
Mentari mulai menampakkan sinarnya....
Laki laki bermata bengkak dan nampak lelah itu keluar dari kamar yang bak kapal pecah akibat amukannya semalam.
ceklek...
pintu kamar sebelah terbuka...
itu kamar mommy Intan...
Jordan terdiam sejenak menatap sang mama.Rasa kecewa dalam dirinya masih ada meskipun sudah sedikit berkurang.
Jordan menunduk,tanpa mau menyapa laki laki itu melangkah pergi meninggalkan tempat tersebut meninggalkan sang ibu yang masih mematung menatap punggung sang putra semata wayang yang kini menjauh pergi.
Jordan segera menuju mobil Zev yang semalam ia bawa.Meskipun ada banyak koleksi mobil pribadi di rumahnya, nyatanya pria itu tak begitu berselera menggunakan nya,ia lebih nyaman menggunakan mobil sahabat sekaligus bosnya tersebut.
Jordan melajukan mobilnya cukup kencang menuju kediaman ustad Hanif.Tak sampai sepuluh menit,mobil itu sampai di sebuah rumah berlantai dua kediaman calon mertuanya itu.
Jordan turun dari mobil .
"assalamualaikum...."ucap Jordan saat sudah berada di depan pintu utama.
"wa Alaikum salam...."jawab Rubi dan Bryan yang berada di ruang tamu bersamaan.
"mas Jordan...masuk mas...mau jemput Hanum ya..."tanya Rubi sopan.
"iya..."jawab Jordan singkat.Bryan tak bereaksi.Ia hanya menatap datar laki laki yang katanya akan menjadi adik iparnya tersebut.
"tunggu sebentar mas...biar Rubi panggilin...masuk dulu...."ucap Rubi.
"disini aja..."jawab Jordan
Laki laki dengan telapak tangan yang nampak penuh luka bekas sayatan keca itu pun memilih duduk di kursi teras.
Tak butuh waktu lama,gadis manis delapan belas tahun berseragam SMA itu datang dari dalam rumah.
"mas..." ucap Hanum.
Jordan pun menoleh sambil tersenyum
"hai...."jawabnya.
Hanum seketika menajamkan penglihatan nya membuat nya melotot.Dengan cepat kedua telapak tangan nya meraih wajah pria pujaan hatinya yang nampak sembab dengan mata yang terlihat lelah.
"kamu kenapa?"tanya Hanum khawatir.Wajah Jordan terlihat tidak baik baik saja..!
Jordan tak menjawab,
"iiihhh maasss........kamu semaleman bener bener nggak tidur ya.....?mata kamu ampe kayak gini..." ucap Hanum menelisik wajah mas brewoknya.
Jordan masih tak bereaksi.
"trus ini tangannya kenapa?kenapa banyak luka kayak gini?!ini pasti nggak diobatin deh...,!"ucap Hanum lagi dengan posesif sambil meraih tangan Jordan yang penuh luka.
"kamu berantem ya...?kamu ke club lagi?kamu mabok?tawuran?!berantem sama siapa kamu...?!!"tanya Hanum tanpa jeda justru membuat Jordan tersenyum.Ia suka diperlakukan seperti ini.Sudah lama ia tak pernah dikhawatirkan oleh seseorang.Dan kini wanita itu nampak begitu cerewet mengintrogasi nya.
__ADS_1
"iihh....kok malah senyum sih mas....jawab...."ucap Hanum sambil memukul pundak pria yang kini justru menatapnya sambil tersenyum itu.
"sakit pet...."ucap Jordan manja
"apanya...?"
"ini..."jawab Jordan sambil mengangkat tangannya yang luka.
"itu kanapa bisa sampai luka kayak gitu?"tanya Hanum kesal.
"sakit....obatin dulu..."ucap Jordan memelas membuat Hanum menghela nafas panjang...
"tunggu sini bentar aku ambilin obat dulu..."ucap Hanum dengan wajah kesal kemudian kembali ke dalam rumahnya guna mengambil kotak obat.
Tak lama... Hanum kembali dari dalam rumahnya dengan sebuah kotak P3K di tangan nya...
Hanum menarik sebuah kursi, mendekatkannya ke kursi Jordan lalu duduk di sana kemudian dengan telaten nya mulai mengobati sayatan sayatan kaca ditangan Jordan menggunakan obat luka.
"ini kenapa sih mas...ini luka apa?"tanya Hanum.
"kaca.."
"kaca?gimana ceritanya tangan bisa kena kaca kayak gini?emang kamu ngapain?"tanya Hanum mulai cerewet.
"gue tonjok..." jawab Jordan membuat Hanum seketika mengangkat kepalanya menatap tajam ke arah Jordan
"bagus...!pinter banget emang kamu tuh ya segala kaca di tonjok tonjokin....!biar apa tuh kayak gitu?!diikira kulit kamu kulit badak...keras nggak tembus kaca?!kenapa nggak sekalian aja di makan tuh kaca nya biar kek kuda lumping....!udah kek orang sakti aja kamu kebal benda benda tajam...!" ucap Hanum nyerocos sambil mengobati luka Jordan membuat pria itu justru makin bahagia.
"perih pet...pelan pelan...."ucap Jordan manja.
"sukurin...!nggak usah manja...!siapa suruh nonjok nonjok kaca...?!"
"maaf...maaf...!kamu tuh udah gede...biasain deh nggak usah ngelakuin hal hal yang cuma akan ngerugiin diri kamu sendiri...!kamu ngapain nonjok kaca...?ada masalah apa...kalau kamu ada masalah telfon aku mas...kamu bisa cerita sama aku...bukannya main tonjok tonjok kaca nggak jelas kek gini..!mana semaleman nggak tidur lagi...! ngapain kamu kek gitu....!" ucap Hanum lagi sambil membalut tangan Jordan dengan perban.
Hanum selesai dengan aktifitas nya.Ia lantas mengemasi peralatan kesehatan itu dan menatanya kembali ke dalam kotak.
"makasih sayang...."ucap Jordan.
Hanum menatap datar ke arah Jordan.
"udah lama nggak ada orang yang khawatirin gue...."ucap Jordan.
Hanum menghela nafas panjang...
"kamu kan calon suami aku mas..."ucapnya.
Jordan tersenyum..
"emang kalau calon suami selalu di khawatirin ya...."
"ya iyalah....ini baru calon loh...belum lagi kalau udah jadi suami..."ucap Hanum mengulum senyum.
"emang kalau udah jadi suami...khawatirnya nambah gitu....?"
Hanum mengangguk pasti
__ADS_1
"kenapa?"
"ya karena aku takut aja kalau kamu sampai kenapa kenapa...aku kan nggak mau...masih muda tapi udah jadi janda...."ucap Hanum asal jeplak.
"sueeek lo...!bakal bini apaan lo nyumpahin laki lo cepet mati..!"ucap Jordan tak habis pikir.
Hanum tergeletak mendengar respon Jordan.
"bukan nyumpahin.... cuma ngomong doang..."
"ngomong yang baek baek aja karpet...!ngapain segala ngomongin jadi janda lo....!bikin kesel aja lo...!gue bikin bunting duluan juga lo..." ucap Jordan kesal justru membuat Hanum makin tak kuasa menahan tawa.
"ih....kamu lucu deh mas kalau ngomel...kek emak emak..."
"emak emak pala lo...!gue ci*ok juga lu lama lama" ucap Jordan kesal.Hanum makin tergelak.
"udah ah...marah marah mulu...aku balikin ini dulu...abis itu kita berangkat...ntar aku keburu telat lagi gara gara dengerin kamu ngomel ngomel..."ucap Hanum sambil tertawa kemudian beranjak ke dalam rumah untuk mengembalikan kotak P3K ke tempatnya.
Tak butuh waktu lama,Hanum pun kembali menemui Jordan.
"yuk mas..."ucap Hanum sambil meraih ranselnya yang berada di kursi.
"kemana?"
"nikah..." ucap Hanum
"lah...ayokk...!" ucap Jordan semangat.
"sekolaaaahhh....." ucap Hanum mulai ngegas namun sambil terkekeh
"tangan gue sakit...gue nggak bisa jalan...." ucap Jordan
"mana ada tangan sakit nggak bisa jalan...?!ngelawak mulu...!"ucap Hanum tergelak.
Jordan pun ikut tertawa.Laki laki itupun mengangkat kedua tangan nya...
"itu ngapain maksudnya?"tanya Hanum.
"gendong"ucap Jordan manja.Lagi lagi...Hanum tergelak dengan ulah sang calon suami.
Gadis itu lantas berbalik badan membelakangi Jordan.
"ayok.."ucapnya.
Jordan pun bangkit dengan sumringah.Ia mengalungkan kedua lengannya ke leher Hanum,lalu merebahkan kepalanya di pundak sang wanita.
"siap?"
"siap..."ucap Jordan
Keduanya pun melangkah bersama sama dalam posisi Jordan bergelayut manja di punggung Hanum.Keduanya melangkah menuju mobil menggunakan kaki masing masing sambil terkekeh seolah olah Hanum tengah menggendong Jordan.
...----------------...
***Selamat malam....
__ADS_1
up 18:30
yukkk... kasih dukungannya.....🥰🥰🥰***