenyum.


"kamu mau ngapain lagi mas?"tanya Hanum khawatir.


"nggak ngapa ngapain....aku cuma mau mengambil apa yang harusnya jadi milikku aja...."ucap Jordan


Hanum terdiam.


"dah...yuk..mulai ngaji....kamu nggak usah khawatir...aku nggak akan melakukan hal bodoh yang hanya akan merugikan diriku sendiri sayang..."ucap Jordan.


Hanum menghela nafas panjang.Wanita itu hanya mengangguk.Ia hanya bisa mencoba percaya pada pria di hadapannya ini.Entahlah...pertunjukan apa yang pria ini maksudkan.


...****************...


Mentari perlahan mulai naik.


Seorang wanita paruh baya yang kini terbaring tanpa busana di atas ranjang king size putih itu menggeliat saat sinar mentari menerpa wajahnya menembus kaca jendela hotel.


Itu Sheila...!


Saat ini jam sudah menunjukkan pukul sepuluh pagi,wanita itu merasa pusing dikepalanya.Sudah hampir siang,namun ia baru sadar dari pengaruh alkohol yang semalam di tenggaknya.


Dilihatnya di sekeliling nya.


sepi....tak ada manusia sama sekali.Ia mengangkat selimut yang menutupi tubuhnya.Polos...!tak ada satu kain pun melekat di tubuhnya.


Sheila tertawa kecil.Ia ingat....semalam Bryan membawanya ke hotel ini.Laki laki itu bahkan memberinya kejutan dengan menghadirkan Irawan sang kekasih untuk dia ajak sama sama menikmati malam panjang bertiga.Meskipun ia tak ingat,sehebat apa permainan mereka lantaran pengaruh alkohol yang terlalu tinggi,namun ia yakin,ia pasti bak ratu yang diperebutkan dua pria semalam.


Sheila mengulum senyum.Ia jadi rindu pada asisten pribadi nya itu


Ngomong ngomong kemana dia?kenapa tidak kelihatan?


Sheila bangkit.Ia menyandarkan tubuhnya di sandaran ranjang lantaran masih merasa pusing.


"sayang...."ucap Sheila memanggil Bryan.


Tak ada sahutan.


Kemana dia?apa ada di kamar mandi?pikirnya.


"Bryan..."ucap Sheila lagi


Masih tak ada sahutan.


Sheila dengan kepala yang masih terasa berat itupun akhirnya turun dari ranjang berniat ke kamar mandi untuk mengecek keberadaan Bryan.Namun baru selangkah dari ranjang...

__ADS_1


tingg......


ponselnya yang berada di atas nakas berbunyi pertanda ada pesan masuk.


Sheila lantas meraih benda pipih itu lalu membuka pesan yang ternyata dari sekretaris pribadi nya.


"bu Sheila....ibu dimana?ada masalah di kantor buk...ada sekelompok orang menduduki kantor kita dan mengaku sebagai pemilik baru kantor ini..."tulisnya.


.


.


.


.


.


degggghhhh.....


apa maksudnya ini??


...----------------...


***Yuhuu...


selamat malam....


episode episode akhir menjelang tamat ya readers.Sepertinya novel ini nggak akan sepanjang novel sebelum nya...


jadi jangan lupa kasih dukungannya terus....


sebagai ganti....


author udah nyicil 1 judul baru nih...udah rilis sore ini....tapi belum bisa up efektif alias up masih jarang jarang karena ini cuma novel "sambilan" sambil nunggu novel ketiga ini tamat...


insya Allah akan up efektif kalau judul yang ino sudah resmi end ya....


yukkk...yang suka genre mafia"an yang bikin deg"an....silahkan mampir....nih othor kasih bocoran alur ceritanya....👇


.


.


"Peri Bisu dan Malaikat Berjubah Iblis"


.


.


Menjadi berbeda bukanlah keinginan dari setiap makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa.


Terlahir sebagai gadis penyandang tuna wicara,


Kisah pilu wanita yatim piatu.Ditanggal mati kedua orang tuanya di usia yang masih sangat belia.Terpaksa hidup bersama sekumpulan manusia tak berhati nurani.Diperbudak selayaknya hamba sahaya yang tak pernah di beri izin untuk berbahagia.


Garis hidup yang tragis memaksanya masuk ke lembah neraka buatan manusia.Menjadi tumbal keserakahan dan keegoisan sang keluarga sambung.Memaksanya masuk ke dalam neraka dunia yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.Hidup berdampingan dengan mafia gila pemburu nafsu dunia sebagai jaminan atas hutang sang keluarga sambung yang haus akan gemerlapnya hingar bingar kehidupan dunia.


Setitik pertolongan Tuhan datang padanya....


Si peri bisu dipertemukan dengan malaikat berjubah iblis.Pria berhati suci berkedok penjagal sadis.


Menjalin asmara di bawah tekanan sang mafia gila.Berjuang bersama untuk bisa terbebas dari jeratan rantai iblis yang mengikat keduanya.


Kisah cinta yang dramatis.Bermandikan peluh,tetesan keringat,air mata dan kucuran darah.Perjuangan dua anak manusia untuk bisa meraih cinta yang merdeka...tanpa embel embel penindasan,paksaan dan kekerasan***.


__ADS_1


__ADS_2