Makmum Untuk Sang Pendosa

Makmum Untuk Sang Pendosa
Bab 62


__ADS_3

Sementara itu....


Pria berjambang tipis yang sedari tadi mondar mandir di depan pintu gerbang sekolah Hanum tersebut tak henti hentinya mencoba menghubungi nomor ponsel sang calon istri kecil.Pesan terakhir dari Hanum mengatakan ia sedang bersama mommy Intan yang katanya ingin mengajak Hanum ngobrol.Gadis itu juga bilang,ia akan mengirimkan lokasi keberadaan nya,tapi hingga kini Hanum tak kunjung mengirimkan lokasinya padahal sudah hampir satu jam ia berada di depan gerbang sekolah itu,hal itupun membuat Jordan cemas.Kemana ibunya itu membawa calon istrinya,kenapa Hanum mendadak sulit di hubungi.Gadis itu mengabaikan panggilan dan pesannya sedari tadi.


Jordan yang panik pun kembali mencoba menelfon nomor Hanum,saat ia tengah asyik dengan ponselnya,tiba tiba.....


"doooooorrrrr......!!!"ucap seorang gadis manis sambil menepuk pundak Hanum dari belakang membuat Jordan pun terjingkat kaget.


Jordan reflek menoleh ke belakang..


"karpet...!!"ucap Jordan.


Hanum memasang senyum termanisnya.


"lo dari mana aja?"tanya Jordan.


"abis di ajak jalan jalan sama mommy kamu....nih...aku dibelanjain banyak banget...."ucap Hanum sambil mengangkat beberapa paper bag di tangan kanan dan kirinya.


"mommy belanjain kamu?"tanya Jordan


Hanum mengangguk yakin


"dia tau kamu calon istri aku?"tanya Jordan


Hanum mengangguk lagi.


"dia tau kalau kita akan nikah besok?"tanya Jordan lagi


Hanum nampak berfikir sejenak....


"aku lupa nggak ngomong mas ... mommy juga...nggak nanya...."ucap Hanum.


Jordan menunduk.Ada raut wajah kecewa disana.Wanita itu sudah tau tentang pernikahan nya, tapi alih alih bahagia,bertanya kapan hari pernikahan nya pun tidak.


Jordan menghela nafas panjang.Mencoba menetralkan emosinya agar tak terlihat sedih di hadapan sang istri.


Hanum mengusap pundak sang calon suami....


"sabar ya....mungkin nanti mommy pengen nanya langsung ke kamu...."ucap Hanum


Jordan tersenyum sinis...


"mungkin dia emang nggak peduli pet"ucap Jordan sedih.

__ADS_1


"mommy peduli sama kamu mas....dia sayang sama kamu..."ucap Hanum.


"dah lah .... nggak usah dibahas....lo nggak apa apa kan?dia memperlakukan lo dengan baik kan?"tanya Jordan.


"baik kok mas....baik banget malahan..."ucap Hanum.


Jordan tersenyum manis.Tangannya tergerak,mengacak acak lembut pucuk kepala berbalut hijab milik sang calon istri.


"oh iya ...aku tadi beli cilok...tapi kayaknya udah dingin deh....soalnya udah dari tadi...."ucap Hanum sambil mengeluarkan satu bungkus cilok dari dalam tas nya.


Jordan mengulum senyum..


"ya udah....kita makan dalem mobil aja yuk...."ucapnya.


Keduanya pun masuk ke dalam mobil dan mulai menikmati cilok dingin mereka berdua di dalam mobil sambil bercanda ria seperti biasanya.


...****************...


Hari berganti.....


Hari yang ditunggu tunggu oleh Jordan dan Hanum pun telah tiba.


Hari ini,pagi ini,kedua anak manusia itu akan bersiap untuk meresmikan hubungan mereka secara agama.


Disebuah kamar yang tak terlalu luas milik Angkasa,Jordan yang semalam menginap di rumah itu nampak menata penampilan nya yang terlihat rapi di depan sebuah cermin yang tak terlalu besar.Setelan kemeja putih dan celana bahan hitam melekat sempurna di tubuh tegapnya.Dengan sedikit mencukur kumis dan jenggotnya,pria yang biasa tampil cuek itu kini terlihat lebih gagah dan tampan.Seutas senyum tersungging dari bibir Jordan,ia benar benar sudah tak sabar untuk segera menuju ke rumah ustad Hanif dan bertemu gadis karpetnya.


pintu terbuka....


"Dan..."ucap seorang pria tampan bermata serigala disana.


"ya...."jawab Jordan sambil tersenyum.Raut bahagia benar benar tergambar jelas dari bibir Jordan.


"udah siap?"tanya Zev.


"udah..."jawab Jordan yakin.


"ya udah yuk....kita kerumah ustad Hanif....keburu siang ..."ucap Zev.


"oke...."jawab Jordan semangat.Ia segera menyambar jas nya lalu keluar dari kamar itu menuju ke ruang tamu.Disana sudah ada keluarga Adrian yang lengkap.Keluarga yang begitu baik,mau menerima nya dan sudi direpotkan olehnya.Keluarga yang benar benar sempurna dan tulus pada siapapun tanpa memandang status dan latar belakangnya.


"weeeeeiiissss.....abang gue ganteng bangeeet..."ucap Angkasa.


Jordan hanya mengulum senyum bangga.

__ADS_1


"la koen iku lak ngono lak yo bagus a le....." ucap bu Lastri memuji


( "la kamu itu kalo penampilan nya kayak gini ganteng juga le....")


Jordan makin terlihat sumringah.


"di apalin dulu ijab qobulnya...di inget inget lagi nama bini siapa...nama bapaknya siapa...."ucap Angkasa sok menasehati sambil memakan keripik kentang yang ada di dalam toples.


"inget...nama bini lo Hanum...binti ustad Hanif....jangan sampe salah sebut...."


"jangan sampe entar gara gara lo nervous....trus lu salah sebut ..harusnya Hanum jadi Sumi...."ucap Angkasa spontan membuat semua yang ada di sana tergelak


"lah....kenapa pada ketawa...bener kan....?kan banyak kejadian orang gugup jadi salah sebut .."ucap Angkasa tak mau kalah


"aduuuhhh....angsa....udah deh .. nggak usah ngelawak....mendingan sekarang kita buru buru nyebrang jalan ..kita ke rumah calon besan....perjalanan kita panjang.....kita butuh waktu dua hari dua malam buat sampai ke rumah calon mempelai wanita...yukkk..buruan...cusss...."ucap wanita dengan perut yang mulai membuncit itu.


"idiiiihhhh....bumil ababil.....sekarang pinter ngelawak deh ..."ucap Angkasa menggoda.


"oh ya kak Jordan....satu lagi...pesen gue....kalau udah nikah....plis...tolong.... jangan kek kakak gue ama sahabat lo ini....dunia serasa milik berdua...yang lain cuma kek cicak cicak di dinding diam diam merayap tau nggak lo...!mesra mesraan kagak tau tempat....itu leher korengan di umbar kemana mana...jangan kak...jangan....!jangan kek gitu...." ucap Angkasa panjang kali lebar.


"adek udah deh ..nggak usah mulai .."ucap Adrian.


"emang nih bocah mulutnya resek banget nih pa...!nggak sopan tau nggak lo kek gitu...!"ucap Nabila kesal.


"emang kenyataan nya kek gitu...lu kan nggak tau malu...weeeeekkkk"


"iiiihhh.....gue jadiin parcel juga lu lama lama...


"udah....udah ..!."ucap Adrian tegas membuat keduanya pun diam seketika.


Zev hanya tersenyum sambil memeluk pundak sang istri agar sedikit tenang.


"ini udah siang ...mending sekarang kita siap siap berangkat....kasian yang di rumah ustad Hanif udah pada nungguin..."


"noh.... dengerin noh...kasian ustad Hanif....keburu laper dia nungguin kita...kasian kak Hanum make up nya keburu luntur...!"ucap Angkasa masih belum puas.


"udah deeekk....."ucap Adrian


Rombongan keluarga itupun mulai melangkah keluar rumah menuju rumah ustad Hanif yang akan menjadi tempat ijab qobul bagi Jordan dan Hanum


...----------------...


***Selamat malam

__ADS_1


up 18:40


yuk...kasih dukungan yuukkk***


__ADS_2