
Pagi menjelang...
Sekelompok pria dewasa nampak berjalan bergerombol dari arah masjid.Ada ustad Hanuf,Adrian,Bryan,dan Zev yang nampak berjalan bersama sama sambil sesekali mengobrol selayaknya bapak bapak pada umumnya.
Samar samar dari kejauhan,Bryan melihat sang adik tengah berada di depan rumahnya sambil memegang sapu,namun aktifitasnya bukanlah menggerak gerakkan alat bersih bersih itu untuk menyingkirkan dedaunan yang berserakan di depan rumahnya,namun hanya memeluk benda tersebut sambil menyandarkan tubuhnya di pagar besi rumah mereka.Mulutnya nampak komat kamit berbicara dengan seorang pria yang duduk berjongkok di bawah pohon tepat di depan rumah Bu Lastri sambil sesekali menghisap rokoknya.Itu Jordan...!
Bryan menghela nafas panjang.Sepertinya kian hari hubungan Hanum dan Jordan kian dekat.
"assalamualaikum...." ucap Ustad Hanif dan yang lainnya saat sampai di depan rumah ustad Hanif.
"wa alaikum salam "sahut Hanum sambil membenarkan posisi tubuhnya kemudian menunduk.
Beberapa bapak bapak disana nampak menatap bergantian ke arah Hanum dan Jordan yang kini nampak membuang muka menatap ke segala arah,mungkin merasa canggung..
"wah....pak ustad...kayaknya bentar lagi bakal ada hajatan lagi ini"ucap seorang bapak bapak disana.
Hanum makin menunduk.Ustad Hanif hanya tersenyum,ia tak pernah mempermasalahkan hal hal demikian.Ia tau putri nya dan Jordan sedang dekat.Meskipun ada sedikit rasa was was dalam dirinya mengingat sang putri masih sekolah dan juga belum muhrim,namun mereka sudah sering kemana mana berdua.
Sedikit terjadi perbincangan kesana kemari dari para bapak bapak itu yang membuat Hanum makin menunduk.Sedangkan Jordan,hanya diam saja, tersenyum sambil sesekali mengangguk mendengar kan gurauan gurauan dari para bapak bapak itu.
Tak butuh waktu lama, sekumpulan pria dewasa itu membubarkan diri.Adrian dan Zev pun masuk ke dalam rumah bu Lastri,begitu juga ustad Hanif yang masuk ke dalam rumahnya.
"dek..."ucap Bryan yang masih ada di sana.
"iya mas..."
"buruan selesai in nyapunya...abis itu masuk..."ucap Bryan.
"iya mas...."ucap Hanum.
Bryan menoleh sekilas ke arah Jordan.Pria itu terlihat cuek sambil kembali menghisap rokoknya.Jordan memang begitu kan?
Bryan tak peduli.Laki laki suami Rubi itupun masuk melangkah pergi meninggalkan dua anak manusia tersebut.Di halaman rumah,Bryan bertemu dengan sang istri yang tengah sibuk menyirami tanaman.
"mas...."ucap Rubi sambil mendekati suaminya itu.
"kamu udah pulang?"tanya Rubi lagi.Bryan hanya mengangguk.Rubi mengamati wajah sang suami yang nampak tanpa senyuman,tak seperti biasanya...
"kamu kenapa mas?"tanya Rubi.
"Hanum...pagi pagi gini udah berdua sama Jordan di depan..."ucap Bryan
Rubi mengarahkan pandangannya ke arah gerbang rumah.
"makin hari mereka makin deket Bi"ucap Bryan lagi
Rubi tersenyum...
"ya udah sih mas...nggak apa apa...toh mereka juga nggak berduaan di tempat sepi...."ucap Rubi.
Bryan masih diam.
"kamu masih ragu sama mas Jordan?kamu nggak suka Hanum deket deket sama dia?"tanya Rubi lembut sambil menyentuh pundak sang suami.
Bryan menatap dalam wanita yang selalu bersikap lembut itu.
"mas....mas Jordan itu udah baik banget sama kita...dia nolongin kamu,nolongin Hanum berkali kali,dia selalu ada buat Hanum,dia juga yang punya peran besar bantu Hanum bangkit dari traumanya..beruntung ada mas Jordan...trauma adik kamu jadi nggak berkepanjangan..."ucap Rubi
"setiap orang punya sisi baik dan buruk mas...nggak semua yang kamu pandang rendah itu benar benar rendah....jangan merasa jadi orang yang paling tinggi tanpa cela...karena manusia tempati hanyalah salah dan khilaf mas .."ucap Rubi lembut.
__ADS_1
Sungguh ...ingin sekali ia mengetuk pintu hati Bryan yang sedikit keras itu.Meskipun kini sudah sedikit mencair semenjak menjalin kerja sama menuntaskan misi balas dendam mereka pada Rebecca.
"udah ...biarin aja mereka....toh juga cuma di situ aja nggak kemana mana..kita masih bisa ngawasin...kamu mandi gih ..."ucap Rubi lagi.
Bryan hanya mengangguk.Ia pun melangkah pergi meninggalkan sang istri.
Sementara itu di depan gerbang....
"pet...."ucap Jordan sambil melempar kerikil kecil ke arah gadis yang tengah menyapu itu.
"apa...."
"ntar siangan ikut gue yuk..."ucap Jordan.
"kemana?"tanya Hanum
"gue pen ngajak lo ke rumah gue....kita sambut mommy....lo mau nggak?ini kan hari Minggu...."ucap Jordan.
Hanum tersenyum sambil terus menggerakkan sapunya.
"kalau aku mau aku dikasih apa?"tanya Hanum.
"dih.... gitu lo ya sekarang ama gue ya...."ucap Jordan.
Hanum hanya cekikikan.
"buruan...dikasih apa...kalau nggak di kasih apa apa aku nggak mau.."ucap Hanum.
"ntar gue kasih upil gue deh..."
"iihhh...jorok banget nggak mau...!buat apaan upil...aku udah punya upil sendiri"ucap Hanum membuat Jordan terkekeh.
Hanum tak menjawab.
"pet...!nggak usah sok iyess deh....buruan jawab...!"ucap Jordan.Hanum masih tak bersuara.
Jordan bangkit,ia mendekati sang gadis lalu berdiri di hadapan sang gadis.
"karpet....."
"apa sih mas brewok...."
"mau ya..."
"liat entar deh..kalau nggak sibuk..."
""ddiiihh....sok sibuk banget lo...!"ucap Jordan sukses membuat Hanum cengengesan.
"yah...mau ya..."ucap Jordan.
"minggir dulu...!"ucap Hanum sambil terus menggerakkan sapunya lantaran kini Jordan berdiri di hadapannya dengan kedua belah kaki yang sedikit terbuka dan tubuh sedikit membungkuk menatap wajah Hanum,membuat gadis itupun kesulitan untuk membersihkan rontokan daun di depan rumahnya tersebut.
"nggak .....!jawab dulu..."
"minggir dulu!"
"jawab dulu pet..."
"iya...ntar dijawab...tapi minggir dulu"
__ADS_1
"nggak mau...jawab dulu..."
"mas...ini kapan selesainya..."
"jawab dulu.."
"mas....ini..........."
buuuugggghhhhh.....
"aaawwww....!!"
"astaghfirullah hal adzim...!"pekik Hanum saat wanita itu menggerakkan sapunya cukup keras untuk menyapu dedaunan namun tak sengaja menghantam benda keras milik Jordan yang terus berdiri di hadapan Hanum membuat pria itu pun meringis ke sakitan.
"addooohhh.....!!"ucap Jordan sambil memegangi miliknya.
Hanum panik.Sepertinya Jordan kesakitan sekali.
"yah....mas...maaf...nggak sengaja..."ucap Hanum.
"tega lo ama gue...sakit bego'...!"
"ya kamunya berdiri di depan aku aku...!"
"trus ini gimana dong...sakit....!"
"ya nggak tau....!"
"aaadoohh....pentungan ketemu sapu......sakit..."
Hanum makin panik..
"kita ke dokter yuk..."
"ngapain?"
"ya biar di obatin...siapa tau ntar dikasih salep biar sembuh"
Jordan mengernyitkan dahinya...
"salep apaan karpet?"tanya Jordan tak habis pikir.
"ya nggak tau biar sembuh mungkin..."
"ya udah boleh...tapi ntar lo yang ngolesin.."ucap Jordan dengan senyuman nakal.
"iiiihhhh....jorok...!!obatin sendiri...!!"ucap Hanum risih.
Ia reflek mendorong tubuh Jordan lalu berlari sambil membawa sapunya meninggalkan laki laki itu yang kini terkekeh sambil memanggil manggil namanya.
Jordan tak henti tergelak melihat ekspresi lucu sang gadis yang nampak memerah pipinya karena malu.
...----------------...
***Selamat siang....
up 13:28
yuk....mana dukungan nya***...
__ADS_1